Lakukan 4 Langkah Ini Sebelum Merencanakan Investasi Pendidikan

 

Menyambung obrolan saya tentang berburu Sekolah Dasar untuk si kakak, kali ini saya mau curhat lagi tentang biaya pendidikan yang ternyata makin gila-gilaan.

Ceritanya bulan ini saya sempat survey lima SD swasta (niat banget yaa sebulan dapat lima 😀 😀 ), yang tiga lumayan dekat dari rumah dan yang dua lagi konon sedang jadi sekolah swasta favorit di Jogja. Untuk biaya, tiga dari lima SD itu mematok uang pangkal 10-25 juta, belum SPP, catering, dan lain-lain yang harus kami cukupi setiap bulannya. Lalu dua sisanya mengajukan uang pangkal sebesar 5 jutaan dengan SPP yang juga lebih ramah. Memang benar sih teori ada harga ada barang, sekolah yang memasang tarif lebih mahal pun punya fasilitas penunjang belajar yang lebih mumpuni, ortu mana yang nggak pingin memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya?

Tapi kami mencoba realistis dulu, semua biaya kami kalikan dua karena ada si adek yang usianya cuma terpaut tiga tahun dari kakak, dan di sisi lain, investasi untuk pendidikan mereka ke tingkat selanjutnya juga harus tetap berjalan.

Makanya selain semangat mengumpulkan pundi-pundi recehan kami juga nggak lupa berdoa semoga perekonomian Indonesia semakin membaik dan menguat di tahun-tahun kedepan. Karena perekonomian dan pendidikan formal suatu negara adalah hal yang berkaitan, tanpa ekonomi yang sehat dunia pendidikan formal nggak akan bisa berjalan dengan lancar. Tapi sekarang ini, di saat sebagian orang masih kelabakan menutup biaya kebutuhan pokok dan kesehatan, si biaya pendidikan sendiri seakan nggak peduli dan terus saja melenggang naik.

ZAP Finance, sebuah lembaga perencana keuangan independen pernah melakukan survei kepada beberapa sekolah swasta di kota Jakarta, dan hasilnya menunjukkan kalau rata-rata biaya pendidikan di Indonesia naik sebesar 7% – 15% per tahun, bandingkan dengan bunga deposito yang hanya 5% – 8% per tahun *tepuk tangan sambil mewek*

Saya sendiri pernah mencoba melakukan perhitungan biaya pendidikan anak-anak kami sampai tingkat sarjana melalui Kalkulator Finansial, dan saya ‘terharu’ melihat angka yang keluar 😀 😀

Punya kakak
Punya kakak
Punya adek
Punya adek

Makanya penting sekali untuk kami membuat rencana dana pendidikan yang matang, kami sadar nggak bisa cuma mengandalkan tabungan untuk membiayai pendidikan anak-anak sampai tingkat sarjana, apalagi si kakak sudah bertekad terbang ke Saturnus sebagai astronot. Waduh, jangankan memikirkan ongkos pendidikannya, di negara mana dia harus menempuh pendidikan sampai bisa jadi astronot saja belum terbayang oleh kami 😀

Meski nggak punya bayangan sekali seperti apa pendidikan yang harus dijalani sebagai astronot, tapi kami akan tetap berusaha mendukung cita-citanya, karena itu merencanakan biaya pendidikan anak-anak adalah satu keharusan, dan karena tabungan dan deposito sudah nggak bisa diharapkan untuk melawan inflasi pendidikan sekarang saatnya mulai berinvestasi.

Tapi sebelumnya pahami dulu bahwa fungsi investasi bagi keluarga urban seperti kita adalah untuk menyisihkan dalam jumlah kecil dan mengharapkan hasil keuntungan yang tinggi sesuai target waktu yang sudah ditentukan. Investasi itu mengandung risiko, hasil keuntungan bisa jadi sesuai harapan atau malah buntung 😀

Nah, supaya hasil investasi bisa sesuai harapan (sukur-sukur malah ada lebihan buat beli apartemen) ada 4 hal yang bisa kita pertimbangkan sebelum memulai rencana investasi pendidikan:

1. Rencanakan Sejak Kehamilan

Saat hamil, jangan cuma sibuk kepoin momwars ASI vs Sufor atau normal birth vs cesar saja, coba deh mulai survey metode pendidikan apa yang bakal kita pilih untuk anak kita nanti. Diskusi bersama pasangan tentang pendidikan anak harus dimulai sejak masih dalam kandungan. Itu penting karena orang tua harus satu suara saat memilih mau memasukkan anaknya ke sekolah berbasis agama, alam, montessori, atau negeri yang biasa saja.

2. Lakukan Survey Biaya Sekolah Secara Rutin

Survei sekolah incaran sudah boleh kok dilakukan jauh-jauh tahun, pantau terus kenaikan biaya pendidikan setiap tahunnya supaya ada gambaran berapa besar biaya yang harus kita siapkan.

3. Be Realistic!

Sesuaikan kebutuhan dana dengan pemasukan kita, pertimbangkan daya kekuatan kita mengumpulkan pundi-pundi harta katun, kira-kira bakal cukup nggak saat akan dipakai nanti? Kalau masih kurang, kurangnya banyak nggak? Jangan sampai giliran waktunya anak sekolah ternyata simpanan kita langsung terkuras cuma untuk uang pangkal, masih ada SPP dan printilan lainnya yang harus dipikirkan. Dari situ kita bisa memilih jenis investasi yang cocok untuk menutupi kekurangannya.

4. Lindungi Si Pencari Nafkah Utama

Terakhir, pastikan si bread winner atau penyandang dana utama di keluarga kita sudah terlindungi. Risiko kematian di usia produktif atas pencari nafkah dapat terjadi kapan saja (amit-amit..) Karena itu, perlindungan asuransi jiwa juga penting dalam perencanaan dana pendidikan.

Sebetulnya kami sudah pernah membuatkan satu akun reksadana untuk si kakak sebagai usaha kami berinvestasi, walaupun pada pelaksanaannya belum teratur di isi setiap bulan (huhuuu maaf ya kak), semoga setelah ini kami bisa disiplin mengisinya sekaligus membuka satu akun lagi untuk adek.

Tapi sementara akun reksadana untuk adek belum di buka, boleh lah saya berharap pada Morinaga-Chil Go! sebuah brand susu pertumbuhan papan atas yang selalu peduli dan memahami kebutuhan orang tua dalam mempersiapkan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Kali ini, Morinaga Chil-Go! memfasilitasi para orang tua mempersiapkan dana pendidikan melalui program Bekal Masa Depan Chil-Go!

Bekal Masa Depan Chil-Go! adalah salah satu program keren dari Morinaga dalam mendukung gerakan #SiapCerdaskanBangsa, ditujukan kepada para orang tua untuk dapat berbagi stimulasi dan ide kreatif dalam mengembangkan Kecerdasan Majemuk si kecil. Morinaga Chil-Go! akan memilih 9 orang pemenang hadiah utama dan 3.035 orang pemenang hadiah hiburan selama periode program berlangsung.
Hadiah utama dari Bekal Masa Depan Chil-Go! ini adalah Dana Asuransi untuk Pendidikan dengan total senilai 3 Milyar Rupiah dibagi menjadi 3 kategori di masing-masing periode, yaitu :
Platinum: Asuransi Pendidikan senilai Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah)*
Gold: Asuransi Pendidikan senilai Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah)*
Silver: Asuransi Pendidikan senilai Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah)*
* berdasarkan perhitungan investasi hingga anak berusia 18 tahun

Menarik banget yaa.. Cara mengikutinya juga menyenangkan, kita bisa sekaligus mengasah kecerdasan majemuk si kecil saat mendaftarkan permainan yang akan kita sertakan dalam program ini. Kalau masih belum ada gambaran, boleh kok intip cerita kami saat membuat DIY Puzzle Bricks sebagai permainan yang kami daftarkan di galeri Bekal Masa Depan Chil-Go! di www.bekalmasadepan.com atau bisa juga lihat video dibawah ini untuk tata cara yang lebih jelas.

Seru kan programnya? Dan karena batas waktunya masih sampai tanggal 31 Desember 2016, nggak ada alasan buat nggak sempat ikutan lhoo. ayoo mulai memikirkan ide permainan yuk, karena saya juga pingin kirim lagi supaya kesempatan menang lebih besar 😀

 

Minum Chil-Go! dulu biar jadi jagoan :)
Minum Chil-Go! dulu biar jadi jagoan 🙂
(Visited 100 times, 1 visits today)

5 thoughts on “Lakukan 4 Langkah Ini Sebelum Merencanakan Investasi Pendidikan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *