5 Cara Membuat Anak Betah Mewarnai dan Menggambar

Bagi sebagian anak, menggambar dan mewarnai adalah proses yang menyenangkan, mereka bisa betah duduk berjam-jam menikmati goresan-goresan krayon atau cat airnya. Sementara untuk sebagian anak lain seperti anak sulung saya, menggambar bisa jadi sebuah aktivitas penuh ‘siksaan’, biasanya setelah menghasilkan karya seni abstrak di 5 menit pertama ((5 MENIT)) dia akan kembali sibuk melompat ke sana-sini, naik turun, dan berlarian mengitari kelas atau rumahnya. Beda lagi dengan adiknya yang memang betah sekali menggambar kapan pun dan di mana pun, termasuk di tembok huhuhuuu..

Ya nggak apa-apa sih, kan memang kecerdasan manusia terbagi menjadi delapan macam yang biasa disebut Kecerdasan Majemuk atau Multiple Intellegence. Ada kecerdasan linguistik, kecerdasan logika-matematika, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan gerak tubuh, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Jadi, nggak ada tuh istilah anak males apalagi bodoh, kitanya saja sebagai orang tua yang harus lebih memahami kekuatan dan kekurangan anak. Dengan begitu, diharapkan orang tua bisa mengambil peran penting dalam memberikan stimulasi yang tepat sesuai kelebihan dan kekurangan anak mereka.

Kalau untuk stimulasi kelebihan anak sih nggak terlalu susah yaa, kan anaknya juga suka, tentu dia juga akan menyambut antusias proses stimulasinya. Tapi gimana cara menstimulasi kekurangannya?

Misalnya soal mewarnai dan menggambar ini, saya tahu si kakak nggak begitu suka mewarnai, baru disodorin kertas aja langsung mbulet, sudah untung kertasnya gak dilipet-lipet jadi pesawat, terus dia lari-larian ngejar pesawatnya, LOL.

Di sini lah tantangannya, saya  harus bisa mencari cara membuat anak betah mewarnai dan menggambar karena kegiatan ini penting sebagai sarana mengekspresikan emosi sekaligus melatih kemampuan motorik dan kognitifnya. Kemampuan kognitif yang baik adalah bagian dari 5 potensi prestasi anak yang harus dioptimalkan lhoo.

Baca juga Cara Mendukung 5 Potensi Prestasi Anak Agar Tumbuh Optimal

Sekarang tugas saya adalah mencari ide supaya ajakan mewarnai saya nggak ditinggal kabur lagi seperti yang sudah-sudah 😀 Untuk itu saya sering bertanya ke teman-teman yang berprofesi sebagai guru lukis, dari mereka saya mendapat banyak insight tentang cara membuat anak betah mewarnai dan menggambar.

1. Beri media mewarnai selain kertas

Karena kertas HVS sudah terlalu mainstream,anak-anak sebaiknya diberi media yang jarang mereka temui, misalnya tissue, kanvas, triplek, lembaran goni, atau kaos polos. Barang-barang itu bisa menahan anak lebih lama berkutat dengan peralatan mewarnainya.

View this post on Instagram

🐢🐢

A post shared by Yoanna Fayza (@yoannafayza) on

2. Sediakan berbagai alat gambar dan mewarnai

Kalau tadi medianya, sekarang alat mewarnainya. Berikan anak-anak beraneka pensil warna, cat air, spidol, pastel minyak, kuas, bahkan sikat gigi, dan sisir, lalu biarkan mereka memilih dan menemukan mana yang paling pas untuk mereka. Saya biasa mencari gambar kesukaan anak-anak di Pinterest, tinggal save lalu print 🙂

3. Ajari teknik mewarnai sederhana

Ajak si kecil bermain-main dengan warna kontras, teknik gradasi warna, konturing, arsir, motif, atau bisa juga mengkombinasikan pensil warna dengan spidol untuk menghasilkan warna yang unik.

4. Ikut Mewarnai di sampingnya

Ini yang paling penting. Saat meminta anak mewarnai atau menggambar,  jangan cuma menyediakan alat ini dan itu lalu ditinggal buka medsos yaa, duduk lah di sampingnya, pilih gambar yang sama dan tunjukkan bahwa kita juga menikmati menggambar dan mewarnai. Kami sering mewarnai gambar bersama di hari minggu sore saat nggak ada acara ke luar rumah, hasilnya anak-anak jadi lebih betah dan berhasil menyelesaikan gambarnya.

5. Pamerkan!

Apresiasi hasil karya mereka bagaimanapun bentuknya. Beri ruang kepada anak untuk memamerkan hasil karyanya. Kalau bungsu saya selalu minta difoto bersama hasil karyanya supaya bisa ditunjukkan ke ayah dan tante-tantenya.

Sepertinya nggak terlalu susah ya mengajak anak-anak pada kegiatan seru ini, yang penting kitanya telaten memberi contoh, yuk dicoba untuk mengisi akhir pekan 🙂

image

#MombassadorSGMEksplor #SGMEksplor #GenerasiMaju

(Visited 70 times, 1 visits today)

18 thoughts on “5 Cara Membuat Anak Betah Mewarnai dan Menggambar”

  1. Salam kenal sebelumnya mbak Yoan, saya pengikut setia kegiatan anak yg dibagiin di Instagramnya lhooo..

    Kegiatan yang menyenangkan sama anak kayak ini memang nuntut banget ibu jadi super kreatif. Dibalik anak yg kreatif ada emak-emak yang super kreatif..

  2. Wah iya bener, selama ini aku gak kepikiran untuk nyediain media dan alat mewarnai selain mainstream yg pada umumnya kayak crayon atau pensil warna lho. Dikasih kertas HVS atau buku gambar sih mau menggambar, tapi cuma bertahan beberapa menit aja.
    makasih utk idenya ya 🙂

  3. Anakku termasuk yang gak betah duduk lama sambil mewarnai, mbak. Pernah les menggambar di Museum Affandi, ternyata bagian paling dia sebelin adalah waktu mewarnai. Ngeblok warna background, itu yg bikin dia uring-uringan. Hahaha

  4. Aku dulu ngajarin anak2 juga pakai perlengkapan yang komplit. Dari pakai sikat gigi, sisir, penggaris, sampai kain perca juga. Tapi jaman anakku dulu, aku nungguin nya bener2 mengamati. Karena hape cuma bisanya untuk kirim sma, MMS, dan nelpon, jadul banget kan masa kecil anak-anak. Belum ada sosmed, dunia begitu indah

  5. Aku dulu ngajarin anak2 juga pakai perlengkapan yang komplit. Dari pakai sikat gigi, sisir, penggaris, sampai kain perca juga. Tapi jaman anakku dulu, aku nungguin nya bener2 mengamati. Karena hape cuma bisanya untuk kirim sma, MMS, dan nelpon, jadul banget kan masa kecil anak-anak. Belum ada sosmed, dunia begitu indah.

  6. Usia 3 tahun putriku masih bergairah kalau diajak mewarnai.
    Dan paling geregetan kalau lihat krayon, apalagi kalau packingnya menarik, mau dibawa pulang saja, hahaha.

    Nah setelah melewati balita ternyata makin ketahuan, mewarnai bukanlah kegemaranya, karena doi kurang sabar.

    Jadi kalaupun ada tugas mewarnai dari sekolah, bisa dipastikan hasilnya “biasa saja” laaa…

  7. Aaah iya, inilah kenapa anak-anakku enggak ada yang hobi mewarna. Soalnya si ibu enggak telaten nungguin hihihiii… Padahal kalau belajar nulis gitu aku sanggup nungguin berjam-jam. Giliran mewarna gini oh please… dasar ya si ibu ini duh duuuhh..

    1. Aku malah gak telaten nungguin mewarnai & menulis, duuh emak macam apa ini. Baru betah nungguin kalo lagi main lego aja :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *