Bright Advisor: Teman Cerdas Berinvestasi

Minggu lalu ada undangan dari Sun Life Financial Indonesia yang mampir di inbox e-mail saya, menawarkan kesempatan untuk berkunjung ke booth milik Sun Life di acara Insurance Festival 2016. Kalau melihat konsep acara, kelihatannya bakal seru, karena biasanya pameran asuransi kan diadakan di mall, lobby hotel, atau lobby perkantoran, nah kali ini digelar di tengah lapangan, tepatnya di Alun-Alun Kidul Keraton Yogyakarta. Mungkin tujuannya memang mau menembus lapisan masyarakat yang selama ini masih sedikit tersentuh oleh asuransi.

Continue reading “Bright Advisor: Teman Cerdas Berinvestasi”

DIY: Washable Volcano Model

Sepertinya hampir semua ibu yang punya anak usia preschool atau kindergarten pernah membuat percobaan sains sederhana dengan cuka dan soda kue ya? Kebanyakan dibuat seperti letusan gunung berapi atau tiupan balon, dan hasilnya selalu seruuu, anak-anak biasanya akan minta lagi dan lagi sampai menghabiskan cuka berbotol-botol 😂

Baca:ย Blow Up The Balloonsย danย Eggploded

Padahal nggak cuma anak-anak yang senang, saya juga ketagihan melihat reaksi yang dihasilkan cuka dan soda kue ini heheee. Sayangnya, saya malas kalau harus sering-sering menyiapkan permainan seperti ini, disamping membuat gunung berapinya itu butuh waktu, setelah si gunung ini hancur lebur juga butuh usaha beres-beresnya 😂

Nah, kemarin pas lagi wisata ke Pinterest, saya lihat ada yang membuat volcano model menggunakan alufoil, waah keren nih, lebih kokoh dibandingkan kalau memakai playdoh, terus kepikiran aja mau buat volcano model yang bisa dicuci ulang alias washable, jadi anak-anak bisa tiap hari main (tombok di cuka doong ๐Ÿ˜€ )

Punya kami ini saya buat menggunakan semen biasa, harusnya sih akan lebih bagus kalau pakai semen putih tapi karena adanya di rumah cuma sisa semen biasa ya pakai itu saja. Langkah detailnya saya jelaskan dibawah yaa.

Continue reading “DIY: Washable Volcano Model”

Bentuk Selera Makan Anak dengan 5 kebiasaan baik ini

Belakangan ini cuaca ekstrim rajinย sekali dolan ke Jogja, lagi panas terik gak ketulungan tetiba mak bresss hujan datang bersama petir dan guntur yang saling berbalas, mirip perang Zeus melawan bapaknya, si Saturnus di Olympus sana (yang ini sih karena kebanyak baca greek myth).

Cuaca yang panas dingin begini kadang bikin kita kehilangan selera makan, ya gak sih? Bawaannya pengen ngebakso aja, atau mie ayam, eh somay juga gapapa *ealah

Beruntung anak-anak saya termasuk barisan ndablek cuaca, gak peduli panas hujan, ngunyah jalan terus, dikasih telor ceplok sama kecap aja sudah bahagia banget sampai nambah, kadang kalau stok cemilan habis mereka pasrah dikasih krupuk udang pakai topping nasi anget (ngemil lho ini..) hahahaaah..

Pernah ada yang tanya, kok bisa mereka nrimo aja dikasih macem-macem? karena lihat Arka lagi lahap makan rujak cingur. Mungkin yang nanya lupa kalau buah jatuh nggak jauh dari pohonnya hihihiii..

Tapi beneran lho, anak dari ortu yang picky eater biasanya cenderung picky juga, begitu pun sebaliknya, karena selera dan pola makan itu kan dibentuk oleh keluarga, makanya kalau kepingin anak-anak punya selera makan yang baik dan doyan segala macam masakan, yuuk kita perbaiki dulu kebiasaan makan kita.

Continue reading “Bentuk Selera Makan Anak dengan 5 kebiasaan baik ini”

The Harvest Patissier & Chocolatier: Akhir Indah Dari Sebuah Penantian

Seminggu yang lalu, sahabat saya Ima, si empunya www.tamasyaku.com menyampaikan undangan pembukaan gerai The Harvest Patissier & Chocolatier untuk kami para blogger kece Jogja, nggak pakai melihat jadwal di kalender lagi saya langsung mengiyakan, acara lain bisa mundur deh, pokoknya saya kudu ambil bagian di acara ini ๐Ÿ˜€

Alkisah, waktu masih jadi petualang ibu kota saya bela-belain ngebus ke Senopati kalau lagi kepingin sepotong Devil Cake The Harvest, atau ngerengek ke si pacar yang rumahnya lebih dekat dari sana buat dibawa ke Bekasi heheheeeh.. pokoknya segala cara bakal saya tempuh demi memanjakan oksitoksin saya dengan menikmati suap demi suap Devil Cake.

Dan setelah pindah Jogja, Devil Cakes The Harvest itu jadi semacam #lifegoals buat saya (hahaah biarin lebay), selama ini kan cuma bisa dongkol setiap melihat teman-teman saya pamer birthday cakes The Harvest di Instagram mereka, huhuhuu kapan gilirankuuu??

Dan life golas saya kemarin tercapai, The Harvest buka di Jogja, ditambah saya dapat kesempatan menjadi bagian di hari pembukaannya, ciyeee salah satu berkah ngeblog nih.. makanya jadi blogger ๐Ÿ˜€

Beralamat di Jl. C. Simanjuntak No. 5, letaknya yang berada di pusat kota memudahkan pencinta dessert dari belahan Yogya manapun untuk datang ke gerainya, tapi karena Jl. C. Simanjuntak sendiri berlaku sistem satu arah jadi agak tricky juga cari parkir di The Harvest ini, paling aman sih lewat ujungnya Jl. Simanjuntak (atau yang biasa disebut Terban), dari bunderan UGM ambil arah barat menuju Mirota Kampus, setelah lampu merah Mirota belok kiri itu sudah Jl. C. Simanjuntak, cari saja nomor 5 hehee..

Kalau dari Tugu Yogya lanjut saja ke arah timur, setelah melewati pertigaan lampu merah ada Wisma BDNI dengan gerai KFC besar di sebelah kiri jalan, masuk dan parkir di situ saja, memang lumayan jauh sih jalannya, anggap saja olahrga sebelum dan sesudah pesta kalori di The Harvest yaa ๐Ÿ˜€

Buat yang dari Jl. Solo, setelah perempatan Gramedia, lurus terus sampai ketemu Wisma BDNI, bisa parkir di situ, atau maju sedikit lagi setelah lampu merah ada Foodcourt Ayara atau gerai Mc Donald, semuanya bisa buat numpang parkir, tapi ya itu, tetap saja harus nyebrang ๐Ÿ˜€

Sebelum acara mulai, bersama mbak-mbak dari The Harvest Jakarta. Photo by www.tamasyaku.com
Sebelum acara mulai, bersama mbak-mbak dari The Harvest Jakarta.
Photo by www.tamasyaku.com

Continue reading “The Harvest Patissier & Chocolatier: Akhir Indah Dari Sebuah Penantian”

Rubah Smartphonemu Jadi Dompet Dengan BCA Sakuku

Siapa yang lebih sering ketinggalan dompet dibanding ketinggalan HP?

Hihihii, kalau kejadiannya pas kita lagi pergi belanja atau makan dengan sahabat sih masih bisa pinjam uang dulu yaa, walaupun ngomongnya sambil cengengesan, nah gimana kalau pas lagi pergi sendiri? atau malah waktu lagi arisan bareng ortu murid sekolah anak yang biasanya sarat pencitraan diri, apeeess cyiint ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€
Untung buat nasabah BCA, hal-hal seperti di atas tadi nggak akan kejadian lagi. Selama smartphone masih di tangan urusan bayar membayar dijamin aman. Kok bisa? Bisa banget, dengan produk terbaru dari BCA yang bernama Sakuku, rasanya seperti bawa dompet di dalam HP.

bca-sakuku

 

Di acara #NgobrolBarengDIY, hari Senin sore, 5 September kemarin, BCA mengajak kami bloggers kece seJogja raya mengenal produk ini lebih dekat. Acaranya sendiri dikemas sangat menarik, bertempat di Roaster and Bear Hotel Harper Mangkubumi, pihak penyelenggara sejak awal sudah sangat memanjakan kami dengan lagu-lagu akustik penghujam kalbu ๐Ÿ˜€

 

Akustikan dulu biar hangat :)
Akustikan dulu biar hangat ๐Ÿ™‚

Continue reading “Rubah Smartphonemu Jadi Dompet Dengan BCA Sakuku”

Sarapan Ala Nusantara di FaveHotel Kusumanegara

Bakwan jagung, oseng-oseng, ayam kecap, telur pindang, sayur tahu.. kalau pagi-pagi disuruh membayangkan semua itu pasti langsung terbayang masakan mama di rumah yang begitu saya bangun tidur sudah siap tersedia di meja makan, duuh jadi kangen meja makan kami dulu #eh

Tapi sekarang saya nggak perlu kebelet mudik kalau cuma kangen masakan rumah, karena FaveHotel Kusumanegara pun sekarang menyediakan menu sarapan ala rumahan di restonya, jadi kalau kita menginap di sini, bangun tidur tinggal keluar kamar dan duduk manis di meja resto, mirip lah yaa dengan kebiasaan di rumah ๐Ÿ˜€

FaveHotel Kusumanegara menyediakan 6 stall yang akan membuat kita lebih puas memilih menu sarapan favorit, tapi andalan mereka adalah menu khas nusantara seperti bubur kacang hijau, bubur candil, nasi goreng, mie goreng, bubur ayam, soto ayam, gudeg, aneka sayur, dan oseng-oseng.

Menu andalan Favehotel
Menu andalan Favehotel

Continue reading “Sarapan Ala Nusantara di FaveHotel Kusumanegara”

Meeting Sambil Momong? The Sultan Hotel Tempatnya

 

Jakarta, Sudah beberapa hari ini si kakak merengek meminta kami mengajaknya ke sana, kalau ditanya kenapa mendadak kepingin kesana, jawabannya bisa bermacam-macam, tapi kami tahu yang sedang dia impikan adalah bermain di Kidzania ๐Ÿ˜€
Masalahnya kami masih kesulitan mencari waktu libur yang pas, kalau kakak sedang libur, ayah malah lagi sibuk-sibuknya, begitu juga sebaliknya, padahal kalau nggak pergi sama ayah, alamat kami bakal kesulitan wira-wiri selama di sana, secara keluarga kami semua tinggal di pinggiran Jakarta, nggak kebayang kalau harus ngangkot bertiga kemana-mana di Jakarta, lha wong di Jogja saja nggak pernah naik bus Transjogja, apalagi ngangkot ๐Ÿ˜€

Nah, kemarin tiba-tiba kakak nyeletuk “kita bobok di hotel aja, cari yang deket Kidzania..” Hahaa, kalau ini emaknya juga setuju, kan sekarang banyak sekali penginapan di Jakartaย yang bisa dipilih, misalnya saja The Sultan Hotel & Residence Jakarta yang terletak di Jalan Gatot Subroto, salah satu hotel yang terbilang cukup strategis karena terletak di pusat Ibukota, jadi mau kemanapun nggak perlu ngangkot atau naksi kelamaan, mabuk nanti kita ๐Ÿ˜€

Apalagi The Sultan Hotel & Residence menyediakan berbagai fasilitas yang mewah dan nyaman yang memang sudah di desain khusus untuk pengunjung hotel. Saya ingat pernah satu malam menginap di sana bersama tante, dan nggak mau pulang saking nyamannya hehehee..

Continue reading “Meeting Sambil Momong? The Sultan Hotel Tempatnya”

Lakukan 4 Langkah Ini Sebelum Merencanakan Investasi Pendidikan

 

Menyambung obrolan saya tentang berburu Sekolah Dasarย untuk si kakak, kali ini saya mau curhat lagi tentang biaya pendidikan yang ternyata makin gila-gilaan.

Ceritanya bulan ini saya sempat survey lima SD swasta (niat banget yaa sebulan dapat lima ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ), yang tiga lumayan dekat dari rumah dan yang dua lagi konon sedang jadi sekolah swasta favorit di Jogja. Untuk biaya, tiga dari lima SD itu mematok uang pangkal 10-25 juta, belum SPP, catering, dan lain-lain yang harus kami cukupi setiap bulannya. Lalu dua sisanya mengajukan uang pangkal sebesar 5 jutaan dengan SPP yang juga lebih ramah. Memang benar sih teori ada harga ada barang, sekolah yang memasang tarif lebih mahal pun punya fasilitas penunjang belajar yang lebih mumpuni, ortu mana yang nggak pingin memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya?

Tapi kami mencoba realistis dulu, semua biaya kami kalikan dua karena ada si adek yang usianya cuma terpaut tiga tahun dari kakak, dan di sisi lain, investasi untuk pendidikan mereka ke tingkat selanjutnya juga harus tetap berjalan.

Makanya selain semangat mengumpulkan pundi-pundi recehan kami juga nggak lupa berdoa semoga perekonomian Indonesia semakin membaik dan menguat di tahun-tahun kedepan.ย Karena perekonomian dan pendidikan formal suatu negara adalah hal yang berkaitan, tanpa ekonomi yang sehat dunia pendidikan formal nggak akan bisa berjalan dengan lancar. Tapi sekarang ini, di saat sebagian orang masih kelabakan menutup biaya kebutuhan pokok dan kesehatan, si biaya pendidikan sendiri seakan nggak peduli dan terus saja melenggang naik.

ZAP Finance, sebuah lembaga perencana keuangan independen pernah melakukan survei kepada beberapa sekolah swasta di kota Jakarta, dan hasilnya menunjukkan kalau rata-rata biaya pendidikan di Indonesia naik sebesar 7% – 15% per tahun, bandingkan dengan bunga deposito yang hanya 5% – 8% per tahun *tepuk tangan sambil mewek*

Saya sendiri pernah mencoba melakukan perhitungan biaya pendidikan anak-anak kami sampai tingkat sarjana melaluiย Kalkulator Finansial, dan saya ‘terharu’ melihat angka yang keluar ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Punya kakak
Punya kakak
Punya adek
Punya adek

Makanya penting sekali untuk kami membuat rencana dana pendidikan yang matang, kami sadar nggak bisa cuma mengandalkan tabungan untuk membiayai pendidikan anak-anak sampai tingkat sarjana, apalagi si kakak sudah bertekad terbang ke Saturnus sebagai astronot. Waduh, jangankan memikirkan ongkos pendidikannya, di negara mana dia harus menempuh pendidikan sampai bisa jadi astronot saja belum terbayang oleh kami ๐Ÿ˜€

Meski nggak punya bayangan sekali seperti apa pendidikan yang harus dijalani sebagai astronot, tapi kami akan tetap berusaha mendukung cita-citanya, karena itu merencanakan biaya pendidikan anak-anak adalah satu keharusan, danย karena tabungan dan deposito sudah nggak bisa diharapkan untuk melawanย inflasi pendidikan sekarang saatnya mulai berinvestasi.

Tapi sebelumnya pahami dulu bahwa fungsi investasi bagi keluarga urban seperti kita adalah untuk menyisihkan dalam jumlah kecil dan mengharapkan hasil keuntungan yang tinggi sesuai target waktu yang sudah ditentukan. Investasi itu mengandung risiko, hasil keuntungan bisa jadi sesuai harapan atau malah buntung ๐Ÿ˜€

Nah, supaya hasil investasi bisa sesuai harapan (sukur-sukur malah ada lebihan buat beli apartemen) ada 4 hal yang bisa kita pertimbangkan sebelum memulai rencana investasi pendidikan:

Continue reading “Lakukan 4 Langkah Ini Sebelum Merencanakan Investasi Pendidikan”

Rayka and The Sugar Factory: Belajar Membuat Gula di Madukismo

Masih ingat dengan film Charlie and The Chocolate Factory? Film itu mengisahkan petualangan si kecil Charlie memasuki pabrik coklat milik Willy Wonka. Nah walaupun nggak sefantastis kisahnya Charlie, tanggal 14 Agustus kemarin kami juga sempat merasakan petualangan memasuki pabrik gula, hihiii maksa dimirip-miripin yaaa ๐Ÿ˜€

 

Jadi, pertengahan Agustus kemarin saya mendapat rezeki bergabung di sebuah komunitas parenting kece bernama Omah Parenting, sebetulnya sudah lama pingin bisa bergabung dengan OP ini, hanya saja karena persyaratannya harus terlebih dulu mengikuti salah satu acara yang diadakan OP, maka keinginan tersebut terpaksa saya tunda berkali-kali. Sampai tanggal 14 Agustus, OP mengadakan Merdeka Trip ke Pabrik Gula Madukismo. Alhamdulillah berjodoh dan kami dapat 3 seats sebagai peserta.

Pabrik Gula Madukismo yang terletak di Kalurahan Tirtonimolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada awalnya bernama Pabrik Gula Padokan. Pada zaman pejajahan Belanda pabrik ini hancur akibat perang dan menyebabkan banyak karyawan pabrik yang kehilangan pekerjaan, setelah Sri Sultan Hamengku Buwono IX naik tahta Pabrik Gula Padokan didirikan kembali dengan nama Pabrik Gula Madukismo pada tanggal 14 Juni 1955, tujuannya untuk menolong rakyat di sekitar pabrik yang bisa terlibat penanaman, pemeliharaan, dan panen tebu sebagai bahan baku utama gula, kemudian pabrik sendiri akan banyak membutuhkan tenaga kerja apalagi saat musim giling.

 

Selanjutnya Pabrik Gula Madukismo menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang diberi nama PT. Madu Baru dan dibagi menjadi dua pabrik yaitu Pabrik Gula (PG Madukismo) dan Pabrik Alkohol/Spiritus (PS Madukismo). Sebagai satu-satunya pabrik Gula dan Alkohol/Spirtus di Propinsi DIY pabrik ini bertugas mensukseskan program pengadaan pangan Nasional, dalam hal ini gula pasir.
Kemarin sebelum berkeliling di dalam pabrik kami sempat mendapat penjelasan singkat mengenai proses pembuatan gula sampai distribusinya, ternyata selain punya brand sendiri dengan nama MK, Madukismo juga memasok gula ke supermarket lain di wilayah Jogja, gula pasir yang dijual di karfur itu juga berasal dari Madukismo lho, cuma kemasannya saja yang berbeda.

 
Setelah mendapat gambaran tentang proses pembuatan gula kami dipersilahkan menaiki kereta diesel pengangkut tebu yang ditarik lokomotif tua, eh walaupun pernah bertugas sebagai pengangkut tebu di masa mudanya, kereta tua ini sekarang malah makin kece kok, bersih berwarna hijau cerah mirip kereta kelinci ๐Ÿ™‚

Naik Kereta Tebu..
Naik Kereta Tebu..

Memasuki area pabrik dengan melewati rel-rel tua dan perkebunan yang ada di dekat pabrik seperti kembali ke masa awal kemerdekaan, bangunan-bangunan besar berusia tua dan mesin-mesin kuno akan menyapa kita di sepanjang perjalanan hingga ke pintu pabrik, dari situ kita akan berjalan kaki memasuki pabrik melihat proses produksi gula secara langsung. Proses ini dimulai dengan pemerahan nira untuk mendapatkan sari gula yang lalu dimurnikan dengan cara sulfitasi, penguapan nira, kristalisasi, puteran gula dan pengemasan gula. Dibagian akhir ini anak-anak diberi kesempatan memakan gula pasir langsung dari mesin penampung ๐Ÿ˜€

Di dalam pabrik
Di dalam pabrik

Di sebelah barat pabrik gula adaย Pabrik Spiritus Madukismo, pengunjung bisa menyaksikan proses produksi spiritus mulai dari tahap pengenceran bahan baku, fermentasi dan penyulingan yang diolah dari tetes tebu, hasil samping produksi gula.

 

Keluar dari pabrik kita akan disambut oleh sebuah halaman luas berumput hijau di kelilingi bangunan pabrik. Di sini lah puncak acara Merdeka Trip Omah Parenting berlangsung, ada berbagai lomba dan games seru untuk anak dan orang tuanya. Tapi karena berstatus new comer dan belum kenal siapapun akhirnya kakak cuma duduk di pinggir lapangan menikmati keriuhan, emaknya pun cuma sibuk fota foto gedung hahaa, beruntung ada sahabat saya dari KEB yang juga ikut acara ini, mak Ari alias Arifah Wulansari aka Mama Tayo, pendekarnya blogger Jogja di setiap kancah lomba blog nasional, dan lagi-lagi saya berasa remahan rengginang di sebelah cookies premium ๐Ÿ˜€ย Sayang kemarin kami sibuk dengan rombongan sirkus masing-masing dan belum sempat ngobrol banyak, padahal mumpung privat kopdar gitu harusnya saya bisa kepoin semua ilmunya yaa ๐Ÿ˜€

PhotoGrid_1472254840942
Bersama Mak Ari,Tayo dan Tifa menuju kawasan pabrik. Photo credit: Arifah Wulansari
Keseruan bersama Omah Parenting di halaman Pabrik Madukismo
Keseruan bersama Omah Parenting di halaman Pabrik Madukismo

Makan siang bersama menjadi penanda berakhirnya acara. Ada yang meleset dari perkiraan kami, ternyata pulang kembali ke parkiran di suruh jalan kaki, kirain naik kereta lagi, eh nggak tahunya jarak antara lapangan dengan gedung tempat parkir cuma sekejap mata hahahaaa.. emak apeess, sambil jalan sambil diomel-omelin bocah yang masih berharap bisa naik kereta gula lagi, maaf ya kak, dek.. ๐Ÿ˜€

 

Terima kasih Omah Parenting :)
Terima kasih Omah Parenting ๐Ÿ™‚

Print & Go: Popsicle Patterns

popsiclepatterns

Popsicle patterns ini sebenarnya sudah saya buat hampir 4 bulan yang lalu, tapi ternyata kurang laku di rumah ๐Ÿ˜€

Karena buat kakak permainan seperti ini sudah nggak menantang lagi, sedangkan bagi si adek stik-stik ini lebih menarik dibuat pretend play jualan es krim daripada harus dijejer macam printablenya -_-

Biasanya kalau sepi peminatnya, mainan atau alat peraga bakal saya simpan dulu, setelah 1-2 bulan baru saya keluarkan, baru deh mereka berebut mencobanya, kadang bisa anteng lama, kadang ya ditinggal kabur lagi ๐Ÿ˜€

 

Ada yang mau mencobanya juga?

Printablenya saya buat dalam format PDF dengan ukuran kertas A4, paling bagus di print pakai jenis kertas tebal seperti ivory 200 gram keatas, kalau mau pakai HVS biasa sebaiknya dilaminating dulu sebelum pakai.

Buat yang nggak punya stik warna warninya, di lembar terakhir juga ada gambar stik yang bisa digunting dan ditempelkan ke stik es krim polos, jadi nggak perlu repot mewarnai stiknya dulu ๐Ÿ™‚

 

Popsicle Patterns bisa didownload diย SINIย yaa..

 

Selamat bersenang-senang ๐Ÿ™‚