Bright Advisor: Teman Cerdas Berinvestasi

Minggu lalu ada undangan dari Sun Life Financial Indonesia yang mampir di inbox e-mail saya, menawarkan kesempatan untuk berkunjung ke booth milik Sun Life di acara Insurance Festival 2016. Kalau melihat konsep acara, kelihatannya bakal seru, karena biasanya pameran asuransi kan diadakan di mall, lobby hotel, atau lobby perkantoran, nah kali ini digelar di tengah lapangan, tepatnya di Alun-Alun Kidul Keraton Yogyakarta. Mungkin tujuannya memang mau menembus lapisan masyarakat yang selama ini masih sedikit tersentuh oleh asuransi.

Continue reading “Bright Advisor: Teman Cerdas Berinvestasi”

The Harvest Patissier & Chocolatier: Akhir Indah Dari Sebuah Penantian

Seminggu yang lalu, sahabat saya Ima, si empunya www.tamasyaku.com menyampaikan undangan pembukaan gerai The Harvest Patissier & Chocolatier untuk kami para blogger kece Jogja, nggak pakai melihat jadwal di kalender lagi saya langsung mengiyakan, acara lain bisa mundur deh, pokoknya saya kudu ambil bagian di acara ini πŸ˜€

Alkisah, waktu masih jadi petualang ibu kota saya bela-belain ngebus ke Senopati kalau lagi kepingin sepotong Devil Cake The Harvest, atau ngerengek ke si pacar yang rumahnya lebih dekat dari sana buat dibawa ke Bekasi heheheeeh.. pokoknya segala cara bakal saya tempuh demi memanjakan oksitoksin saya dengan menikmati suap demi suap Devil Cake.

Dan setelah pindah Jogja, Devil Cakes The Harvest itu jadi semacam #lifegoals buat saya (hahaah biarin lebay), selama ini kan cuma bisa dongkol setiap melihat teman-teman saya pamer birthday cakes The Harvest di Instagram mereka, huhuhuu kapan gilirankuuu??

Dan life golas saya kemarin tercapai, The Harvest buka di Jogja, ditambah saya dapat kesempatan menjadi bagian di hari pembukaannya, ciyeee salah satu berkah ngeblog nih.. makanya jadi blogger πŸ˜€

Beralamat di Jl. C. Simanjuntak No. 5, letaknya yang berada di pusat kota memudahkan pencinta dessert dari belahan Yogya manapun untuk datang ke gerainya, tapi karena Jl. C. Simanjuntak sendiri berlaku sistem satu arah jadi agak tricky juga cari parkir di The Harvest ini, paling aman sih lewat ujungnya Jl. Simanjuntak (atau yang biasa disebut Terban), dari bunderan UGM ambil arah barat menuju Mirota Kampus, setelah lampu merah Mirota belok kiri itu sudah Jl. C. Simanjuntak, cari saja nomor 5 hehee..

Kalau dari Tugu Yogya lanjut saja ke arah timur, setelah melewati pertigaan lampu merah ada Wisma BDNI dengan gerai KFC besar di sebelah kiri jalan, masuk dan parkir di situ saja, memang lumayan jauh sih jalannya, anggap saja olahrga sebelum dan sesudah pesta kalori di The Harvest yaa πŸ˜€

Buat yang dari Jl. Solo, setelah perempatan Gramedia, lurus terus sampai ketemu Wisma BDNI, bisa parkir di situ, atau maju sedikit lagi setelah lampu merah ada Foodcourt Ayara atau gerai Mc Donald, semuanya bisa buat numpang parkir, tapi ya itu, tetap saja harus nyebrang πŸ˜€

Sebelum acara mulai, bersama mbak-mbak dari The Harvest Jakarta. Photo by www.tamasyaku.com
Sebelum acara mulai, bersama mbak-mbak dari The Harvest Jakarta.
Photo by www.tamasyaku.com

Continue reading “The Harvest Patissier & Chocolatier: Akhir Indah Dari Sebuah Penantian”

Rubah Smartphonemu Jadi Dompet Dengan BCA Sakuku

Siapa yang lebih sering ketinggalan dompet dibanding ketinggalan HP?

Hihihii, kalau kejadiannya pas kita lagi pergi belanja atau makan dengan sahabat sih masih bisa pinjam uang dulu yaa, walaupun ngomongnya sambil cengengesan, nah gimana kalau pas lagi pergi sendiri? atau malah waktu lagi arisan bareng ortu murid sekolah anak yang biasanya sarat pencitraan diri, apeeess cyiint πŸ˜€ πŸ˜€
Untung buat nasabah BCA, hal-hal seperti di atas tadi nggak akan kejadian lagi. Selama smartphone masih di tangan urusan bayar membayar dijamin aman. Kok bisa? Bisa banget, dengan produk terbaru dari BCA yang bernama Sakuku, rasanya seperti bawa dompet di dalam HP.

bca-sakuku

 

Di acara #NgobrolBarengDIY, hari Senin sore, 5 September kemarin, BCA mengajak kami bloggers kece seJogja raya mengenal produk ini lebih dekat. Acaranya sendiri dikemas sangat menarik, bertempat di Roaster and Bear Hotel Harper Mangkubumi, pihak penyelenggara sejak awal sudah sangat memanjakan kami dengan lagu-lagu akustik penghujam kalbu πŸ˜€

 

Akustikan dulu biar hangat :)
Akustikan dulu biar hangat πŸ™‚

Continue reading “Rubah Smartphonemu Jadi Dompet Dengan BCA Sakuku”

Sarapan Ala Nusantara di FaveHotel Kusumanegara

Bakwan jagung, oseng-oseng, ayam kecap, telur pindang, sayur tahu.. kalau pagi-pagi disuruh membayangkan semua itu pasti langsung terbayang masakan mama di rumah yang begitu saya bangun tidur sudah siap tersedia di meja makan, duuh jadi kangen meja makan kami dulu #eh

Tapi sekarang saya nggak perlu kebelet mudik kalau cuma kangen masakan rumah, karena FaveHotel Kusumanegara pun sekarang menyediakan menu sarapan ala rumahan di restonya, jadi kalau kita menginap di sini, bangun tidur tinggal keluar kamar dan duduk manis di meja resto, mirip lah yaa dengan kebiasaan di rumah πŸ˜€

FaveHotel Kusumanegara menyediakan 6 stall yang akan membuat kita lebih puas memilih menu sarapan favorit, tapi andalan mereka adalah menu khas nusantara seperti bubur kacang hijau, bubur candil, nasi goreng, mie goreng, bubur ayam, soto ayam, gudeg, aneka sayur, dan oseng-oseng.

Menu andalan Favehotel
Menu andalan Favehotel

Continue reading “Sarapan Ala Nusantara di FaveHotel Kusumanegara”

Meeting Sambil Momong? The Sultan Hotel Tempatnya

 

Jakarta, Sudah beberapa hari ini si kakak merengek meminta kami mengajaknya ke sana, kalau ditanya kenapa mendadak kepingin kesana, jawabannya bisa bermacam-macam, tapi kami tahu yang sedang dia impikan adalah bermain di Kidzania πŸ˜€
Masalahnya kami masih kesulitan mencari waktu libur yang pas, kalau kakak sedang libur, ayah malah lagi sibuk-sibuknya, begitu juga sebaliknya, padahal kalau nggak pergi sama ayah, alamat kami bakal kesulitan wira-wiri selama di sana, secara keluarga kami semua tinggal di pinggiran Jakarta, nggak kebayang kalau harus ngangkot bertiga kemana-mana di Jakarta, lha wong di Jogja saja nggak pernah naik bus Transjogja, apalagi ngangkot πŸ˜€

Nah, kemarin tiba-tiba kakak nyeletuk “kita bobok di hotel aja, cari yang deket Kidzania..” Hahaa, kalau ini emaknya juga setuju, kan sekarang banyak sekali penginapan di JakartaΒ yang bisa dipilih, misalnya saja The Sultan Hotel & Residence Jakarta yang terletak di Jalan Gatot Subroto, salah satu hotel yang terbilang cukup strategis karena terletak di pusat Ibukota, jadi mau kemanapun nggak perlu ngangkot atau naksi kelamaan, mabuk nanti kita πŸ˜€

Apalagi The Sultan Hotel & Residence menyediakan berbagai fasilitas yang mewah dan nyaman yang memang sudah di desain khusus untuk pengunjung hotel. Saya ingat pernah satu malam menginap di sana bersama tante, dan nggak mau pulang saking nyamannya hehehee..

Continue reading “Meeting Sambil Momong? The Sultan Hotel Tempatnya”

Lakukan 4 Langkah Ini Sebelum Merencanakan Investasi Pendidikan

 

Menyambung obrolan saya tentang berburu Sekolah DasarΒ untuk si kakak, kali ini saya mau curhat lagi tentang biaya pendidikan yang ternyata makin gila-gilaan.

Ceritanya bulan ini saya sempat survey lima SD swasta (niat banget yaa sebulan dapat lima πŸ˜€ πŸ˜€ ), yang tiga lumayan dekat dari rumah dan yang dua lagi konon sedang jadi sekolah swasta favorit di Jogja. Untuk biaya, tiga dari lima SD itu mematok uang pangkal 10-25 juta, belum SPP, catering, dan lain-lain yang harus kami cukupi setiap bulannya. Lalu dua sisanya mengajukan uang pangkal sebesar 5 jutaan dengan SPP yang juga lebih ramah. Memang benar sih teori ada harga ada barang, sekolah yang memasang tarif lebih mahal pun punya fasilitas penunjang belajar yang lebih mumpuni, ortu mana yang nggak pingin memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya?

Tapi kami mencoba realistis dulu, semua biaya kami kalikan dua karena ada si adek yang usianya cuma terpaut tiga tahun dari kakak, dan di sisi lain, investasi untuk pendidikan mereka ke tingkat selanjutnya juga harus tetap berjalan.

Makanya selain semangat mengumpulkan pundi-pundi recehan kami juga nggak lupa berdoa semoga perekonomian Indonesia semakin membaik dan menguat di tahun-tahun kedepan.Β Karena perekonomian dan pendidikan formal suatu negara adalah hal yang berkaitan, tanpa ekonomi yang sehat dunia pendidikan formal nggak akan bisa berjalan dengan lancar. Tapi sekarang ini, di saat sebagian orang masih kelabakan menutup biaya kebutuhan pokok dan kesehatan, si biaya pendidikan sendiri seakan nggak peduli dan terus saja melenggang naik.

ZAP Finance, sebuah lembaga perencana keuangan independen pernah melakukan survei kepada beberapa sekolah swasta di kota Jakarta, dan hasilnya menunjukkan kalau rata-rata biaya pendidikan di Indonesia naik sebesar 7% – 15% per tahun, bandingkan dengan bunga deposito yang hanya 5% – 8% per tahun *tepuk tangan sambil mewek*

Saya sendiri pernah mencoba melakukan perhitungan biaya pendidikan anak-anak kami sampai tingkat sarjana melaluiΒ Kalkulator Finansial, dan saya ‘terharu’ melihat angka yang keluar πŸ˜€ πŸ˜€

Punya kakak
Punya kakak
Punya adek
Punya adek

Makanya penting sekali untuk kami membuat rencana dana pendidikan yang matang, kami sadar nggak bisa cuma mengandalkan tabungan untuk membiayai pendidikan anak-anak sampai tingkat sarjana, apalagi si kakak sudah bertekad terbang ke Saturnus sebagai astronot. Waduh, jangankan memikirkan ongkos pendidikannya, di negara mana dia harus menempuh pendidikan sampai bisa jadi astronot saja belum terbayang oleh kami πŸ˜€

Meski nggak punya bayangan sekali seperti apa pendidikan yang harus dijalani sebagai astronot, tapi kami akan tetap berusaha mendukung cita-citanya, karena itu merencanakan biaya pendidikan anak-anak adalah satu keharusan, danΒ karena tabungan dan deposito sudah nggak bisa diharapkan untuk melawanΒ inflasi pendidikan sekarang saatnya mulai berinvestasi.

Tapi sebelumnya pahami dulu bahwa fungsi investasi bagi keluarga urban seperti kita adalah untuk menyisihkan dalam jumlah kecil dan mengharapkan hasil keuntungan yang tinggi sesuai target waktu yang sudah ditentukan. Investasi itu mengandung risiko, hasil keuntungan bisa jadi sesuai harapan atau malah buntung πŸ˜€

Nah, supaya hasil investasi bisa sesuai harapan (sukur-sukur malah ada lebihan buat beli apartemen) ada 4 hal yang bisa kita pertimbangkan sebelum memulai rencana investasi pendidikan:

Continue reading “Lakukan 4 Langkah Ini Sebelum Merencanakan Investasi Pendidikan”

Penyesalan Menonton Film Untuk Angeline

Samidah (diperankan dengan sangat menyentuh oleh Kinaryosih), seorang perempuan sederhana dari Banyuwangi baru saja melahirkan seorang bayi perempuan, karena kesulitan ekonomi, Samidah dan suaminya Santo (Teuku Rifnu Wikana) yang bekerja sebagai kuli bangunan di Bali, tidak mampu membayar biaya persalinan di Rumah Sakit.
Ditengah keputus asaan, tanpa persetujuan Samidah, Santo meminta bantuan pada pasangan suami istri kaya, John (Hans De Kraker) dan Terry (Roweina Umboh) yang bersedia membayar seluruh biaya rumah sakit sekaligus mengadopsi bayi perempuan Samidah. Oleh John, bayi perempuan manis itu diberi nama Angeline. Tidak ada yang bisa dilakukan Samidah selain meratapi perpisahan dengan anak perempuannya.
John sangat menyayangi dan memanjakan Angeline meskipun dia juga mempunyai anak laki-laki bernama Kevin dari istrinya Terry, hal itu yang memicu kecemburan dan dendam Terry pada Angeline, pernikahan mereka menjadi renggang akibat sering bertengkar tentang kasih sayang John pada Angeline. Sampai suatu hari, ditengah pertengkaran John terkena serangan jantung dan meninggal, kebahagian Angeline pun terenggut, gadis kecil berusia 5 tahun itu kehilangan satu-satunya orang yang melindunginya.
Sejak itu keadaan berubah, Angeline (Naomi Ivo) kerap dintimidasi dan diperlakukan kasar oleh Terry dan Kevin hingga Angeline berusia 9 tahun.
Di lain tempat, Samidah yang bekerja sebagai asisten rumah tangga akhirnya memutuskan kembali ke Bali untuk mencari Angeline setelah sering berdiskusi dengan majikannya yang baik hati. Sampai di Bali ternyata keadaan diluar dugaannya, Santo bukannya mencari Angeline seperti yang selama ini dijanjikan tapi malah menikah lagi dengan perempuan lain. Dengan hati hancur Samidah menyusuri jalan demi jalan di Bali mencari jejak Angeline.
Kembali pada Angeline, setelah bertahun-tahun mengalami siksaan dan berbagai perlakuan buruk dari ibu dan saudara tirinya, akhirnya tersebar berita kehilangan Angeline di seluruh Bali dan media nasional, hingga sampai pula ke telinga Samidah, hatinya semakin hancur.
Ditengah kesedihannya, Samidah menghadapi kenyataan yang lebih pahit saat polisi menjemput dan mengantarkannya menemui jenazah Angeline.
===
Kisah penuh haru biru ini terinspirasi dari kisah nyata misteri hilangnya anak perempuan manis berusia 9 tahun yang sempat mengegerkan tanah air di tahun lalu. Walaupun tidak semua alur cerita dan penokohannya sama persis dengan kisah asli, tapi runutan cerita demi cerita sepanjang film ini diputar memaksa letupan emosi di dada membuncah menjadi genangan air hangat dipelupuk mata.
Jujur, saya nggak suka menonton film yang memaksa saya menangis di bioskop, makanya saya ‘menyesal’ menonton film ini, walaupun berulang kali saya mengalihkan perhatian saya ke layar HP tetap saja emosi saya meledak-ledak,Β untungnya kemarin saya pakai eyeliner waterproof πŸ˜€
Film ini membuat saya ingin terbang pulang ke rumah dan memeluk anak-anak saya, dan disatu titik, membangkitkan kesadaran saya bahwa nggak ada yang lebih dibutuhkan anak-anak selain keberadaan ayah dan ibu di sisi mereka. Keberadaan secara fisik untuk melindungi mereka diusia rapuhnya, karena ternyata ancaman kekerasan pada anak-anak bisa datang dari siapa saja, termasuk orang yang paling dekat dengan si anak.
Film ini juga memberi pelajaran bahwa kita tidak boleh diam saja saat menyadari ada yang tidak beres pada diri seorang anak kecil, bahkan saat si anak menyatakan kalau dia baik-baik saja.

 

 

 

“It takes a village to raise a child”

 

 

 

Yaa, semua anak adalah masa depan kita, anak-anak yang menderita akan menciptakan masa depan yang penuh kesakitan, anak-anak yang tidak berbahagia akan memberikan ketakutan pada masa depan, jadi mulai sekarang jangan pernah lagi mengabaikan perubahan pada diri seorang anak, sekecil apapun itu.
Yang merasa masih gagal sadar terhadap kondisi kekerasan pada anak-anak saat ini, yuk sempatkan menonton film Untuk Angeline πŸ™‚

Poster-film-Untuk-Angeline

UNTUK ANGELINE
Jenis: Drama
Durasi: 100 menit
Produser : Duke Rachmat, Niken Septikasari
Sutradara : Jito Banyu
Penulis : Lele Laila Nurazizah
Produksi : Citra Visual Sinema

5 Hal Ini Bakal Membuat Si Kecil Betah Mewarnai

Pada sebagian anak segala sesuatu tentang gambar dan proses mewarnai bisa membuat mereka bahagia duduk berjam-jam. Namun, sebagian anak lain malah begitu antusias menghasilkan coretan-coretan abstrak nan absurd di kertas gambarnya hanya di 5 menit pertama ((5 MENIT)) sebelum akhirnya kembali sibuk dengan lego atau bonekanya. Padahal kegiatan menggambar dan mewarnai penting untuk melatih kognitif dan motorik, juga menjadi sarana anak mengekspresikan emosinya, jadi walaupun anak kita (anak-anak saya tepatnya πŸ˜€ ) tidak begitu menyukai kegiatan ini, kita tetap harus mengenalkan pada mereka, tapi tentu saja dengan cara yang menarik supaya nggak ditinggal kabur lagi seperti yang sudah-sudah πŸ˜€

Sebelum mulai meminta si kecil menggambar, kita bisa mengajaknya mewarnai gambar dulu, karena kegiatan mewarnai bisa mendorong anak yang tadinya ogah-ogahan jadi lebih tertarik dengan gambar, cari saja gambar kesukaan mereka di Pinterest, tinggal save lalu print πŸ™‚

Beruntung saya mengenal Mbak Liya Swandari, si jago lukis sekaligus pemilik sanggar lukis dan sudah menerbitkan buku panduan mewarnai untuk anak-anak “Aku Juara Mewarnai: Mengenal 27 Teknik Mewarnai Paling Asyik”. Tips dan trik yang dijelaskan di bukunya benar-benar seru untuk dicoba bersama anak-anak.

image

Menurut Mbak Liya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua kalau ingin anak-anaknya menyukai kegiatan mewarnai. Hasil obrolan kami kemarin saya rangkum di sini:

1. Beri media mewarnai selain kertas

Karena kertas HVS sudah terlalu mainstream, Mbak Liya suka memberi anak-anak media gambar yang jarang mereka temui, misalnya tissue, kanvas, triplek, lembaran goni, atau kaos polos. Barang-barang itu bisa menahan anak lebih lama berkutat dengan peralatan mewarnainya.

2. Sediakan berbagai alat gambar dan mewarnai

Kalau tadi medianya, sekarang alat mewarnainya. Dibukunya, Mbak Liya menjelaskan aneka alat gambar berikut fungsinya, misalnya aneka pensil warna, cat air, spidol, pastel minyak, kuas, lalu biarkan anak-anak memilih dan menemukan mana yang paling pas untuk mereka.

3. Ajari teknik mewarnai sederhana

Ajak si kecil bermain-main dengan warna kontras, teknik gradasi warna, konturing, arsir, motif, atau bisa juga mengkombinasikan pensil warna dengan spidol untuk menghasilkan warna yang unik. Di buku Mbak Liya, semua teknik keren ini dijelaskan satu persatu secara detail looh.. Misalnya saja teknik pastel dan paku, jadi kita beri warna terang dulu sebagai dasar lalu beri warna gelap diatasnya, kemudian kita bentuk motif dengan menggoreskan paku, kayaknya lucu untuk dicoba ini.

4. Ikut Mewarnai di sampingnya

Ini yang paling penting. Saat meminta anak menggambar/mewarnai/melukis jangan cuma menyediakan alat ini dan itu lalu ditinggal bersosmed yaa, duduk lah di sampingnya, pilih gambar yang sama dan tunjukkan bahwa kita juga menikmati menggambar dan mewarnai.

5. Pamerkan!

Apresiasi hasil karya mereka bagaimanapun bentuknya. Sediakan satu sudut di rumah tempat mereka bisa menempelkan hasil karyanya, kalau bisa di ruangan yang bisa dilihat banyak orang.

Sepertinya nggak terlalu susah ya mengenalkan si kecil pada kegiatan seru ini, yang penting kitanya telaten memberi contoh, bisa dicoba nih untuk mengisi liburan yang sebentar lagi tiba πŸ™‚

image
Bunda VS Kakak - hasil corat coret kami sore ini memakai teknik gradasi dari buku Mbak Liya

HokBen Restoran Halal, Pilihan Paling Pas untuk Berbuka Puasa

Nggak terasa puasa sudah memasuki minggu kedua, seperti tahun-tahun kemarin, biasanya semangat memasak untuk menu berbuka mulai luntur, iya nggak sih? atau cuma saya saja? Alasan terseringnya karena kesiangan berangkat ke pasar hihihii..

Akhirnya menjelang berbuka melipir keluar rumah lalu menuju ke warung makan atau restoran. Kalau kami, karena selalu bawa rombongan sirkus jadi lebih suka masuk ke resto yang ramah anak dengan pelayanan yang cepat, sudah keburu laper boook, makanya selalu memilih restoran cepat saji.
Tapi tetap saja kehalalan menu di resto tersebut menjadi perhatian utama kami, kan sayang sudah berlapar-lapar seharian eh makanan berbukanya ndak jelas.

Nah belum lama ini saya diundang menghadiri blogger gathering bersama restoran cepat saji bercita rasa Jepang yang sudah sangat terkenal di tanah air, HokBen atau panjangnya Hoka Hoka Bento. Siapa yang belum pernah makan di sana? Sini saya pukpuk dulu πŸ˜€

image

HokBen ini, walaupun bercita rasa Jepang tapi berani memastikan kehalalan setiap bahan bakunya melalui proses verifikasi super ketat dari LPPOM MUI Pusat, sertifikat halalnya pun bisa kita temukan dengan mudah di setiap gerai HokBen.

Memang seperti apa sih proses yang harus dilalui sebuah produk hingga dia layak mendapatkan label halal?

Continue reading “HokBen Restoran Halal, Pilihan Paling Pas untuk Berbuka Puasa”

Bertualang Ala Koboi Lalu Jadi Peri dan Tinggal di Rumah Hobbit, di Lembang Semua Bisa Terjadi

“Lebaran sebentar lagi..
Berpuasa dengan gembira..”

Awal puasa saja masih dua minggu lagi, eh saya malah sudah membayangkan libur lebaran kami tahun ini, hahaaa.. Maklum ya, sudah enam tahunan ini saya jarang sekali piknik, tepatnya sejak punya anak pertama, karena saya bukan tipe yang betah tamasya dengan menenteng banyak peralatan lenong khas ibu-ibu berbalita.

Tapi semenjak merasakan serunya pergi ke Semarang kemarin, kami (saya dan anak-anak aja sih kayanya, bapaknya engga, hahaah) jadi ketagihan tamasya keluar kota. Apalagi kakak sekarang sudah bisa diminta bantuan menjaga adek, dan adek pun sudah nggak pernah minta gendong, ibunya bahagia lah pokoknya πŸ˜€

Kembali ke rencana libur lebaran, sejak dulu saya punya mimpi mengajak anak-anak mengunjungi Bandung, selain rindu dengan jajanan kaki limanya yang enak semua, saya tergiur dengan tempat wisata baru di Bandung dan sekitarnya yang lagi happening berseliweran di Instagram.

Tujuan pertama saya adalah Lembang, suatu wilayah kecamatan di kabupaten Bandung yang terkenal karena kesejukan dan keasrian alamnya.

Kalau dulu ke Lembang hanya karena ingin memetik buah strawberry langsung dari kebunnya, sekarang Lembang juga menawarkan obyek-obyek wisata dengan sentuhan bangunan unik seperti Farmhouse ataupun De’ranch, konon kedua tempat ini sangat instragamable, cocok untuk banci wefie seperti kami πŸ˜€
Dan walaupun letaknya agak di pinggir Bandung, nggak perlu khawatir dengan keterbatasan waktu kalau mau puas main, kan sudah banyak hotel yang pemesanannya mudah sekali diakses melalui Traveloka.com

Continue reading “Bertualang Ala Koboi Lalu Jadi Peri dan Tinggal di Rumah Hobbit, di Lembang Semua Bisa Terjadi”