Jadi Petani Di Teras Rumah

Hampir 3 bulan gak update blog, gara-gara hobi baru yang bikin lupa segalanya, sampe kadang lupa kalau masih punya utang packing orderan hehee..
Awalnya cari ide dekorasi rumah rustic di Pinterest, malah jadi nyasar ke boards home gardening dan kitchen gardening, doooh beneran langsung kemimpi-mimpi liat herbs keren-keren disitu.. terus makin (sengaja) nyasar lah ke pins sayuran dan buah yang (keliatannya) gampang tumbuh di pekarangan, kebayang deh punya kebun mungil di teras rumah yang isinya macam-macam tomat, cabe, bumbu-bumbu dapur dan italian herbs yang lucu-lucu ituu.. Dan mimpi mulai terajut, aku mau punya itu semuaaa! 😀

Pucuk di cinta ulam pun tiba (eeaaa..) pas di FB ada OS berkebun yang baru buka punya seeds buah dan herbs yang lumayan lengkap, kalap jelaaaas tapi lalu sadar kalau teras depan rumah gak lebih gede dari kandang kelinci hihihii..

Jadi akhirnya cuma beli seeds yang benar-benar dipinginin aja, buka om gugel buat cari tau cara penyemaian dan perawatannya, dan ini hasilnya.. beberapa yang berhasil tumbuh sehat, yang mati juga banyak sih 😀

image
Trio tomat kesayangan.. tomat kaliurang, tomat roma, dan tomat money maker 🙂

Sempat punya tomat cery yang berhasil tumbuh subur dan rimbun sebelum dicabut Raya sampe ke akar cuma dalam hitungan detik, huhuuu nasibnya si tomat.. :'( :'(

image
yang ini genk cabe-cabean, masih balita dan unyu semua 😀

Ini cabe rawit dompu dan cabe lalap hijau, suatu saat pingin punya cabe hias yang bentuknya ajaib-ajaib itu, nanti deh kalau udah pindah rumah 🙂

image
Paprika color spectrum, dari 4 seeds cuma ini yang berhasil bertahan :')

Selain paprika color spectrum yang memang sengaja beli seedsnya, pernah juga dibawain seeds paprika segambreng sama ayah hasil dari mungutin di kitchennya Cubic hihii.. Sayang mati semua waktu masih penyemaian, susyaah ternyata :'(

image
Pasukan herbs: duo basil, mint, bayi-bayi seledri, dan lemon basil alias kemangi..

Berikutnya menyusul bayi-bayi oregano, parsley, dan dill bakal ikutan eksis.. Sekarang masih disemai 😀

image
Bayi-bayi bayam dan bok choy

Eh ada bayi lemon impor juga  nyempil di antara bok choy, lagi-lagi hasil mungutin di kitchennya Cubic 🙂

image
Bayam dewasa 😀

Maunya ala ala vertical garden tapi isinya cuma bayam merah yang udah bolak balik dipanen buat smoothies 🙂

Ada beberapa daun bumbu yang warisan mama: daun tebal alias daun jintan, daun kunyit, daun salam, daun gedi, dan daun pandan yang udah kaya hutan kecil dipojokan, kapan-kapan aku foto juga aah..

Memang masih punya waktu berkebun?
Ga rempong sama anak-anak?
Masih sempat masak dan baking?
Terus yang ngurus orderannya @chez_rayka dan @raykakitch siapa?
Banyak yang tanya begitu..

Hehee.. Semua perempuan punya cara sendiri untuk menikmati “me-time”nya, nah kalau buat aku yang gak suka pergi-pergian atau perawatan tubuh sebagai me-time, berkebun jelas bisa memanjangkan kembali sumbu sabar yang belakangan makin pendek aja, itulah me-time versi saya selain foto-foto hasil masakan 😀
Kadang aku juga ajak anak-anak, mereka jadi tau cara merawat kehidupan si tomat sejak dia masih berbentuk benih (biji), melihat kecambah pertamanya keluar dari dalam tanah, menunggu tunasnya makin tinggi sambil menjaga dari keusilan tikus, ulat, bekicot, dan kutu-kutu daun.. Hasilnya mereka lebih peduli dengan bentuk kehidupan apapun di sekitar mereka.. Saking pedulinya sampai ulat hijau super rakus yang ngabisin 1 pohon sri rejeki malah dimasukin kotak bekas kura-kura, diadopsi! Hahaa..
Jadi ingat tamagochi jaman SD dulu yang bisa bikin mewek-mewek kalau mendadak wafat 😀 😀

(Visited 79 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *