Hei Sista, Surgamu Ada Pada Suamimu, Bukan Pada Suami Tetanggamu..

Pernah gak sih geregetan banget sama seseorang walaupun kita gak kenal secara personal?
Aku pernah.. Geregetan dengan seseorang yang suka mupeng kalau lihat rumput hijau punya tetangga kompleks sebelah (jauh kan padahal..) lalu karena mupeng dia pun ikut duduk manis di halaman mencabuti rerumputan hijau itu -__-

Si mbak tukang cabut rumput tetangga ini sebetulnya sudah menikah dengan laki-laki pilihannya sendiri, pacarannya pun lumayan lama walau banyakan gak cocoknya (terus kenapa kawin neng?), entah gimana ceritanya sampai dia gagal menemukan fungsi suaminya sebagai sandaran berkeluh kesah dan malah memilih laki-laki lain yang sudah beranak istri sebagai tumpuan curhatnya.
Selanjutnya, dengan alasan “udah kaya kakakku..” si mbak jadi selalu punya alasan untuk merengek ke ‘abang ketemu gede’nya ini.
Mulai dari curhat masalah rumah tangga sampai perut melilit karena datang bulan, dari cerita tentang sikap suaminya yang gak sesuai harapan sampai minta ditransfer karena duitnya di ATM kurang buat facial (FACIAL!!) *sigh*

Dulu pun aku pernah punya teman yang sering memamerkan beberapa gadget kiriman seorang teman prianya. Laptop lengkap dengan modem dan paket quota perbulan, 2 buah smartphone sudah berikut pulsa bulanan juga, masih ditambah beberapa printilan yang lumayan bikin kami para penonton ini ikut mupeng 😀
Padahal si pria ‘dermawan’ ini tinggal di kota lain, mereka hanya berkomunikasi ala abang adek melalui pesan text atau telepon di jam makan siang, belum tentu bisa ketemu setahun sekali.. dan seperti si pria yang sudah beranak istri, teman saya ini juga berstatus istri dan ibu, memang sih nafkah dari suaminya belum mampu mencukupi kesukaan teman saya akan gadget-gadget terbaru, tapi kalau cuma buat makan, bayar sekolah, cicilan ini itu, dan kadang-kadang piknik yaa cukup laaah..

Sayangnya perempuan-perempuan seperti ini suka pura-pura gak ngeh kalau apa yang mereka lakukan adalah sebuah perselingkuhan, karena merasa tidak ada cinta dan nafsu yang menggebu mereka lebih suka hubungannya ini disebut sebagai persahabatan. Kebanyakan dari mereka justru terlihat seperti perempuan baik, berasal dari lingkungan sosial yang sehat dan paham agama.

Sebenarnya mereka gak jahat kok, cuma ndablek aja 😀 Fakir kasih sayang suami yang akhirnya asal bersandar disembarang bahu. Nah, biasanya yang menarik perhatian mereka adalah bahu para pria menanjak mapan alias papah papah muda.. Kebanyakan golongan papah muda ini sudah mulai stabil secara finansial dan pola pikir, punya karir bagus, punya keluarga kecil bahagia unyu2, punya teman-teman dan komunitas solid, emosi selalu tenang, cocok lah pokoknya buat berbagi suka duka..

Susah lhoo menghadapi perempuan tipikal begini, wong merasa gak pernah ngapa-ngapain kok sama suami kita, “cuma pinjam sebentar aja sis, numpang curhat.. lagi pingin dipuk puk.. yaa sedikit diporoti juga sih, ga papa toh? cuma dikit banget kok..”

image
Source: Pinterest

Yaa oke deh, sak karepmu! Tapi, aku punya sedikit pesan untuk kalian..

Percaya deh sis, gak facial atau nyalon berbulan-bulan gak akan bikin mati, belum punya gadget terbaru juga kita bakal tetap bernapas kok.. justru menadahkan tangan pada laki-laki yang bukan hakmu yang akan mematikan harga dirimu dan membuatmu terlihat murahan.. Kalau sekarang belum semua kebutuhanmu bisa terpenuhi mungkin karena memang Allah sedang memberikan ujian kenaikan kelas, tapi alih-alih bersabar kamu malah membuat nilaimu makin hancur.

Dan untuk kalian pria-pria beranjak mapan di luar sana, perempuan seperti itu tidak pernah ada di masa-masa perjuanganmu dulu, namun tetiba bertaburan mengelu-elukan kemapananmu sekarang.
Merasa kasihan sama ikut memberi bahu tempat bersandar itu bedanya jauh brooo.. Berani bayarin istri orang facial, memang istri sendiri sudah diajak plesiran kemana saja? sudah pernah lihat kotak make up istrinya belum? ada lipstik harga lima ratus ribu gak di dalamnya?

Oya, Pernah dengar kan kalau doa istri adalah yang paling makbul untuk suaminya? Kemapananmu sekarang bisa jadi karena doa-doa tulus istrimu, hasil dari ikhtiarnya menemani jatuh bangunmu. Tapiiii, doa itu biasanya menyesuaikan suasana hati lhoo.. jadi kalau istrinya berdoa sambil mangkel ya siap-siap apes aja bro.. *amit amit sih*

Cepat atau lambat istrimu pasti akan memaafkan, tapi kami kaum perempuan tidak diciptakan dengan kemampuan untuk melupakan, kami secara otomatis selalu menyimpan dengan rapih setiap sakit dan kecewa untuk kemudian menjadi ledakan suatu saat nanti, semoga saja gak akan pernah terjadi ya bro.. baek-baek jaga perasaan istri makanya..

image
Source: Pinterest

🙂

(Visited 1,559 times, 1 visits today)

13 thoughts on “Hei Sista, Surgamu Ada Pada Suamimu, Bukan Pada Suami Tetanggamu..”

  1. , “cuma pinjam sebentar aja sis, numpang curhat.. lagi pingin dipuk puk.. yaa sedikit diporoti juga sih, ga papa toh? cuma dikit banget kok..” << tipikal kek gini minta digecek pakai ulekan.

  2. Baca postingan begini, ikutan pingin bawain sendal, kali-kali si embaknya ke facial lupa bawa sendal or high heels, bisa dipinjamin tapi ngasihinnya ditimpuk, glek.

  3. wah di tempat kerjaku banyak banget nich, yang model kaya gini,
    ga perempuanya ga laki2 nya, udah di labrak pun, malah makin jadi…

    1. Sama mak, sempat nangkring beberapa hari didraft dan dipikir etis engganya bolak balik sebelum akhirnya launching.. hehee.. Makasih sudah mampir ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *