Dukung Potensi Prestasi Generasi Maju Dengan Cegah Anemia Pada Anak

Hari Minggu,  28 April 2019 saya mendapat kesempatan menghadiri talkshow “Bunda Sehat Sebagai Langkah Awal Dukung Generasi Maju” di event Festival Bunda Generasi Maju Yogyakarta.

Di talkshow tersebut, dr. Eduardus Raditya K, Spog sebagai pembicara menjelaskan kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi selama masa kehamilan mencakup zat gizi makro dan mikro. Yang merupakan zat gizi makro antara lain karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan zat gizi mikro ada pada zat besi, asam folat, kalsium, dan vitamin D.

Sayangnya, di Indonesia, 1 dari 2 ibu hamil malah mengalami anemia akibat kekurangan zat besi yang mengakibatkan kelainan plasenta, gagal jantung dan perdarahan saat melahirkan, bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, dan bayi meninggal dalam kandungan.

Dari situ saya jadi teringat sesuatu, saat saya hamil dulu, dokter kandungan saya menjelaskan bahwa ketika ibu hamil mengalami anemia, dampak buruknya juga bisa menurun ke anaknya. Si anak akan lahir tanpa cadangan zat besi yang cukup dan menjadi penyebab utama anemia defisiensi besi pada anak.

Akibatnya, perkembangan  kecerdasan, perilaku, dan kemampuan motorik anak akan sangat terhambat. Padahal aspek-aspek itulah yang menjadi  langkah awal seorang anak menjadi Generasi Maju dengan 5 potensi prestasi: cerdas kreatif, tumbuh tinggi dan kuat, mandiri, supel, dan percaya diri.

Zat besi berperan sangat penting dalam tubuh anak karena zat besi berfungsi memproduksi sel darah merah baru dan menyusun hemoglobin yang berperan untuk meningkatkan kadar oksigen dan membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Selain berfungsi sebagai pengantar oksigen dan cadangan makanan, zat besi dalam tubuh juga dibutuhkan dalam proses pertumbuhan. Zat besi dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar ketika proses pertumbuhan berlangsung dengan cepat, yaitu ketika bayi dan remaja. Karena itu anemia defisiensi zat besi dapat mengganggu pertumbuhan anak.

Lalu, bagaimana sih kita bisa tahu apakah anak kita sudah cukup mendapat asupan zat besi atau belum? Saat anak menderita anemia, ada beberapa gejala khas yang biasanya akan dialami oleh anak, seperti: kulit menjadi pucat, mudah lelah atau sering lemas, menurunnya kemampuan kognitif dan perkembangan sosial.

Jika hal itu dibiarkan, anak akan mengalami kesulitan dalam menyerap stimulasi atau pelajaran di sekolah, malas bergerak, mudah murung, tidak lincah, dan tidak suka bermain karena cepat lelah. Hal itu tentu saja akan berdampak pada potensi cerdas kreatif, tumbuh tinggi dan kuat, mandiri, supel, dan percaya diri.

Nah moms, nggak mau kan anak kita kehilangan periode emas pertumbuhan dan perkembangan potensi prestasinya? Yuk mulai sekarang kita lebih memperhatikan lagi asupan nutrisi dalam menu harian anak.

Berikan si kecil makanan yang kaya akan zat besi seperti daging sapi, hati sapi, telur, bayam, kale, kacang kedelai, kacang tanah, dan berbagai jenis sayur berdaun hijau tua lainnya. Kita juga bisa menambahkan susu pertumbuhan yang mengandung zat besi pada menu harian anak.

Kalau saya selalu membiasakan anak-anak minum susu SGM Eksplor dengan formula COMPLINUTRI yang dilengkapi zat gizi makro dan mikro seperti Asam Linoleat Omega, Protein,  Vitamin D3,  Vitamin A,  Vitamin C, Zinc, dan tentu saja Zat Besi.

Zat besi pada segelas susu SGM Eksplor atau sekotak SGM ktif akan sangat mudah dicerna oleh tubuh karena  vitamin C yang terkandung akan membantu meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh anak.

Bekal Sekolah Arka

Jadi, yuk kita dukung anak-anak menjadi #GenerasiMaju yang cerdas kreatif, tumbuh tinggi dan kuat, mandiri, supel, dan percaya diri dengaan memberi mereka nutrisi terbaik dalam setiap menu hariannya.

#MombassadorSGMEksplor #SGMEksplor

 

 

(Visited 14 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *