Manfaat Bermain Bricks Untuk Anak

Bricks

Bicara soal mainan anak-anak di rumah, saya nggak pernah mengijinkan anak-anak membeli mainan berlampu yang mengeluarkan musik berisik macam nguing nguing ngeng ngong ngeng atau apalah itu, selain bikin berisik, saya merasa mainan seperti itu baru mengasah kreatifitas saat anak  sudah membongkar mesinnya jadi printilan-printilan kecil, LOL. Continue reading “Manfaat Bermain Bricks Untuk Anak”

DIY: Human Organ System

Human Organ Felt

Setelah proyek membuat Busy Book selesai, saya semakin jatuh cinta dengan flanel, selain pilihan warna yang lengkap, kainnya enak sekali dibentuk jadi apapun, bebas kusut dan sobekan, gampang dicuci pula kalau kotor, intinya awet banget lah 😀

Dan sekarang di kepala saya sudah numpuk ide membuat aneka alat peraga dan permainan dari flanel. Sebelum ini saya juga sempat membuat puzzle peta dunia, sayangnya sampai saya bosan menjahit pun tetap saja belum semua negara bisa saya selesaikan  >_< Continue reading “DIY: Human Organ System”

Tips Liburan Nyaman Meski Naik Kendaraan Umum Bersama Anak

Pasar Ndelik Kampung Flory Sleman

Hari minggu kemarin saya dan anak-anak berhasil pergi bertiga saja menjelajah kota semarang, seru sekali! Kami sempat berkeliling kota sebentar sebelum akhirnya memutuskan menghabiskan hari di Grand Maerakaca taman Mini Jawa Tengah.

Sebenarnya ini kali kedua kami mbolang bertiga saja setelah sebelumnya kami pernah ke Solo dengan kereta Prameks. Alhamdulillah anak-anak selalu kooperatif dan menikmati perjalanan meski harus berpindah-pindah kendaraan umum sambil membawa tas masing-masing berisi baju ganti dan perbekalan.

Continue reading “Tips Liburan Nyaman Meski Naik Kendaraan Umum Bersama Anak”

Jaga Sistem Kekebalan Tubuh Anak Dengan 6 Langkah Ini

Susahnya menghadapi cuaca akhir-akhir ini, pas lagi asik-asik naik motor di tengah perjalanan diguyur hujan gueedee banget sampai basah kuyup. Eh, begitu sudah dekat dengan rumah malah panas luar biasa, bikin malu aja.. jangan-jangan tetangga yang lihat mikir kalau saya baru kecemplung dimana gitu..hehee…

Selain hujan dan panas yang bikin galau, anak-anak jadi mudah terserang batuk dan pilek yang kemudian merambat kemana-mana, biasanya diikuti demam juga, dan biasanya si virus pingpong aja di lingkungan rumah, habis si kakak sembuh pileknya, gantian adek batuk, dua anak sembuh giliran emak bapaknya yang ambruk, gitu aja terus sampai negara api kehujanan. Continue reading “Jaga Sistem Kekebalan Tubuh Anak Dengan 6 Langkah Ini”

Mengajari Balita Membaca, Yay Or Nay?

Mengajari anak membaca

Kemarin, saya nggak sengaja bertemu seorang teman di toko buku. Saya lihat dia membawa tumpukan buku-buku belajar PAUD, jumlahnya lumayan banyak. Iseng saya tanya “Bukunya buat si adek ya? Nggak terasa yaa anak-anak ini cepat banget gedenya, tau-tau udah sekolah aja.” Ini sebenarnya curhat pribadi saya sih :p

Sambil mengiyakan, teman saya langsung cerita panjang lebar soal perjuangan memilih sekolah untuk anaknya. Dia bermaksud menyekolahkan anaknya di SD Swasta karena belum cukup umur untuk bisa masuk ke SD Negeri. Hehee nasib anak-anak yang lahir di bulan berakhiran -ber memang selalu serba nanggung dan susah kebagian jatah kursi SD Negeri. Persis anak-anak saya. Continue reading “Mengajari Balita Membaca, Yay Or Nay?”

Manfaat Berkuda Untuk Menstimulasi 5 Potensi Prestasi Anak

Manfaat berkuda

“Untuk mendorong anak memiliki memiliki 5 potensi prestasi anak, orang tua harus menggali lima aspek tumbuh kembang yang saling berkaitan agar anak dapat tumbuh optimal. Kelima aspek tersebut adalah aspek fisik, kognitif, emosi, bahasa, dan sosial. Orang tua dan lingkungan sekitar anak diharapkan dapat secara bertahap dan terus menerus menstimulasi lima aspek tumbuh kembang ini sejak dini.” Continue reading “Manfaat Berkuda Untuk Menstimulasi 5 Potensi Prestasi Anak”

5 Cara Membuat Anak Betah Mewarnai dan Menggambar

Bagi sebagian anak, menggambar dan mewarnai adalah proses yang menyenangkan, mereka bisa betah duduk berjam-jam menikmati goresan-goresan krayon atau cat airnya. Sementara untuk sebagian anak lain seperti anak sulung saya, menggambar bisa jadi sebuah aktivitas penuh ‘siksaan’, biasanya setelah menghasilkan karya seni abstrak di 5 menit pertama ((5 MENIT)) dia akan kembali sibuk melompat ke sana-sini, naik turun, dan berlarian mengitari kelas atau rumahnya. Beda lagi dengan adiknya yang memang betah sekali menggambar kapan pun dan di mana pun, termasuk di tembok huhuhuuu.. Continue reading “5 Cara Membuat Anak Betah Mewarnai dan Menggambar”

Kartono Merah Jambu di Hari Kartini

Walau sudah bersekolah sejak usia 3 tahun tapi baru tahun ini Arka merasakan Perayaan Hari Kartini di sekolah, sekolahnya yang dulu lebih memilih menggabungkan perayaan Hari Kartini bersama Hari Bumi (aku pun lebih setuju ini sebenarnya).

Heboh minta cari kostum sudah sejak seminggu sebelum hari H -_-
Kepingin pakai baju Arjuna bawa panah katanya, yaelaah kak, ntar masup angin gimana?

Setelah dibujuk mau juga pakai beskap, tapi harus sama kerisnya (teuteup looh..), untung di dekat rumah ada salon yang menyewakan baju adat anak-anak, koleksi beskapnya lumayan banyak dan yang paling penting murah. Di situ kakak langsung jatuh hati dengan beskap berwarna shocking pink kombinasi emas yang memang kelihatan paling catchy diantara jejeran beskap lain, kebetulan ukurannya pas, aku pikir yang namanya beskap mau warna apapun adalah pakaian adat pria ((PRIA)) jawa, jadi yawis angkut saja langsung.

Di hari H, Arka sudah bangun sejak jam lima pagi, langsung mandi, sarapan dengan lahap lalu minta dipakaikan kostumnya, hihihii..
Berangkat pun dengan senyum selebar dua meter dan percaya diri setinggi 3 meter 😀
Aku terharu sekali lihat semangatnya pagi itu.

image

Continue reading “Kartono Merah Jambu di Hari Kartini”

Menyapih atau Lanjut Menyusui si Dua Tahun?

image

“Bunda, adek mau kolah kaya kakak..”
“Kalau adek mau sekolah harus berenti dulu mimik bundanya..”
“Yaudaaa ndak jadi kolah..”

😀 😀 😀

Begitulah si bungsu kami yang sekarang berusia 29 bulan atau 2 tahun 5 bulan. Semangat menyusu-nya masih mengebu-gebu persis bayi 6 bulan, di pagi hari saat bangun tidur, selesai sarapan, selesai main, mau tidur siang, bangun tidur siang, setelah ngemil sore, sebelum tidur malam, haduuuw sering banget ya Dek.. -__-

Soal reaksi teman dan saudara sih jangan ditanya lagi.. Mulai dari yang cuma meringis mencoba maklum sampai yang dengan frontal ‘menyerang’ anaknya dengan ledekan “lhooo masih nenen.. gak malu apa? malu tauuu..” *sigh*

Eh, kami bukannya gak pernah mencoba membujuk dan menawarkan opsi-opsi supaya dia mau berhenti menyusu lhoo.. tapi ya gitu, gak satu pun yang berhasil memupus semangat juangnya mencari dada bunda 😀

Mau pakai ‘cara paksa’ untuk menyapih rasanya gak tega, ditambah lagi walaupun berstatus ibu dua anak, aku belum punya pengalaman sama sekali soal menyapih.
Dulu kakak menyapih dirinya sendiri (self weaning) di umur 28 bulan karena aku hamil adek, kakak bilang “ndak enak.. paiit..” Hiiiks hiikss.. :'(
Waktu itu aku memang belum siap menyapih, sebagai working mom momen menyusui itu yang paling membuat aku gak sabar menunggu jam pulang kantor, biasanya jam 5.30 aku sudah di rumah, selesai mandi langsung mesra-mesraan berdua di kamar sampai waktunya makan malam, priceless!!

Setelah adek lahir, aku memilih menemani anak-anak di rumah, sesekali pergi melihat dunia luar demi bisa tetap waras 😀
Tapi meski 24 jam di rumah, momen menyusui ternyata tetap sama ‘priceless’nya, bisa kruntelan bertiga di kamar sebelum tidur siang, waktu bangun tidur siang, mau tidur malam, aaak never get enough with those moments 🙂

Akhirnya niat menyapih itu sampai sekarang cuma jadi resolusi tanpa jangka waktu, paginya mantap mau mulai menyapih, eh sorean dikit sudah lupaa.. mungkin karena selama ini tiap adek merengek atau sekedar ngusel-ngusel reaksiku adalah otomatis menyodorkan dada, jadi susah buat inget kalau sedang memulai proses weaning (atau memang aku-nya yang belum siap weaning?)

Continue reading “Menyapih atau Lanjut Menyusui si Dua Tahun?”

“Dolan Desa” Outbond Pertama Penuh Haru Biru

Pagi ini, pertama kalinya melepas kakak outbond yang (menurut aku) jauh banget, padahal ya cuma ke desa wisata  Dolan Desa di Boro, Kulon Progo, masih dalam wilayah kekuasaannya Kanjeng Sultan 😀

Sempat baper dan sedikit (dikit kok) mbrambangi waktu melihat busnya berangkat, apalagi yang dipakai adalah bus wisata besar, beda lho efeknya, serasa mau melepas dia pergi jauh ke kota lain hahaah.. Kepikiran gimana kalau mual di bus?  Apa kakak bisa buka obat anti mualnya waktu mau pulang nanti? Gimana kalau lauk makan siangnya nggak cocok? Terus caranya kakak bebersih setelah nyemplung ke lumpur?  Sempat panik waktu sadar mata ini mulai basah, malu ah masa ditinggal anak outbond setengah hari aja nangis? Gimana besok ditinggal kawin? Tapi saat aku nengok kebelakang, beberapa ibu juga sedang sibuk mengelap sudut matanya, Duuh emaak.. 😀 😀

Akhirnya sejak bus mulai meninggalkan sekolah jam 8 pagi sampai jam 13.30 (estimasi waktu kedatangan yang diberikan sekolah) aku kehilangan fokus mengerjakan apapun, sebentar cek grup whatsapp ortu murid, sebentar cek notif BBM, kali aja ada chat dari gurunya. Untungnya pagi itu juga harus ngawal latbar (latihan bareng) Chiffon Cake NCC di Godean, jadi kegalauan agak tertahan sama kesibukan ngurusi ini itu selama latbar, coba kalau cuma glundang glundung di rumah, bisa malah diare karena mules-mules terus.

Tapi kenyataannya, Jam tiga sore waktu aku jemput, kakak turun dari bus dengan wajah sumringah, kelihatan capek but surely uber excited.. Celoteh pertama begitu kepalanya muncul dari pintu belakang bus “Aku nggak mual lho tadi, sudah habisin makannya juga..” Oalaah leee..

Dan selepas maghrib ada Whatsapp masuk dari ibu guru, isinya foto kegiatan anak-anak selama di sana, kelihatan sekali kalau kakak benar-benar menikmati aksi turun sawah hari ini. Dia yang biasanya jerit-jerit penuh drama kalau di tinggal Ayahnya berenang agak jauh di kolam, tadi berani naik pelampung ban dan meluncur sendirian di tengah sungai, dia yang selalu jijikan tadi tertawa lebar waktu masuk kolam lumpur dan memandikan kerbau.

image

Ah, ternyata kakak sudah makin besar.. Rasanya belum lama disapih kok sekarang sudah bisa mengurus diri sendiri tanpa bunda? Sudah nggak rewel  lagi memilih lauk makan siang ya? dan, sejak kapan kakak nggak mabuk di perjalanan jauh? Bunda senang sekaligus nggak terima (baper lagi ceritanya), jangan terlalu cepat  besar ya kak.. jangan keburu minta ijin naik gunung juga.. bukan nggak boleh, boleh kok.. cuma jangan terlalu cepat saja.. 🙂