The Harvest Patissier & Chocolatier: Akhir Indah Dari Sebuah Penantian

Seminggu yang lalu, sahabat saya Ima, si empunya www.tamasyaku.com menyampaikan undangan pembukaan gerai The Harvest Patissier & Chocolatier untuk kami para blogger kece Jogja, nggak pakai melihat jadwal di kalender lagi saya langsung mengiyakan, acara lain bisa mundur deh, pokoknya saya kudu ambil bagian di acara ini πŸ˜€

Alkisah, waktu masih jadi petualang ibu kota saya bela-belain ngebus ke Senopati kalau lagi kepingin sepotong Devil Cake The Harvest, atau ngerengek ke si pacar yang rumahnya lebih dekat dari sana buat dibawa ke Bekasi heheheeeh.. pokoknya segala cara bakal saya tempuh demi memanjakan oksitoksin saya dengan menikmati suap demi suap Devil Cake.

Dan setelah pindah Jogja, Devil Cakes The Harvest itu jadi semacam #lifegoals buat saya (hahaah biarin lebay), selama ini kan cuma bisa dongkol setiap melihat teman-teman saya pamer birthday cakes The Harvest di Instagram mereka, huhuhuu kapan gilirankuuu??

Dan life golas saya kemarin tercapai, The Harvest buka di Jogja, ditambah saya dapat kesempatan menjadi bagian di hari pembukaannya, ciyeee salah satu berkah ngeblog nih.. makanya jadi blogger πŸ˜€

Beralamat di Jl. C. Simanjuntak No. 5, letaknya yang berada di pusat kota memudahkan pencinta dessert dari belahan Yogya manapun untuk datang ke gerainya, tapi karena Jl. C. Simanjuntak sendiri berlaku sistem satu arah jadi agak tricky juga cari parkir di The Harvest ini, paling aman sih lewat ujungnya Jl. Simanjuntak (atau yang biasa disebut Terban), dari bunderan UGM ambil arah barat menuju Mirota Kampus, setelah lampu merah Mirota belok kiri itu sudah Jl. C. Simanjuntak, cari saja nomor 5 hehee..

Kalau dari Tugu Yogya lanjut saja ke arah timur, setelah melewati pertigaan lampu merah ada Wisma BDNI dengan gerai KFC besar di sebelah kiri jalan, masuk dan parkir di situ saja, memang lumayan jauh sih jalannya, anggap saja olahrga sebelum dan sesudah pesta kalori di The Harvest yaa πŸ˜€

Buat yang dari Jl. Solo, setelah perempatan Gramedia, lurus terus sampai ketemu Wisma BDNI, bisa parkir di situ, atau maju sedikit lagi setelah lampu merah ada Foodcourt Ayara atau gerai Mc Donald, semuanya bisa buat numpang parkir, tapi ya itu, tetap saja harus nyebrang πŸ˜€

Sebelum acara mulai, bersama mbak-mbak dari The Harvest Jakarta. Photo by www.tamasyaku.com
Sebelum acara mulai, bersama mbak-mbak dari The Harvest Jakarta.
Photo by www.tamasyaku.com

Dari luar gerai sudah terlihat gaya khas Eropa yang romantis menghiasi interiornya. Saat masuk jangan buru-buru menuju rak display, tahan langkah dan nikmati dulu wangi cokelat berbaur dengan keju dibalut butter dan ekstrak vanilla yang akan langsung menyerang saraf penciuman kita dengan membabi buta. Setelah itu baru datangi rak display, tetap melangkah anggun yaaa, karena barisan cakes dan desserts cantik sudah siap membuat kita panik. Saran saya, jangan ke sini dalam keadaaan perut kosong melompong, dijamin kalap nggak beraturan, pengalaman pribadi soalnya, hahahaaah..

the harvest jogja

the harvest jogjathe harvest jogjathe harvest jogja
12 tahun yang lalu The Harvest cuma sebuah gerai patissier kecil di Jl. Senopati, Jakarta. Seiring waktu, banyak pencinta dessert yang jatuh hati dan menjadi pelanggan setianya, dan sekarang sudah punya 25 gerai yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

Nggak heran kalau banyak yang susah berpaling dari pastry dan dessert milik The Harvest karena semua dibuat dengan bahan pilihan berkualitas terbaik, misalnya saja untuk cokelat, kalau kebayakan cakes memakai chocolate compound sebagai bahan dasar, maka The Harvest memakai chocolate couverture sebagai bahan dasar cakes mereka, bukan cuma untuk covering cakes atau campuran glazes lhoo, yang biasa nongkrong di toko bahan kue pasti paham berapa harga sekilo chocolate couverture (kemudian pening..), resepnya pun sudah melewati berulang kali uji coba sebelum produknya dianggap pantas di jual kepasaran.

the harvest jogja

the harvest jogja

Belum cukup membahagiakan pelanggannya dengan rasa dan tampilan yang premium, The Harvest juga berusaha memahami keresahan sebagian masyarakat soal kehalalan bahan-bahan yang digunakan, sudah 5 tahun ini The Harvest menghapus penggunaan rhum dan segala macam alkohol di dalam resepnya, walau berarti proses pembuatannya jadi lebih rumit. Untuk pemakaian gelantine pun mereka sudah beralih ke gelantine berbahan dasar sapi. Hanya saja mereka memang belum memiliki sertifikat halal dari MUI yang sampai saat masih dalam proses, paham sih.. karena mengurus sertifikat halal MUI itu nggak mudah, seperti yang pernah saya tulis di sini.

Tapi dari semua itu, yang paling saya suka dari The Harvest adalah mereka menggunakan dairy products yang lemaknya mudah larut dalam tubuh, horeeee jadi habis puas-puasin makan di sini lalu dipakai jalan ke parkiran lemaknya juga sudah luntur (semogaaa..), makanya parkir yang jauhan, di Tugu misalnya, hihihii..

Bersenang-senang bersama di Hari Blogger :) Photo by: www.tamasyaku.com
Bersenang-senang bersama di Hari Blogger πŸ™‚
Photo by: www.tamasyaku.com
(Visited 143 times, 1 visits today)

7 thoughts on “The Harvest Patissier & Chocolatier: Akhir Indah Dari Sebuah Penantian”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *