Day 8: Berkhayal Jadi Amoeba Lalu Membelah Diri

mulai familiar dengan suasana Bethesda, bau-bauan khas rumah sakit dan muka-muka jutek perawatnya, pun mulai sangat terbiasa dengan semua rutinitas.

malam tidur di RS, jam 8 pagi keluar RS langsung ke kantor, sejam di kantor baru pulang ke rumah, mandi, sarapan dan menyusui Arka, jam 11 siang sudah harus balik ke RS lagi karena hubby belum bisa makan sendiri.

bagian terberatnya adalah tiap harus pamit sama Arka, bicara pelan-pelan ke dia kalau Ayahnya masih sakit dan Unda harus temenin Ayah bobo di RS, jadi Arka bobo sama Oma gak pake nenen, dia selalu bisa mengerti semua kata-kataku, biasanya dia akan memeluk dan menyandarkan kepalanya di bahuku sambil berbisik lirih, “neneen..neneen..”

Ya Allah.. I’m so sorry baby.. πŸ™ πŸ™

tiap lagi tidur di RS selalu kepikiran Arka di rumah yang gelisah tidur tanpa nenennya, dia bahkan belum tau apa itu kecelakaan, kenapa Ayah harus bobo di RS terus, dan kenapa Unda ga bisa ngelonin dia πŸ™

eh, tapi kemarin aku sempat bengong pas Arka tiba-tiba teriak dari depan pintu,
“Omaaa.. Omaaaa.. edi (Teddy boneka beruang) ni..”
aku tanya: “Teddy kenapa??”
“edi atuh.. (Teddy jatuh)”
“ooh kasian yaa..”
“iya edi kecekaa.. aya Ayah.. (Teddy kecelakaan, kaya Ayah)”
*melongo* oooh dia ngerti maksudnya kecelakaan..

tapi kalau lagi di rumah ga pernah bisa tidur, kepikiran apa hubby baik-baik aja? gimana kalau tiba-tiba kondisinya drop? siapa yang bisa dimintain persetujuan tanggung jawab kalau tiba-tiba perlu tindakan medis secepatnya?

andai aja aku bisa membelah diri, gak perlu memilih mau berperan sebagai ibu atau istri..

sebenar aku agak sedikit bernapas lega kalau pas mertua mau tidur di RS bantu jaga anaknya (yang mana cuma bersedia dua malam saja) jadi aku bisa ngelonin Arka dan lebih lama nongol di kantor, walau gimanapun aku juga punya tanggung jawab sebagai karyawan yang digaji πŸ™

capek?? pasti!! fisik, pikiran, perasaan..

cuma hubby yang selama ini jadi andalan, tumpuan dan sandaranku tiap kali bingung, takut,atau sedih, superman of my own universe. Biasanya dikit-dikit BBM dia, tanya rute jalan lah, tanya BB yang lemot lah, tanya warna baju yang cocok kalau pas aku lagi di toko lah, minta dianterin ke situ lah, minta ditemenin ke sana lah.

dan tiba-tiba sekarang dia nggeletak diam, dengan selang dan perban di sana sini, mau minum aja harus di bantu, nyesek banget lihat dia begini, merasa butuh banget dipeluk terus nangis di dadanya sampe puas.

sekarang mau curhat ke siapa? mau tanya-tanya ke siapa tiap aku harus ambil keputusan? mau minta anterin siapa pas harus pulang dari RS malem-malem?

huuuft.. πŸ™

(Visited 57 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *