Menikmati Kemewahan Alam Jogja dari Omkara Resort

Semua tahu kalau tempat wisata di Jogja itu super lengkap, saking lengkapnya sampai tiap long weekend semua wisatawan lokal tumplek blek di Jogja. Ada yang ramai-ramai menjelajah jajaran pantai di Gunung Kidul dan Kulon Progo, ada yang nggak bosan menyusuri museum demi muesum di tengah kota Jogja, belum lagi yang mau merasakan sejuk alam pegunungan di Merapi dan Merbabu.

Tapi ada juga yang hanya ingin leyeh-leyeh melepaskan diri dari himpitan beban ibu kota (ceilee..) Untuk kalian, Jogja punya banyak sekali pilihan tempat bersantai, bisa diatur sesuai budget dan tingkat stres kamu πŸ˜€

Misalnya saja tempat menginap yang satu ini, namanya Omkara Resort atau Omkara Mountain Retreat. Sesuai namanya Omkara, yang melambangkan serenity atau kedamaian, mereka menjanjikan ketenangan dan privasi bagi tamu yang datang. Terletak di kaki Gunung Merapi otomatis membuat resort ini dikelilingi pemandangan alam hijau khas daerah pegunungan, udara sejuk, dan suasana tenang yang jauh dari keramaian kota.

Continue reading “Menikmati Kemewahan Alam Jogja dari Omkara Resort”

Wisata Sehat di Jantung Kota Yogyakarta

Yogya sudah mulai dipenuhi wisatawan nih, semua tempat wisata penuh sesak dan lalu lintas ke tujuan pun biasanya macet.

Yang membuat saya terharu sekaligus pingin ngakak adalah beberapa orang yang saya kenal cuma punya waktu pendek untuk berlibur tapi mereka tetap ingin mengunjungi Yogya, katanya “paling nggak tetap berasa liburan deh walau cuma anteng di hotel.”

Sini saya puk puk dulu.

Continue reading “Wisata Sehat di Jantung Kota Yogyakarta”

Rayka and The Sugar Factory: Belajar Membuat Gula di Madukismo

Masih ingat dengan film Charlie and The Chocolate Factory? Film itu mengisahkan petualangan si kecil Charlie memasuki pabrik coklat milik Willy Wonka. Nah walaupun nggak sefantastis kisahnya Charlie, tanggal 14 Agustus kemarin kami juga sempat merasakan petualangan memasuki pabrik gula, hihiii maksa dimirip-miripin yaaa πŸ˜€

 

Jadi, pertengahan Agustus kemarin saya mendapat rezeki bergabung di sebuah komunitas parenting kece bernama Omah Parenting, sebetulnya sudah lama pingin bisa bergabung dengan OP ini, hanya saja karena persyaratannya harus terlebih dulu mengikuti salah satu acara yang diadakan OP, maka keinginan tersebut terpaksa saya tunda berkali-kali. Sampai tanggal 14 Agustus, OP mengadakan Merdeka Trip ke Pabrik Gula Madukismo. Alhamdulillah berjodoh dan kami dapat 3 seats sebagai peserta.

Pabrik Gula Madukismo yang terletak di Kalurahan Tirtonimolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada awalnya bernama Pabrik Gula Padokan. Pada zaman pejajahan Belanda pabrik ini hancur akibat perang dan menyebabkan banyak karyawan pabrik yang kehilangan pekerjaan, setelah Sri Sultan Hamengku Buwono IX naik tahta Pabrik Gula Padokan didirikan kembali dengan nama Pabrik Gula Madukismo pada tanggal 14 Juni 1955, tujuannya untuk menolong rakyat di sekitar pabrik yang bisa terlibat penanaman, pemeliharaan, dan panen tebu sebagai bahan baku utama gula, kemudian pabrik sendiri akan banyak membutuhkan tenaga kerja apalagi saat musim giling.

 

Selanjutnya Pabrik Gula Madukismo menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang diberi nama PT. Madu Baru dan dibagi menjadi dua pabrik yaitu Pabrik Gula (PG Madukismo) dan Pabrik Alkohol/Spiritus (PS Madukismo). Sebagai satu-satunya pabrik Gula dan Alkohol/Spirtus di Propinsi DIY pabrik ini bertugas mensukseskan program pengadaan pangan Nasional, dalam hal ini gula pasir.
Kemarin sebelum berkeliling di dalam pabrik kami sempat mendapat penjelasan singkat mengenai proses pembuatan gula sampai distribusinya, ternyata selain punya brand sendiri dengan nama MK, Madukismo juga memasok gula ke supermarket lain di wilayah Jogja, gula pasir yang dijual di karfur itu juga berasal dari Madukismo lho, cuma kemasannya saja yang berbeda.

 
Setelah mendapat gambaran tentang proses pembuatan gula kami dipersilahkan menaiki kereta diesel pengangkut tebu yang ditarik lokomotif tua, eh walaupun pernah bertugas sebagai pengangkut tebu di masa mudanya, kereta tua ini sekarang malah makin kece kok, bersih berwarna hijau cerah mirip kereta kelinci πŸ™‚

Naik Kereta Tebu..
Naik Kereta Tebu..

Memasuki area pabrik dengan melewati rel-rel tua dan perkebunan yang ada di dekat pabrik seperti kembali ke masa awal kemerdekaan, bangunan-bangunan besar berusia tua dan mesin-mesin kuno akan menyapa kita di sepanjang perjalanan hingga ke pintu pabrik, dari situ kita akan berjalan kaki memasuki pabrik melihat proses produksi gula secara langsung. Proses ini dimulai dengan pemerahan nira untuk mendapatkan sari gula yang lalu dimurnikan dengan cara sulfitasi, penguapan nira, kristalisasi, puteran gula dan pengemasan gula. Dibagian akhir ini anak-anak diberi kesempatan memakan gula pasir langsung dari mesin penampung πŸ˜€

Di dalam pabrik
Di dalam pabrik

Di sebelah barat pabrik gula adaΒ Pabrik Spiritus Madukismo, pengunjung bisa menyaksikan proses produksi spiritus mulai dari tahap pengenceran bahan baku, fermentasi dan penyulingan yang diolah dari tetes tebu, hasil samping produksi gula.

 

Keluar dari pabrik kita akan disambut oleh sebuah halaman luas berumput hijau di kelilingi bangunan pabrik. Di sini lah puncak acara Merdeka Trip Omah Parenting berlangsung, ada berbagai lomba dan games seru untuk anak dan orang tuanya. Tapi karena berstatus new comer dan belum kenal siapapun akhirnya kakak cuma duduk di pinggir lapangan menikmati keriuhan, emaknya pun cuma sibuk fota foto gedung hahaa, beruntung ada sahabat saya dari KEB yang juga ikut acara ini, mak Ari alias Arifah Wulansari aka Mama Tayo, pendekarnya blogger Jogja di setiap kancah lomba blog nasional, dan lagi-lagi saya berasa remahan rengginang di sebelah cookies premium πŸ˜€Β Sayang kemarin kami sibuk dengan rombongan sirkus masing-masing dan belum sempat ngobrol banyak, padahal mumpung privat kopdar gitu harusnya saya bisa kepoin semua ilmunya yaa πŸ˜€

PhotoGrid_1472254840942
Bersama Mak Ari,Tayo dan Tifa menuju kawasan pabrik. Photo credit: Arifah Wulansari
Keseruan bersama Omah Parenting di halaman Pabrik Madukismo
Keseruan bersama Omah Parenting di halaman Pabrik Madukismo

Makan siang bersama menjadi penanda berakhirnya acara. Ada yang meleset dari perkiraan kami, ternyata pulang kembali ke parkiran di suruh jalan kaki, kirain naik kereta lagi, eh nggak tahunya jarak antara lapangan dengan gedung tempat parkir cuma sekejap mata hahahaaa.. emak apeess, sambil jalan sambil diomel-omelin bocah yang masih berharap bisa naik kereta gula lagi, maaf ya kak, dek.. πŸ˜€

 

Terima kasih Omah Parenting :)
Terima kasih Omah Parenting πŸ™‚

5 Museum Ramah Anak di Yogyakarta

Liburan kenaikan kelas kali ini sepertinya bakal bareng dengan libur lebaran juga yaa.. Ada yang sudah punya rencana mengajak keluarga berlibur ke Yogya? Mau kemana saja nanti di Yogya? Menyusuri pantai-pantai di sekitar Gunung kidul? Atau malah sudah punya target wisata candi?

Jarak tempuh di Yogya yang relatif pendek memang memungkinkan kita menjelajah banyak tempat wisata dalam satu hari, lagipula hampir di semua pelosok Yogya tersedia hotel dan penginapan nyaman dengan harga yang sangat bisa menyesuaikan kondisi dompet, coba saja lihat di sini πŸ™‚

Tapi buat yang nggak punya banyak waktu, kesulitan transportasi atau bawa anak usia balita sampai SD mungkin agak repot kalau mau piknik terlalu jauh dari pusat kota dan akhirnya pilihan wisata jatuhnya ya diseputaran kota lagi hehee..

Tahu nggak sih kalau tempat seru di kota Yogya nggak cuma Malioboro dan Taman Sari? Coba sesekali ajak anak-anak mengunjungi museum. Jangan khawatir mereka akan bosan, justru beberapa museum yang adanya cuma di Yogya ini akan membuat anak-anak ketagihan, misalnya saja beberapa museum yang sudah pernah kami datangi ini, walau ada yang nggak ditujukan khusus untuk anak-anak tapi koleksi di dalamnya bisa membuat Arka dan Raya betah berjam-jam di sini.

Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

image
Museum TNI AU Dirgantara Mandala

Museum ini ditujukan untuk mengabadikan semua kegiatan dan sejarah TNI AU sejak masa penjajahan hingga masa pemerintahan saat ini.
Walaupun kedengarannya berat karena mengusung nama TNI AU tapi museum ini terbuka untuk umum dan koleksi di dalamnya sangat disukai anak (terutama) laki-laki, hampir semua jenis pesawat tempur yang pernah dimilki Indonesia parkir di sini, beberapa jenis pesawat malah masih boleh dinaiki. Koleksi Alutsista lainnya seperti rudal, dan berbagai jenis senjata juga menarik untuk dilihat.

Baca: Belajar Sejarah Penerbangan Indonesia di Museum Dirgantara Mandala

Karena letaknya yang sangat dekat dengan Lanud Bandara Adi Sucipto, saat duduk di pelatarannya yang rindang kita bisa mendengar gemuruh mesin dan melihat pesawat yang akan mendarat tepat di atas kita.

Museum Dirgantara Mandala ini berlokasi di kompleks Landasan Udara Adisucipto, Jl. Raya Solo. Buka pada pukul 8.30 hingga 15.00. Harga tiketnya Rp. 3.000 saja per orang, murah yaa..

Museum Gunung Api Merapi

image
Museum Gunung Api Merapi

Museum yang terletak di lereng selatan Gunung Merapi ini berdiri megah di atas lahan seluas 3,5 hektar, ditujukan sebagai wahana edukasi vulkanologi dan pengembangan ilmu kebencanaan gunung berapi dan gempa bumi (duuh berat banget ini bahasanya πŸ˜€ )
Saat memasuki lobby museum kita akan disuguhi sebuah maket Gunung Merapi raksasa lengkap dengan berbagai tombol dan lampu penunjuk nama-nama daerah di sekeliling Merapi, misalnya kita ingin tahu di mana Kali Kuning, kita tinggal tekan tombolnya saja dan tunggu lampu maket yang menunjukkan Kali Kuning akan menyala.

Selain maket besar di tengah lobby, museum ini juga memiliki koleksi foto lengkap berbagai letusan gunung Api dari seluruh dunia, ruang mini teater, diorama letusan Merapi dari tahun ke tahun, ruang simulasi gempa, ruang artefak letusan Gunung Merapi yang menyimpan bangkai motor dan peralatan rumah tangga yang tertimbun abu vulkanik.

Museum Gunung Api Merapi berlokasi di Jl. Kaliurang Km. 22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Buka pada hari Selasa – Minggu, mulai jam 08.00 – 15.30. Harga tiket masuk Rp. 3.000 / orang dan Rp. 5.000 untuk pertunjukan teaternya.

Museum Sains dan Teknologi Taman Pintar

image
Museum Sains Taman Pintar

Nah, kalau yang ini memang ditujukan untuk anak-anak mulai usia TK. Terbagi menjadi tiga bangunan yaitu Gedung Memorabilia, Gedung Oval, dan Gedung Kotak, museum ini menjadi wahana kreasi sains yang konon terbaik se Asia Tenggara. Berbagai memorabilia sejarah peradaban manusia dan budaya, bermacam alat peraga sains dengan bentuk menakjubkan, dan aneka ruang simulasi sains mengisi gedung dengan bentuk yang sangat menarik mata ini.

Baca cerita lengkapnya saat kami Bertemu Einstein di Museum Sains Taman Pintar

Museum Sains Taman Pintar terletak tepat di tengah kota Yogya, dekat sekali dari Malioboro. beralamat di Jl. Panembahan Senopati No. 1-3, Yogyakarta. Buka pada hari Selasa – Minggu mulai pukul 09.00 – 16.00

Museum Anak Kolong Tangga

image
Museum Anak Kolong Tangga

Dari Museum Sanis Taman Pintar, kita bisa lanjut melipir ke gedung Taman Budaya Yogyakarta.
Museum Kolong Tangga ini memang berada di dalam bangunan TBY di Jl. Sriwedari No. 1 Yogyakarta.
Didirikan oleh seorang seniman Belgia, Rudi Corens, yang sangat peduli dengan kelestarian permainan anak-anak Indonesia tempo dulu. Beliau mengumpulkan semua alat permainan anak-anak Indonesia sejak awal 80an di bantu oleh teman-temannya, dan dijadikan koleksi Museum Anak Kolong Tangga ini.

Walaupun ditujukan untuk anak-anak, tapi justru kita-kita orang tuanya yang bakal semangat saat masuk ke sini karena semua permainan masa kecil kita ada di sini, jadi serasa flashback πŸ™‚

Museum Anak Kolong Tangga beroperasi pada hari Selasa – Minggu pukul 09.00 – 16.00.

De Mata Trick Eye Museum

image
Sumber foto: dematamuseum.com

Berlokasi di kompleks XT Square, Jl. Veteran 150-151, termasuk yang mudah dijangkau wisatawan, kalau nggak bawa kendaraan pribadi bisa numpang (tapi tetap mbayar) bus Transjogja, ada haltenya di dekat kompleks XT Square.

Museum ini termasuk salah satu museum lukisan trick eye 3D terbesar di dunia, koleksinya mencapai 120 buah. Siap-siap bengong karena mata kita akan dimanjakan oleh lukisan-lukisan dengan teknik 3D tingkat tinggi.
Saran saya kalau mau masuk kesini, perut boleh kosong tapi baterai kamera dan smartphone harus penuh, bisa linu hati kalau sudah sampai di dalam tapi nggak bisa foto-foto πŸ˜€

Tuh kan, kota Yogya memang nggak pernah kehabisan lokasi wisata seru, jangankan seminggu di sini, saya yang sudah 10 tahun tinggal di Yogya saja belum bisa menjelajah semuanya πŸ˜€

Selamat berlibur yaa, jangan lupa buang sampah di tempat sampah πŸ™‚

Bertualang Ala Koboi Lalu Jadi Peri dan Tinggal di Rumah Hobbit, di Lembang Semua Bisa Terjadi

“Lebaran sebentar lagi..
Berpuasa dengan gembira..”

Awal puasa saja masih dua minggu lagi, eh saya malah sudah membayangkan libur lebaran kami tahun ini, hahaaa.. Maklum ya, sudah enam tahunan ini saya jarang sekali piknik, tepatnya sejak punya anak pertama, karena saya bukan tipe yang betah tamasya dengan menenteng banyak peralatan lenong khas ibu-ibu berbalita.

Tapi semenjak merasakan serunya pergi ke Semarang kemarin, kami (saya dan anak-anak aja sih kayanya, bapaknya engga, hahaah) jadi ketagihan tamasya keluar kota. Apalagi kakak sekarang sudah bisa diminta bantuan menjaga adek, dan adek pun sudah nggak pernah minta gendong, ibunya bahagia lah pokoknya πŸ˜€

Kembali ke rencana libur lebaran, sejak dulu saya punya mimpi mengajak anak-anak mengunjungi Bandung, selain rindu dengan jajanan kaki limanya yang enak semua, saya tergiur dengan tempat wisata baru di Bandung dan sekitarnya yang lagi happening berseliweran di Instagram.

Tujuan pertama saya adalah Lembang, suatu wilayah kecamatan di kabupaten Bandung yang terkenal karena kesejukan dan keasrian alamnya.

Kalau dulu ke Lembang hanya karena ingin memetik buah strawberry langsung dari kebunnya, sekarang Lembang juga menawarkan obyek-obyek wisata dengan sentuhan bangunan unik seperti Farmhouse ataupun De’ranch, konon kedua tempat ini sangat instragamable, cocok untuk banci wefie seperti kami πŸ˜€
Dan walaupun letaknya agak di pinggir Bandung, nggak perlu khawatir dengan keterbatasan waktu kalau mau puas main, kan sudah banyak hotel yang pemesanannya mudah sekali diakses melalui Traveloka.com

Continue reading “Bertualang Ala Koboi Lalu Jadi Peri dan Tinggal di Rumah Hobbit, di Lembang Semua Bisa Terjadi”

Pesona Tiga Budaya di Masjid Agung Jawa Tengah

image

Masih cerita tentang Semarang, kali ini di Masjid Agung Jawa Tengah atau kerennya Great Mosque of Central Java. Sebuah masjid yang bukan cuma memiliki arsitektur unik perpaduan eropa, timur tengah, dan nusantara, tapi juga sarat filosofi keislaman pada tiap bangunannya. Karena itu selain sebagai tempat ibadah dan kajian Islam, Masjid ini juga menjadi ikon pariwisata kota Semarang.

Sebelum Mengunjungi Sang Dewi di Vihara Buddhagaya Watugong kami lebih dulu mampir ke sini untuk Ishama (dan foto-foto). Alhamdulillah lokasinya nggak terlalu jauh dari makam bapak. Untuk bisa sampai di sini cukup gampang karena jaraknya yang cuma 15 menit dari alun-alun kota (kalau ndak macet yaa..), atau misalnya lewat Tol Bawen seperti kami kemarin bisa keluar di pintu Tol Gayamsari, lalu cari Jl. Gajah Raya, paling gampang sih hidupkan google maps hihiii..

Tidak ada retribusi apa-apa untuk bisa masuk ke area Masjid, lahan parkirnya pun luas dan teduh, cocok banget buat gelar tikar lalu buka rantang disitu πŸ˜€

Memasuki halaman masjid, kami disambut oleh 9 air mancur yang dibuat sebagai representasi 9 Walisongo, tokoh-tokoh penyebar agama Islam di tanah Jawa, lalu semakin ke barat terdapat 5 air mancur lagi yang merujuk pada 5 rukun Islam. Makna keempat belas air mancur ini adalah ajaran Walisongo saat menyebarkan Islam yang selalu berpegang teguh pada Rukun Islam.

Belum sempat berfoto di depan air mancur, anak-anak sudah kabur melesat menuju pelataran atas, sepertinya mereka penasaran dengan kemegahan Al Qanatir, sebuah gerbang besar melingkar berhias kaligrafi Arab dengan pilar-pilar mirip Kolosseum Roma di Italia. Katanya gerbang ini tersusun dari 25 tiang penyangga yang mengingatkan pada 25 Nabi utusan Allah.

image
Al Qanatir

image

image

image

Continue reading “Pesona Tiga Budaya di Masjid Agung Jawa Tengah”

Mengunjungi Sang Dewi di Vihara Buddhagaya Watugong

Kalau mendengar kata Semarang, apa sih yang pertama terbayang? Kalau aku sih, daya khayal ini akan otomatis memutar slide yang menampilkan Lumpia Gang Lombok, Tahu Bakso Bu Pudji, Bandeng Juwana, Es Krim Toko Oen, Tahu Gimbal, atau Lekker Sosis Mozzarella Paimo, hihihii ternyata Semarang banyak menyimpan kuliner menggiurkan yaa.. Sayangnya saat kami punya kesempatan mengunjungi Semarang hari rabu kemarin, kami nggak bisa menikmati satupun kuliner legend itu.. πŸ™ ya biasa deh, sedikit drama sebelum keberangkatan yang menyebabkan molornya waktu berangkat, padahal misi utama ke Semarang bukan untuk piknik tapi nyekar ke makam bapak dan mengantar undangan nikah ke beberapa saudara, akhirnya agenda piknik cuma jadi pelengkap yang semoga aja waktunya cukup .

Baiklah, mari kita selesaikan misi secepatnya supaya bisa berangkat piknik biar nggak panik!

image
Piknik dulu biar nggak panik πŸ™‚

Untungnya walau nggak sempat berburu makanan enak, kami (aku sih sebenarnya) masih bisa memaksakan mampir mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah dan lanjut ke Vihara Buddhagaya Watugong, sayang banget kan kalau sudah sampai sana tapi nggak melihat tempat keren yang menjadi ciri khas Semarang. Tentang Masjid Agung ini, akan aku ceritakan di postingan berikutnya ya, karena fotonya belum sempat di edit hehee..

Destinasi kedua kami (dan juga yang terakhir, hiks) adalah Vihara Buddhagaya Watugong di Jl. Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Banyumanik. Untuk bisa sampai ke Vihara Buddhagaya dari pusat Kota Semarang butuh waktu 45 menit dengan mobil ke arah Ungaran, atau kalau lewat Tol Bawen, keluar saja di pintu Tol Banyumanik lalu menuju arah Ungaran. Letaknya yang berada di pinggir jalan besar di depan Markas Kodam IV Diponegoro Watugong membuat Vihara ini sangat mudah diakses.

image

Kompleks Vihara Buddhagaya Watugong yang dibangun pada tahun 1955 memiliki 2 bangunan utama, yaitu Vihara Dhammasala dan Pagoda Avalokitesvara. Nah, si Pagoda ini lah yang sangat terkenal dan menjadi ikon kompleks Vihara.

image
Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong

Biasa disebut juga dengan Pagoda Metta Karuna atau Pagoda Cinta dan Kasih Sayang, bangunan ini didirikan untuk menghormati Dewi Kwan Sie Im Po Sat (Dewi Kwan Im) yang oleh umat Buddha diyakini sebagai Dewi Kasih Sayang.

Continue reading “Mengunjungi Sang Dewi di Vihara Buddhagaya Watugong”

Tiga Tips Liburan Kece Bebas Kere Ala Tamasyaku

Konon, ibu-ibu (terutama ibu rumah tangga) adalah kaum yang paling butuh piknik dibanding mahluk manapun di belahan bumi ini, hayoo tunjuk tangan siapa yang kemarin ikut menyebarkan postingan bernada seperti itu di linimasa Facebooknya? Hihihii..
Bisa dimengerti sih, rutinitas harian ibu rumah tangga yang rutenya seputar dapur lagi dapur lagi pasti akan cepat menimbulkan kejenuhan, masih ditambah tumpukan baju yang harus disetrika seakan bisa tumbuh sendiri dari dalam keranjang, rasanya pingin deh piknik semingu tujuh kali πŸ˜€

Akhirnya merengek-rengek ke suamiΒ  minta liburan, tapi dasarnya ibu-ibu, saat proposal liburan sudah dikabulkan suami eh gantian panik memikirkan hotel apa yang murah yaa? Maskapai apa yang lagi promo ya? Kalau pakai kereta anak-anak bakal betah nggak ya? Nanti bawa koper berapa enaknya? Eh iya, diapersnya si adek bawa dari rumah atau beli di tempat? Dan akhirnya sampai pada satu keputusan, gak jadi saja deh, sayang duitnya mending buat nambahin beli oven baru.. (curcol kalo ini sih)

Padahal sebenarnya kalau kita punya perencanaan yang baik, persiapan liburan bisa sangat menyenangkan kok, coba deh intip keseruan hari-hari liburan teman saya sesama blogger, Mbak Primastuti Satrianto atau yang biasa kami sapa mesra dengan panggilan Manda.

image

Continue reading “Tiga Tips Liburan Kece Bebas Kere Ala Tamasyaku”

“Dolan Desa” Outbond Pertama Penuh Haru Biru

Pagi ini, pertama kalinya melepas kakak outbond yang (menurut aku) jauh banget, padahal ya cuma ke desa wisata  Dolan Desa di Boro, Kulon Progo, masih dalam wilayah kekuasaannya Kanjeng Sultan πŸ˜€

Sempat baper dan sedikit (dikit kok) mbrambangi waktu melihat busnya berangkat, apalagi yang dipakai adalah bus wisata besar, beda lho efeknya, serasa mau melepas dia pergi jauh ke kota lain hahaah.. Kepikiran gimana kalau mual di bus?  Apa kakak bisa buka obat anti mualnya waktu mau pulang nanti? Gimana kalau lauk makan siangnya nggak cocok? Terus caranya kakak bebersih setelah nyemplung ke lumpur?  Sempat panik waktu sadar mata ini mulai basah, malu ah masa ditinggal anak outbond setengah hari aja nangis? Gimana besok ditinggal kawin? Tapi saat aku nengok kebelakang, beberapa ibu juga sedang sibuk mengelap sudut matanya, Duuh emaak.. πŸ˜€ πŸ˜€

Akhirnya sejak bus mulai meninggalkan sekolah jam 8 pagi sampai jam 13.30 (estimasi waktu kedatangan yang diberikan sekolah) aku kehilangan fokus mengerjakan apapun, sebentar cek grup whatsapp ortu murid, sebentar cek notif BBM, kali aja ada chat dari gurunya. Untungnya pagi itu juga harus ngawal latbar (latihan bareng) Chiffon Cake NCC di Godean, jadi kegalauan agak tertahan sama kesibukan ngurusi ini itu selama latbar, coba kalau cuma glundang glundung di rumah, bisa malah diare karena mules-mules terus.

Tapi kenyataannya, Jam tiga sore waktu aku jemput, kakak turun dari bus dengan wajah sumringah, kelihatan capek but surely uber excited.. Celoteh pertama begitu kepalanya muncul dari pintu belakang bus “Aku nggak mual lho tadi, sudah habisin makannya juga..” Oalaah leee..

Dan selepas maghrib ada Whatsapp masuk dari ibu guru, isinya foto kegiatan anak-anak selama di sana, kelihatan sekali kalau kakak benar-benar menikmati aksi turun sawah hari ini. Dia yang biasanya jerit-jerit penuh drama kalau di tinggal Ayahnya berenang agak jauh di kolam, tadi berani naik pelampung ban dan meluncur sendirian di tengah sungai, dia yang selalu jijikan tadi tertawa lebar waktu masuk kolam lumpur dan memandikan kerbau.

image

Ah, ternyata kakak sudah makin besar.. Rasanya belum lama disapih kok sekarang sudah bisa mengurus diri sendiri tanpa bunda? Sudah nggak rewel  lagi memilih lauk makan siang ya? dan, sejak kapan kakak nggak mabuk di perjalanan jauh? Bunda senang sekaligus nggak terima (baper lagi ceritanya), jangan terlalu cepat  besar ya kak.. jangan keburu minta ijin naik gunung juga.. bukan nggak boleh, boleh kok.. cuma jangan terlalu cepat saja.. πŸ™‚

Borobudur, Magnet Wisata Sepanjang Zaman

image

Sudah lama kakak pingin lihat borobudur betulan, gak puas cuma lihat dari nonmeclatur card saja, tapi karena bapak ibuknya lemes duluan tiap membayangkan panas dan pegelnya utk bisa sampai di atas, rencana ke sana ya selalu cuma jadi rencana πŸ˜€
Hihiii iya, meskipun kami tinggal di Jogja tapi kami belum pernah ajak anak-anak ke Candi Borobudur, alasannya ya itu tadi, males kepanasan dan naik-naik tangganya -_-

Hari kamis kemarin dibela-belain berangkat
looh kan lagi longweekend?
Iyaa emaang, dodol yaa kita..
πŸ˜€ πŸ˜€
Dan benar aja, sampai sana berasa jadi cendol saking penuhnya.. bukan cuma berisi bule-bule yang beneran mengagumi keindahan bangunan peninggalan Dinasti Syailendra di abad ke-9 ini, tapi juga padat sama abege-abege alay norak yang walaupun sudah bolak balik diperingati untuk tidak memanjat stupa, tetap saja manjat dan nangkring di situ -_-

Padahal sekarang harga tiketnya 30 ribu per orang, wooow.. bandingin sama waktu terakhir aku kesana tahun 2009, cuma 9 ribu perak! inflasi ooh inflasiii..

Dan satu lagi, pihak pengelola sebetulnya sudah keren dalam menjaga kebersihan dan keteraturan lingkungan candi, malah di pintu masuk ada penyitaan makanan, rantang dan printilan piknik lainnya, mungkin maksudnya untuk meminimalisir sampah yaa.. tapi tetap saja di sela-sela stupa banyak kelihatan botol-botol kosong bekas air mineral yang sengaja ditinggal disitu, pake usaha diumpetin pula! Apa susahnya sih dimasukin tas lagi dan dibuang dibawah?

Kami gak terlalu lama sih di situ, panasnya juara bangeeeet.. setelah sampai diatas langsung buru-buru turun dan balik ke parkiran, idupin AC lalu ngadeeem.. hahaa cemen yaa..

Nah, gara-gara cuma sebentar itu akhirnya di depan pintu keluar sempat ada drama tangisan india karena yang punya kepinginan belum puas dan gak mau pulang πŸ˜€
Kayanya setelah menyelesaikan target jelajah museum, perlu bikin rencana wisata candi yaa kak.. πŸ™‚

image

image

image

image