Arkana Dananjaya: Antara Falsafah Nama dan Obsesi Ibunya

Pengakuan: Aku terobsesi dengan Arjuna sejak kelas 4 SDΒ  :p

Eh tapi bukan sejenis obsesi para groupies atau fanboy itu yaa.. Karena jaman aku SD kan mengenal mitologi pewayangan cuma dari buku dan komik, jadi gak ada tuh suka sama Arjuna karena gantengnya, lha wong cuma bisa membayangkan sambil baca πŸ˜€ πŸ˜€

Dulu papa selalu beliin komik wayang berjilid-jiid komplit! Inget banget awalnya papa beliin satu set komik Mahabharata karangan RA. Kosasih, satu set isi empat buku, masing-masing buku sebesar dan setebal yellow pages πŸ˜€ dan ternyata aku ketagihan sampe akhirnya aku punya semua mulai dari Wayang Purwa (tentang awal mula penciptaan dan dewa-dewa), Ramayana (Rama Shinta), Bharatayudha (Perang Panda dan Kurawa), Pandawa Seda (Meninggalnya Pandawa), dan Parikesit (Cucu Pandawa), belum cerita lainnya yang masih nyerempet-nyerempet wayang. Gak cukup dengan komiknya aku mulai melirik wayang kulit, setiap liburan natal di Jogja pasti pergi berdua papaΒ  ke Malioboro berburu tokoh-tokoh Mahabharata dalam bentuk wayang kulit itu, mending kalau yang dibeli ukuran kecil, lha ini ukuran besar persis kaya punya dalang hahahaaah.. anak perempuan yang aneh ya..

Dari situ aku mengenal satu persatu tokohnya, belajar falsafah dan ajaran-ajaran hidupnya, pelan tapi jelas aku tumbuh dengan semua falsafah itu, aku memang terlambat mengenal Donal Bebek dan semua Disney Princess tapiaku gak nyesel.. Sekarang aku malah berterima kasih banget sama papa yang udah mengenalkan aku dengan ajaran Baghavad Gita diumur sepuluh tahun (berat amat hidupmu dek..:D)

Balik lagi ke Arjuna, dalam kisah Mahabharata dia adalah salah satu dari Pandawa yang berhati lemah lembut, tampan, ahli memanah, dan bininya banyak bok! πŸ˜€ Anak ketiga dari Prabu Pandu, raja di Hastinapura dengan Ratu Kunti, putri Raja Surasena, raja Wangsa Yadawa di Mathura. Ayah kandungnya adalah Dewa Indra karena Raja Pandu tidak bisa memiliki keturunan.

Saat Pandawa mengadakan upacara Rajasuya Yajna agar Yudhistira bisa menjadi raja di kerjaan Indraprastha Arjuna dikirim ke utara oleh Yudistira untuk menundukkan kerajaan-kerajaan di wilayah itu.Β  Atas hasil kemenangan besar yang di dapat Arjuna selama penaklukan banyak kerajaan itu dia dijuluki Dhananjaya yang berarti penakluk kejayaan (raja-raja) atau “one who brings prosperity and wealth in the land he goes to”

Cerita ini yang bikin aku bercita-cita kasih nama Dananjaya kalau punya anak cowok, bahkan cita-citanya sudah ada sejak aku belum pernah mulai pacaran πŸ˜€ πŸ˜€

Beruntungnya aku karena punya suami yang pasrah aja anaknya mau dikasih nama apapun, jadi begitu kami resmi menikah, nama Dananjaya Prasetyo otomatis diresmikan sebagai nama anak laki-laki kami (gak tau deh bisa hamilnya kapan :D)

Untuk nama depannya baru kami putuskan waktu aku hamil 36 minggu, hasil dari bertapa di depan laptop menghadap mbah gugel setiap jam istirahat kantor.

Arkana, asalnya dari bahasa Sansekerta yang artinya “berhati terang”, sebagian website ada yang mengartikannya “penerang hati”, mirip-mirip tapi beda arti yaa.. Aku sih berharap anakku bisa seperti dua arti itu, berhati terang sekaligus jadi penerang hati ayah bundanya πŸ™‚

ARKANA DANANJAYA PRASETYO kira-kira artinya adalah ksatria berhati terang pembawa kemakmuran/kejayaan anaknya pak Prasetyo.

Amiin..

Bertumbuhlah seperti namamu ya Anakku, doa kami menemanimu..

 

Susu UHT VS Susu Bubuk

camilan sore ini sukses menyemangati saya untuk merasa harus menulis tentang sesuatu..
yup!! karena mereka (4 potong cheese-stick yang saya lumuri coklat leleh dan segelas UHT milk dingin) benar-benar kombinasi pas untuk ngeboost moood saya kapanpun dan dimana pun.

jadi kenapa sore ini kita nggak membahas tentang si susu UHT ini saja? karena saya sadar pemilihan susu (terutama untuk saya si bumil ini) masih menjadi topik yang sering diperdebatkan.
hebatnya iklan dan promosi di semua media dari produsen susu khusus ibu hamil tentu saja membuat kita (para mom-to-be) ngiler untuk mengkonsumsi produk terbaik dari sekian yang ditawarkan itu, ya iya lah.. siapa yang nggak pingin janinnya tumbuh sehat, kuat, dan pintar saat lahir nanti, pokoknya persis seperti iming-iming iklannya itu…
saya pun demikian, sejak testpack saya menunjukkan 2 garis, yang pertama terlintas dipikiran saya adalah “harus cepat-cepat beli vitamin asam folat dan susu bumil..!! kalau perlu berangkat ke supermarket sekarang juga..”
dan hari itu juga saya memang langsung beli susu bumil yang menurut saya paling lengkap komposisi gizinya, tapi ternyata.. ampun deh.. saya benar-benar nggak sanggup mentolerir rasanya, bukannya lidah ini manja tapi memang rasanya luar binasa..
belakangan saya tahu kalau bukan saya saja yang mengeluhkan hal ini.

dan sejak hari itu perburuan saya akan susu bumil yang memiliki kandungan vitamin super dengan rasa yang lumayan (saya ngga minta yang enak..) semakin menjadi-jadi, Mas C dan Mama hanya menuruti saja.
tapi perburuan tersebut nggak bisa berlangsung lama, semakin umur kehamilan saya bertambah keluhan akan mual-mual dan morning sickness yang menyerang saya semakin hari semakin dahsyat, jangankan minum susu bumil, air putih saja susah sekali bisa masuk.. akhirnya saya menyerah, tidak mengkonsumsi susu sama sekali sampai kehamilan saya berusia 20 minggu, Mas C yang khawatir kalau-kalau malaikat kecilnya nggak mendapat asupan nutrisi yang cukup (walaupun saya tetap rutin meminum vitamin dari dokter) mulai membujuk saya supaya mau mengkonsumsi susu lagi, nggak harus susu bumil, susu apapun yang saya suka dia nggak masalah..
dan bujukannya berhasil, saya mulai bersemangat memilih-milih susu yang bisa akur dengan tubuh saya, pilihan jatuh pada susu formula biasa yang bisa diminum untuk seluruh keluarga, satu bulan saya bisa menikmati sufor tersebut sebelum pada akhirnya saya iseng-iseng mencoba susu UHT kemasan 250 ml plain yang banyak dijual di supermarket.

Ajaib, saya yang dahulu sebelum hamil nggak bisa menerima rasa susu apapun selain coklat ternyata bisa sangat menyukai si susu UHT plain ini..
Jadilah mulai saat itu saya menghentikan konsumsi sufor dan beralih pada susu UHT plain kemasan 1 liter sampai sekarang. namun karena saya tetap meminum multivitamin dari DSOG saya, maka konsumsi susu saya batasi antara 400-500 ml setiap harinya.

setelah 3 bulan rutin mengkonsumsi susu UHT saya menyadari kalau saya sudah sangat jatuh cinta dengan produk ini, keuntungan yang saya rasakan:
1. sangat praktis, untuk yang kemasan 1 liter tinggal tuang saja, dan saat saya sedang diluar rumah, mudah sekali mencari si susu ini dimanapun dan bisa langsung diminum.
2. rasanya sangat ringan, benar-benar mirip rasa susu sapi, apalagi kalau sebelumnya disimpan di kulkas, wah segar sekali…
3. harga lebih murah dibanding susu formula untuk bumil.
4. dan yang terpenting, sekarang saya bebas dari sembelit dan wasir.. dulu saat masih mengkonsumsi sufor saya sering sembelit, padahal setiap hari saya juga rajin mengkonsumsi pepaya dan berbagai macam sayur. setelah berpindah ke susu UHT, sekalipun saya nggak pernah merasakan sembelit walaupun kadang saya nggak sempat memakan buah atau sayur.

namun saat teman-teman saya tahu kalau saya mengkonsumsi susu UHT mereka mempertanyakan kandungan gizinya yang menurut anggapan banyak orang sangat kurang kalau dibandingkan sufor, hmm..bukannya sama-sama susu yah??

Nope.. ternyata walau sama-sama susu, susu UHT lebih baik dibanding susu bubuk (susu formula, susu pertumbuhan, susu kalsium, susu ibu hamil, susu ibu menyusui, dll)

Susu UHT (Ultra High Temperature) merupakan susu yang diolah dengan suhu pemanasan sangat tinggi (135-145ΒΊC) dalam waktu yang sangat singkat (2-5 detik).
Pemanasan dengan suhu yang sangat tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme, baik pembusuk maupun patogen (penyebab penyakit).
Waktu pemanasan yang sangat singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu, serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah dibandingkan susu segarnya.
Di dalam teknologi pangan, telah diketahui bahwa pengolahan dengan suhu pemanasan yang tinggi tetapi dengan waktu yang sangat singkat, lebih dapat menyelamatkan nilai gizi daripadasuhu pengolahan yang lebih rendah tetapi dengan waktu yang lebih lama.
Pengolahan susu cair segar menjadi susu UHT relatif lebih sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan zat-zat gizi, dibandingkan dengan pengolahan susu bubuk.

Susu bubuk berasal susu segar yang kemudian dikeringkan, umumnya menggunakan spray dryer atau roller dryer. Kerusakan protein sebesar 30% dapat terjadi pada pengolahan susu cair menjadi susu bubuk.
Kerusakan vitamin dan mineral juga lebih banyak terjadi pada pengolahan susu bubuk, dan karena vitamin banyak rusak/hilang pada saat proses pengolahan maka produsen menambahkan vitamin sintetis pada susu bubuk tersebut, karena itu di setiap kemasan susu bubuk pasti tercantum bermacam-macam nama dan jenis vitamin dengan diembel-embeli fungsinya yang super sakti itu..

Susu UHT dapat dijadikan sebagai pengganti susu bubuk.
Dalam beberapa hal, susu UHT lebih awet disimpan pada suhu kamar selama 10 bulan meskipun tanpa bahan pengawet.
Konsumsi susu penting untuk meningkatkan sistem imunitas (kekebalan) tubuh terhadap berbagai penyakit. Sesungguhnya susu cair dapat diandalkan sebagai bahan pangan sumber zat gizi yang sangat baik. Itulah alasan utamanya mengapa konsumsi susu cair di dunia selalu lebih tinggi dibandingkan susu bubuk.
Hanya di Indonesia, berlaku hal sebaliknya. Hal tersebut merupakan warisan masa lalu, khususnya di zaman penjajahan yang lebih mudah untuk mendistribusikan susu bubuk ketimbang susu cair.
Kendala lain di masa lalu adalah keterbatasan teknologi pengolahan susu dan keterbatasan lemari pendingin.

saya pribadi sih merasa ini sudah pilihan yang paling sesuai, terlepas dari perdebatan seputar kandungan gizinya, dalam memilih susu saya lebih mementingkan rasanya, percuma kalau kandungan gizinya hebat tapi menyiksa saya dan malah bisa bikin hoeekk..
toh masih ada nasi, kentang, daging, ikan, ayam, sayur, buah, telur dan kacang hijau yang jelas lebih baik dari pada hanya segelas susu..
multivitamin dari DSOG juga sangat setia menunggu untuk saya habiskan, hehehee…

Sumber: Mengapa Susu UHT?