5 Museum Ramah Anak di Yogyakarta

Liburan kenaikan kelas kali ini sepertinya bakal bareng dengan libur lebaran juga yaa.. Ada yang sudah punya rencana mengajak keluarga berlibur ke Yogya? Mau kemana saja nanti di Yogya? Menyusuri pantai-pantai di sekitar Gunung kidul? Atau malah sudah punya target wisata candi?

Jarak tempuh di Yogya yang relatif pendek memang memungkinkan kita menjelajah banyak tempat wisata dalam satu hari, lagipula hampir di semua pelosok Yogya tersedia hotel dan penginapan nyaman dengan harga yang sangat bisa menyesuaikan kondisi dompet, coba saja lihat di sini 🙂

Tapi buat yang nggak punya banyak waktu, kesulitan transportasi atau bawa anak usia balita sampai SD mungkin agak repot kalau mau piknik terlalu jauh dari pusat kota dan akhirnya pilihan wisata jatuhnya ya diseputaran kota lagi hehee..

Tahu nggak sih kalau tempat seru di kota Yogya nggak cuma Malioboro dan Taman Sari? Coba sesekali ajak anak-anak mengunjungi museum. Jangan khawatir mereka akan bosan, justru beberapa museum yang adanya cuma di Yogya ini akan membuat anak-anak ketagihan, misalnya saja beberapa museum yang sudah pernah kami datangi ini, walau ada yang nggak ditujukan khusus untuk anak-anak tapi koleksi di dalamnya bisa membuat Arka dan Raya betah berjam-jam di sini.

Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

image
Museum TNI AU Dirgantara Mandala

Museum ini ditujukan untuk mengabadikan semua kegiatan dan sejarah TNI AU sejak masa penjajahan hingga masa pemerintahan saat ini.
Walaupun kedengarannya berat karena mengusung nama TNI AU tapi museum ini terbuka untuk umum dan koleksi di dalamnya sangat disukai anak (terutama) laki-laki, hampir semua jenis pesawat tempur yang pernah dimilki Indonesia parkir di sini, beberapa jenis pesawat malah masih boleh dinaiki. Koleksi Alutsista lainnya seperti rudal, dan berbagai jenis senjata juga menarik untuk dilihat.

Baca: Belajar Sejarah Penerbangan Indonesia di Museum Dirgantara Mandala

Karena letaknya yang sangat dekat dengan Lanud Bandara Adi Sucipto, saat duduk di pelatarannya yang rindang kita bisa mendengar gemuruh mesin dan melihat pesawat yang akan mendarat tepat di atas kita.

Museum Dirgantara Mandala ini berlokasi di kompleks Landasan Udara Adisucipto, Jl. Raya Solo. Buka pada pukul 8.30 hingga 15.00. Harga tiketnya Rp. 3.000 saja per orang, murah yaa..

Museum Gunung Api Merapi

image
Museum Gunung Api Merapi

Museum yang terletak di lereng selatan Gunung Merapi ini berdiri megah di atas lahan seluas 3,5 hektar, ditujukan sebagai wahana edukasi vulkanologi dan pengembangan ilmu kebencanaan gunung berapi dan gempa bumi (duuh berat banget ini bahasanya 😀 )
Saat memasuki lobby museum kita akan disuguhi sebuah maket Gunung Merapi raksasa lengkap dengan berbagai tombol dan lampu penunjuk nama-nama daerah di sekeliling Merapi, misalnya kita ingin tahu di mana Kali Kuning, kita tinggal tekan tombolnya saja dan tunggu lampu maket yang menunjukkan Kali Kuning akan menyala.

Selain maket besar di tengah lobby, museum ini juga memiliki koleksi foto lengkap berbagai letusan gunung Api dari seluruh dunia, ruang mini teater, diorama letusan Merapi dari tahun ke tahun, ruang simulasi gempa, ruang artefak letusan Gunung Merapi yang menyimpan bangkai motor dan peralatan rumah tangga yang tertimbun abu vulkanik.

Museum Gunung Api Merapi berlokasi di Jl. Kaliurang Km. 22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Buka pada hari Selasa – Minggu, mulai jam 08.00 – 15.30. Harga tiket masuk Rp. 3.000 / orang dan Rp. 5.000 untuk pertunjukan teaternya.

Museum Sains dan Teknologi Taman Pintar

image
Museum Sains Taman Pintar

Nah, kalau yang ini memang ditujukan untuk anak-anak mulai usia TK. Terbagi menjadi tiga bangunan yaitu Gedung Memorabilia, Gedung Oval, dan Gedung Kotak, museum ini menjadi wahana kreasi sains yang konon terbaik se Asia Tenggara. Berbagai memorabilia sejarah peradaban manusia dan budaya, bermacam alat peraga sains dengan bentuk menakjubkan, dan aneka ruang simulasi sains mengisi gedung dengan bentuk yang sangat menarik mata ini.

Baca cerita lengkapnya saat kami Bertemu Einstein di Museum Sains Taman Pintar

Museum Sains Taman Pintar terletak tepat di tengah kota Yogya, dekat sekali dari Malioboro. beralamat di Jl. Panembahan Senopati No. 1-3, Yogyakarta. Buka pada hari Selasa – Minggu mulai pukul 09.00 – 16.00

Museum Anak Kolong Tangga

image
Museum Anak Kolong Tangga

Dari Museum Sanis Taman Pintar, kita bisa lanjut melipir ke gedung Taman Budaya Yogyakarta.
Museum Kolong Tangga ini memang berada di dalam bangunan TBY di Jl. Sriwedari No. 1 Yogyakarta.
Didirikan oleh seorang seniman Belgia, Rudi Corens, yang sangat peduli dengan kelestarian permainan anak-anak Indonesia tempo dulu. Beliau mengumpulkan semua alat permainan anak-anak Indonesia sejak awal 80an di bantu oleh teman-temannya, dan dijadikan koleksi Museum Anak Kolong Tangga ini.

Walaupun ditujukan untuk anak-anak, tapi justru kita-kita orang tuanya yang bakal semangat saat masuk ke sini karena semua permainan masa kecil kita ada di sini, jadi serasa flashback 🙂

Museum Anak Kolong Tangga beroperasi pada hari Selasa – Minggu pukul 09.00 – 16.00.

De Mata Trick Eye Museum

image
Sumber foto: dematamuseum.com

Berlokasi di kompleks XT Square, Jl. Veteran 150-151, termasuk yang mudah dijangkau wisatawan, kalau nggak bawa kendaraan pribadi bisa numpang (tapi tetap mbayar) bus Transjogja, ada haltenya di dekat kompleks XT Square.

Museum ini termasuk salah satu museum lukisan trick eye 3D terbesar di dunia, koleksinya mencapai 120 buah. Siap-siap bengong karena mata kita akan dimanjakan oleh lukisan-lukisan dengan teknik 3D tingkat tinggi.
Saran saya kalau mau masuk kesini, perut boleh kosong tapi baterai kamera dan smartphone harus penuh, bisa linu hati kalau sudah sampai di dalam tapi nggak bisa foto-foto 😀

Tuh kan, kota Yogya memang nggak pernah kehabisan lokasi wisata seru, jangankan seminggu di sini, saya yang sudah 10 tahun tinggal di Yogya saja belum bisa menjelajah semuanya 😀

Selamat berlibur yaa, jangan lupa buang sampah di tempat sampah 🙂

Bertemu Einstein di Museum Sains Taman Pintar

Liburan sekolah yang seabad ini bener-bener bikin pusing pala ibuk.. Udahlah puasa bikin males ngeluyur, eh anaknya brisik aja ngajak pergi.. Gak diturutin kuping panas, diturutin ganti kepala yang kepanasan -__-

Untung Jogja punya Taman Pintar yang gak ada matinya.. murah, meriah, lengkap, dan pastinya gak kepanasan.. Bawa bocah kesitu sambil sangu lima puluh ribu aja udah bisa main-main di area PAUD dan naik beberapa wahana, masih sisa juga buat beli Teh Tongtji dan sosis bakar 😀

Tapi Arka sudah terlalu sering main-main di area PAUD, gak ada tantangannya lagi, lagian aku ogah juga nungguin dia main tanpa ngemil-ngemil.. jadi kemarin aku  ajak dia masuk Gedung Memorabilia, Gedung Oval, dan Gedung Kotak.

Harga tiket terusannya gak terlalu mahal, Rp. 10.000 untuk anak-anak dan Rp. 18.000 untuk dewasa.

Continue reading “Bertemu Einstein di Museum Sains Taman Pintar”

Belajar Sejarah Penerbangan Indonesia di Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta

Sudah lama sekali pingin ngajak Arka ke Museum TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta. “Mau liat pesawat-pesawat parkir” katanya 😀
Tapi tiap weekend ada aja halangannya, mulai dari ayah yang mendadak harus ngurusin kerjaan, undangan nikah bertubi-tubi (ciyeeh artiis..), sampai batuk pilek yang betah banget ping-pong diseputaran rumah kami berminggu-minggu.
Akhirnya pas hari minggu kemarin gak punya acara apapun, buru-buru deh kami mandi dan berangkat kesana, karena sudah sekitar jam 1 siang, kami pilih naik motor aja supaya gak kena macet, tapi eh lha kok.. jauuuuh book! Panas pulak 😀 Hampir aja kami belok ke Kebun Binatang Gembiraloka yang lebih dekat aja kalau gak inget ini hari minggu dan suasana di dalam sana pasti kaya cendol, kemruyuuk.. 😀

Ternyata museum ini keren banget!
Bersih, rapih, adem, dengan koleksi sejarah kedirgantaraan Indonesia super lengkap, sayang lokasinya yang jauh dari jalan raya (atau memang sengaja begitu yah?) membuat museum ini seakan kurang promosi, padahal tiket masuknya murah banget, kemarin cuma bayar 10 ribu rupiah untuk 3 orang plus 1 kamera (Raya gak dihitung)

image

image

image
Patung Halim Perdana Kusuma dan Adisutjipto di hall utama
image
Ini hanggarnya, tempat semua koleksi pesawat jadul 'parkir'

image

image

image

image
Capek keliling? Duduk di bangku-bangku di taman depan museum ini rasanya adem banget..

image

Menepi Sejenak di Tembi Rumah Budaya

Hari-hari belakangan ini rasanya bener-bener hectic buat kami.
Dari mulai orderan di ChezRayka yang (Alhamdulillah) kencang banget sampe bikin aku tiap hari jungkir balik belanja-packing-kirim barang.
Beban kerja ayah di Cubic yang overload sampe harus pulang pagi dan tetap masuk ditanggal merah.
Terus si Kakak Arka yang super cranky oldeteim, terakhir ini justru yang paling menguras emosi heuheuheuuu -_-!

Rasanya kami butuh banget liburan, ngademin kepala yang ngebul-ngebul melulu 😀
Tapi kalau mau liburan ke luar kota gak mungkin karena ayah gak bisa ninggalin Cubic dan aku juga selalu ditunggu gelas-gelas yang minta dipacking 😀

Akhirnya hari minggu pagi kemarin kami nekad berangkat ke Tembi Rumah Budaya di Bantul, secara memang udah lama pingin nyoba berenang di sana.
Sengaja pagi-pagi supaya kalau tetiba ayah mesti ngurusin kerjaannya acara kita udah kelar.
Saking keburu-burunya, sampai disana terjadi lah insiden yah-baju-renangnya-ketinggalan 😀 😀
Pas yang ketinggalan punya si ayah, gak mungkin kan anak-anak mau nyemplung sendirian, akhirnya kepaksa kita melipir sebentar ke Swalayan Maga di dekat Tembi situ, beli baju baru bok! 😀

Kesan pertama: “LAH KOK TARIFNYA NAIK?” hahahaaa 😀
Iya soalnya kemarin sempat ngintip websitenya, disitu tertulis Rp.15.000/orang dapat handuk dan welcome drink, tapi kemarin kita kena Rp.18.000/orang.
Sebelumnya juga dapat info dari mbak Nisa kalau yang kena charge cuma yang nyemplung aja, tapi kok kami kena charge semua yaa.. total dihitung empat orang sama oma (untung Raya gak dihitung) padahal yang mau nyemplung cuma Arka dan ayah aja, gara-gara itu juga akhirnya aku beli baju renang dan ikut nyebur, gak mau rugi deeh! 😀

Kesan kedua: Ternyata tempatnya kecil, gak seluas penampakan foto di websitenya. Mana kemarin hari minggu, jadi pas renang sering kena kaki orang lain 🙁

Kesan ketiga: Kotor!
Disekitar kolam banyak banget sampah bekas makanan, terus di kamar bilasnya numpuk bungkus sabun dan shampoo.
Tempat sampah ada sih  tapi berbentuk gentong besar dari gerabah polos dan gak ada tulisan “sampah”nya, mana tau itu tempat sampah kalau gak dilongok dulu dalamnya -_-

Intinya mah aku gak puas, untuk harga segitu mendingan ke Winotosastro, jelas-jelas petugas kebersihannya beredar terus bersihin sampah yang keliatan.

Tapi karena niatnya mau liburan, yasudalaaaa.. lupakan kecewa, mari bersenang-senang ^_^

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image
Si pelor ini bener2 deh.. Begitu naik langsung pules hahaa..