Penyesalan Menonton Film Untuk Angeline

Samidah (diperankan dengan sangat menyentuh oleh Kinaryosih), seorang perempuan sederhana dari Banyuwangi baru saja melahirkan seorang bayi perempuan, karena kesulitan ekonomi, Samidah dan suaminya Santo (Teuku Rifnu Wikana) yang bekerja sebagai kuli bangunan di Bali, tidak mampu membayar biaya persalinan di Rumah Sakit.
Ditengah keputus asaan, tanpa persetujuan Samidah, Santo meminta bantuan pada pasangan suami istri kaya, John (Hans De Kraker) dan Terry (Roweina Umboh) yang bersedia membayar seluruh biaya rumah sakit sekaligus mengadopsi bayi perempuan Samidah. Oleh John, bayi perempuan manis itu diberi nama Angeline. Tidak ada yang bisa dilakukan Samidah selain meratapi perpisahan dengan anak perempuannya.
John sangat menyayangi dan memanjakan Angeline meskipun dia juga mempunyai anak laki-laki bernama Kevin dari istrinya Terry, hal itu yang memicu kecemburan dan dendam Terry pada Angeline, pernikahan mereka menjadi renggang akibat sering bertengkar tentang kasih sayang John pada Angeline. Sampai suatu hari, ditengah pertengkaran John terkena serangan jantung dan meninggal, kebahagian Angeline pun terenggut, gadis kecil berusia 5 tahun itu kehilangan satu-satunya orang yang melindunginya.
Sejak itu keadaan berubah, Angeline (Naomi Ivo) kerap dintimidasi dan diperlakukan kasar oleh Terry dan Kevin hingga Angeline berusia 9 tahun.
Di lain tempat, Samidah yang bekerja sebagai asisten rumah tangga akhirnya memutuskan kembali ke Bali untuk mencari Angeline setelah sering berdiskusi dengan majikannya yang baik hati. Sampai di Bali ternyata keadaan diluar dugaannya, Santo bukannya mencari Angeline seperti yang selama ini dijanjikan tapi malah menikah lagi dengan perempuan lain. Dengan hati hancur Samidah menyusuri jalan demi jalan di Bali mencari jejak Angeline.
Kembali pada Angeline, setelah bertahun-tahun mengalami siksaan dan berbagai perlakuan buruk dari ibu dan saudara tirinya, akhirnya tersebar berita kehilangan Angeline di seluruh Bali dan media nasional, hingga sampai pula ke telinga Samidah, hatinya semakin hancur.
Ditengah kesedihannya, Samidah menghadapi kenyataan yang lebih pahit saat polisi menjemput dan mengantarkannya menemui jenazah Angeline.
===
Kisah penuh haru biru ini terinspirasi dari kisah nyata misteri hilangnya anak perempuan manis berusia 9 tahun yang sempat mengegerkan tanah air di tahun lalu. Walaupun tidak semua alur cerita dan penokohannya sama persis dengan kisah asli, tapi runutan cerita demi cerita sepanjang film ini diputar memaksa letupan emosi di dada membuncah menjadi genangan air hangat dipelupuk mata.
Jujur, saya nggak suka menonton film yang memaksa saya menangis di bioskop, makanya saya ‘menyesal’ menonton film ini, walaupun berulang kali saya mengalihkan perhatian saya ke layar HP tetap saja emosi saya meledak-ledak, untungnya kemarin saya pakai eyeliner waterproof 😀
Film ini membuat saya ingin terbang pulang ke rumah dan memeluk anak-anak saya, dan disatu titik, membangkitkan kesadaran saya bahwa nggak ada yang lebih dibutuhkan anak-anak selain keberadaan ayah dan ibu di sisi mereka. Keberadaan secara fisik untuk melindungi mereka diusia rapuhnya, karena ternyata ancaman kekerasan pada anak-anak bisa datang dari siapa saja, termasuk orang yang paling dekat dengan si anak.
Film ini juga memberi pelajaran bahwa kita tidak boleh diam saja saat menyadari ada yang tidak beres pada diri seorang anak kecil, bahkan saat si anak menyatakan kalau dia baik-baik saja.

 

 

 

“It takes a village to raise a child”

 

 

 

Yaa, semua anak adalah masa depan kita, anak-anak yang menderita akan menciptakan masa depan yang penuh kesakitan, anak-anak yang tidak berbahagia akan memberikan ketakutan pada masa depan, jadi mulai sekarang jangan pernah lagi mengabaikan perubahan pada diri seorang anak, sekecil apapun itu.
Yang merasa masih gagal sadar terhadap kondisi kekerasan pada anak-anak saat ini, yuk sempatkan menonton film Untuk Angeline 🙂

Poster-film-Untuk-Angeline

UNTUK ANGELINE
Jenis: Drama
Durasi: 100 menit
Produser : Duke Rachmat, Niken Septikasari
Sutradara : Jito Banyu
Penulis : Lele Laila Nurazizah
Produksi : Citra Visual Sinema

(Visited 97 times, 1 visits today)

2 thoughts on “Penyesalan Menonton Film Untuk Angeline”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *