Menyapih atau Lanjut Menyusui si Dua Tahun?

image

“Bunda, adek mau kolah kaya kakak..”
“Kalau adek mau sekolah harus berenti dulu mimik bundanya..”
“Yaudaaa ndak jadi kolah..”

😀 😀 😀

Begitulah si bungsu kami yang sekarang berusia 29 bulan atau 2 tahun 5 bulan. Semangat menyusu-nya masih mengebu-gebu persis bayi 6 bulan, di pagi hari saat bangun tidur, selesai sarapan, selesai main, mau tidur siang, bangun tidur siang, setelah ngemil sore, sebelum tidur malam, haduuuw sering banget ya Dek.. -__-

Soal reaksi teman dan saudara sih jangan ditanya lagi.. Mulai dari yang cuma meringis mencoba maklum sampai yang dengan frontal ‘menyerang’ anaknya dengan ledekan “lhooo masih nenen.. gak malu apa? malu tauuu..” *sigh*

Eh, kami bukannya gak pernah mencoba membujuk dan menawarkan opsi-opsi supaya dia mau berhenti menyusu lhoo.. tapi ya gitu, gak satu pun yang berhasil memupus semangat juangnya mencari dada bunda 😀

Mau pakai ‘cara paksa’ untuk menyapih rasanya gak tega, ditambah lagi walaupun berstatus ibu dua anak, aku belum punya pengalaman sama sekali soal menyapih.
Dulu kakak menyapih dirinya sendiri (self weaning) di umur 28 bulan karena aku hamil adek, kakak bilang “ndak enak.. paiit..” Hiiiks hiikss.. :'(
Waktu itu aku memang belum siap menyapih, sebagai working mom momen menyusui itu yang paling membuat aku gak sabar menunggu jam pulang kantor, biasanya jam 5.30 aku sudah di rumah, selesai mandi langsung mesra-mesraan berdua di kamar sampai waktunya makan malam, priceless!!

Setelah adek lahir, aku memilih menemani anak-anak di rumah, sesekali pergi melihat dunia luar demi bisa tetap waras 😀
Tapi meski 24 jam di rumah, momen menyusui ternyata tetap sama ‘priceless’nya, bisa kruntelan bertiga di kamar sebelum tidur siang, waktu bangun tidur siang, mau tidur malam, aaak never get enough with those moments 🙂

Akhirnya niat menyapih itu sampai sekarang cuma jadi resolusi tanpa jangka waktu, paginya mantap mau mulai menyapih, eh sorean dikit sudah lupaa.. mungkin karena selama ini tiap adek merengek atau sekedar ngusel-ngusel reaksiku adalah otomatis menyodorkan dada, jadi susah buat inget kalau sedang memulai proses weaning (atau memang aku-nya yang belum siap weaning?)

Terus kenapa ribut mau menyapih? Ya kan emak kepingin kurus, kepingin nyobain macem-macem diet yang lagi kekinian itu lho.. Hahaa enggak ding.. Alasannya ya karena memang kami merasa sudah waktunya dia berhenti, berharap dia bisa lebih mandiri, ribet juga karena tiap bangun tidur harus ada gentong emak di sebelahnya atau dia bakalan nangis memelas macam ratapan anak tiri.

Lalu mulai lah perburuan tips dan trik menyapih di om google, klik sana sini eh ndilalah kok malah menemukan beberapa artikel yang bikin makin galau, huahahaaa.. 😀

Artikel-artikel itu memuat hasil riset yang menjelaskan kalau menunda menyapih sampai si anak sendiri yang memutuskan berhenti konon lebih bagus untuk kesehatan dan kemandirian si anak, ooooh..

Nih ya, aku tulis lagi Manfaat Menyusui Lebih dari Dua Tahun yang aku salin dari website Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia AIMI:

Anak Lebih Jarang Sakit

Anak yang disapih sebelum umur 2 tahun berisiko lebih besar untuk terkena penyakit.
-The American Academy of Family Physicians-

Anak yang menyusu diantara umur 16-30 bulan lebih jarang sakit dan jikalau terkena penyakit, durasi sakitnya pun lebih pendek.
-Gulick (1986)-

Zat Antibodi banyak terdapat di dalam ASI pada saat menyusu. Faktanya faktor imunitas meningkat pada tahun kedua dan pada saat menyapih.
-Goldman 1983, Goldman & Goldblum 1983, Institute of Medicine 1991)-

Sedikit penambahan pada tingkat menyusui dapat mengurangi tingkat kematian anak dibawah lima tahun sebesar sepuluh persen. Menyusui berperan penting dan terkadang diremehkan pada penanganan dan pencegahan penyakit anak anak.
-WHO-

Pada saat anak sakit pun, menyusui bisa menjadi peredanya. Dan sang Ibu pasti juga merasa tenang karena membantu penyembuhan sang anak.

Anak Menjadi Lebih Pintar

Banyak penelitian yang menyatakan adanya hubungan antara perolehan kognitif (IQ dan peringkat di sekolah) dengan menyusu. Setelah diteliti, semakin tinggi perolehan koqnitif ternyata dibuktikan dengan lamanya jangka waktu menyusu si anak.

Anak Lebih Mandiri dan Lebih Mudah Mersosialisasi

Anak yang menyapih dirinya sendiri (biasanya pada umur 2 sampai 4 tahun) akan jauh lebih mandiri karena ia mendapatkan rasa aman dan nyaman dari ibunya (ketika menyusu) sampai akhirnya ia berhenti sendiri. Pada saat ia memutuskan untuk berhenti menyusu, ia tahu kalau ia telah melangkah lebih maju.
Anak yang memperoleh kemandirian sendiri tanpa paksaan (dalam arti menyapih sendiri) akan merasa lebih aman dan nyaman daripada anak yang kemandiriannya dipaksakan. Karena rasa aman dan nyaman tersebut, terbentuklah kepercayaan diri sehingga dalam lingkungan barupun anak akan lebih mudah bersosialisasi.

Nah, kalau dari pengalamanku pribadi, anak yang masih menyusu itu lebih gampang ditenangkan waktu lelah, bosan, ngantuk dan lapar, apalagi semenjak memasuki usia dua tahun ini yang tiada hari terlewati tanpa drama tantrum.. Ngantuk tapi masih pingin main lego, lapar tapi males ngunyah, bosan tapi diajak main sudah ngantuk, bangun tidur masih ngantuk tapi ngotot mau bangun, benere dewe lah pokoknya..
Tapi selama dia masih terobsesi dengan dada emak, dalam situasi apapun tinggal buka kancing aja dan lep.. dijamin si bocah langsung kalem 🙂

Tuh kan, ternyata manfaat dari memperpanjang masa menyusu ini banyak banget yaa.. jadi mikir puluhan kali lagi untuk menyapih.

Mungkin PRku sekarang bukan menyapih tapi mengurangi waktu dan frekuensinya yaa.. bukan perkara gampang juga sih karena 24 jam nempel terus, kalau gak dikasih ya dia buka sendiri, kalau ditolak dia cium-ciumin dulu emaknya sambil bilang “bunda ayaaang adek mau neneeen..”, kalau sudah gitu siapa juga yang tega menolak? 😀

Adakah yang punya pengalaman serupa dan sudah berhasil? Boleh yaa sharing di sini.. Terima kasih sebelumnya 🙂

(Visited 267 times, 1 visits today)

17 thoughts on “Menyapih atau Lanjut Menyusui si Dua Tahun?”

  1. Ya ampun maak, aku bahagia jadi merasa punya teman. Huahahah..
    Si adek udah 30 bulan, tp belum berhasil kusapih. Keluarga (terutama mertua) udh sering banget nasehatin ini itu. Tapi ya dia masih belum mau lepas sendiri. Aku juga pinginnya dia lepas sendiri sih ngga dipaksa diakalin macem macem kaya kakaknya dulu.
    Makasiih artikelnyaa ya maaaak :*

  2. Lah saya ikutan galau baca ini hikz pengalaman anak pertama saya nyampur mak 🙁 tapi anak kedua nih full, jadi bayangin ntar Kei kayak gitu juga..
    Setuju, barangkali kudu kurangin waktu nenen kali ya mak >.<

    Semangaaat mak..

  3. Hebat mak. Kalo aq waktu anak pertama udah ga kuat kalo hrs nyusu trs, soalny cuma ngempeng, ga nyusu alias sama aja ga byk asi yg masuk+makan jadi sedikit krn dia berharap ada asi. Tp memang ketika disapih ya siap2 aja dg tantrumnya dan begadangnya-_-

  4. Oh menyapiih…aq sampai sekarang juga belum sukses menyapih si kecil mak…pernah nyoba menyapih ala “orang tua” itu malah anaknya stres, nggak mau makan, nggak mau main. Sediih banget. Sekarang santai aja lah…kalau mau nenen ya ayo. Tapi kalo ngga minta, nggak ditawarin. Lagian ukuran kemandirian bukan ditentukan dari itu aja kan? Selamat berjuang mak..

  5. kayaknya aku bakalan susah juga nih anakku Mak…
    udah dicoba, tapi maminya selalu “kalah”–nggak tega sama anaknya, karena anaknya cuman kedap kedip matanya nggak bobok-bobok. Hadehhh T.T

  6. Hahaha, reaksi sosial emang begitulah…
    Nyante aja Mak, tiap anak memang beda kok.
    Nikmati aja perjalanannya.
    Naksir yang rambut kriwil, nggemesin, pengin nowel…

  7. Dulu anak pertamaku disapih pas umur 2 tahun. Kami janjian dulu, setelah dia ultah, gak boleh nenen lagi. Trus pakai alternatif lai seperti nenen bunda sakit. Mungkin karena komunikasi kami intens, dia jadi ngerti.

  8. Senangnya kalo liat si kecil minum ASI. Anakku dulu cuma 8 bulan minum ASI, karena ASI nggak keluar. Malah yang no 2 dan 3 lebih pendek lagi minum ASI nya. Bener, ASI bermanfaat banget buat si kecil, bisa lebih tahan penyakit 🙂

  9. dulu anak pertama nyapihnya alhamdulillah gak sesulit yg diperkirakan..gak pake nangis jungkir balik dkk
    nego2 berhenti nenen lagi dari sejak umur 2th kurang dua bulan..tp kenyataannya baru lepas pas umur 2th 4 bulan..molor dari rencana

    btw gue suka baca blog lo ni buuu..lucu dan seru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *