Arka’s First Book

Weekend kemarin kami mengajak baby A ke Gramedia, niatnya mau cari-cari buku resep untuk referensi MPASInya baby A.. diluar dugaan kami, bocah kecil ini berteriak kegirangan saat mulai menyusuri rak-rak buku, walaupun sedang digendong, dia gerakan kaki-kakinya menendang-nendang, tangannya sibuk meraih buku-buku di sisi kiri-kanan kami, lucu sekali..:’)

Terpikir untuk membelikannya satu atau dua buah buku, tentu saja yang penuh warna dengan gambar besar dan sedikit saja teks.. o iya, harus yang terbuat dari kertas tebal supaya nggak gampang jadi korban jari-jari usilnya Arka ya..
Setelah lama pilih-pilih, nggak ada satupun yang nyantol dan sreg di hati dan dompet.. Yang satu gambarnya kurang ramai, yang lainnya terlalu heboh untuk bayi umur 4 bulan, kalaupun ada yang kami suka harganya nyaris nggak masuk akal..X_X
Pakai Flash Card? Nope! Saya mau Arka mengenal buku, bukan kartu..

Akhirnya pulang cuma menenteng buku-buku persiapan MPASI, tanpa buku baru untuk Arka..:(

Sampai di rumah, Oma baru ingat kalau masih menyimpan buku-buku saat Om Angga kecil, terbungkus rapih dan licin di laci..
Waah ternyata isinya bagus-bagus, ada beberapa buku baby disney, buku sesame-street, dan buku petualangan hewan-hewan..

Dan ternyata Arka menyukai buku baby disneynya.. Pagi ini saat saya sodorkan didepannya, sambil tengkurap dengan mata melotot dan bibir monyong dia asyik mengoceh mengagumi gambar-gambar donald dan mickey di bukunya itu, kelihatannya Arka sangat menikmati buku yang dia kira mainan barunya..

Saya sengaja nggak membelikan Arka soft book yang bisa diuwel-uwel, diremas-remas bahkan bisa dibawa mandi (lhooh mau mandi atau baca buku?) seperti yang banyak dijual di baby shop..
Saya mau Arka mencintai buku.. bukan hanya isi cerita si buku itu tapi juga fisiknya, saya mau saat besar nanti dia merawat dan menjaga buku-bukunya tetap rapih, dan menurut saya itu harus diajarkan sejak awal..
Dengan memberi Arka softbook yang bisa bebas diremas-remas saya takut dia keburu menganggap begitu lah cara memperlakukan si buku.. setelah selesai dibaca, kemudian dilempar dan diremas.. dan saat saya kasih Arka buku sungguhan maka dia akan berpikir “yang itu boleh dikruwes kenapa yang ini nggak boleh?”
malah akan menambah PR saya untuk mengajari dia hal baru lagi..

Awalnya nggak tega juga melarang Arka setiap mau meraih dan meremas buku yang sedang kami baca bersama-sama.. pelan-pelan saya jauhkan bukunya sambil bilang “bukunya disayang yaa.. kalau rusak nanti nggak bisa dibaca lagi..”
Biasanya setiap saya bilang begitu Arka akan melotot memandang saya dengan muka lucunya..:) lalu saya sodorkan bukunya dan kami baca bersama-sama lagi, begitu seterusnya sampai halaman terakhir selesai dibaca, kemudian saya tutup bukunya dan taruh di meja.
Arka selalu memperhatikan setiap gerakan yang saya lakukan saat memegang bukunya itu..
Mudah-mudahan dengan rutinitas yang saya contohkan setiap membacakan Arka buku bisa mengajarkannya bagaimana cara yang baik memperlakukan buku, dan saat Arka dewasa dia benar-benar bisa mencintai buku-bukunya..

Arkana Dananjaya: Antara Falsafah Nama dan Obsesi Ibunya

Pengakuan: Aku terobsesi dengan Arjuna sejak kelas 4 SD  :p

Eh tapi bukan sejenis obsesi para groupies atau fanboy itu yaa.. Karena jaman aku SD kan mengenal mitologi pewayangan cuma dari buku dan komik, jadi gak ada tuh suka sama Arjuna karena gantengnya, lha wong cuma bisa membayangkan sambil baca 😀 😀

Dulu papa selalu beliin komik wayang berjilid-jiid komplit! Inget banget awalnya papa beliin satu set komik Mahabharata karangan RA. Kosasih, satu set isi empat buku, masing-masing buku sebesar dan setebal yellow pages 😀 dan ternyata aku ketagihan sampe akhirnya aku punya semua mulai dari Wayang Purwa (tentang awal mula penciptaan dan dewa-dewa), Ramayana (Rama Shinta), Bharatayudha (Perang Panda dan Kurawa), Pandawa Seda (Meninggalnya Pandawa), dan Parikesit (Cucu Pandawa), belum cerita lainnya yang masih nyerempet-nyerempet wayang. Gak cukup dengan komiknya aku mulai melirik wayang kulit, setiap liburan natal di Jogja pasti pergi berdua papa  ke Malioboro berburu tokoh-tokoh Mahabharata dalam bentuk wayang kulit itu, mending kalau yang dibeli ukuran kecil, lha ini ukuran besar persis kaya punya dalang hahahaaah.. anak perempuan yang aneh ya..

Dari situ aku mengenal satu persatu tokohnya, belajar falsafah dan ajaran-ajaran hidupnya, pelan tapi jelas aku tumbuh dengan semua falsafah itu, aku memang terlambat mengenal Donal Bebek dan semua Disney Princess tapiaku gak nyesel.. Sekarang aku malah berterima kasih banget sama papa yang udah mengenalkan aku dengan ajaran Baghavad Gita diumur sepuluh tahun (berat amat hidupmu dek..:D)

Balik lagi ke Arjuna, dalam kisah Mahabharata dia adalah salah satu dari Pandawa yang berhati lemah lembut, tampan, ahli memanah, dan bininya banyak bok! 😀 Anak ketiga dari Prabu Pandu, raja di Hastinapura dengan Ratu Kunti, putri Raja Surasena, raja Wangsa Yadawa di Mathura. Ayah kandungnya adalah Dewa Indra karena Raja Pandu tidak bisa memiliki keturunan.

Saat Pandawa mengadakan upacara Rajasuya Yajna agar Yudhistira bisa menjadi raja di kerjaan Indraprastha Arjuna dikirim ke utara oleh Yudistira untuk menundukkan kerajaan-kerajaan di wilayah itu.  Atas hasil kemenangan besar yang di dapat Arjuna selama penaklukan banyak kerajaan itu dia dijuluki Dhananjaya yang berarti penakluk kejayaan (raja-raja) atau “one who brings prosperity and wealth in the land he goes to”

Cerita ini yang bikin aku bercita-cita kasih nama Dananjaya kalau punya anak cowok, bahkan cita-citanya sudah ada sejak aku belum pernah mulai pacaran 😀 😀

Beruntungnya aku karena punya suami yang pasrah aja anaknya mau dikasih nama apapun, jadi begitu kami resmi menikah, nama Dananjaya Prasetyo otomatis diresmikan sebagai nama anak laki-laki kami (gak tau deh bisa hamilnya kapan :D)

Untuk nama depannya baru kami putuskan waktu aku hamil 36 minggu, hasil dari bertapa di depan laptop menghadap mbah gugel setiap jam istirahat kantor.

Arkana, asalnya dari bahasa Sansekerta yang artinya “berhati terang”, sebagian website ada yang mengartikannya “penerang hati”, mirip-mirip tapi beda arti yaa.. Aku sih berharap anakku bisa seperti dua arti itu, berhati terang sekaligus jadi penerang hati ayah bundanya 🙂

ARKANA DANANJAYA PRASETYO kira-kira artinya adalah ksatria berhati terang pembawa kemakmuran/kejayaan anaknya pak Prasetyo.

Amiin..

Bertumbuhlah seperti namamu ya Anakku, doa kami menemanimu..