Anak butuh mainan untuk membantu menstimulasi otak dan juga melatih pergerakan baik kaki atau tangan anak. Mainan anak bisa dibeli di toko anak yang ada di sekitar tempat tinggal Anda atau membeli di situs belanja terpercaya baik yang berasal dari Indonesia atau di luar negeri. Sebelum Anda membeli mainan untuk anak terutama untuk anak yang berusia di bawah 1 tahun, Anda harus melihat keterangan yang tercantum terlebih dahulu apakah cocok untuk anak yang usianya di bawah 1 tahun.

Ada beberapa tips untuk memilih mainan yang cocok untuk anak Anda yang usianya di bawah 1 tahun. Untuk anak usia 0-3 bulan, bayi belum membutuhkan mainan karena yang dibutuhkan adalah belaian, dapatkan serta suara dari orang tuanya untuk meningkatkan ikatan batin antara anak dan orang tuanya. Bayi juga belum bisa untuk melihat secara sempurna. Akan tetapi, Anda bisa membantu untuk menstimulus sistem dengar dan mata anak dengan menggunakan mainan gantung yang bisa di gantungkan di box tidur anak. Pilih mainan gantung yang memiliki warna warni yang mencolok serta suara yang tidak terlalu bising.

Memasuki usia 3 bulan hingga 6 bulan, bayi sudah mulai bisa diajak bermain. Kelima indra anak sudah berkembang. Permainan paling sederhana untuk anak adalah cilukba atau melihat wajah di cermin karena anak masih belajar tengkurap dan terlentang. Beberapa jenis mainan yang tepat untuk anak usia 3-6 bulan adalah:

  • Bathbook merupakan mainan yang mengapung misalnya yang berbentuk bebek untuk menemani anak mandi.
  • Teether yang berfungsi untuk membantu merangsang pertumbuhan gigi bayi.
  • Kubus meraba misalnya yang bergambar binatang untuk membantu merangsang pendengaran, penglihatan dan indra peraba.
  • Boneka yang berbunyi.
  • Mainan yang memiliki tombol sehingga bisa ditekan dan membantu merangsang kemampuan motorik.

Bayi di usia 6-9 bulan sudah bisa diberi mainan anak yang lebih besar dan bisa digenggam. Pastikan jika mainan yang Anda berikan kepada bayi Anda tersebut tidak berukuran kecil karena jika ukurannya kecil dikhawatirkan akan masuk ke dalam mulut anak dan tertelan. Anda bisa memilih jenis mainan yang mengeluarkan bunyi, yang bisa digenggam misalnya permainan menyusun balok.

Contoh mainan yang bisa Anda berikan untuk bayi usia 6-9 bulan yaitu:

  • Bola yang berfungsi untuk membantu mengasah koordinasi tangan serta kaki.
  • Wadah plastik untuk mengajarkan konsep ruang, seperti isi kosong.
  • Balok, mengajarkan mengenai konsep bentuk, berat dan ukuran.
  • Alat musik belajar untuk mengenal bunyi yang lebih kompleks.
  • Buku misalnya buku 3D dengan gambar yang terlihat nyata sehingga anak lebih tertarik.
  • Mobil-mobilan atau mainan yang bisa bergerak sehingga bisa merangsang kemampuan motoriknya.

Usia 9-12 bulan bisa memberikan mainan anak yang lebih kompleks namun tetap hindari memberikan mainan yang ukurannya kecil yang bisa masuk ke mulut karena usia ini memasuki fase oral. Fase tersebut merupakan fase dimana anak-anak memasukkan apa saja ke mulutnya. Jenis mainan yang bisa Anda berikan ke anak saat anak sudah lebih aktif dan bergerak yaitu:

  • Puzzle untuk membantu mengajarkan anak mencocokkan benda atau gambar.
  • Mainan yang didorong sehingga bisa membantu anak belajar berjalan dan bergerak.
  • Bola untuk stimulus koordinasi tangan dan kaki.
  • Telepon mainan yang memiliki tombol bunyi untuk melatih agar anak berinteraksi.
  • Buku dengan berbagai gambar yang menarik.