Satu orang tua dapat mengajukan tunjangan anak jika anak tersebut tinggal bersama orang tua tersebut untuk sebagian besar waktu, dan orang tua anak tersebut tidak tinggal bersama. Petisi dapat diajukan di negara di mana salah satu orang tua tinggal.

Jika anak tidak tinggal dengan salah satu orang tua tetapi tinggal dengan seseorang yang memiliki hak asuh atau perwalian di bawah perintah pengadilan, maka itu orang dapat mengajukan dukungan anak terhadap salah satu orang tua atau kedua orang tua.

Jika orang tua dengan siapa anak tersebut tinggal dalam bantuan publik, maka orang tua tersebut harus berbicara dengan departemen pelayanan sosial mengenai tunjangan anak.

Seseorang dapat memulai kasus tunjangan anak dengan mengajukan petisi tunjangan anak di pengadilan keluarga. Panggilan kemudian dikeluarkan yang menunjukkan tanggal, waktu, nama hakim, dan bagian dimana kasus itu akan disidangkan. Termohon harus dilayani setidaknya delapan hari sebelum tanggal persidangan mengikuti aturan mengenai pelayanan yang tepat.

Jika orang tua dari anak atau anak-anak tersebut telah menikah dan hidup terpisah, maka orang tua yang sebagian besar waktu tinggalnya bersama anak tersebut harus memilih untuk memulai kasus tunjangan anak dengan mengajukan petisi tunjangan anak di pengadilan keluarga atau mahkamah agung sebagai bagian dari aksi perkawinan.

Jika itu diajukan sebagai bagian dari tindakan perkawinan, maka seseorang harus mengajukan panggilan dengan pemberitahuan atau panggilan dengan keluhan atau keluhan yang diverifikasi. Sisi lawan harus dilayani, dan pihak lawan akan punya waktu untuk menanggapi dengan mengajukan jawaban dan klaim balasan.

Permintaan Intervensi Yudisial dan Konferensi Pendahuluan harus diajukan juga. Kemudian pengadilan akan memberi tahu para pihak melalui surat tanggal sidang pengadilan, waktu, hakim yang ditugaskan untuk kasus tersebut, dan dokumen apa pun yang perlu dibuat.