Bentuk Selera Makan Anak dengan 5 kebiasaan baik ini

Belakangan ini cuaca ekstrim rajinย sekali dolan ke Jogja, lagi panas terik gak ketulungan tetiba mak bresss hujan datang bersama petir dan guntur yang saling berbalas, mirip perang Zeus melawan bapaknya, si Saturnus di Olympus sana (yang ini sih karena kebanyak baca greek myth).

Cuaca yang panas dingin begini kadang bikin kita kehilangan selera makan, ya gak sih? Bawaannya pengen ngebakso aja, atau mie ayam, eh somay juga gapapa *ealah

Beruntung anak-anak saya termasuk barisan ndablek cuaca, gak peduli panas hujan, ngunyah jalan terus, dikasih telor ceplok sama kecap aja sudah bahagia banget sampai nambah, kadang kalau stok cemilan habis mereka pasrah dikasih krupuk udang pakai topping nasi anget (ngemil lho ini..) hahahaaah..

Pernah ada yang tanya, kok bisa mereka nrimo aja dikasih macem-macem? karena lihat Arka lagi lahap makan rujak cingur. Mungkin yang nanya lupa kalau buah jatuh nggak jauh dari pohonnya hihihiii..

Tapi beneran lho, anak dari ortu yang picky eater biasanya cenderung picky juga, begitu pun sebaliknya, karena selera dan pola makan itu kan dibentuk oleh keluarga, makanya kalau kepingin anak-anak punya selera makan yang baik dan doyan segala macam masakan, yuuk kita perbaiki dulu kebiasaan makan kita.

1. Terapkan Pola Makan Sehat Sejak Hamil dan Menyusui

Sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan Perancis menunjukkan bahwa bayi baru lahir dapat mengenali aroma yang masuk pada hari-hari terakhir kehamilan. Ini menunjukkan bahwa pilihan makanan sang ibu bisa mempengaruhi perkembangan sistem indera bayi dan mempengaruhi selera bayi sebelum dilahirkan.

“Selama kehamilan, bayi dapat menyerap zat-zat dari lingkungannya. Apa yang dimakan oleh ibu, dalam dosis tertentu, juga diteruskan kepada janin,” kata Dr Benoist Schaal dalam pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS) di Vancouver, Kanada.

Disadur dari Detik.com

Keren ya? Ternyata janin bisa mencicipi apa yang kita makan melalui air ketuban, begitu juga dengan bayi yang mendapat ASI, apa yang dimakan si ibu juga akan dirasakan bayi melalu air susu ibunya, nggak heran kalau warna, bau, dan kekentalan ASI berubah setiap hari tergantung apa yang kita konsumsi kemarinnya.
Makanya penting bagi seorang ibu membentuk pola makan yang baik sejak awal kehamilan dan menyusui. Perbanyak berbagai jenis buah dan sayur, mulai rutin mengkonsumsi aneka ikan, dan kurangi minuman manis.

Ibunya nggak doyan sayur? ya nggak usah panik kalau kelak anaknya juga susah disuruh makan sayur ๐Ÿ˜€
Saya sudah membuktikan teori ini lho. Belajar dari anak pertama yang dimasa balitanya cenderung picky eater, saat hamil dan menyusui ekslusif anak kedua, saya memaksakan makan semua jenis buah dan sayur, khusus untuk sayuran biasanya saya gado, harapan saya sih supaya ASInya berasa sayuran yang saya makan itu heheee.. Hasilnya, si adek adalah pemakan segala, apa saja yang ada di meja makan bakal dicomoti, termasuk daun bawang ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

2. Jangan Remehkan MPASI Rumahan

Saat si kecil mulai belajar makan, usahakan beri bahan makanan segar dulu, terserah mau pakai metode konvensional atau BLW (Baby Lead Weaning), mau mengenalkan karbo dulu atau buah dulu, bebas saja, yang penting biarkan bayi mengenal rasa asli makanan, bukan yang sudah dicampur MSG seperti pada makanan kemasan.

Sekali-kali kalau kepepet boleh lah diberi makanan instan, tapi yaa jangan merasa tiap hari selalu kepepet.ย Coba kita disuruh makan mie instan aneka rasa itu setiap hari pagi sore, mau nggak? ๐Ÿ˜€

Yang pakai metode pemberian makan konvensional, coba deh blender atau saring masing-masing bahan secara terpisah dan sajikan berdampingan di piring makannya supaya si bayi bisa belajar mengenali warna dan rasa setiap makanan, latih dia menyukai rasa asli ikan, daging, telur, dan sayur-sayuran. Lagian kita juga nggak mau kan makan gurame asam manis dan tumis kangkung yang diaduk jadi satu? jadi kenapa anak kita harus dikasih makan seperti itu? :p
Repot? Punya anak ya sudah pasti repot, tapi percaya deh repot yang cuma beberapa bulan ini akan memudahkan kita di tahun-tahun selanjutnya. Nggak bakal ada drama menyembunyikan sayuran di dalam nugget atau mengolah wortel dan sawi menjadi mie, tinggal sodorin sayur bayam bening atau capcay hangat, anak akan dengan riang gembira memakannya.
Nggak punya waktu karena harus berangkat kerja?

Arka, anak pertama saya adalah produk working mom.ย Semua karbo, sayur dan lauk yang akan dikonsumsi hari ini saya haluskan sebelum berangkat ke kantor, saya simpan di kontainer terpisah dan beri label sesuai jam makannya. Untuk buah, karena harus dihaluskan tepat sebelum dikonsumsi, saya pilih yang mudah diproses seperti pisang atau jeruk, saat weekend baru saya pilih buah yang mengolahnya lebih susah seperti apel dan pear.

3. Bentuk “Jam Lapar” Sejak Dini

Anak-anak yang dibiasakan tidur pukul 7 malam biasanya juga akan mulai mengantuk di jam-jam tersebut. Begitu pula dengan jam makan, Tetapkan jadwal pemberian makan di jam yang sama sejak si kecil mulai belajar makan, anak yang terbiasa makan di waktu spesifik setiap hari dengan sendirinya akan merasa lapar di jam itu.
Atur juga pemberian cemilannya, jangan dikasih kalau sudah mendekati jam makan. Anak ngotot cuma mau cemilan atau susu dan menolak makan besar? Yuk belajar lagi ilmu negosiasi dengan anak, kalau untuk urusan makan boleh kok kita menerapkan disiplin sejak kecil.
Oya, Usahakan temani dia makan, walaupun sudah bisa makan sendiri, tetap temani, di situ kita bisa menyisipkan cerita tentang bahan makanan yang sedang dimakan, misalnya, wortel untuk menjaga mata tetap sehat supaya bisa jadi astronot, karena nggak ada astronot yang pakai kacamata. Anak yang sudah tahu manfaat dari sebuah makanan biasanya akan lebih semangat memakannya.

 

4. Jadilah Role Model

Banyak yang bilang kalau mau anak semangat makan, kita orang tuanya harus jadi figur yang layak tiru. Mungkin itu sebabnya anak-anak saya doyan makan apa saja ya.. karena emaknya ini nggak pernah berhenti makan apapun, hahahaaah *krukupan ember*
Baik kakak atau adek, dua-duanya lahap memakan apapun yang saya makan, seakan saya ini semacam tester bagi mereka, “kalau Bunda bilang enak ya udah percaya aja..”
Sampai suatu ketika, saya pernah hampir muntah karena berpura-pura menikmati pepes belut demi supaya anak-anak saya mau makan belut yang katanya bagus untuk booster BB setelah sakit ๐Ÿ˜€

 

5. Ajak Dia Bergerak
Bergerak di sini maksudnya berolahraga, bisa apa saja yang jadi favorit si kecil. Dengan rutin menggerakan tubuh secara aktif, detak jantungnya akan meningkat dan membuat pembakaran kalori di dalam tubuhnya lebih optimal, kemudian nafsu makan juga akan ikut naik.
Setiap selesai saya ajak jogging (eciyee jogging tho juga mak?) Arka sanggup menghabiskan 1 porsi BigMac plus susu cair kemasan 250ml dalam sekali konsumsi, malam harinya dia juga makan dengan porsi lebih banyak dari biasanya. Jadi jangan sepelekan olahraga untuk si kecil ya moms.

 

Nggak susah kan menerapkan 5 kebiasaan baik ini? kuncinya tertib dan disiplin saja sih. Kalau soal kebiasaan makan di meja makan, saya nggak terlalu ambil pusing, selama mereka makannya anteng nggak sambil lari sana sini, saya bebaskan mereka mau makan di depan TV atau di teras.

“Duh anak gue udah kadung terbiasa dengan pola makan kurang sehat, jadi sekarang susah makan nih..”

Kemarin sempat ada yang curhat begitu ke saya, dia juga tanya apa saya kasih suplemen tertentu buat anak-anak?

Iya, saya sering kasih suplemen berbentuk beng-beng atau koko krunch ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Saya hampir nggak pernah mengandalkan suplemen-suplemen seperti itu, dulu banget pernah beli karena tergiur punya anak gendut montok ginuk-ginuk, tapi malah sayanya yang lupa terus mau ngasih rutin, akhirnya cuma tergeletak saja di pojok lemari obat.

Sampai kemarin, ada menawarkan saya mencoba produk madu plus bahan suplemen alami yang mampu menjaga kondisi tubuh anak dan meningkatkan nafsu makan. Karena Arka dan Raya memang pecinta madu, saya terima tawarannya. Pikir saya, kalau anaknya suka kan pasti akan minta terus, jadi nggak akan bernasib sama seperti suplemen yang sebelumnya ๐Ÿ˜€

Namanya Grow N Health, dengan tagline Madu Suplemen pertumbuhan anak. Dikhususkan untuk usia 1-12 tahun dengan aturan minum 3 x 2 sendok teh sehari sebelum makan dan sebelum tidur.
Kemasannya lucu, paduan warna ungu dan kuning emasnya membuat botol mudah dicari diantara tumpukan botol kecap di meja makan kami ๐Ÿ˜€

Rasanya manis khas madu dengan sedikit rasa temulawak, tapi nggak sampai mengganggu sih, anak-anak tetap semangat menjilati sendoknya kok (mereka mah emang mauan.. ๐Ÿ˜€ )

Kandungannya selain madu murni dari nektar yang mencapai 23,2 gr per 15 ml adalah ekstrak temulawak sebanyak 168 mgr per 15 ml. Temulawak diyakini mengandung minyak atsiri yang memiliki efek karminativum dan menjadikannya salah satu tumbuhan yang mampu meningkatkan nafsu makan.

Ada juga albumin dari ikan gabus sebanyak 480 mgr per 15 ml yang diklaim mampu meningkatkan kecerdasan anak. Peran utama albumin di dalam tubuh untuk membantu pembentukan dan perbaikan jaringan sel dalam tubuh manusia. Pada anak-anak yang memiliki kadar albumin rendah, protein yang dikonsumsi anak akan pecah sehingga protein yang seharusnya dikirim untuk pertumbuhan sel menjadi tidak maksimal.
Nah, kadar albumin dalam ikan gabus sangat tinggi yakni 62,24 g/kg, jauh lebih tinggi dibanding telur yang hanya 9,34 g/kg. Jadi nggak salah kalau Madu Grow N Health menjadikannya salah satu bahan utama.
Terakhir, sebagai pelengkap ditambahkan pula ekstrak kulit manggis sebanyak 120 mgr per 15 ml untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan radikal bebas, kulit manggis yang sempat naik daun beberapa waktu kemarin ini memang terkenal memiliki antimikroba yang sangat tinggi.
Informasi lebih detail mengenai madu Grow N Health ini bisa ditemukan pada website resminya www.grownhealth.co.id

madu untuk anak

Buat yang tertarik memesan bisa hubungi

Whatsapp : 08783446222

Blackberry Messenger : D29550E4 (0 = nol).

Harga perbotolnya Rp 75.000 dengan isi 200 mL
Nah, buat yang beli sekarang, sedang ada diskon 10% lho, cukup memesan melalui website dengan klik: http://grownhealth.co.id/Order-Produk
Lalu masukkan kode KBGNH21 untuk mendapatkan diskon 10%

 

Selamat berikhtiar demi kesehatan anak-anak kita yaa ๐Ÿ™‚

(Visited 96 times, 1 visits today)

12 thoughts on “Bentuk Selera Makan Anak dengan 5 kebiasaan baik ini”

  1. Saya juga gak pernah kasi suplemen ke anak. Cuma pas kemarin anak kedua susah makan ada yg nyaranin madu ini, aku cobain, eh cocok. Nafsu makannya membaik abis minum madu. AKhirnya kuterusin deh hehe

  2. Cuma ankku yang ketiga yang agak picky… tapi sekarang udah mendingan sih… aku juga sering pura2 menikmati makanan tertentu biar anakku juga mau makanan tersebut. Karena menurutku emang anak cenderung meniru apa yang mereka lihat…. jadi kalo ga suka makanan tertentu jangan sampe anak kita tau wkwkkwk

  3. aaaaarrrgggh…aku gak bisa jadi yg nomor 4 mbaaak. Gimana mau jadi role model yg baik? Saya demennya makan mie instant, chiki, dan cokelat. Mamak-mamak macam apa aku ini mbak? *nangisKejer. Eh..maafkeun…salim kenal dulu ya mbak, sampe lupa saya ๐Ÿ™‚

  4. mbak, selama belum hamil tuh aq pemakan segala, tapi tiba-tiba giliran aq hamil jadi gak doyan sama sayur.. pas anakq pertama makan MP ASI dia aq kasih banyak makan sayuran,ikan trs dimakan sampe lahap, tapi giliran udah besar knapa jadi pilih2 makanan ya? mana susah banget makan sayur lagi…hikss

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *