Bentuk Selera Makan Anak dengan 5 kebiasaan baik ini

Belakangan ini cuaca ekstrim rajinย sekali dolan ke Jogja, lagi panas terik gak ketulungan tetiba mak bresss hujan datang bersama petir dan guntur yang saling berbalas, mirip perang Zeus melawan bapaknya, si Saturnus di Olympus sana (yang ini sih karena kebanyak baca greek myth).

Cuaca yang panas dingin begini kadang bikin kita kehilangan selera makan, ya gak sih? Bawaannya pengen ngebakso aja, atau mie ayam, eh somay juga gapapa *ealah

Beruntung anak-anak saya termasuk barisan ndablek cuaca, gak peduli panas hujan, ngunyah jalan terus, dikasih telor ceplok sama kecap aja sudah bahagia banget sampai nambah, kadang kalau stok cemilan habis mereka pasrah dikasih krupuk udang pakai topping nasi anget (ngemil lho ini..) hahahaaah..

Pernah ada yang tanya, kok bisa mereka nrimo aja dikasih macem-macem? karena lihat Arka lagi lahap makan rujak cingur. Mungkin yang nanya lupa kalau buah jatuh nggak jauh dari pohonnya hihihiii..

Tapi beneran lho, anak dari ortu yang picky eater biasanya cenderung picky juga, begitu pun sebaliknya, karena selera dan pola makan itu kan dibentuk oleh keluarga, makanya kalau kepingin anak-anak punya selera makan yang baik dan doyan segala macam masakan, yuuk kita perbaiki dulu kebiasaan makan kita.

Continue reading “Bentuk Selera Makan Anak dengan 5 kebiasaan baik ini”

The Harvest Patissier & Chocolatier: Akhir Indah Dari Sebuah Penantian

Seminggu yang lalu, sahabat saya Ima, si empunya www.tamasyaku.com menyampaikan undangan pembukaan gerai The Harvest Patissier & Chocolatier untuk kami para blogger kece Jogja, nggak pakai melihat jadwal di kalender lagi saya langsung mengiyakan, acara lain bisa mundur deh, pokoknya saya kudu ambil bagian di acara ini ๐Ÿ˜€

Alkisah, waktu masih jadi petualang ibu kota saya bela-belain ngebus ke Senopati kalau lagi kepingin sepotong Devil Cake The Harvest, atau ngerengek ke si pacar yang rumahnya lebih dekat dari sana buat dibawa ke Bekasi heheheeeh.. pokoknya segala cara bakal saya tempuh demi memanjakan oksitoksin saya dengan menikmati suap demi suap Devil Cake.

Dan setelah pindah Jogja, Devil Cakes The Harvest itu jadi semacam #lifegoals buat saya (hahaah biarin lebay), selama ini kan cuma bisa dongkol setiap melihat teman-teman saya pamer birthday cakes The Harvest di Instagram mereka, huhuhuu kapan gilirankuuu??

Dan life golas saya kemarin tercapai, The Harvest buka di Jogja, ditambah saya dapat kesempatan menjadi bagian di hari pembukaannya, ciyeee salah satu berkah ngeblog nih.. makanya jadi blogger ๐Ÿ˜€

Beralamat di Jl. C. Simanjuntak No. 5, letaknya yang berada di pusat kota memudahkan pencinta dessert dari belahan Yogya manapun untuk datang ke gerainya, tapi karena Jl. C. Simanjuntak sendiri berlaku sistem satu arah jadi agak tricky juga cari parkir di The Harvest ini, paling aman sih lewat ujungnya Jl. Simanjuntak (atau yang biasa disebut Terban), dari bunderan UGM ambil arah barat menuju Mirota Kampus, setelah lampu merah Mirota belok kiri itu sudah Jl. C. Simanjuntak, cari saja nomor 5 hehee..

Kalau dari Tugu Yogya lanjut saja ke arah timur, setelah melewati pertigaan lampu merah ada Wisma BDNI dengan gerai KFC besar di sebelah kiri jalan, masuk dan parkir di situ saja, memang lumayan jauh sih jalannya, anggap saja olahrga sebelum dan sesudah pesta kalori di The Harvest yaa ๐Ÿ˜€

Buat yang dari Jl. Solo, setelah perempatan Gramedia, lurus terus sampai ketemu Wisma BDNI, bisa parkir di situ, atau maju sedikit lagi setelah lampu merah ada Foodcourt Ayara atau gerai Mc Donald, semuanya bisa buat numpang parkir, tapi ya itu, tetap saja harus nyebrang ๐Ÿ˜€

Sebelum acara mulai, bersama mbak-mbak dari The Harvest Jakarta. Photo by www.tamasyaku.com
Sebelum acara mulai, bersama mbak-mbak dari The Harvest Jakarta.
Photo by www.tamasyaku.com

Continue reading “The Harvest Patissier & Chocolatier: Akhir Indah Dari Sebuah Penantian”

Rubah Smartphonemu Jadi Dompet Dengan BCA Sakuku

Siapa yang lebih sering ketinggalan dompet dibanding ketinggalan HP?

Hihihii, kalau kejadiannya pas kita lagi pergi belanja atau makan dengan sahabat sih masih bisa pinjam uang dulu yaa, walaupun ngomongnya sambil cengengesan, nah gimana kalau pas lagi pergi sendiri? atau malah waktu lagi arisan bareng ortu murid sekolah anak yang biasanya sarat pencitraan diri, apeeess cyiint ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€
Untung buat nasabah BCA, hal-hal seperti di atas tadi nggak akan kejadian lagi. Selama smartphone masih di tangan urusan bayar membayar dijamin aman. Kok bisa? Bisa banget, dengan produk terbaru dari BCA yang bernama Sakuku, rasanya seperti bawa dompet di dalam HP.

bca-sakuku

 

Di acara #NgobrolBarengDIY, hari Senin sore, 5 September kemarin, BCA mengajak kami bloggers kece seJogja raya mengenal produk ini lebih dekat. Acaranya sendiri dikemas sangat menarik, bertempat di Roaster and Bear Hotel Harper Mangkubumi, pihak penyelenggara sejak awal sudah sangat memanjakan kami dengan lagu-lagu akustik penghujam kalbu ๐Ÿ˜€

 

Akustikan dulu biar hangat :)
Akustikan dulu biar hangat ๐Ÿ™‚

Continue reading “Rubah Smartphonemu Jadi Dompet Dengan BCA Sakuku”

Sarapan Ala Nusantara di FaveHotel Kusumanegara

Bakwan jagung, oseng-oseng, ayam kecap, telur pindang, sayur tahu.. kalau pagi-pagi disuruh membayangkan semua itu pasti langsung terbayang masakan mama di rumah yang begitu saya bangun tidur sudah siap tersedia di meja makan, duuh jadi kangen meja makan kami dulu #eh

Tapi sekarang saya nggak perlu kebelet mudik kalau cuma kangen masakan rumah, karena FaveHotel Kusumanegara pun sekarang menyediakan menu sarapan ala rumahan di restonya, jadi kalau kita menginap di sini, bangun tidur tinggal keluar kamar dan duduk manis di meja resto, mirip lah yaa dengan kebiasaan di rumah ๐Ÿ˜€

FaveHotel Kusumanegara menyediakan 6 stall yang akan membuat kita lebih puas memilih menu sarapan favorit, tapi andalan mereka adalah menu khas nusantara seperti bubur kacang hijau, bubur candil, nasi goreng, mie goreng, bubur ayam, soto ayam, gudeg, aneka sayur, dan oseng-oseng.

Menu andalan Favehotel
Menu andalan Favehotel

Continue reading “Sarapan Ala Nusantara di FaveHotel Kusumanegara”

Meeting Sambil Momong? The Sultan Hotel Tempatnya

 

Jakarta, Sudah beberapa hari ini si kakak merengek meminta kami mengajaknya ke sana, kalau ditanya kenapa mendadak kepingin kesana, jawabannya bisa bermacam-macam, tapi kami tahu yang sedang dia impikan adalah bermain di Kidzania ๐Ÿ˜€
Masalahnya kami masih kesulitan mencari waktu libur yang pas, kalau kakak sedang libur, ayah malah lagi sibuk-sibuknya, begitu juga sebaliknya, padahal kalau nggak pergi sama ayah, alamat kami bakal kesulitan wira-wiri selama di sana, secara keluarga kami semua tinggal di pinggiran Jakarta, nggak kebayang kalau harus ngangkot bertiga kemana-mana di Jakarta, lha wong di Jogja saja nggak pernah naik bus Transjogja, apalagi ngangkot ๐Ÿ˜€

Nah, kemarin tiba-tiba kakak nyeletuk “kita bobok di hotel aja, cari yang deket Kidzania..” Hahaa, kalau ini emaknya juga setuju, kan sekarang banyak sekali penginapan di Jakartaย yang bisa dipilih, misalnya saja The Sultan Hotel & Residence Jakarta yang terletak di Jalan Gatot Subroto, salah satu hotel yang terbilang cukup strategis karena terletak di pusat Ibukota, jadi mau kemanapun nggak perlu ngangkot atau naksi kelamaan, mabuk nanti kita ๐Ÿ˜€

Apalagi The Sultan Hotel & Residence menyediakan berbagai fasilitas yang mewah dan nyaman yang memang sudah di desain khusus untuk pengunjung hotel. Saya ingat pernah satu malam menginap di sana bersama tante, dan nggak mau pulang saking nyamannya hehehee..

Continue reading “Meeting Sambil Momong? The Sultan Hotel Tempatnya”

Lakukan 4 Langkah Ini Sebelum Merencanakan Investasi Pendidikan

 

Menyambung obrolan saya tentang berburu Sekolah Dasarย untuk si kakak, kali ini saya mau curhat lagi tentang biaya pendidikan yang ternyata makin gila-gilaan.

Ceritanya bulan ini saya sempat survey lima SD swasta (niat banget yaa sebulan dapat lima ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ), yang tiga lumayan dekat dari rumah dan yang dua lagi konon sedang jadi sekolah swasta favorit di Jogja. Untuk biaya, tiga dari lima SD itu mematok uang pangkal 10-25 juta, belum SPP, catering, dan lain-lain yang harus kami cukupi setiap bulannya. Lalu dua sisanya mengajukan uang pangkal sebesar 5 jutaan dengan SPP yang juga lebih ramah. Memang benar sih teori ada harga ada barang, sekolah yang memasang tarif lebih mahal pun punya fasilitas penunjang belajar yang lebih mumpuni, ortu mana yang nggak pingin memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya?

Tapi kami mencoba realistis dulu, semua biaya kami kalikan dua karena ada si adek yang usianya cuma terpaut tiga tahun dari kakak, dan di sisi lain, investasi untuk pendidikan mereka ke tingkat selanjutnya juga harus tetap berjalan.

Makanya selain semangat mengumpulkan pundi-pundi recehan kami juga nggak lupa berdoa semoga perekonomian Indonesia semakin membaik dan menguat di tahun-tahun kedepan.ย Karena perekonomian dan pendidikan formal suatu negara adalah hal yang berkaitan, tanpa ekonomi yang sehat dunia pendidikan formal nggak akan bisa berjalan dengan lancar. Tapi sekarang ini, di saat sebagian orang masih kelabakan menutup biaya kebutuhan pokok dan kesehatan, si biaya pendidikan sendiri seakan nggak peduli dan terus saja melenggang naik.

ZAP Finance, sebuah lembaga perencana keuangan independen pernah melakukan survei kepada beberapa sekolah swasta di kota Jakarta, dan hasilnya menunjukkan kalau rata-rata biaya pendidikan di Indonesia naik sebesar 7% – 15% per tahun, bandingkan dengan bunga deposito yang hanya 5% – 8% per tahun *tepuk tangan sambil mewek*

Saya sendiri pernah mencoba melakukan perhitungan biaya pendidikan anak-anak kami sampai tingkat sarjana melaluiย Kalkulator Finansial, dan saya ‘terharu’ melihat angka yang keluar ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Punya kakak
Punya kakak
Punya adek
Punya adek

Makanya penting sekali untuk kami membuat rencana dana pendidikan yang matang, kami sadar nggak bisa cuma mengandalkan tabungan untuk membiayai pendidikan anak-anak sampai tingkat sarjana, apalagi si kakak sudah bertekad terbang ke Saturnus sebagai astronot. Waduh, jangankan memikirkan ongkos pendidikannya, di negara mana dia harus menempuh pendidikan sampai bisa jadi astronot saja belum terbayang oleh kami ๐Ÿ˜€

Meski nggak punya bayangan sekali seperti apa pendidikan yang harus dijalani sebagai astronot, tapi kami akan tetap berusaha mendukung cita-citanya, karena itu merencanakan biaya pendidikan anak-anak adalah satu keharusan, danย karena tabungan dan deposito sudah nggak bisa diharapkan untuk melawanย inflasi pendidikan sekarang saatnya mulai berinvestasi.

Tapi sebelumnya pahami dulu bahwa fungsi investasi bagi keluarga urban seperti kita adalah untuk menyisihkan dalam jumlah kecil dan mengharapkan hasil keuntungan yang tinggi sesuai target waktu yang sudah ditentukan. Investasi itu mengandung risiko, hasil keuntungan bisa jadi sesuai harapan atau malah buntung ๐Ÿ˜€

Nah, supaya hasil investasi bisa sesuai harapan (sukur-sukur malah ada lebihan buat beli apartemen) ada 4 hal yang bisa kita pertimbangkan sebelum memulai rencana investasi pendidikan:

Continue reading “Lakukan 4 Langkah Ini Sebelum Merencanakan Investasi Pendidikan”

Rayka and The Sugar Factory: Belajar Membuat Gula di Madukismo

Masih ingat dengan film Charlie and The Chocolate Factory? Film itu mengisahkan petualangan si kecil Charlie memasuki pabrik coklat milik Willy Wonka. Nah walaupun nggak sefantastis kisahnya Charlie, tanggal 14 Agustus kemarin kami juga sempat merasakan petualangan memasuki pabrik gula, hihiii maksa dimirip-miripin yaaa ๐Ÿ˜€

 

Jadi, pertengahan Agustus kemarin saya mendapat rezeki bergabung di sebuah komunitas parenting kece bernama Omah Parenting, sebetulnya sudah lama pingin bisa bergabung dengan OP ini, hanya saja karena persyaratannya harus terlebih dulu mengikuti salah satu acara yang diadakan OP, maka keinginan tersebut terpaksa saya tunda berkali-kali. Sampai tanggal 14 Agustus, OP mengadakan Merdeka Trip ke Pabrik Gula Madukismo. Alhamdulillah berjodoh dan kami dapat 3 seats sebagai peserta.

Pabrik Gula Madukismo yang terletak di Kalurahan Tirtonimolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada awalnya bernama Pabrik Gula Padokan. Pada zaman pejajahan Belanda pabrik ini hancur akibat perang dan menyebabkan banyak karyawan pabrik yang kehilangan pekerjaan, setelah Sri Sultan Hamengku Buwono IX naik tahta Pabrik Gula Padokan didirikan kembali dengan nama Pabrik Gula Madukismo pada tanggal 14 Juni 1955, tujuannya untuk menolong rakyat di sekitar pabrik yang bisa terlibat penanaman, pemeliharaan, dan panen tebu sebagai bahan baku utama gula, kemudian pabrik sendiri akan banyak membutuhkan tenaga kerja apalagi saat musim giling.

 

Selanjutnya Pabrik Gula Madukismo menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang diberi nama PT. Madu Baru dan dibagi menjadi dua pabrik yaitu Pabrik Gula (PG Madukismo) dan Pabrik Alkohol/Spiritus (PS Madukismo). Sebagai satu-satunya pabrik Gula dan Alkohol/Spirtus di Propinsi DIY pabrik ini bertugas mensukseskan program pengadaan pangan Nasional, dalam hal ini gula pasir.
Kemarin sebelum berkeliling di dalam pabrik kami sempat mendapat penjelasan singkat mengenai proses pembuatan gula sampai distribusinya, ternyata selain punya brand sendiri dengan nama MK, Madukismo juga memasok gula ke supermarket lain di wilayah Jogja, gula pasir yang dijual di karfur itu juga berasal dari Madukismo lho, cuma kemasannya saja yang berbeda.

 
Setelah mendapat gambaran tentang proses pembuatan gula kami dipersilahkan menaiki kereta diesel pengangkut tebu yang ditarik lokomotif tua, eh walaupun pernah bertugas sebagai pengangkut tebu di masa mudanya, kereta tua ini sekarang malah makin kece kok, bersih berwarna hijau cerah mirip kereta kelinci ๐Ÿ™‚

Naik Kereta Tebu..
Naik Kereta Tebu..

Memasuki area pabrik dengan melewati rel-rel tua dan perkebunan yang ada di dekat pabrik seperti kembali ke masa awal kemerdekaan, bangunan-bangunan besar berusia tua dan mesin-mesin kuno akan menyapa kita di sepanjang perjalanan hingga ke pintu pabrik, dari situ kita akan berjalan kaki memasuki pabrik melihat proses produksi gula secara langsung. Proses ini dimulai dengan pemerahan nira untuk mendapatkan sari gula yang lalu dimurnikan dengan cara sulfitasi, penguapan nira, kristalisasi, puteran gula dan pengemasan gula. Dibagian akhir ini anak-anak diberi kesempatan memakan gula pasir langsung dari mesin penampung ๐Ÿ˜€

Di dalam pabrik
Di dalam pabrik

Di sebelah barat pabrik gula adaย Pabrik Spiritus Madukismo, pengunjung bisa menyaksikan proses produksi spiritus mulai dari tahap pengenceran bahan baku, fermentasi dan penyulingan yang diolah dari tetes tebu, hasil samping produksi gula.

 

Keluar dari pabrik kita akan disambut oleh sebuah halaman luas berumput hijau di kelilingi bangunan pabrik. Di sini lah puncak acara Merdeka Trip Omah Parenting berlangsung, ada berbagai lomba dan games seru untuk anak dan orang tuanya. Tapi karena berstatus new comer dan belum kenal siapapun akhirnya kakak cuma duduk di pinggir lapangan menikmati keriuhan, emaknya pun cuma sibuk fota foto gedung hahaa, beruntung ada sahabat saya dari KEB yang juga ikut acara ini, mak Ari alias Arifah Wulansari aka Mama Tayo, pendekarnya blogger Jogja di setiap kancah lomba blog nasional, dan lagi-lagi saya berasa remahan rengginang di sebelah cookies premium ๐Ÿ˜€ย Sayang kemarin kami sibuk dengan rombongan sirkus masing-masing dan belum sempat ngobrol banyak, padahal mumpung privat kopdar gitu harusnya saya bisa kepoin semua ilmunya yaa ๐Ÿ˜€

PhotoGrid_1472254840942
Bersama Mak Ari,Tayo dan Tifa menuju kawasan pabrik. Photo credit: Arifah Wulansari
Keseruan bersama Omah Parenting di halaman Pabrik Madukismo
Keseruan bersama Omah Parenting di halaman Pabrik Madukismo

Makan siang bersama menjadi penanda berakhirnya acara. Ada yang meleset dari perkiraan kami, ternyata pulang kembali ke parkiran di suruh jalan kaki, kirain naik kereta lagi, eh nggak tahunya jarak antara lapangan dengan gedung tempat parkir cuma sekejap mata hahahaaa.. emak apeess, sambil jalan sambil diomel-omelin bocah yang masih berharap bisa naik kereta gula lagi, maaf ya kak, dek.. ๐Ÿ˜€

 

Terima kasih Omah Parenting :)
Terima kasih Omah Parenting ๐Ÿ™‚

Print & Go: Popsicle Patterns

popsiclepatterns

Popsicle patterns ini sebenarnya sudah saya buat hampir 4 bulan yang lalu, tapi ternyata kurang laku di rumah ๐Ÿ˜€

Karena buat kakak permainan seperti ini sudah nggak menantang lagi, sedangkan bagi si adek stik-stik ini lebih menarik dibuat pretend play jualan es krim daripada harus dijejer macam printablenya -_-

Biasanya kalau sepi peminatnya, mainan atau alat peraga bakal saya simpan dulu, setelah 1-2 bulan baru saya keluarkan, baru deh mereka berebut mencobanya, kadang bisa anteng lama, kadang ya ditinggal kabur lagi ๐Ÿ˜€

 

Ada yang mau mencobanya juga?

Printablenya saya buat dalam format PDF dengan ukuran kertas A4, paling bagus di print pakai jenis kertas tebal seperti ivory 200 gram keatas, kalau mau pakai HVS biasa sebaiknya dilaminating dulu sebelum pakai.

Buat yang nggak punya stik warna warninya, di lembar terakhir juga ada gambar stik yang bisa digunting dan ditempelkan ke stik es krim polos, jadi nggak perlu repot mewarnai stiknya dulu ๐Ÿ™‚

 

Popsicle Patterns bisa didownload diย SINIย yaa..

 

Selamat bersenang-senang ๐Ÿ™‚

DIY Puzzle Bricks: Mengasah Kecerdasan Majemuk Si Kecil Bersama Morinaga Chil-Go!

Siapa yang anaknya tahun depan akan masuk Sekolah Dasar seperti sulung saya?
Kalau yang memiliki anak kelahiran antara Januari sampai Juni sih mungkin agak tenang, impian masuk SD Negeri favorit bukan sesuatu yang mustahil tercapai, tapi untuk orang tua yang anaknya termasuk anggota ‘genk umur tanggung’ seperti anak saya bisa jadi mulai sekarang sudah berburu informasi sekolah swasta yang sesuai dengan visi misi, nilai keluarga dan tentu saja kemampuan finansial. Iya nggak sih? Atau jangan-jangan cuma saya aja yang terlalu bersemangat? ๐Ÿ˜€
Iya lah, selama 6 tahun anak kita akan bersekolah disitu, maka menyamakan visi misi antara orang tua dan pendidik adalah hal yang penting, tapi selain visi dan misi pikirkan juga kemampuan kita mencukupi biaya pendidikan si kecil selama 6 tahun itu sekaligus berinvestasi untuk pendidikan selanjutnya, jangan sampai karena kita merasa mampu membayar uang pangkal dan SPP setiap bulannya lalu dengan pede kita sekolahkan anak kita di sekolah A yang keren abiisss sekaligus muahaal abis-abisan. Elhadalaah ternyata uang bulanan kita memang cuma cukup untuk bayar SPP saja, nggak ada lagi yang tersisa untuk tabungan pendidikan tahap selanjutnya, padahal, tahu sendiri kan kalau inflasi biaya pendidikan bisa mencapai 20% per tahun? tertinggi diantara biaya kebutuhan lainnya!
Ditengah kegalauan saya atas biaya pendidikan ini, beruntung saya mendapat ajakan dari Sarwendah (iyaa, yang istrinya Ruben Onsu itu ๐Ÿ˜€ ) untuk mengikuti program Bekal Masa Depan (BMD) yang diadakan oleh Morinaga Chil-Go! sebuah produk susu pertumbuhan anak yang dikemas dalam bentuk cair yang sangat praktis.

Screenshot_2016-07-30-21-04-38
Challenge dari Sarwendah niih..

Dalam setiap program yang diadakannya Morinaga Chil-Go! sebagai salah satu brand unggulan PT. Kalbe Nutritionals memang selalu berusaha menjadi sahabat terbaik orang tua dalam memberikan stimulasi bagi kecerdasan Si Kecil dan mencetak generasi platinum di masa depan.

Seperti jugaย tujuan utama program Bekal Masa Depan Morinaga Chil-Go! kali ini, yaitu mendukung para orang tua mempersiapkan tabungan pendidikan Si Kecil melalui hadiah berupa dana asuransi pendidikan senilai total 3 miliar rupiah (perhitungan investasi hingga anak berusia 18 tahun) dan beragam hadiah lainnya untuk 3.000 pemenang yang juga sangat bermanfaat bagi proses stimulasi dan pendidikan anak-anak kita.

Kalau menang lumayan kan? Saat anak kita membutuhkan biaya yang sangat besar untuk kuliahnya, ada dana asuransi pendidikan dari Morinaga Chil-Go! yang sudah siap cair.

Dibanding program berhadiah lainnya, program Bekal Masa Depan Morinaga Chil-Go! ini punya mekanisme yang seru loh, karena kita mesti menciptakan ide kreatif dalam memberikan stimulasi kecerdasan majemuk untuk Si Kecil. Memang apa sih kecerdasan majemuk itu?

 

Kecerdasan Majemuk atau kerennya Multiple Intelegency (MI) yang pertama kali ditemukan oleh seorang Profesor dari Harvard University bernama Howard Gardner.

Menurut Gardner, kecerdasan manusia tidak cuma dilihat dari tinggi rendahnya IQ tapi juga dari kemampuan untuk mencari solusi, menyelesaikan masalah, dan menciptakan sesuatu.

Kemudian Gardner mengelompokkan kecerdasan manusia menjadi delapan kecerdasan yang biasa disebut Kecerdasan Majemuk atau Multiple Intellegence (MI), yaitu:

– Kecerdasan linguistik

– Kecerdasan logika-matematika

– Kecerdasan visual-spasial

– Kecerdasan gerak tubuh

– Kecerdasan musikal

– Kecerdasan interpersonal

– Kcerdasan intrapersonal

– Kecerdasan naturalis

Teori MI berhasil membentuk sebuah pemahaman baru bahwa tidak ada anak yang bodoh sekaligus membantu orang tua dan pengajar agar lebih memahami kekuatan dan kekurangan anak. Dengan mengenal hal-hal tersebut lebih awal, diharapkan orang tua dapat mengambil peran penting dalam memberikan stimulasi yang tepat sesuai kekuatan dan kekurangan anak mereka.

Misalnya saja, Arka anak sulung saya yang sangat tergila-gila dengan lego, balok kayu, puzzle, dan peta!

Dengan peta, dia sepertinya bukan cuma suka tapi terobsesi, peta apa saja, mulai dari peta dunia hingga peta undangan pernikahan, setiap ke supermarket dia akan bawa pulang brosur-brosur apapun yang mencantumkan peta lokasi warung atau dealer di dalamnya ๐Ÿ˜€
Saat belajar pun dia akan lebih mudah mencerna informasi yang saya berikan jika saya menjelaskannya dalam bentuk gambar dibanding hanya berupa suara.

Dari situ saya menyadari kalau dia memiliki kekuatan yang lebih baik dalam kecerdasan visual spasial, salah satu dari delapan tipe kecerdasan majemuk yang membuat si pemilik kecerdasan sanggup berpikir tiga dimensi dan mencipta ulang dunia visual.
Jadi saat saya menerima tantangan dari Mbak Sarwendah dan BMD Morinaga Chil-Go! untuk menciptakan permainan kreatif, saya langsung terpikir membuat permainan sederhana yang mampu mengasah kemampuan spasial si kakak.
Ada yang tertarik mengikuti program ini juga? Yuk simak pengalaman saya saat mendaftar hingga selesai memposting ide permainan saya.

 

Mekanisme Pendaftaran Bekal Masa Depan Morinaga Chil-Go!
Sebelum mulai membuat permainannya, kita wajib membeli susu morinaga Chil-Go! minimal 6 botol dalam 1 struk transaksi pembelian ditoko-toko retail yang yang tercantum dalam website www.BekalMasaDepan.com.
Kalau struk pembelian sudah ditangan kita bisa mulai proses registrasi di website www.bekalmasadepan.com dan mendownload formulir pendaftaran yang nanti wajib kita isi dan dikirimkan bersama dengan struk pembelian ke alamat PT. Bounche Indonesia.

formulir_morinaga_chil_go
Setelah pengiriman, jangan lupa simpan bukti kirimnya yaa, lalu kita tunggu saja pihak penyelenggara melakukan verifikasi 5×24 jam dan mengirimkan kode unik melalui email dan SMS yang berlaku selama 30 hari setelah dikirimkan, artinya pengiriman ide hanya diterima oleh pihak penyeleggara pada periode yang sama.

Sambil menunggu kode unik dikirim, kita bisa mulai membuat permainan yang nanti akan kita pasang di galeri Bekal Masa Depan. Saya kasih contohnya yaa..

DIY Puzzle Bricks

Saya akan buatkan anak-anak sebuah puzzle bricks dari kardus bekas rak sepatu. Membuatnya nggak perlu waktu lama, cuma bermodal kardus yang cukup besar, cutter, penggaris, pensil, double tape, dan beberapa warna cat air.

Caranya:

1. Potong kardus menjadi 2 bagian sama lebar, ukurannya suka suka saja, lalu rapihkan pinggirnya.

2. Pada satu lembar kardus kita gambar bentuk-bentuk bricks yang diinginkan, tapi sisakan bagian tepinya untuk bingkai puzzle.

diy-puzzle-bricks

3. Selesai menggambar bricks, kita bisa mulai memotongnya menjadi bagian yang terpisah-pisah, lakukan dengan hati-hati dan gunakan mata cutter yang masih baru supaya hasilnya rapih yaa.

PhotoGrid_1469886890622
4. Setelah kardus dipotong-potong saya biarkan si kakak sendiri yang mewarnai bricksnya, karena mewarnai dan melukis ternyata juga salah satu cara lain mengasah kecerdasan visual.

diy-puzzle-bricks
5. Angin-angin-anginkan sebentar dan selesai!

DIY-Puzzle-bricks

Selain mengasah kepekaan anak-anak pada bidang ruang, bermain dengan puzzle bricks ini juga mengenalkan mereka padaย bentuk geometri, pola serta keteraturan, salah satu poin penting dalam kecerdasan logika matematika. Lalu mereka juga akan menemukan cara mencari solusi, menyelesaikan masalah, bersabar dengan proses, dan bekerja sama (jika dimainkan berdua), jadi selain menstimulasi kekuatan visual dan logika matematikanya juga sekaligus mengasah kecerdasan intrapersonal mereka.

 

Waah banyak yaa manfaat yang bisa kita dapatkan dari selembar papan puzzle bricks.
Satu bonus lagi, karena yang kita gunakan adalah barang bekas, mereka akan terbiasa berpikir kreatif dan lebih menghargai alam sekitarnya, itu juga bagian dari mengasah kecerdasan naturalis kan? ๐Ÿ™‚

 

Puzzle selesai dan kode unik saya juga sudah dikirimkan melalui e-mail, saatnya saya posting di galeri Bekal Masa Depan. Ternyata nggak susah postingnya, setelah login kita akan diminta memilih satu dari delapan kecerdasan yang paling sesuai dengan mainan buatan kita, deskripsikan secara singkat bagaimana proses kita membuat mainan itu dan cara menggunakannya, posting juga foto atau video pada saat anak menggunakan mainan tersebut. Lalu submit!

BMD-Chil-go

Nah, beneran gampang kan? Yuk deh ikutan secepatnya, kita stimulasi kecerdasan majemuk anak-anak kita sambil berharap hadiah kece dari program BMD ini ๐Ÿ˜€ Eh tapi selain itu jangan lupa memberi nutrisi-nutrisi penting bagi tumbuh kembang mereka. karena selain stimulasi, nutrisi dan gizi baik seperti yang terkandung dalam Morinaga Chill Go! juga nggak kalah pentingnya lhoo.. Itu karena Morinaga Chil-Go! mengandung Kolin dan Inositol yang mampu meningkatkan daya pikir dan penyimpanan memori di otak, ย masih pula ditambah dengan kandungan vitamin B kompleks, zat besi, dan yodium yang memiliki peran penting untuk pertumbuhan sistem saraf.

PhotoGrid_1470067951464
Berbagai keunggulan Morinaga Chil-Go! untuk mencetak generasi platinum

Selamat berikhtiar untuk menghasilkan generasi platinum yaa ๐Ÿ™‚

PhotoGrid_1470068052759
Jangan lupa yaa temaan.. Chil-Go dulu sebelum memulai petualangan hari ini ๐Ÿ˜‰

Penyesalan Menonton Film Untuk Angeline

Samidah (diperankan dengan sangat menyentuh oleh Kinaryosih), seorang perempuan sederhana dari Banyuwangi baru saja melahirkan seorang bayi perempuan, karena kesulitan ekonomi, Samidah dan suaminya Santo (Teuku Rifnu Wikana) yang bekerja sebagai kuli bangunan di Bali, tidak mampu membayar biaya persalinan di Rumah Sakit.
Ditengah keputus asaan, tanpa persetujuan Samidah, Santo meminta bantuan pada pasangan suami istri kaya, John (Hans De Kraker) dan Terry (Roweina Umboh) yang bersedia membayar seluruh biaya rumah sakit sekaligus mengadopsi bayi perempuan Samidah. Oleh John, bayi perempuan manis itu diberi nama Angeline. Tidak ada yang bisa dilakukan Samidah selain meratapi perpisahan dengan anak perempuannya.
John sangat menyayangi dan memanjakan Angeline meskipun dia juga mempunyai anak laki-laki bernama Kevin dari istrinya Terry, hal itu yang memicu kecemburan dan dendam Terry pada Angeline, pernikahan mereka menjadi renggang akibat sering bertengkar tentang kasih sayang John pada Angeline. Sampai suatu hari, ditengah pertengkaran John terkena serangan jantung dan meninggal, kebahagian Angeline pun terenggut, gadis kecil berusia 5 tahun itu kehilangan satu-satunya orang yang melindunginya.
Sejak itu keadaan berubah, Angeline (Naomi Ivo) kerap dintimidasi dan diperlakukan kasar oleh Terry dan Kevin hingga Angeline berusia 9 tahun.
Di lain tempat, Samidah yang bekerja sebagai asisten rumah tangga akhirnya memutuskan kembali ke Bali untuk mencari Angeline setelah sering berdiskusi dengan majikannya yang baik hati. Sampai di Bali ternyata keadaan diluar dugaannya, Santo bukannya mencari Angeline seperti yang selama ini dijanjikan tapi malah menikah lagi dengan perempuan lain. Dengan hati hancur Samidah menyusuri jalan demi jalan di Bali mencari jejak Angeline.
Kembali pada Angeline, setelah bertahun-tahun mengalami siksaan dan berbagai perlakuan buruk dari ibu dan saudara tirinya, akhirnya tersebar berita kehilangan Angeline di seluruh Bali dan media nasional, hingga sampai pula ke telinga Samidah, hatinya semakin hancur.
Ditengah kesedihannya, Samidah menghadapi kenyataan yang lebih pahit saat polisi menjemput dan mengantarkannya menemui jenazah Angeline.
===
Kisah penuh haru biru ini terinspirasi dari kisah nyata misteri hilangnya anak perempuan manis berusia 9 tahun yang sempat mengegerkan tanah air di tahun lalu. Walaupun tidak semua alur cerita dan penokohannya sama persis dengan kisah asli, tapi runutan cerita demi cerita sepanjang film ini diputar memaksa letupan emosi di dada membuncah menjadi genangan air hangat dipelupuk mata.
Jujur, saya nggak suka menonton film yang memaksa saya menangis di bioskop, makanya saya ‘menyesal’ menonton film ini, walaupun berulang kali saya mengalihkan perhatian saya ke layar HP tetap saja emosi saya meledak-ledak,ย untungnya kemarin saya pakai eyeliner waterproof ๐Ÿ˜€
Film ini membuat saya ingin terbang pulang ke rumah dan memeluk anak-anak saya, dan disatu titik, membangkitkan kesadaran saya bahwa nggak ada yang lebih dibutuhkan anak-anak selain keberadaan ayah dan ibu di sisi mereka. Keberadaan secara fisik untuk melindungi mereka diusia rapuhnya, karena ternyata ancaman kekerasan pada anak-anak bisa datang dari siapa saja, termasuk orang yang paling dekat dengan si anak.
Film ini juga memberi pelajaran bahwa kita tidak boleh diam saja saat menyadari ada yang tidak beres pada diri seorang anak kecil, bahkan saat si anak menyatakan kalau dia baik-baik saja.

 

 

 

“It takes a village to raise a child”

 

 

 

Yaa, semua anak adalah masa depan kita, anak-anak yang menderita akan menciptakan masa depan yang penuh kesakitan, anak-anak yang tidak berbahagia akan memberikan ketakutan pada masa depan, jadi mulai sekarang jangan pernah lagi mengabaikan perubahan pada diri seorang anak, sekecil apapun itu.
Yang merasa masih gagal sadar terhadap kondisi kekerasan pada anak-anak saat ini, yuk sempatkan menonton film Untuk Angeline ๐Ÿ™‚

Poster-film-Untuk-Angeline

UNTUK ANGELINE
Jenis: Drama
Durasi: 100 menit
Produser : Duke Rachmat, Niken Septikasari
Sutradara : Jito Banyu
Penulis : Lele Laila Nurazizah
Produksi : Citra Visual Sinema