Menyulap Sisa Nasi dan Tape Jadi Pupuk Cair

Senangnya punya komunitas dunia maya, bisa berbagi dan belajar apapun dengan siapa saja.. gak perlu bertemu dulu untuk ngobrol, cukup tekan-tekan layar android et voila.. ilmu pun di tangan 🙂
Misalnya aja, gara-gara aku komen di foto strawberrynya Mba Leone Ony di FB, beliau malah mau berbaik hati membagi cara membuat pupuk cair sederhana dari sisa nasi atau istilah kerennya Pupuk Mikro Organisme Lokal (MOL), ilmu yang aku gak ngerti sama sekali sebelumnya.

Sisa nasi? iyaa sisa nasi yang selalu jadi problem semua ibuk-ibuk itu.. di makan udah kurang enak, di buang kok kayanya gimana gitu buang-buang nasi mulu.. nah, kalau dibuat pupuk kan bisa jadi win win solution, nasi gak kebuang dan tanaman subur makmur, secara yang namanya rumah pasti punya lah yaa satu dua tanaman walaupun cuma daun pandan aja 😀

Mikro Organisme Lokal (MOL) sendiri adalah cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang disukai sebagai media hidup dan tempat berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik dan sebagai aktivator/ atau tambahan Nutrisi bagi tumbuhan yang disengaja dikembangkan dari mikro organisme yang berada di tempat tersebut. Nah, karena memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk dimanfaatkan menjadi pupuk jadi tidak merusak lingkungan (ciyeeh ciyeeh.. berasa aktivis grinpis :D)

Bahan-bahan tersebut diduga berupa zat yang dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman (fitohormon) seperti : giberlin, sitokinin, auxin, dan inhibitor.

karena itu MOL selain digunakan sebagai biang penghancur bahan organik (dekomposer), juga bisa berfungsi sebagai Pupuk Organik Cair untuk menambah aktivasi tumbuhan dan tambahan nutrisi bagi tanaman

Syarat terbentuknya MOL adalah sebagai berikut :
1.    Bibit/ Media bakteri yang berasal dari bahan-bahan alami
2.    Makanan dalam bentuk glukosa (Gula dan air kelapa)
3.    Makanan dalam bentuk Karbohidrat

ada banyak bahan yang bisa digunakan sebagai bahan utama MOL seperti sayur, buah, bonggol pisang, keong mas, nasi, ikan , udang , kotoran hewan ternak dan sebagainya, silakan dipilih bahan yang paling mudah diperoleh di sekitar kita.

dicopy dari kebunmungil.blogspot.com

Sejak dua minggu yang lalu aku sudah membuat dan menggunakan MOL dari sisa nasi dan tapai singkong ini. Tapai singkong tinggal beli 500 perak di pasar depan rumah, selanjutnya cuma perlu modal lebih buat gula pasir aja 🙂

Baik MOL nasi atau MOL tapai singkong sama saja cara buatnya.
Versi aku kira-kira begini:

Bahan Membuat Pupuk MOL
100 gr sisa nasi / tapai singkong (kira-kira sekepalan tangan)
5 sdm gula pasir
200 ml air sumur (aku pakai air cucian beras)
1 botol bekas air mineral ukuran tanggung

Cara Membuat Pupuk MOL
1. Aduk gula pasir dan air sampai gula larut.
2. Masukkan nasi / tapai ke dalam botol.
3. Tuang air larutan dan kocok-kocok sebentar supaya nasi / tapai tercampur dengan gula.
4. Simpan selama 4-5 hari dengan mulut botol yang dibiarkan terbuka, jika sudah tercium bau khas tape berarti pupuk sudah bisa dipakai. Kalau belum, bisa coba tambahkan gula pasir lagi, kocok sebentar dan tunggu 2-3 hari lagi.

image
Pupuk MOL nasi dan tapai singkong hasil ramuanku 😀

Cara Pemakaian Pupuk MOL
1. Saring MOL supaya terpisah air dengan ampasnya, simpan kembali ampasnya di dalam botol, tinggal tambahkan gula pasir dan air seperti sebelumnya lalu tunggu 4-5 hari, MOL bisa dipakai lagi.
2. Encerkan air MOL menggunakan air sumur dengan perbandingan 1:10, misalnya air MOL 100 ml, air sumurnya jadi 1000 ml.
3. Siram larutan MOL tersebut di pinggir pot, jangan sampai kena batangnya karena bisa menyebabkan tanaman kuning (amit-amit :D)

Biasanya hari senin dan kamis aku jadikan hari gizi untuk balita-balita di kebunku, senin jatahnya mereka diguyur pupuk MOL nasi dan kamis giliran mereka merasakan MOL tapai, sejauh ini hasilnya gak mengecewakan, paprikaku jadi cepat rimbun dan tomat-tomatan makin jangkung aja 🙂

(Visited 1,668 times, 6 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *