Mengajari Balita Membaca, Yay Or Nay?

Mengajari anak membaca

Kemarin, saya nggak sengaja bertemu seorang teman di toko buku. Saya lihat dia membawa tumpukan buku-buku belajar PAUD, jumlahnya lumayan banyak. Iseng saya tanya “Bukunya buat si adek ya? Nggak terasa yaa anak-anak ini cepat banget gedenya, tau-tau udah sekolah aja.” Ini sebenarnya curhat pribadi saya sih :p

Sambil mengiyakan, teman saya langsung cerita panjang lebar soal perjuangan memilih sekolah untuk anaknya. Dia bermaksud menyekolahkan anaknya di SD Swasta karena belum cukup umur untuk bisa masuk ke SD Negeri. Hehee nasib anak-anak yang lahir di bulan berakhiran -ber memang selalu serba nanggung dan susah kebagian jatah kursi SD Negeri. Persis anak-anak saya.

Teman saya juga bialng kalau beberapa SD Swasta yang dia sudah survey mengadakan tes baca tulis sebagai syarat masuk. Dan meski ada yang tidak, tetap saja hasil wawancara dengan guru sekolahnya menyiratkan kalau si anak sebaiknya sudah punya kemampuan membaca.

“Eh pendaftaran di sekolah anak saya nggak ada tes calistung sama sekali kok, yang nggak bisa baca juga tetap diterima”

Selamat kalau begitu buk, sudah berhasil dapat sekolah bagus buat anaknya. Tapii.. sudah pernah lihat buku pelajaran tematik kelas 1 yang terbaru belum? Di situ si anak sudah diminta membuat kalimat perintah dan kalimat ajakan loh.. membuatnya bukan dalam bentuk lisan tapi tulisan. belum lagi ada hapalan sila-sila pancasila dan contoh perilakunya, itu semua harus dihapal dan pasti keluar saat penilaian tengah dan akhir semester nanti.

Jadi bagaimana bisa anak kita membuat kalimat panjang-panjang dan menghapal pancasila sambil belajar membaca dalam waktu bersamaan? Sementara sekolah TK tidak memasukkan calistung dalam kurikulumnya.

Herannya kok gak ada yang mau buat petisi soal ini sih? Saya yakin kalau untuk soal yang satu ini emak-emak se Indonesia Raya pasti satu suara. Ayoo dong bikin..  (napa gak situ aja bikin duluan, makyo?)

Kondisi seperti itu malah bisa membuat anak tertekan karena tiba-tiba aja diharuskan belajar ini dan itu, akhirnya anak tantrum. Lalu orang tuanya merasa nggak mampu mengajari sendiri dan memasukkan anak ke BimBel, dalam kondisi lelah sepulang sekolah 🙁

Sedih yaa, tapi mau bagaimana lagi, memang seperti ini dunia pendidikan kita sekarang. Daripada sibuk merutuki si kurikulum ajaib ini, akan lebih baik kalau kita mempersiapkan anak sejak dini.

Salah satu cara menyiapkan anak adalah dengan mengajarinya membaca di usia dini. Jeeng jeeeng, yakin deh sampai sini pasti ada yang melotot gak setuju heheeh.. Memang sih, saat ini banyak ditemukan kasus yang merupakan efek dari dikenalkannya calistung pada anak usia dini. Misalnya, anak cepat merasa bosan, kehilangan konsentrasi belajar, bahkan mogok sekolah.

Yaa, jangan salahin calistungnya dong, coba ingat dulu metode yang dipakai saat mengajari anak membaca dan berhitung, sudah tepat atau belum? Karena untuk baca tulis anak usia dini, yang betul bukan diajari tapi distimulasi.

Tahu kan kalau sekitar 50% perkembangan otak dimulai pada 2 tahun pertama? Karena itu dua tahun pertama kehidupan seorang anak disebut sebagai Golden Age atau masa keemasan. Jika pada masa ini anak distimulasi dengan tepat maka pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya akan baik juga.

Baca juga 1000 Hari Pertama Untuk Selamanya

Yang harus selalu diingat saat mengajari balita membaca dan menulis adalah kita tidak boleh pasang target karena target akan membebani anak dan ibuknya juga. Ciptakan atmosfir yang bisa menggali kreatifitas anak tanpa meninggalkan fitrah mereka: Bermain.

Stimulasi anak dengan permainan-permainan kreatif, nggak perlu dengan printilan seharga ratusan ribu kok. Cukup pakai barang sederhana yang ada di rumah. Manfaatkan juga printables gratis yang bertaburan di Pinterest dan Google.

Jadi bagaimana membuat anak belajar membaca tanpa merasa diajari membaca? Saya akan share beberapa permainan yang pernah saya berikan ke anak saya saat usianya masih balita. Tujuan permainan ini bukan cuma mengenalkan anak pada huruf dan suku kata, tapi sekaligus melatih aspek kognitif, fisik, dan tentu saja bahasa. Aspek-aspek tumbuh kembang ini jika distimulasi dengan maksimal akan mendorong anak memiliki memiliki 5 potensi prestasi anak.

Baca juga Manfaat Berkuda Untuk Menstimulasi 5 Potensi Prestasi Anak

Ide-ide main yang akan saya share ini cocok untuk anak usia 2-6 tahun. Saat mengajak anak bermain pastikan dia dalam kondisi nyaman, kenyang, dan tidak mengantuk supaya memberi kesan ke anak bahwa belajar itu menyenangkan.

Mozaic Alphabets

Permainan ini merangsang aspek kognitif dan motorik halus anak. Kemampuan visual dan daya ciptanya akan terasah selama si kecil mengisi bagian dalam huruf dengan serpihan kertas. Jemari kecilnya yang sibuk menaburi kertas akan semakin luwes, sangat berguna saat dia belajar memegang pensil nanti.

 

Lacing The Alphabets

Permainan ini baik sekali untuk melatih koordinasi mata dan tangannya. Pola jahitan yang harus sama sejak awal hingga akhir akan membuat daya ingat dan ketelitian anak makin terasah.

 

Sand Tracing

Adakah anak-anak yang nggak suka main pasir? Kayanya hampir semua anak betah mengaduk-aduk pasir yaa.. Sekalian saja ajak mereka menulis di atas pasir. Selain menyenangkan karena tidak perlu memegang pensil, bersentuhan dengan pasir akan merangsang saraf-saraf reseptor halus di bawah kulit anak.

Baca juga 5 Cara Membuat Anak Betah Mewarnai dan Menggambar

Alphabets Hunt

Di sini anak diminta mengambil alphabet yang disembunyikan dalam pasir menggunakan penjepit plastik. Biasanya anak bakal geregetan karena kesulitan menjepit, tapi setelah dia berhasil rasa kepuasan dirinya akan bertambah. Aktivitas bagus untuk melatih motorik halus, kesabaran dan ketekunan anak.

 

Match the Egg

Printables telur ini saya dapatkan secara gratis di Pinterest, cari saja dengan kata kunci Egg Alphabet Game, akan muncul banyak pilihan printables yang bisa langsung kita simpan ke smartphone.

 

Hit The Egg

Kalau sedang memasak telur jangan buang cangkangnya yaa, bisa banget buat main bersama anak. Kali ini cangkang telur saya tulisi dengan suku kata, lalu saya minta Dek Raya memukul suku kata yang sesuai dengan contoh kalimat di depannya. Dia senang luar biasa looh, karena akhirnya dibebaskan memukul-mukul kulit telur sampai hancur, biasanya baru mendekat ke keranjang telur saja sudah dilirik tajam emaknya, LOL.

 

Alphabets Fishing

Printablesnya juga saya unduh dari Pinterest dengan kata kunci Fish Alphabets atau Fish Letter. Stetelah di print dan di laminasi, saya tempelkan paper clip kecil di bagian belakang ikan, lalu ujung pancing saya ikat dengan magnet bulat kecil.

Berikan gambar sederhana dan minta anak memancing huruf sesuai nama gambar itu. Aktivitas ini bisa diberikan pada anak yang mulai paham cara merangkai huruf. Selain bisa memperlancar kemampuan bacanya, baik juga untuk melatik motorik, koordinasi, dan kesabarannya.

View this post on Instagram

Pancing ikannya dulu untuk menyusun nama si hewan 🐠🐟 Kasih challenge baru ke Raya supaya bunda bisa tahu apa Raya sudah benar2 paham bagaimana menyusun huruf menjadi sebuah kata atau belum dengan cara 'membaca' gambar dan harus menebak huruf apa saja yang dipakai. Oya, sekalian mau jelasin sedikit, karena ada beberapa teman yang tanya, "kok empat tahun sudah diajari baca? Ga takut stres anaknya?" Begini loh buibu.. kebanyakan anak yang sejak bayi sudah terpapar buku (yang kita bacakan setiap hari) biasanya akan punya ketertarikan lebih besar dengan bacaan, apalagi Raya punya kakak yang setiap hari membaca banyak buku. Buat Raya bisa membaca adalah sebuah 'obsesi' supaya jadi sekeren kakak 😂😂 Dan berangkat dari pengalaman saya sama Ar, sejak Ar bisa membaca sendiri di usia 4,5 tahun pengetahuan umumnya melesat jauh, dia gak perlu menunggu saya selesai cuci piring hanya untuk membacakannya buku, nanti saya cuma perlu menjelaskan apa yang belum dia pahami dari isi bukunya. Googling dan youtubing juga jadi lebih mudah buat dia. Jadi saya merasa gak ada salahnya Raya bisa membaca di usia dini, toh bukan untuk mencapai target apa-apa, cuma untuk mendukung dia menyerap lebih banyak pengetahuan lagi. Nanti masuk sekolah dasar juga tetap akan menunggu usianya 7 tahun seperti Ar 😊 #homeschoolraya #raya49bulan #homeeducation #learningathome #preschoolathome #pauddirumah

A post shared by Yoanna Fayza (@yoannafayza) on

Nah, nggak terlalu susah kan menstimulasi anak belajar membaca? Yang penting kitanya telaten dan mau selalu mendampingi. Ada banyak kesempatan untuk mendukung anak kita menjadi #GenerasiMaju. Yuk Bunda, terus dukung mereka dengan stimulasi yang tepat kapan pun dan di manapun. Jangan lupa juga untuk selalu memenuhi asupan nutrisinya dengan protein, Asam Linoleat Omega, kalsium dan aneka vitamin seperti yang terkandung dalam segelas susu #SGMEksplor 5+ .
.
#MombassadorSGMEksplor

(Visited 85 times, 1 visits today)

31 thoughts on “Mengajari Balita Membaca, Yay Or Nay?”

  1. Memang sejak usia 2 th kita udah bisa mulai ya ngenalin huruf2. Sama bantu anak2 recognize kata2 tertentu. Masuk usia 5 th bisa mulai ajarin bunyi huruf pembentuk kata. Seru ya … mdh2an anak2 kita ga tertekan ya mba malah makin cinta baca dan nulis. Aamiin

  2. Anakku dulu bisa baca usia 3 tahun tanpa diajari secara langsung. Hanya main2 aja, dan dia hapal dgn sendirinya dan nyoba nyambung2in kata. Jd yaa gapapa jg ya bermain dgn mainan edukasi, bagus2 banget ya

  3. Jadi kepikira juga nih soal kurikulum SD. Meski anak blm sekolah tapi dgr beberapa cerita ttg kurikulum untuk anak sekolah zaman now kok menurutku terasa membebani anak ya. Ntar aku nggak mau nuntut berlebihan sama anak ah soal akademik. Yg penting anak mau berusaha sdh alhamdulilah. Semoga kurikulum pendidikan Indonesia ke depannya bisa lebih baik.Btw itu contoh stimulasinya boleh juga nih ntar dicontek buat menstimulasi anakku belajar membaca.

  4. Waah…Bundanya kreatif sekali dalam menstimulasi anak. Salut, deh.
    Dulu waktu anak-anak saya masih kecil, saya lebih banyak menstimulasi mereka dengan peralatan yang sudah siap digunakan. Gak kreatif ya…huhuhu..

  5. Aih, idenya bagus-bagus nih. Bookmark ya, Mbak. Baca ulasan Mbak Yo jadi pengen nulis juga gimana aku mengajar muridku yang kelas 1 SD. Kapan-kapan ah, kucatat dulu di buku ide.

  6. setuju mba harus sejak dini membaca nih anakku tahun ini masuk SD, dikasih liat sama temenku yang anaknya udah kelas 1 SD masa iya kelas 1 SD soalnya adalah ada satu gambar terus si anak suruh berikan pendapat tentang gambar itu. Bah membaca aja belum bisa apalagi kasih pendapat makanya anak temenku stress karena pulang sekolah ikutan les baca kejar bisa baxa sedih deh

  7. Aku di rumah yg lagi suka belajar baca itu Mush’ab apa2 dibaca. Mengandalkan banget buku Belajar baca keluaran Iqra. Pernah belajar pake kartu tapi ga lama. Kartunua diacak2 Miqdad hahahhaa

  8. Pengalaman anak-anak saya di kelas 1, gurunya masih membacakan soal dan pilihan jawaban saat ujian. Alhamdulillah, akhirnya terlewati juga masa-masa horor di kelas 1 kalau anak belum lancar membaca hehehe.. Btw, kreatif banget itu mamanya ya.

  9. AKu tetap mengajarkan anak membaca tapi lewat main-main mereka malah suka dan suka membaca sampai sekrang. Pelajat anak kelas 1 sekrang sudah menuntun anak bisa membaca juga kalau gak ya mereka gak bisa ngapa-ngapain dengan pelajarannya

  10. Bingo!
    happy banget mampir ke postingan ini. Nemu banyak ide untuk main sama anak sekalian belajar membaca.
    anakku udah bisa baca huruf tapi kalau suku kata belum belajar. Makasih banyak yaa

  11. Bagi aku utamanya memperkenalkan huruf dulu.. Alhamdulillah setelah mengenal huruf lalu sering mmbaca buku bersama, maka anak akan lebih mudah membaca.. dan itu sudah terbukti oleh anak kedua aku.. usianya belum genap 5 taun tapi sudah bisa membaca walaupun masih kalimat pendek.. semangat terus untuk mengajari balita membaca.. untuk kebaikan masa depan mereka juga ya bun

  12. Idenya kreatif banget mba. Anak-anak pastinya nggak kerasa belajarnya, karena seperti bermain. Bisa membaca, jadi salah satu efek positifnya aja menurutku. Dan hasil lain yang lebih keren adalah bonding antara ortu dengan anak.

  13. Saya sih iya hehe. Anakku masuk bimba dari 3,5 tahun dan emang menyerapnya cepet banget mbak.
    Ini PRKu ngajarin bacaan yg lbh panjang, bisa tu caranya aku tiru TFS yaaa 😀

  14. Wogh Mama Yo kreatif banget nih menstimulasi anak untuk belajar alfabet. Memang mestinya gini ya, namanya anak-anak kan maunya hepi dan bergembira. Belajar pun juga harus pake cara yang kreatif sehingga mereka tidak bosan.

  15. MasyaAllah belajar dengan cara beginian jadi gampang nyerna anak-anak ya Mba
    asik ini metode belajarnya, belajar sambil bermain. Aku juga kepengen nih bisa nerapin ini ke anak kalo ntar dikasih momongan. Doakan ya Mba

  16. Wah bener mba, aku pernah ketika bikin kurikulum sendiri buat anak, sayapun lihat2 kurikulum anak sd kelas 1, Yaa Allah sudah kubayangkan stresss kali ini anak semua belajar beginian, apalagi anak2 yang mungkin SD nya masuk usia 6 tahun.. tapii semua tergantung kesiapan ortu dan khususnya anak sih mba..

  17. mbak yoanna keren banget
    aktif banget bikin DIY buat main belajar nya anak2
    ah keren
    aku juga pengen bisa
    huhuhuff
    oiya aku contek ya yang alphabet hunt seru soalnya hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *