Tips Mengasah Potensi Cerdas dan Kreatif Agar Anak Tumbuh Menjadi Generasi Maju

Bricks

Selamat Pagi..

Tahu kan kalau sekitar 50% perkembangan otak dimulai pada 2 tahun pertama? Karena itu dua tahun pertama kehidupan seorang anak disebut sebagai Golden Age atau masa keemasan. Jika pada masa ini anak distimulasi dengan tepat maka potensi cerdas kreatif anak akan terasah optimal. Continue reading “Tips Mengasah Potensi Cerdas dan Kreatif Agar Anak Tumbuh Menjadi Generasi Maju”

Tips Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak

Tips meningkatkan rasa percaya diri anak

Kepercayaan diri adalah salah satu potensi prestasi anak yang harus kita asah dengan baik. Jika anak memiliki kepercayaan diri yang baik dia akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, berani,  lebih mudah menentukan sebuah keputusan, dan bisa menjaga diri dari bullying. Tahu kan betapa Indonesia sudah sangat darurat bullying saat ini?

Saat seorang anak memiliki percaya diri yang kurang, dia akan kesulitan membuka diri dengan teman baru, cenderung minder, pemalu dan sulit masuk ke dalam pergaulan dan lingkungan masyarakat. Hal ini jelas akan sangat mempengaruhi perkembangan psikologisnya, kesempatan anak mencoba banyak hal baru dan belajar dari lingkungan juga tidak maksimal, akibatnya, potensi cerdas dan kreatif anak juga akan terhambat. Continue reading “Tips Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak”

Tips Meningkatkan Potensi Prestasi Kemandirian Anak

Arka

Setiap anak sebenarnya memiliki 5 potensi prestasi yang akan membuat mereka tumbuh menjadi Generasi Maju. Dan kewajiban orang tua adalah menggali dan mengenali potensi-potensi yang dimiliki anaknya. Setelah kenal baru didukung dan diberikan stimulasi yang tepat. Continue reading “Tips Meningkatkan Potensi Prestasi Kemandirian Anak”

Manfaat DHA Untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Taman Safari Prigen

Minggu kemarin akhirnya saya punya kesempatan membawa anak-anak ke Taman Safari Indonesia II di Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Meski saat itu hujan lebat mengguyur kota Pasuruan, hewan-hewan di Taman Safari tetap  ramah menyambut kami, dengan semangat mereka mendatagi mobil kami dan antri mengambil wortel yang kami ulurkan dari sela kaca mobil.

Baca juga Tips Liburan Nyaman Meski Naik Kendaraan Umum Bersama Anak

Sayangnya kami tiba di area baby zoo hujan belum sepenuhnya berhenti. Jadi selama berjalan kaki mengeksplorasi baby zoo kami ditemani gerimis yang lumayan membuat jaket dan baju basah. Tapi dasar anak-anak, mereka tidak mau menunggu sampai gerimis reda dan tetap ngotot memutari area baby zoo sambil basah-basahan.

Taman Safari Prigen

Untungnya selama ini saya selalu berusaha keras menjaga sistem imun mereka, jadi saat harus terpaksa hujan-hujanan begini, saya nggak khawatir mereka terserang pilek dan demam.

Baca juga Manfaat Berkuda Untuk Menstimulasi 5 Potensi Prestasi Anak

Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh adalah sel, jaringan, dan organ yang bekerja sama untuk melindungi tubuh. Saat sistem imun bekerja dengan baik, tubuh bisa melawan bakteri yang menyerang dan terhindar dari penyakit. Jadi tanpa sistem kekebalan tubuh yang sempurna, anak akan  lebih mudah terkena penyakit.

Untuk menjaga sistem imun anak-anak bekerja sempurna, selain memberikan aneka sayur dan buah sebagai sumber vitamin, saya pastikan asupan DHA mereka selalu terpenuhi. Karena ternyata kekurangan DHA bukan hanya akan mempengaruhi perkembangan otak dan daya berpikir anak, tapi juga bisa membuat anak mudah sakit dan akhirnya menghambat kesempatan anak belajar hal baru.

Sumber makanan kaya DHA bisa kita dapatkan dari aneka ikan yang banyak mengandung lemak seperti lele, kembung, tuna, sarden, dan salmon, juga dari telur, tahu, tempe, alpukat, bayam, kacang-kacangan, dan susu pertumbuhan.

Tapiii.. perhatikan juga kebersihan bahan makanan itu dan proses pengolahannya. Misalnya saja bayam, cuci dalam air yang mengalir dan jangan dimasak terlalu lama agar kandungan mikronutrient-nya tetap terjaga.

Baca juga Mengajari Balita Membaca, Yay Or Nay?

Nah, Moms, Gak susah kan mencari makanan kaya DHA? Makanya, mulai sekarang yuk mulai perhatikan asupan makanan buat anak kita, jangan asal kenyang saja tapi perhatikan juga kualitas nutrisinya 😊

Dan, selain memberi asupan makanan yang bervariasi, sebaiknya kita juga rutin memberi anak susu pertumbuhan seperti #SGMEksplor yang mengandung Asam Linoleat Omega 6, Protein, Vitamin B1, B2, B3, B6, D3, A, dan C, juga kalsium, zat besi, dan zinc yang mampu meningkatkan imunitas tubuh.

Bekal Sekolah Arka

Yuk Moms, dukung anak-anak kita menjadi #GenerasiMaju dengan menjaga daya tahan tubuhnya tetap kuatdan tumbuh optimal.

#MombassadorSGMEksplor

Manfaat Bermain Bricks Untuk Anak

Bricks

Bicara soal mainan anak-anak di rumah, saya nggak pernah mengijinkan anak-anak membeli mainan berlampu yang mengeluarkan musik berisik macam nguing nguing ngeng ngong ngeng atau apalah itu, selain bikin berisik, saya merasa mainan seperti itu baru mengasah kreatifitas saat anak  sudah membongkar mesinnya jadi printilan-printilan kecil, LOL.

Karena itu setiap waktu membeli mainan, saya mengarahkan anak-anak untuk memilih puzzle, balok kayu, atau bricks. Bricks adalah permainan balok dan kepingan plastik berukuran kecil yang bisa disusun dan dibongkar pasang menjadi model apa saja, misalnya mobil, kereta api, bangunan, kota, patung, kapal, kapal terbang, serta robot, semuanya bisa dibuat.

Bricks

permainan balok bongkar pasang ini adalah mainan favorit kami di rumah, bukan cuma anak-anak. Saya dan suami juga sering memainkannya di akhir pekan, yang kami mainkan biasanya bricks berbentuk rumah atau toko.

meski 1 paket bricks kadang memilki harga yang lumayan, saya senang anak-anak jatuh hati dengan permainan ini. Karena nilai manfaat yang mereka dapatkan jauh lebih tinggi dibanding harganya.

Manfaat Bermain Bricks Untuk Anak

Bricks

1. Mengasah kecerdasan visual parsial

Kecerdasan visual parsial atau kecerdasan dimensional adalah kemampuan seseorang dalam melihat hubungan antara objek dan ruang, membayangkan suatu bentuk nyata, dan menciptakan imajinasi bentuk dalam pikirannya.

Saat menyusun bricks anak-anak akan mengenal konsep dasar bangun ruang, mengukur panjang, lebar dan tinggi sebuah bangun yang disusun secara vertikal ataupun horisontal. Dengan begitu kecerdasan visual parsialnya akan terasah baik.

2. Menstimulasi Kreativitas, imajinasi, mengembangkan kemampuan anak bermain peran (roleplay) dan bercerita (story telling).

Saat bermain bricks anak sekaligus belajar bermain peran dan menyusun cerita, misalnya saja tentang kebakaran yang terjadi di sebuah pusat perbelanjaan, ada polisi dan petugas pemadam kebakaran yang datang, ketua regu pemadam berusaha mengatur anak buahnya agar bisa memadamkan api dan menyelamatkan korban. Di sini anak-anak akan terbiasa menyusun cerita secara runut.

Baca juga DIY: Human Organ System

3. Melatih logika berpikir runut dan ketelitian

Sebagian bricks dilengkapi buku petunjuk pemasangan yang harus diikuti. Di sini lah anak dilatih memakai logika berpikir yang runut. Ketelitian dan kejelian anak juga diasah saat mencari dan memasang bentuk, ukuran, warna dan urut-urutan pemasangan sesuai buku petunjuk.

Jika anak sudah mahir melihat buku petunjuk, dia nggak akan kesusahan membaca apapun dengan teliti, termasuk membaca maps. Teman-teman ada yang masih kesulitan membaca maps? Cobain deh main bricks dulu :p

Bricks

4. Meningkatkan kemampuan analisa masalah dan problem solving.

Ada kalanya bentuk atau bangunan yang dibuat anak belum simetris, belum stabil, dan kurang kokoh, di sini anak punya kesempatan belajar menganalisa kekurangan karyanya itu, mungkin ada parts yang belum terpasang atau salah meletakkan. Setelah anak berhasil menemukan penyebabnya, dia juga sudah belajar problem solving.

5. Melatih kesabaran dan kegigihan anak.

Nggak usah anak-anak, bagi sebagian orang dewasa bermain lego kadang bisa bikin frustasi. Hayoo ngaku siapa yang nggak sabaran menghadapi parts yang kecil-kecil ini?

Mulai dari memilih bentuk dan warna yang sesuai, menyusunnya dengan kuat kadang bisa bikin mata siwer. Belum lagi kalau bentuk yang dihasilkan nggak sesuai ekspektasi, tentu anak akan kecewa dan sedih. Kalau yang tua, biasanya udah langsung dikardusin lagi nih, wkwkwk.

Tapi justru saat ini lah anak belajar mengelola emosinya, menerima kekecewaan dan berusaha membuat bentuk baru lagi. Anak akan belajar sikap pantang menyerah, gigih dan selalu berusaha tanpa takut gagal. Dan saat akhirnya dia berhasil membuat bentuk sesuai keinginannya, rasa percaya diri akan kemampuannya akan meningkat pesat.

Bricks

6. Melatih motorik halus serta koordinasi mata dan tangan

Memasang bricks agar dapat menyatu dengan kuat membutuhkan kemampuan motorik halus serta koordinasi mata dan tangan yang baik. Anak yang terbiasa merangkai bricks akan punya jari tangan dengan otot-otot kecil yang lebih kuat dan memudahkan anak saat harus melakukan keterampilan lainnya seperti menulis, menggunting, menggambar, dan lainnya.

Baca juga 5 Cara Membuat Anak Betah Mewarnai dan Menggambar

Yuk Bunda, Dukung anak kita menjadi #GenerasiMaju dengan selalu mendampingi mereka mengembangkan imajinasi dan kreatifitas dengan berbagai aktivitas seru.

#SGMEksplor #mombassadorsgmeksplor

 

DIY: Human Organ System

Human Organ Felt

Setelah proyek membuat Busy Book selesai, saya semakin jatuh cinta dengan flanel, selain pilihan warna yang lengkap, kainnya enak sekali dibentuk jadi apapun, bebas kusut dan sobekan, gampang dicuci pula kalau kotor, intinya awet banget lah 😀

Dan sekarang di kepala saya sudah numpuk ide membuat aneka alat peraga dan permainan dari flanel. Sebelum ini saya juga sempat membuat puzzle peta dunia, sayangnya sampai saya bosan menjahit pun tetap saja belum semua negara bisa saya selesaikan  >_< Continue reading “DIY: Human Organ System”

Tips Liburan Nyaman Meski Naik Kendaraan Umum Bersama Anak

Pasar Ndelik Kampung Flory Sleman

Hari minggu kemarin saya dan anak-anak berhasil pergi bertiga saja menjelajah kota semarang, seru sekali! Kami sempat berkeliling kota sebentar sebelum akhirnya memutuskan menghabiskan hari di Grand Maerakaca taman Mini Jawa Tengah.

Sebenarnya ini kali kedua kami mbolang bertiga saja setelah sebelumnya kami pernah ke Solo dengan kereta Prameks. Alhamdulillah anak-anak selalu kooperatif dan menikmati perjalanan meski harus berpindah-pindah kendaraan umum sambil membawa tas masing-masing berisi baju ganti dan perbekalan.

Continue reading “Tips Liburan Nyaman Meski Naik Kendaraan Umum Bersama Anak”

Jaga Sistem Kekebalan Tubuh Anak Dengan 6 Langkah Ini

Susahnya menghadapi cuaca akhir-akhir ini, pas lagi asik-asik naik motor di tengah perjalanan diguyur hujan gueedee banget sampai basah kuyup. Eh, begitu sudah dekat dengan rumah malah panas luar biasa, bikin malu aja.. jangan-jangan tetangga yang lihat mikir kalau saya baru kecemplung dimana gitu..hehee…

Selain hujan dan panas yang bikin galau, anak-anak jadi mudah terserang batuk dan pilek yang kemudian merambat kemana-mana, biasanya diikuti demam juga, dan biasanya si virus pingpong aja di lingkungan rumah, habis si kakak sembuh pileknya, gantian adek batuk, dua anak sembuh giliran emak bapaknya yang ambruk, gitu aja terus sampai negara api kehujanan. Continue reading “Jaga Sistem Kekebalan Tubuh Anak Dengan 6 Langkah Ini”

Mengajari Balita Membaca, Yay Or Nay?

Mengajari anak membaca

Kemarin, saya nggak sengaja bertemu seorang teman di toko buku. Saya lihat dia membawa tumpukan buku-buku belajar PAUD, jumlahnya lumayan banyak. Iseng saya tanya “Bukunya buat si adek ya? Nggak terasa yaa anak-anak ini cepat banget gedenya, tau-tau udah sekolah aja.” Ini sebenarnya curhat pribadi saya sih :p

Sambil mengiyakan, teman saya langsung cerita panjang lebar soal perjuangan memilih sekolah untuk anaknya. Dia bermaksud menyekolahkan anaknya di SD Swasta karena belum cukup umur untuk bisa masuk ke SD Negeri. Hehee nasib anak-anak yang lahir di bulan berakhiran -ber memang selalu serba nanggung dan susah kebagian jatah kursi SD Negeri. Persis anak-anak saya. Continue reading “Mengajari Balita Membaca, Yay Or Nay?”

Manfaat Berkuda Untuk Menstimulasi 5 Potensi Prestasi Anak

Manfaat berkuda

“Untuk mendorong anak memiliki memiliki 5 potensi prestasi anak, orang tua harus menggali lima aspek tumbuh kembang yang saling berkaitan agar anak dapat tumbuh optimal. Kelima aspek tersebut adalah aspek fisik, kognitif, emosi, bahasa, dan sosial. Orang tua dan lingkungan sekitar anak diharapkan dapat secara bertahap dan terus menerus menstimulasi lima aspek tumbuh kembang ini sejak dini.” Continue reading “Manfaat Berkuda Untuk Menstimulasi 5 Potensi Prestasi Anak”