Cara Mudah Menanam Basil

image

Suka masakan itali? Pasti tau basil lah yaa.. Tapi basil gak cuma cocok buat teman makan pasta atau pizza loh.. Cobain deh cemplungin beberapa lembar ke masakan woku belanga, rica rica, atau pepes ikan, dijamin wangi dan sedapnya nambah..

Buat yang belum familiar dengan si basil ini, aku copy-kan sedikit penjelasannya dari web greencorner.org

Basil disebutkan berasal dari India. Tanaman ini dikenal untuk pemujaan terhadap Dewa Wisnu dan Krishna dalam berbagai upacara dan acara keagamaan. Holy Basil atau dikenal dengan nama Tulsi di India, dianggap sebagai tanaman jelmaan istri Dewa Wisnu saat berada di bumi. Tulsi digunakan untuk menyucikan jenazah dan diletakkan di dada orang yang meninggal, atau di mulutnya, untuk bekal perjalanan yang tenteram ke alam baka. Demikian juga di Eropa kuno, serumpun basil diletakkan di tangan jenazah dengan maksud yang sama. Kata Basil yang juga berarti raja sering digunakan oleh bangsa Romawi kuno sebagai pernyataan cinta dari seorang pria kepada gadis pujaannya, pemberian basil ini berarti mereka secara resmi bertunangan.

Menanam basil, yang disebut β€˜king of herbs’ oleh para tukang masak ini, relatif sangat mudah. Basil sangat suka sinar matahari, tanah subur dan air yang cukup. Sangat mudah berbiak dari biji. Bunganya sangat disukai lebah, namun daun dan minyak dari basil ini adalah pengusir nyamuk yang efektif. Basil pun sangat mudah muncul tunas baru, setelah dipotong batangnya, maka akan muncul lagi tunas baru dari ketiaknya, makin lama tanaman akan makin rimbun. Namun umur basil tidak lama, setelah berbunga dan berbiji maka akan mati dengan sendirinya. Penyakit yang sering saya temukan pada basil adalah diserang oleh kutu daun. Kadang kutu putih, ada juga kutu hitam, dua-duanya membuat basil merana dengan daun yang mengkerut.
Ada juga ulat yang doyan sekali mengunyah daun basil sampai gundul. Tapi bila basil ditanam berbarengan dengan rosemary dan tomat, serangan mahluk-mahluk yang menginvasi basil ini dapat dikurangi.

Banyak sekali jenis-jenis basil, yang umum dikonsumsi adalah:
Basil Genovese, basil Italia yang umum untuk bumbu salad, makanan Italia, atau pesto.
Italian Large Basil, yang fungsinya sama dengan Basil Genovese, hanya daunnya lebih besar-besar.
Greek Basil adalah basil berdaun mini yang cantik ditanam bergerombol di pot.
Lemon Basil, orang Sunda menyebutnya sebagai Surawung, atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Kemangi.
Thai Basil, sebetulnya jenisnya agak mirip dengan kemangi yang kita kenal.
Red Basil atau Basil Ungu adalah basil dengan daun berwarna gelap, dapat dipakai untuk salad, atau mewarnai minyak zaitun sehingga lebih tampak menarik. Untuk pengobatan, basil memiliki fungsi yang sama dengan oregano, untuk pengobatan berbagai penyakit karena mengandung antioksidan, antibakteri, dan antivirus, sehingga dikenal pula sebagai tanaman untuk mencegah kanker.

Untuk pengobatan, basil memiliki fungsi yang sama dengan oregano, untuk pengobatan berbagai penyakit karena mengandung antioksidan, antibakteri, dan antivirus, sehingga dikenal pula sebagai tanaman untuk mencegah kanker.

greencorner.org

Hebat banget kan khasiat daun basil ini, apalagi perkembangan biakannya yang super gampang.. Buat aku pribadi, lebih gampang memperbanyak pohon basil dengan cara stek daripada menyemai benihnya, tinggal potong batang yang cukup besar dan kuat, masukkan dalam toples berisi air dan letakkan ditempat teduh, biasanya akar-akar mungil sudah mulai bermunculan di hari keempat dan seterusnya, setelah akarnya lumayan banyak tinggal pindahkan ke pot berisi campuran tanah, sekam, dan pupuk kambing dengan perbandingan 1:1:1
Oiya, lakukan stek di pagi hari yaa, waktu basil belum sempat kena sinar matahari sama sekali, dan pastikan basil sudah cukup air sebelumnya, jadi siram dulu si basil pada sore/malam hari, lalu stek besok paginya.

Gampang kan? Daripada beli terus di supermarket, yuuk coba nanam sendiri.. πŸ™‚

Menyulap Sisa Nasi dan Tape Jadi Pupuk Cair

Senangnya punya komunitas dunia maya, bisa berbagi dan belajar apapun dengan siapa saja.. gak perlu bertemu dulu untuk ngobrol, cukup tekan-tekan layar android et voila.. ilmu pun di tangan πŸ™‚
Misalnya aja, gara-gara aku komen di foto strawberrynya Mba Leone Ony di FB, beliau malah mau berbaik hati membagi cara membuat pupuk cair sederhana dari sisa nasi atau istilah kerennya Pupuk Mikro Organisme Lokal (MOL), ilmu yang aku gak ngerti sama sekali sebelumnya.

Sisa nasi? iyaa sisa nasi yang selalu jadi problem semua ibuk-ibuk itu.. di makan udah kurang enak, di buang kok kayanya gimana gitu buang-buang nasi mulu.. nah, kalau dibuat pupuk kan bisa jadi win win solution, nasi gak kebuang dan tanaman subur makmur, secara yang namanya rumah pasti punya lah yaa satu dua tanaman walaupun cuma daun pandan aja πŸ˜€

Mikro Organisme Lokal (MOL) sendiri adalah cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang disukai sebagai media hidup dan tempat berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik dan sebagai aktivator/ atau tambahan Nutrisi bagi tumbuhan yang disengaja dikembangkan dari mikro organisme yang berada di tempat tersebut. Nah, karena memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk dimanfaatkan menjadi pupuk jadi tidak merusak lingkungan (ciyeeh ciyeeh.. berasa aktivis grinpis :D)

Bahan-bahan tersebut diduga berupa zat yang dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman (fitohormon) seperti : giberlin, sitokinin, auxin, dan inhibitor.

karena itu MOL selain digunakan sebagai biang penghancur bahan organik (dekomposer), juga bisa berfungsi sebagai Pupuk Organik Cair untuk menambah aktivasi tumbuhan dan tambahan nutrisi bagi tanaman

Syarat terbentuknya MOL adalah sebagai berikut :
1.Β Β Β  Bibit/ Media bakteri yang berasal dari bahan-bahan alami
2.Β Β Β  Makanan dalam bentuk glukosa (Gula dan air kelapa)
3.Β Β Β  Makanan dalam bentuk Karbohidrat

ada banyak bahan yang bisa digunakan sebagai bahan utama MOL seperti sayur, buah, bonggol pisang, keong mas, nasi, ikan , udang , kotoran hewan ternak dan sebagainya, silakan dipilih bahan yang paling mudah diperoleh di sekitar kita.

dicopy dari kebunmungil.blogspot.com

Sejak dua minggu yang lalu aku sudah membuat dan menggunakan MOL dari sisa nasi dan tapai singkong ini. Tapai singkong tinggal beli 500 perak di pasar depan rumah, selanjutnya cuma perlu modal lebih buat gula pasir aja πŸ™‚

Baik MOL nasi atau MOL tapai singkong sama saja cara buatnya.
Versi aku kira-kira begini:

Bahan Membuat Pupuk MOL
100 gr sisa nasi / tapai singkong (kira-kira sekepalan tangan)
5 sdm gula pasir
200 ml air sumur (aku pakai air cucian beras)
1 botol bekas air mineral ukuran tanggung

Cara Membuat Pupuk MOL
1. Aduk gula pasir dan air sampai gula larut.
2. Masukkan nasi / tapai ke dalam botol.
3. Tuang air larutan dan kocok-kocok sebentar supaya nasi / tapai tercampur dengan gula.
4. Simpan selama 4-5 hari dengan mulut botol yang dibiarkan terbuka, jika sudah tercium bau khas tape berarti pupuk sudah bisa dipakai. Kalau belum, bisa coba tambahkan gula pasir lagi, kocok sebentar dan tunggu 2-3 hari lagi.

image
Pupuk MOL nasi dan tapai singkong hasil ramuanku πŸ˜€

Cara Pemakaian Pupuk MOL
1. Saring MOL supaya terpisah air dengan ampasnya, simpan kembali ampasnya di dalam botol, tinggal tambahkan gula pasir dan air seperti sebelumnya lalu tunggu 4-5 hari, MOL bisa dipakai lagi.
2. Encerkan air MOL menggunakan air sumur dengan perbandingan 1:10, misalnya air MOL 100 ml, air sumurnya jadi 1000 ml.
3. Siram larutan MOL tersebut di pinggir pot, jangan sampai kena batangnya karena bisa menyebabkan tanaman kuning (amit-amit :D)

Biasanya hari senin dan kamis aku jadikan hari gizi untuk balita-balita di kebunku, senin jatahnya mereka diguyur pupuk MOL nasi dan kamis giliran mereka merasakan MOL tapai, sejauh ini hasilnya gak mengecewakan, paprikaku jadi cepat rimbun dan tomat-tomatan makin jangkung aja πŸ™‚

Bawang Putih Si Penyelamat Paprika

Ceritanya udah dua harian ini  muncul bercak-bercak kuning pada daun paprikaku tercinta.. bagian bawahnya juga penuh putih-putih halus, tapi bukan kutu kebul yang norak itu.. yang ini lebih elegan karena setelah disemprot air pun tetap aja nempel mesra, kalau kutu kebul kan langsung ngacir bubar begitu kena semprot (yaa walaupun abis itu balik lagi sih..)

image
Foto diambil tanggal 23 Maret 2015

Sudah browsing tapi belum ketemu gambar yang mirip.. yawis lah nekad aja nyoba pakai ramuan herbal buat mengusir kutu, sapa tau berhasil juga mengusir si putih gak tau diri ini.

Bahannya simpel sih, cuma:
1 siung bawang putih ukuran besar
1/2 buah cabe merah keriting
200 ml air bersih
100 ml air bersih
2 tetes sabun cair (aku pakai sunlight)

Cara:
1. Tumbuk bawang putih dan cabe sampai halus, masukkan dalam 200 ml air, aduk rata, diamkan 30 menit.
2. Saring air cabe dan masukkan dalam botol semprot, tambahkan 100 ml air bersih dan 2 tetes sabun cair, kocok-kocok.
Larutan siap dipakai πŸ™‚

Nah, pagi ini aku coba semprotkan larutan itu di permukaan bawah daun, tapi si putih itu tetap nangkring manis ga mau geser sama sekali, huuh.. coba ditunggu aja kali yaa.. mungkin mereka perlu waktu lebih lama sebelum pingsan :p

Aku update lagi hasilnya besok yaa πŸ™‚

Jadi Petani Di Teras Rumah

Hampir 3 bulan gak update blog, gara-gara hobi baru yang bikin lupa segalanya, sampe kadang lupa kalau masih punya utang packing orderan hehee..
Awalnya cari ide dekorasi rumah rustic di Pinterest, malah jadi nyasar ke boards home gardening dan kitchen gardening, doooh beneran langsung kemimpi-mimpi liat herbs keren-keren disitu.. terus makin (sengaja) nyasar lah ke pins sayuran dan buah yang (keliatannya) gampang tumbuh di pekarangan, kebayang deh punya kebun mungil di teras rumah yang isinya macam-macam tomat, cabe, bumbu-bumbu dapur dan italian herbs yang lucu-lucu ituu.. Dan mimpi mulai terajut, aku mau punya itu semuaaa! πŸ˜€

Pucuk di cinta ulam pun tiba (eeaaa..) pas di FB ada OS berkebun yang baru buka punya seeds buah dan herbs yang lumayan lengkap, kalap jelaaaas tapi lalu sadar kalau teras depan rumah gak lebih gede dari kandang kelinci hihihii..

Jadi akhirnya cuma beli seeds yang benar-benar dipinginin aja, buka om gugel buat cari tau cara penyemaian dan perawatannya, dan ini hasilnya.. beberapa yang berhasil tumbuh sehat, yang mati juga banyak sih πŸ˜€

image
Trio tomat kesayangan.. tomat kaliurang, tomat roma, dan tomat money maker πŸ™‚

Sempat punya tomat cery yang berhasil tumbuh subur dan rimbun sebelum dicabut Raya sampe ke akar cuma dalam hitungan detik, huhuuu nasibnya si tomat.. :'( :'(

image
yang ini genk cabe-cabean, masih balita dan unyu semua πŸ˜€

Ini cabe rawit dompu dan cabe lalap hijau, suatu saat pingin punya cabe hias yang bentuknya ajaib-ajaib itu, nanti deh kalau udah pindah rumah πŸ™‚

image
Paprika color spectrum, dari 4 seeds cuma ini yang berhasil bertahan :')

Selain paprika color spectrum yang memang sengaja beli seedsnya, pernah juga dibawain seeds paprika segambreng sama ayah hasil dari mungutin di kitchennya Cubic hihii.. Sayang mati semua waktu masih penyemaian, susyaah ternyata :'(

image
Pasukan herbs: duo basil, mint, bayi-bayi seledri, dan lemon basil alias kemangi..

Berikutnya menyusul bayi-bayi oregano, parsley, dan dill bakal ikutan eksis.. Sekarang masih disemai πŸ˜€

image
Bayi-bayi bayam dan bok choy

Eh ada bayi lemon impor juga  nyempil di antara bok choy, lagi-lagi hasil mungutin di kitchennya Cubic πŸ™‚

image
Bayam dewasa πŸ˜€

Maunya ala ala vertical garden tapi isinya cuma bayam merah yang udah bolak balik dipanen buat smoothies πŸ™‚

Ada beberapa daun bumbu yang warisan mama: daun tebal alias daun jintan, daun kunyit, daun salam, daun gedi, dan daun pandan yang udah kaya hutan kecil dipojokan, kapan-kapan aku foto juga aah..

Memang masih punya waktu berkebun?
Ga rempong sama anak-anak?
Masih sempat masak dan baking?
Terus yang ngurus orderannya @chez_rayka dan @raykakitch siapa?
Banyak yang tanya begitu..

Hehee.. Semua perempuan punya cara sendiri untuk menikmati “me-time”nya, nah kalau buat aku yang gak suka pergi-pergian atau perawatan tubuh sebagai me-time, berkebun jelas bisa memanjangkan kembali sumbu sabar yang belakangan makin pendek aja, itulah me-time versi saya selain foto-foto hasil masakan πŸ˜€
Kadang aku juga ajak anak-anak, mereka jadi tau cara merawat kehidupan si tomat sejak dia masih berbentuk benih (biji), melihat kecambah pertamanya keluar dari dalam tanah, menunggu tunasnya makin tinggi sambil menjaga dari keusilan tikus, ulat, bekicot, dan kutu-kutu daun.. Hasilnya mereka lebih peduli dengan bentuk kehidupan apapun di sekitar mereka.. Saking pedulinya sampai ulat hijau super rakus yang ngabisin 1 pohon sri rejeki malah dimasukin kotak bekas kura-kura, diadopsi! Hahaa..
Jadi ingat tamagochi jaman SD dulu yang bisa bikin mewek-mewek kalau mendadak wafat πŸ˜€ πŸ˜€