Mau Lancar Berbisnis di Rumah? Belajar Manajemen Waktunya Dulu Yuuk

Siapa yang pernah jadi saksi perang abadi antara ibu rumah tangga versus ibu pekerja kantoran? Atau malah sering terlibat sebagai pejuang di salah satu kubu? Hihihii.. Kayanya kita semua kaum ibu pernah mengalami masa-masa jahiliyah seperti itu yaa, bedanya ada yang dengan cepat mendapat pencerahan, adapula yang malah makin menjadi militan 😀

Nah jika dua kubu itu memang sudah ditakdirkan jadi seteru abadi dari sananya, maka ada lagi kubu yang kelihatannya adem ayem akur sana sini tapi sesungguhnya paling banyak diimpikan kaum perempuan.
Iyeess betuul, apalagi kalau bukan kubu ibu-ibu yang bekerja di rumah, atau isitilah kerennya working at home mom (WAHM), bekerja di rumah ini maksudnya bukan cuci setrika ngepel yaa, tapi berbisnis atau melakukan sesuatu di rumah yang dapat memberikan penghasilan, seperti jadi blogger berbayar misalnya (eheem..)

Makanya banyak sekali ibu-ibu tergiur ingin menjadi WAHM ini, Kan kelihatannya asik yaa setiap hari anteng di rumah main sama anak tapi uang jajan nggak perlu nodong suami?

Tapi jangan salah lho, walaupun kelihatannya paling nikmat, status ini justru yang paling banyak menyerap energi dengan tingkat stres paling tinggi.
Berbeda dengan ibu pekerja kantoran yang punya jam kerja di kantor tanpa terganggu rengekan bocah, atau ibu rumah tangga yang walau harus bekerja 24 jam sehari tanpa gaji tapi tetap bisa menunda cuci piringnya kalau tiba-tiba tergoda menemani bocah tidur siang (hayoo ngaku?).
Kaum ibu bekerja di rumah ini harus sanggup berbagi konsentrasi merekap total orderan sambil merakit lego helikopter, atau harus rela bangun jam satu pagi demi menyelesaikan pesanan 50 loyang chiffon cake (ada yang noyor saya habis ini :p), ada juga yang harus pasrah laptop dikudeta anak untuk main game seharian padahal deadline tulisan hanya sampai jam 11 malam (curcol..)

Jadi kata siapa ibu bekerja di rumah itu selalu adem ayem? Saya kenal beberapa teman yang akhirnya berhenti berbisnis dan memilih kembali ke kantor karena kesulitan membagi pikiran dan waktu saat harus menyelesaikan pekerjaan atau bisnisnya di rumah. Bagian terberatnya karena saat anak-anak melihat ibunya ada di rumah mereka pasti menuntut si ibu untuk selalu menemani bermain, jadi boro-boro bisa rekap orderan atau menulis dengan tenang, buka handphone tanpa ditangisi bocah kecil di sebelah saja sudah termasuk beruntung.

Tapi dari sedikit ibu yang berhasil membagi waktunya itu saya kenal seorang teman yang nggak cuma jago membagi fokus tapi sekaligus tumbuh dan berkembang bersama bisnisnya itu.

Namanya Kartika Nugmalia, kami sih biasa memanggil mesra dengan sebutan Mak Aya. Parasnya manis, imut-imut dan rajin menebar senyum, awalnya saya nggak percaya kalau Mak Aya sudah punya tiga orang anak, terlalu unyu untuk mendapat julukan mahmud asti hahaa..
Mak Aya ini dulunya pernah bekerja sebagai guru TK sampai akhirnya memutuskan berkarir di rumah saja sebagai guru untuk anak-anaknya. Belum selesai saya dibuat kaget dengan statu ibu beranak tiganya, saya dibuat melongo lagj waktu Mak Aya pamer foto-foto saat berada di Bali sedang menerima penghargaan sebagai Gold Director di jaringan bisnis MLM Oriflame yang ditekuninya, waaw.. ini sekaligus mematahkan anggapan saya (dan banyak orang juga) kalau cerita sukses di jaringan bisnis seperti ini cuma isapan jempol saja.

image

Lalu bagaimana Mak Aya bisa kelihatan asyik membagi fokus antara keluarga dan bisnisnya ini?

Buat To Do List Harian

Bagi Mak Aya punya to do list harian itu wajib, mulai dari jadwal dan kebutuhan anak-anak sejak pagi sampai urusan pekerjaan  semua tersusun rapih, dengan begitu nggak ada kepentingan yang terlewat.

Miliki Supporting Group

Mak Aya ini terbiasa menyelesaikan semua urusan domestiknya tanpa bantuan ART, padahal beliau punya dua balita laki-laki dan satu bayi perempuan, hayolooh yang anaknya masih satu tapi tiap hari ngak ngek ngak ngek mulu curhat di sosial media.. coba sini berguru sama Mak Aya.

Kalau suka duka memiliki dua anak laki-laki usia balita ini saya juga paham banget karena umur anak-anak kami hampir sama, eh ini masih dikasih rejeki satu bayi perempuan lagi, hahaaa kalo saya sih langsung kibarkan bendera putih.. Lalu gimana Mak Aya bisa menangani ketiganya tanpa bantuan asisten?

Mak Aya punya supporting group yang sangat kompak, ibu dan suaminya selalu bersedia turun tangan menjaga anak-anak saat Mak Aya harus menyelesaikan beberapa urusan di luar rumah, tugas antar jemput anak sekolah juga dilakukan oleh suaminya supaya Mak Aya bisa menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, sering lhoo saya lihat Mak Aya posting foto kegiatan anak sulung atau tengahnya hanya berdua dengan si bapak, seruu..

Disiplin dan Selalu Menebar Energi Positif

Yang sudah pernah mencicipi jaringan bisnis MLM pasti paham bahwa untuk berada di posisi Mak Aya butuh ketekunan, kerja keras, dan banyak energi positif. Energi positif ini juga yang selalu saya rasakan setiap membaca status Mak Aya di linimasanya, walau saya nggak ikutan di jaringan bisnisnya tapi kadang-kadang tertular semangatnya juga.

Nah, buat ibu-ibu yang bermimpi punya bisnis besar sambil santai ngelonin anak di rumah, banguuun atuuuh.. karena kamu bukan Nia Ramadhani jadi mulai lah bergerak, buat to do list, minta dukungan suami dan orang-orang terdekat, lalu disiplin dengan semua rencana kerja kita.

Terima kasih untuk sharingnya ya Mak Aya 🙂

(Visited 73 times, 1 visits today)

3 thoughts on “Mau Lancar Berbisnis di Rumah? Belajar Manajemen Waktunya Dulu Yuuk”

  1. Alhamdulillah akhirnya tayang juga yaaaa…
    Maapkeun juga ya mak, selama sesi wawancara saya timbul tenggelam, jadi kurang lancar proses ngulik materinya. Maaf…
    Makasih ya mak, IRT vs wanita karir, apapun itu ada tantangannya masing masing. Been there, done that. Pernah jadi working mom, pun IRT. Yang penting sih kita enjoy dengan apa yang kita lakukan. Sekali lagi, makasiiih mak Yo :*

  2. Baguus tulisannya 🙂 bener banget, mama yang kerja di rumah memang ga kalah kece, harus bisa bagi waktu buat kerjain kerjaan dan dikerjain (eh diajak main) anak hehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *