Day 1: After The Surgery..

17.04

ada panggilan dari dalam ruang operasi..
ruangannya kecil, ga ada apa-apa selain satu meja dan dua kursi berhadapan, dr. Handoyo sudah duduk manis di kursi satunya..
“operasinya lancar ya bu.. tanda-tanda vital semua normal, dan sekarang sedang berusaha disadarkan dari pengaruh bius..”
ALHAMDULILLAAAAAAAH….
“ini darah di kepalanya yang tadi dikeluarkan, monggo kalau mau di foto…”

haaah??? *mau pingsan*

17.30

ayah didorong keluar dari ruang operasi, masih belum sadar 🙁
masuk ICCU-IMC lagi di kamar yang sama seperti sebelum operasi.. kali ini suster jaganya gak segalak yang tadi siang, dia ijinin gue ikut masuk ke dalam dan ngajak ayah ngobrol,
“sayaang bangun…”
*bola matanya bergerak*
“ayaah dicari aka.. plis bangun..”
“hhh.. iyaaa..”
ALHAMDULILLAAAH..

18.00

gue sempetin pulang kerumah sebentar dianter Dedi.. ganti baju, ambil barang-barang untuk menginap di depan ICCU-IMC.

20.00

teman-teman masih banyak yang menunggu, sebagian di depan ruang ICCU-IMC, sebagian milih duduk santai di taman..

mama memutuskan ikut nginep, toh Arka juga ga bisa pisah sama nenennya jadi percuma juga pulang ke rumah.. Ibu juga mau nginep aja, ga mungkin bisa tidur katanya..

papa baru aja datang, langsung dari banjarnegara.. legaaa.. ada laki-laki yang nemenin nginep, rasanya lebih safe 🙂

semua nungguin kamu sadar beb.. please wake up.. 🙁

21.00

menunggu di depan ruang ICCU-IMC benar-benar penyiksaaan sadis.. bukan karena udara dingin atau nyamuknya yang nekad-nekad, tapi karena setiap jam ada aja suster yang keluar memanggil keluarga salah satu pasien, dan biasanya keluarga itu dipanggil kalau kondisi pasien sedang kritis, butuh persetujuan untuk tindakan medis lebih lanjut atau malah sudah sakratul maut 🙁 🙁 🙁

rasanya seperti menunggu giliran disuruh nyemplung sumur, baru mencoba merem pintu IMC dibuka dan kepala susuter-suster itu nongol, spontan semua penunggu pasien bangun.. tegang.. tahan napas.. berharap bukan nama anggota keluarganya yang disebut.. setiap jam sampai hampir pagi ada di situasi kayak gini.. heeewww -__-!

keluarga pasien yang menunggu persis di sebelah kami baru aja dipanggil masuk, kabarnya anak mereka sudah sangat kritis.. ga sampai 10 menit ibunya di dalam menemani si anak, dia sudah keluar lagi sambil nangis-nangis histeris, anaknya meninggal.. Innalilallahi wa inna illahi rojiun…

saat ada yang meninggal, biasanya pintu IMC jadi sering dibuka tutup karena keluarga almarhum langsung mengurus ini itu.. gue jadi punya kesempatan nyelonong masuk untuk checky-checky kondisi hubby.. Allah The Great!! ternyata sudah siuman, sadar dan asked for his blackberry, hiahahaahaaa.. it’s soooo him… legaaaanyaaaaaahhh…. 😀 😀

*pic ini gue ambil jam 19.00 (atas) dan jam 23.00 (bawah)..*

(Visited 28 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *