ASIP-ASIPku Sayang: Panduan Menyimpan ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Nasib jadi working-mom sekaligus ibu menyusui… kemana-mana selalu aja heboh sama urusan perASIPan… tapi walopun kesannya ribet (yaa masih banyak yang beranggapan begitu) gue malah sangat menikmatinya… kabur diantara jam kerja untuk pumping di toilet atau mushalla, buru-buru ngabisin makan siang supaya punya waktu lebih untuk pumping, bangun jam 4 pagi untuk pumping, semuanya selalu untuk pumping.. 🙂 belum lagi perlengkapan tempur yang selalu ditenteng sana-sini… breastpump, coolerbag, coolerbox, ice gel dan ice pack, berikut botol-botol kaca… Ada perasaan berbunga-bunga tiap kali gue berhasil bawa pulang berbotol-botol ASIP untuk oleh-olehnya Arka, lumayan bisa sedikit mengobati rasa bersalah udah meninggalkan dia seharian..
Alhamdulillah Arka sukses jadi sarjana ASI Eksklusif, cumlaude lhooo… tanpa tambahan susu formula, air putih, sari buah, vitamin-vitamin sintetis atau cairan apapun sebelum dia tepat umur 6 bulan… padahal persediaan ASIP gue pas-pasan, nggak bisa sebanyak busui lain yang sampe bisa punya persediaan berpuluh-puluh liter ASIP memenuhi freezer 6 raknya (karena gue memang nggak punya kulkas gede, hehehee)… ternyata nggak perlu punya persedian puluhan liter untuk bisa meng-ASIX-an Arka, dia cuma butuh ASIP SECUKUPNYA dan ASI langsung dari gue setiap pagi dan malam… BBnya selalu ada di persentil 50 dan TBnya betah di persentil 90 setiap kali dihitung menggunakan GrowChart dari WHO…
Jadi kalau saya bisa, harusnya para ibu bekerja yang lain juga bisa yahh… yang penting kita pelajari dengan benar manajemennya, sabar, disiplin untuk pumping, dan sering-sering pasang muka tembok kalau ada yang ngeledek atau malah sinis dengan kegiatan perah memerah ini… (yee sirik tanda tak keren!!)

sekarang mau share sedikit ilmu yang udah gue kumpulin dari milis-milis aah.. ada juga web tentang ASI dan selama ikutan sharing bareng komunitas parenting tentang gimana cara yang baik memperlakukan ASIP-ASIP kita, mungkin agak berbeda dengan busui-busui lain… tapi Alhamdulillah selama gue menjalankan cara-cara ini kualitas ASIP gue selalu terjaga…

Pilih-pilih Wadah Penyimpan ASI Perah
1. untuk menyimpan ASIP di kulkas bawah dan di freezer gue pake botol bekas UC1000.
2. saat menyimpan ASIP fresh hasil pumping selama di kantor gue pakai botol susu plastik dari pigeon dan medela, karena lebih ringan dari botol kaca dan nggak gampang pecah jadi lebih praktis dibawa-bawa, nanti setelah sampai rumah langsung dituang ke botol kaca dan dikasih label tanggal pumpingnya.
3. gue juga selalu bawa plastik khusus menyimpan ASIP untuk jaga-jaga (pakai yang merk Little Giant) kalau botol plastiknya kurang atau pas gue lagi dapat tugas ke luar kota.

Cara Mensterilkan Wadah Penyimpan ASI Perah (saya nggak punya mesin sterilized, jadi pakai cara manual yang murmer ajaah laaahh.. 🙂 )
Botol bekas UC1000:
1. rendam dalam air ± 6 jam, cuci dengan sabun sampe bener2 bersih, keringkan.
2. tempatkan didalam baskom besar dengan posisi mulut botol diatas, siram dengan air panas mendidih satu persatu sampai botol terendam seluruhnya dengan air panas.
3. untuk menguji ketahan botol dan tutupnya, isi botol dengan air bersih sampai di batas bahu botol, lalu simpan di freezer selama 2 hari. Cek seluruh badan botol untuk melihat ada retakan atau nggak. Jika bebas dari retakan botol udah bisa digunakan untuk menyimpan ASIP.
4. setiap kali botol mau dipake ulang, cuci bersih dengan sabun sampe sisa dan bau ASIP hilang, terus siram dengan air panas mendidih.
5. keringkan botol dengan cara diangin-anginkan dalam posisi terbalik didalam tempat bersih tertutup, tunggu sampai embun dan titik-titik air kering seluruhnya (biasanya butuh waktu semalam)
6. untuk tutupnya, sebaiknya ganti tutup kalengnya dengan tutup plastik yang seukuran dengan si botol (gue beli tutup plastik putih 1 pak isi 100 biji seharga 9 ribu perak di toko bahan kimia)

Botol susu bayi:
1. saat baru dibeli, rebus botol dalam air panas mendidih selama ± 3-5 menit, keringkan.
2. untuk menguji ketahan botol dan tutupnya, isi botol dengan air bersih sampai di batas leher botol, trus simpan di freezer selama 2 hari. Cek seluruh badan botol untuk melihat ada retakan atau tidak. Jika bebas dari retakan botol sudah bisa digunakan untuk menyimpan ASIP.
3. setiap kali botol akan dipakai ulang, cuci bersih dengan sabun sampai sisa dan bau ASIP hilang, lalu siram dengan air panas mendidih.
4. keringkan botol dengan cara diangin-anginkan dalam posisi terbalik didalam tempat bersih tertutup, tunggu sampai embun dan titik-titik air kering seluruhnya (biasanya butuh waktu semalam)

Plastik khusus ASIP bisa langsung dipakai tanpa perlu disteril lagi.

Cara menyimpan ASI Perah
1. selama memompa usahakan untuk meminimalisir kontak ASIP dengan udara diluar BP (BreastPump).
2. selesai memompa langsung lepas pompa dari botolnya dan tutup rapat botol ASIP.
3. jika di kantor ada kulkas yang memungkinkan untuk dititipi ASIP bisa simpan dulu ASIP-ASIP tersebut di kulkas kantor (jangan di freezernya), sebelumnya bungkus lagi botol ASIP dengan plastik gula dan ikat rapat untuk menghindari kontaminasi dengan bahan-bahan lain didalam kulkas.
4. Kalo nggak ada kulkas yang bisa dititipi bisa langsung dimasukkan dalam coolerbag (gue pakai Allerhand), gue selalu sedia 1 ice pack dan 2 ice gel untuk menjaga suhu coolerbag tetap dingin sampai jam pulang kantor (waktu tempuh dari kantor ke rumah ± 20 – 30 menit)
5. Nah kalau lagi tugas ke luar kota selama 1 hari penuh, botol ASIP gue ganti dengan plastik ASIP, coolerbag gue ganti dengan coolerbox (gue pakai Igllo yang kecil)dan membawa 2 ice pack sedang dan 3 ice gel sedang, nanti pas mau pulang gue juga tambahin es batu (beli diwarung yang jual teh botol).
6. sampai di rumah ASIP-ASIP gue pindahkan ke botol kaca (biasanya bisa bawa pulang 5 botol ukuran 100ml), dikasih label berdasarkan tanggal dan jam perah, dan langsung gue masukin ke kulkas bawah dibagian paling belakang, jangan langsung di freezer untuk menghindari perubahan suhu yang mendadak.
7. saat mau tidur, ASIP-ASIP di kulkas bawah itu gue pindahin sebanyak 2 botol ke freezer untuk dibekukan, dan yang 3 botol lagi gue biarin untuk dikonsumsi Arka besok, gue juga nurunin 2 botol ASIP beku dari freezer ke kulkas bawah. Karena biasanya perhari Arka minum 500 ML ASIP (5 botol) gue kombinasi dengan 3 botol ASIP fresh dan 2 botol ASIP beku (gue pakai sistem “Last In First Out’)

Daya Simpan ASI Perah
– di dalam suhu ruangan 19-22ºC ASIP fresh bisa bertahan selama 4-6 jam tergantung konsistensi suhu.
– di dalam insulated cooler bag (dengan perbandingan jumlah blue ice = jumlah ASIP) bisa bertahan selama 24 jam.
– di dalam kulkas dengan suhu < -4°C ASIP fresh bisa bertahan selama 4-7 hari tergantung konsistensi suhu dan seberapa sering pintu kulkas dibuka.
– di dalam freezer kulkas 1 pintu dengan suhu < -15°C ASIP fresh bisa bertahan selama 10-14 hari tergantung konsistensi suhu dan seberapa sering pintu kulkas dibuka.
– di dalam freezer kulkas 2 pintu dengan suhu < -18°C ASIP fresh bisa bertahan selama 3-6 bulan tergantung konsistensi suhu dan seberapa sering pintu freezer dibuka.
– di dalam freezer khusus (deep freezer) dengan suhu < -20°C ASIP fresh bisa bertahan selama 6-12 bulan tergantung konsistensi suhu dan seberapa sering pintu freezer dibuka.

Cara Mencairkan dan menghangatkan ASI Perah Beku
1. keluarkan ASIP beku yang akan dikonsumsi besok pada malam hari sebelum tidur, taruh di rak bagian bawah kulkas, biarkan mencair perlahan, kalau ASIPnya termasuk jenis yang susah cair kaya’ punya gue, ASIPnya direndam dalam mangkok isi air dingin dan tetap simpan di kulkas sampai besok paginya.
2. besoknya, botol ASIP yang akan dikonsumsi dibiarkan dulu disuhu ruang selama ± 30 menit setelah itu bisa direndam dengan air hangat agak panas (gue gak punya botle warmer) sampai suhu ASIP berubah hangat sesuai dengan yang dikehendaki.
4. ASIP yang udah dihangatkan harus habis dalam waktu nggak lebih dari 2 jam, kalau masih belum habis lebih baik dibuang, jangan dikembalikan lagi ke dalam kulkas untuk dihangatkan kembali pada sesi minum berikutnya. Kalau gue sendiri bikin aturan setelah 1 jam habis gak habis harus dibuang.

Ribet yah? Kalau dibayangin emang jatuhnya ribet, tapi believe me.. setelah dijalanin dan mulai terbiasa, it is fun all the times.. Bayangin ada seorang manusia kecil paling manis di dunia menunggu ASIP-ASIP kita di rumah, bayangin pipi bulatnya, jari-jari gemuknya, mata beningnya… gak bisa nemenin dia selama 24/7 saja udah bikin gue merasa bersalah banget, masa mau ditambah dengan ngasih dia susu dari sapi sebagai ganti ASI kita?

**Posted from my rockabeRRy..^^

(Visited 276 times, 1 visits today)

8 thoughts on “ASIP-ASIPku Sayang: Panduan Menyimpan ASI Perah untuk Ibu Bekerja”

  1. salam kenal tuk bunda arka,
    perkenalkan saya fay, bundanya janeta, belum genap 3 bln jadi mommy neh…so, wkt baca tulisan ini, seneng banget deh..ada tulisan tentang ASIP secara practical..jadi lebih mudah mencernanya…hehe…
    tgl 31 okt 11 nt saya dah mulai masuk kerja, jd sangat butuh masukan mengenai pemerahan, penyimpanan, pencairan dan pensterilan alat2 per-ASI-an..sebab, sama kyk bunda arka, sy tidak mempunyai simpanan ASI bertumpuk2 kayak temen2 sy yang lain..hehe…

    tapi, saya ada pertanyaan nih:
    1. kalo nyimpen pake botol bekas UC1000, apa nanti tidak “melethek” (retak/pecah), karena kan hrs direbus lalu dibekukan lalu direbus n bekukan lagi berulang2? terus apa ada masa kadaluarsanya kah, kira2 berapa kali botol tersebut bisa dipakai?

    2. kalo tutup botol UC1000 diganti pake tutup botol plastik yang beli di toko kimia, apakah bahan dari tutup botol tersebut aman untuk disterilkan?

    3. cara nyimpen botol UC1000 di frezer ditidurkan apa diberdirikan? sebab, kalo ditidurkan berarti ASI kena tutup botol plastik tsb, apa msh ok ASI nya?

    4. kalo pake botol susu bayi, ditutupnya pakai apa? karena kebanyakan botol susu (seperti pigeon), tidak ada tutup yang berbentuk lempengan (yg seukuran uang koin itu…). kalo ditutup pake dot dan tutup botol luar kok rasanya belum rapat ya??

    sori, pertanyaannya rombongan..semangat nih…hehe
    ditunggu ya reply nya…thx b4

    1. Salam kenal mba.. Maaf replynya lama yah..

      1. kalo nyimpen pake botol bekas UC1000, apa nanti tidak “melethek” (retak/pecah), karena kan hrs direbus lalu dibekukan lalu direbus n bekukan lagi berulang2? terus apa ada masa kadaluarsanya kah, kira2 berapa kali botol tersebut bisa dipakai?
      » Botol UC itu kuat banget mba, saya ga pernah ngitung bisa dipake sampai berapa kali, tapi sampai skrg Arka sdh setaun lebih botolnya msh saya pake.

      2. kalo tutup botol UC1000 diganti pake tutup botol plastik yang beli di toko kimia, apakah bahan dari tutup botol tersebut aman untuk disterilkan?
      » Kalau saya sih cuma disiram air panas aja

      3. cara nyimpen botol UC1000 di frezer ditidurkan apa diberdirikan? sebab, kalo ditidurkan berarti ASI kena tutup botol plastik tsb, apa msh ok ASI nya?
      » Diberdirikan

      4. kalo pake botol susu bayi, ditutupnya pakai apa? karena kebanyakan botol susu (seperti pigeon), tidak ada tutup yang berbentuk lempengan (yg seukuran uang koin itu…). kalo ditutup pake dot dan tutup botol luar kok rasanya belum rapat ya??
      » Ada kok lempengannya, biasanya kan kalo kita beli dot jg sdh include cakramnya yg ditengah, atau mau beli cakramnya aja di onlen shop banyak.

      HTH 🙂

  2. Mbak, botol uc bekasnya beli atau ex pake sendiri? Soalnya q kok ragu ya beli botol rekon uc yg diluaran itu, takut bekas apa gitu. Thabks mba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *