Day 1: The Worst Day, Ever.. :'(

Minggu, 15 Juli 2012.. 05.30

Just another ordinary sunday morning, berdua Arka ngulet-ngulet males di kasur.. sama seperti hari-hari minggu yang lain, jam segini biasanya ayah baru sampai rumah…

A: “ayaaaah??”
me: “bentar lagi pulang kok, tunggu yaa..”
A: “aayaah..”
me: “nih unda BBM..” *tapi report di BBMnya cuma ‘D’
“lagi dijalan nih ka.. BBMnya ga dibaca.. sabar yaa..”
A: “aaaayaaahhh!!” (mulai teriak)
me: “ya udah ditelpon yaa…” *ada nada tunggu tapi ga diangkat 🙁

Aku coba PING BBMnya dan telpon.. masih ada tanda ‘D’ waktu aku PING, pun begitu waktu dicoba telpon sebanyak 3x, nada sambung terus tanpa diangkat, telpon yang keempat nadanya sudah berubah jadi unreachable, aku coba PING lagi dan reportnya cuma centang…

huuufftt 🙁 🙁

08.00

Ayah masih belum pulang.. berkali-kali coba telpon XL dan Simpatinya, responnya masih sama; UNREACHABLE..

mama mulai tanya-tanya dan aku mulai gelisah “kemana kamu beib??” 🙁

ragu-ragu, aku mencoba BBM @holongLubis.. but he knows noting about my hubby, GOSH!!

09.00

mencoba mikir positif: mungkin ayah kecapekan banget dan lebih milih tidur di kantorrnya.. mungkin saking ngantuknya sampe ga denger BB dan HPnya bunyi berkali-kali.. mungkin BB dan Sonernya kehabisan baterai, lahh chargernya aja ditinggal di rumah.. mungkin.. mungkin.. mungkin.. ggrrrrhhh!!! I hate waiting!!

09.45

baru aja makan dua suapan waktu pintu rumah diketuk, mama keluar, dari dalam aku bisa dengar kalau si tamu nyebut-nyebut nama hubby, mendadak dada dan perut ini kayak di aduk-aduk, sebuah firasat, aku tau ada yang ga beres.

ternyata yang datang polisi, kasih kabar kalau hubby kecelakaan, jatuh di jalan dr. wahidin jam enam tadi, sekarang ada di RS Bethesda dan belum sadar, YA ALLAAAH.. :'( :'( :'(

dan selanjutnya, aku merasa mirip robot tanpa pernah punya pikiran apalagi rasa, cuma terprogram untuk bergerak siap-siap (termasuk nyiapin Arka) dan nyetir motor ke RS sambil membonceng mama dan Arka.

10.15

sampai di Bethesda, rasanya persis kayak lagi ngulang adegan-adegan di sinetron, nerobos masuk IGD, nyebutin nama hubby ke mbak-mbak di registrasi tapi si mbaknya cuma pasang tampang bloon (gue sumpahin bloon beneran luu!!) okee aku cari sendiri!! bukain sekat-sekat kamar satu persatu, di IGD bagian depan susternya nyuruh cari ke dalam, di IGD bagian dalam susternya nyuruh cari ke depan, ga ada.. :'( :'( :'(

aku mulai histeris “susteeeeeeeeerrrrr!!!!!!!! caariiiiiiiiiiiinnn!!!!!”

akhirnya salah satu suster teriak “maaf mba, ada di dalam, kamar nomer enam..”

dan ini yang pertama kali gue lihat pas gue buka tirainya..

luka-luka sudah dibersihkan, beberapa luka sudah diperban, infus juga sudah dipasang, aku lihat tangan dan kakinya diikat semua, suster bilang sampai sekarang belum bangun, kebayang suamiku begini dari jam enam pagi, hiks 🙁

aku membisik di telinganya “ayaaah.. dicari akaa..” dan dia nyahut “hhhh….aka mana??” Alhamdulillaaaaah…

10.25

sambil nunggu dokter jaga yang masih periksa pasien lain, aku mengurus registrasi dan administrasi, sekalian ambil barang-barang hubby di security, ternyata blackberry dan sony ericssonnya hilang, dicuri pas kejadian, cuma ada dompet aja, itu juga yang bikin pihak RS kesulitan menghubungi keluarga, jadi polisi harus cari-cari rumah kami berdasarkan alamat di KTP aja.

Aku langsung mengabari mertua dan semua teman-teman hubby, thanks God, mereka datang ga sampai setengah jam sejak aku kabari.

11.15

Dokter menyarankan untuk rontgen kepala karena kemungkinan ada benturan yang cukup keras di bagian kanan, aku setuju, setelah registrasi administrasi beres baru di bawa ke ruang foto.

dan hasilnya, pembengkakan otak kanan akibat benturan dengan darah yang sudah memenuhi 1/3 bagian otak, SOLUSINYA: Bedah tengkorak kepala untuk menyedot darahnya :'( :'(

Image

Dokter jaga minta kami berunding dan ambil keputusan secepatnya, karena perdarahan bisa semakin banyak dan menekan otak hingga ke tengah, akibatnya bisa henti napas.. 🙁 🙁

Sulit untuk cari 2nd opinion di RS dan dokter lain di hari minggu gini, aku sempat bertanya di BBG Milis Sehat Jogja dan rata-rata mereka bilang kalau dokter saraf di Bethesda bagus, bijak dan profesional, okee bisa sedikit tenang.. he’s on the right hands (I hope)

Tapi bedah kepala?? operasi otak?? kami semua (aku, mama, ibu dan lia) jelas ragu dan takut. Dokternya seperti bisa mengerti, saran dia, hubby di pindah ke IMC dulu sebelum ada keputusan operasi, supaya bisa dapat perawatan dan pengawasan yang lebih maksimal.

12.00

pindah kamar ke IMC, Alhamdulillah dapat tepat persis di sebelah pintu kaca, jadi kami bisa lihat dengan jelas dari pintu masuk.

Image

12.30

ditemani mas Jaga aku menemui suster untuk konsultasi, intinya kami setuju untuk operasi tapi kami butuh bertemu dokter bedahnya dulu, kami kan perlu tau semua prosedur, resiko-resiko dan juga kemungkinan terburuknya, suster bilang hubby akan dihandle dr. Handoyo, beliau setuju memulai operasi jam 15.00 dan janji akan datang sebelum jam itu supaya kami bisa tanya-tanya dulu.

Sementara dokternya belum datang, persiapan operasi sudah dimulai.

Suster kasih kabar kalau stok darah A habis (hadeeeh..) jadi kami harus ambil darah sendiri di PMI kotagede, mas Yogi yang bantu ambil ke kotagede.

14.50

Akhirnya dr. Handoyo datang, dia menjelaskan semua prosedur operasinya termasuk gimana bentuk lubang di kepala yang akan dibuat (dengan cara di bor dan digergaji, hiks..)

sambil di temani mba Sari dan mas Jaga aku menandatangani surat pernyataan persetujuan operasinya.

Bismillaaaah.. semoga ini keputusan yang paling tepat, selanjutnya pasrah..

15.00

Operasi dimulai.. banyak banget teman-teman yang datang mendukung kami, sampai ruang tunggu ga cukup.. thank you All.. :’)

Be strong there yah sayaaang… We love U tooooo much!!! :'( :'( :'(

(Visited 52 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *