Rayka and The Sugar Factory: Belajar Membuat Gula di Madukismo

Masih ingat dengan film Charlie and The Chocolate Factory? Film itu mengisahkan petualangan si kecil Charlie memasuki pabrik coklat milik Willy Wonka. Nah walaupun nggak sefantastis kisahnya Charlie, tanggal 14 Agustus kemarin kami juga sempat merasakan petualangan memasuki pabrik gula, hihiii maksa dimirip-miripin yaaa ๐Ÿ˜€

 

Jadi, pertengahan Agustus kemarin saya mendapat rezeki bergabung di sebuah komunitas parenting kece bernama Omah Parenting, sebetulnya sudah lama pingin bisa bergabung dengan OP ini, hanya saja karena persyaratannya harus terlebih dulu mengikuti salah satu acara yang diadakan OP, maka keinginan tersebut terpaksa saya tunda berkali-kali. Sampai tanggal 14 Agustus, OP mengadakan Merdeka Trip ke Pabrik Gula Madukismo. Alhamdulillah berjodoh dan kami dapat 3 seats sebagai peserta.

Pabrik Gula Madukismo yang terletak di Kalurahan Tirtonimolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada awalnya bernama Pabrik Gula Padokan. Pada zaman pejajahan Belanda pabrik ini hancur akibat perang dan menyebabkan banyak karyawan pabrik yang kehilangan pekerjaan, setelah Sri Sultan Hamengku Buwono IX naik tahta Pabrik Gula Padokan didirikan kembali dengan nama Pabrik Gula Madukismo pada tanggal 14 Juni 1955, tujuannya untuk menolong rakyat di sekitar pabrik yang bisa terlibat penanaman, pemeliharaan, dan panen tebu sebagai bahan baku utama gula, kemudian pabrik sendiri akan banyak membutuhkan tenaga kerja apalagi saat musim giling.

 

Selanjutnya Pabrik Gula Madukismo menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang diberi nama PT. Madu Baru dan dibagi menjadi dua pabrik yaitu Pabrik Gula (PG Madukismo) dan Pabrik Alkohol/Spiritus (PS Madukismo). Sebagai satu-satunya pabrik Gula dan Alkohol/Spirtus di Propinsi DIY pabrik ini bertugas mensukseskan program pengadaan pangan Nasional, dalam hal ini gula pasir.
Kemarin sebelum berkeliling di dalam pabrik kami sempat mendapat penjelasan singkat mengenai proses pembuatan gula sampai distribusinya, ternyata selain punya brand sendiri dengan nama MK, Madukismo juga memasok gula ke supermarket lain di wilayah Jogja, gula pasir yang dijual di karfur itu juga berasal dari Madukismo lho, cuma kemasannya saja yang berbeda.

 
Setelah mendapat gambaran tentang proses pembuatan gula kami dipersilahkan menaiki kereta diesel pengangkut tebu yang ditarik lokomotif tua, eh walaupun pernah bertugas sebagai pengangkut tebu di masa mudanya, kereta tua ini sekarang malah makin kece kok, bersih berwarna hijau cerah mirip kereta kelinci ๐Ÿ™‚

Naik Kereta Tebu..
Naik Kereta Tebu..

Memasuki area pabrik dengan melewati rel-rel tua dan perkebunan yang ada di dekat pabrik seperti kembali ke masa awal kemerdekaan, bangunan-bangunan besar berusia tua dan mesin-mesin kuno akan menyapa kita di sepanjang perjalanan hingga ke pintu pabrik, dari situ kita akan berjalan kaki memasuki pabrik melihat proses produksi gula secara langsung. Proses ini dimulai dengan pemerahan nira untuk mendapatkan sari gula yang lalu dimurnikan dengan cara sulfitasi, penguapan nira, kristalisasi, puteran gula dan pengemasan gula. Dibagian akhir ini anak-anak diberi kesempatan memakan gula pasir langsung dari mesin penampung ๐Ÿ˜€

Di dalam pabrik
Di dalam pabrik

Di sebelah barat pabrik gula adaย Pabrik Spiritus Madukismo, pengunjung bisa menyaksikan proses produksi spiritus mulai dari tahap pengenceran bahan baku, fermentasi dan penyulingan yang diolah dari tetes tebu, hasil samping produksi gula.

 

Keluar dari pabrik kita akan disambut oleh sebuah halaman luas berumput hijau di kelilingi bangunan pabrik. Di sini lah puncak acara Merdeka Trip Omah Parenting berlangsung, ada berbagai lomba dan games seru untuk anak dan orang tuanya. Tapi karena berstatus new comer dan belum kenal siapapun akhirnya kakak cuma duduk di pinggir lapangan menikmati keriuhan, emaknya pun cuma sibuk fota foto gedung hahaa, beruntung ada sahabat saya dari KEB yang juga ikut acara ini, mak Ari alias Arifah Wulansari aka Mama Tayo, pendekarnya blogger Jogja di setiap kancah lomba blog nasional, dan lagi-lagi saya berasa remahan rengginang di sebelah cookies premium ๐Ÿ˜€ย Sayang kemarin kami sibuk dengan rombongan sirkus masing-masing dan belum sempat ngobrol banyak, padahal mumpung privat kopdar gitu harusnya saya bisa kepoin semua ilmunya yaa ๐Ÿ˜€

PhotoGrid_1472254840942
Bersama Mak Ari,Tayo dan Tifa menuju kawasan pabrik. Photo credit: Arifah Wulansari
Keseruan bersama Omah Parenting di halaman Pabrik Madukismo
Keseruan bersama Omah Parenting di halaman Pabrik Madukismo

Makan siang bersama menjadi penanda berakhirnya acara. Ada yang meleset dari perkiraan kami, ternyata pulang kembali ke parkiran di suruh jalan kaki, kirain naik kereta lagi, eh nggak tahunya jarak antara lapangan dengan gedung tempat parkir cuma sekejap mata hahahaaa.. emak apeess, sambil jalan sambil diomel-omelin bocah yang masih berharap bisa naik kereta gula lagi, maaf ya kak, dek.. ๐Ÿ˜€

 

Terima kasih Omah Parenting :)
Terima kasih Omah Parenting ๐Ÿ™‚
(Visited 64 times, 1 visits today)

1 thought on “Rayka and The Sugar Factory: Belajar Membuat Gula di Madukismo”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *