Wisata Sehat di Jantung Kota Yogyakarta

Yogya sudah mulai dipenuhi wisatawan nih, semua tempat wisata penuh sesak dan lalu lintas ke tujuan pun biasanya macet.

Yang membuat saya terharu sekaligus pingin ngakak adalah beberapa orang yang saya kenal cuma punya waktu pendek untuk berlibur tapi mereka tetap ingin mengunjungi Yogya, katanya “paling nggak tetap berasa liburan deh walau cuma anteng di hotel.”

Sini saya puk puk dulu.

Padahal setiap sudut kota Yogya itu visitable banget lho, saya yang sudah 10 tahun tinggal di Yogya saja masih belum puas mengunjungi pelosok kota Yogya, apalagi kalau habis kepoin blog teman-teman yang khusus jalan-jalan seperti punya Atanasia Rian, artikel dan foto-fotonya itu pasti bikin saya kepikiran “eh kok belum pernah foto di situ ya? eh kok belum pernah makan disitu ya?” 😀
Nah, sekarang saya mau ajak kalian menelusuri tempat-tempat wisata yang sudah mainstream di Yogya tapi dengan cara lain. Yap, dengan jalan kaki!
Walau lagi libur, olahraga nggak boleh kendor kan yaa, jadi yuk kita jalan kaki menikmati eksotisme Yogya. Eh jangan lupa pakai sneakers yang nyaman dan bawa air mineral 🙂

1. Malioboro Pagi Hari

Rasa-rasanya semua sudah pernah ke Malioboro ya? Biasanya ngapain? Belanja dan Berburu kuliner?
Sesekali cobain deh menyusuri Malioboro di pagi hari, bisa sekalian jogging atau jalan santai, kita akan menemukan Malioboro yang tenang bebas dari lalu lalang kendaraan bermotor dan pedagang kaki lima, bisa selfie sepuasnya juga!

 

2. Sarapan dan Cari Oleh-Oleh di Pasar beringharjo

Setelah jam 8 pagi masuklah ke Pasar Beringharjo yang ada di sebelah timur jalan Malioboro, langsung naik ke lantai 2 saja dan cari gado-gado yang jadi legendanya Pasar Beringharjo, namanya Gado-Gado Bu Hadi, selain harganya yang murah rasanya pun juara.
Kalau sudah kenyang sekarang waktunya berburu barang-barang khas Yogya. Yang suka kerajinan dari gerabah, batok kelapa, rotan, atau kayu bisa naik ke lantai 3 bagian timur. Bagi penyuka food photography jangan histeris nanti yaa, karena di sini adalah semacam surga kecil untuk memuaskan hasrat berburu properti foto 😀
Yang dapat amanah titipan daster batik dari mertua atau tetangga sebelah rumah, boleh turun ke lantai 1. Mau model dan warna apa saja lengkap tersedia, pesan saya: kuasailah ilmu tawar menawar dengan baik, karena di musim liburan begini para pedagang kadang agak tega kasih harga 😀

 

3. Kilas Balik Perjuangan Bangsa di Museum Benteng Vredeburg

Letaknya di perempatan ujung selatan jalan Malioboro atau sebelah kiri persis pasar Beringharjo. Bangunan kuno berupa benteng itu dulunya dibangun oleh pemerintahan Belanda sebagai salah satu pertahanan militer saat menyerang Keraton Ngayogyakarta, walaupun tempatnya agak spooky tapi interior di dalam benteng ini menarik sebagai spot berfoto.

 

4. Mengunjungi Einstein di Museum Sains Taman Pintar Yogyakarta

Yuk lanjut lagi jalannya, sekarang menuju Museum Sains Taman Pintar Yogyakarta di timur Benteng Vredeburg. Museum yang terletak di dalam wahana bermain Taman Pintar ini pernah dinobatkan sebagai yang terbaik se Asia Tenggara lho. Nggak cuma sanggup memukau anak-anak saja, orang dewasa yang tertarik percobaan atau teori sains sederhana juga pasti betah di sini.

 

5. Museum Sonobudoyo Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Masih kuat jalan kan? Tujuan selanjutnya melihat warisan kebudayaan Yogyakarta di Museum Sonobudoyo. Jaraknya 400 meter ke arah selatan dari perempatan Malioboro atau titik 0 KM. Museum yang menghadap alun-alun utara kota Yogyakarta ini menyimpan adat budaya kesultanan Yogyakarta, lukisan, koleksi pusaka kerajaan, baju kebesaran anggota keluarga raja, baju perang prajurit keraton dan lain sebagainya.

 

6. Menikmati Kuliner Legendaris di Sentra Gudeg Wijilan

Saatnya makan siang. Kebanyakan wisatawan yang datang ke Yogya merasa belum genap kalau belum makan gudeg, baik yang kering maupun yang basah. Nah, di Jalan Wijilan ini pusatnya gudeg kering yang selalu penuh macet pada saat musim liburan, terutama di jam makan siang dan malam.
Dari alun-alun utara kita bisa berjalan ke arah timur, sampai di pertigaan ada bangunan menyerupai gerbang berbentuk lengkung yang biasa disebut plengkung wijilan, masuk saja kesitu dan kita akan menjumpai deretan rumah makan yang khusus menjual gudeg, harga masing-masing rumah makan bervariasi, tapi jangan khawatir, kebanyakan dari mereka sudah memasang menu berikut harga di pintu masuknya, jadi kita bisa memilih menu sesuai kantong 🙂

 

7. Selfie di Taman Sari Keraton Yogyakarta

Sudah kenyang ya sekarang? Yuk lanjut lagi jalan-jalannya, kita ke Taman Sari, sebuah bangunan kuno yang masih satu kompleks dengan keraton Yogyakarta, dulunya difungsikan sebagai pemandian dan peristirahatan keluarga raja.
Sesuai fitrahnya sebagai tempat bercengkerama Paduka bersama keluarga, struktur bangunan di sini sangat indah, diisi lorong-lorong bawah tanah berbentuk kubah, tangga-tangga yang menghubungkan tiap lorong dengan cara unik, dan tentu saja kolam pemandian cantik. Instagramable banget lah pokoknya 🙂
Letaknya di sebelah selatan Keraton. Kali ini sih kayanya kita naik becak saja ya, karena jaraknya lumayan jauh, kurang lebih 15 menitan, sekalian melemaskan kaki yang dipakai jalan sejak pagi tadi.

 

8. Bakar Kalori dan Uji Konsentrasi di Alun-Alun Kidul

Kalau sudah puas foto-fotonya, sekarang kita pindah ke Alun-Alun Kidul. Kalau yang punya percaya diri lebih bisa pakai GPS alias Gunakan Penduduk Setempat untuk tanya-tanya rute yang lebih singkat melewati gang-gang kecil pemukiman warga.
Kita olahraga sore dulu di sini dengan mengayuh becak-becakan yang juga biasa di sebut odong-odong, satu becak dikayuh 2-4 orang, jangan lupa tawar harga dulu sebelum naik ya.
Lumayan bikin keringetan kan? Bisa membakar kalori setelah makan gudeg tadi tuh, Hehehee. Lanjut ngeronde aja yuk! sambil duduk di pinggir alun-alun menikmati senja. Jajanan di sini nggak cuma ronde kok, ada juga jagung bakar, mie godhog, bakso, sate, batagor, somay, cilok, tahu gejrot, lengkap kap kap.
Yang mau shalat maghrib bisa melipir dulu ke masjid di sebelah timur alun-alun, setelah itu kita lanjutkan keseruan dengan bermain Masangin, sebuah permainan uji konsentrasi melewati dua pohon beringin kembar di tengah alun-alun, tapi dengan mata tertutup! Kebanyakan sih jalannya melenceng ke sana sini sampai jauh dari beringinnya 😀

Sudah puas kan olahraga sekaligus wisata dan foto-fotonya?
Yuk kembali ke hotel, kalau mau pakai jasa becak coba ditawar dulu, atau bisa juga order ojek online supaya lebih cepat sampai dan nggak perlu ada drama tawar menawar.

Sampai jumpa di liburan berikutnya ya 🙂

Untuk Barbie Rian, terima kasih ide artikelnya ini yaa.. *kecuups*

(Visited 106 times, 1 visits today)

5 thoughts on “Wisata Sehat di Jantung Kota Yogyakarta”

  1. Duuhh.. Jadi kangen jogjaaa… Kalo pas libur pasti macet dan rame.. Bikin aras2en ke jogja.. Pengennya sih di pas hari biasa (bukan hari libur).. Tapi apa daya.. Gagal maning gagal maning

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *