Serunya Si Traveller Kecil Mengeksplorasi Dunia Bersama Dancow Excelnutri+ Explore The World

Setelah tahun kemarin bertualang jadi cowboy sehari di Dancow Excelnutri+ Ranch Adventure, tahun ini kami mendapat kesempatan mengunjungi berbagai negara di dunia bersama Dancow Excelnutri+ Explore the World.

image

Dancow Excelnutri+ memang selalu punya acara seru sebagai komitmen Dancow untuk mewujudkan anak Indonesia yang lebih sehat dengan dukungan nutrisi sistem cerna yang sempurna karena 80% sistem imun terletak di saluran cerna. Daya tahan tubuh yang kuat membuat anak tidak mudah sakit, mampu belajar berbagai hal untuk meningkatkan daya pikir, keterampilan sensorik motorik, komunikasi, sosial-emosional, kemandirian, kognitif, dan kreatifitas.

Keterampilan-keterampilan tersebut sangat dibutuhkan sebagai dasar belajar anak. Misalnya belajar ilmu matematika, ingat nggak betapa sebagian dari kita dulu begitu membenci pelajaran matematika? itu mungkin karena dulu orang tua kita belum mengenal cara yang tepat menstimulasi kemampuan kognitif kita.

Di acara Dancow Excelnutri+ Explore the World Ambarukmo Plaza tanggal 14-15 Mei kemarin, Dancow memberikan informasi cara menstimulasi kemampuan sensori, kognitif, dan kreatifitas melalui berbagai aktifitas seru di setiap booth.
Karena temanya adalah explore the world, Dancow menyediakan empat zona bermain yang di sulap menjadi miniatur empat negara, Jepang, Belanda, Brazil, dan Indonesia.
Untuk bisa menjelajah negara-negara itu anak-anak diberikan passport yang akan dicap oleh penjaga pintu area, mirip petugas imigrasi di bandara gitu 😀

image

Di zona Jepang anak-anak belajar seni melipat kertas, kreasi lego, dan mewarnai, semua bertujuan menstimulasi kemampuan sensori, kognitif, dan kreatifitas si kecil.

Di zona Brazil, Dancow menyediakan kebun binatang mini berisi kura-kura brazil dan burung-burung cantik. Loh itu hewan betulan? iyaaa.. semuanya hewan betulan, si kecil bebas menyentuh, memberi makan, dan berfoto bersama. Berinteraksi dengan hewan bagus sekali untuk menstimulasi kemampuan sosial emosi pada diri anak lho moms..

Berpindah ke zona Belanda, anak-anak diajari cara memerah susu sapi, menjadi koboi dan menunggangi kuda, menanam benih tanaman, lalu mengenal beraneka jenis bunga khas Belanda yang diletakkan di dalam kubah transparan, cantik sekali.

Terakhir zona Indonesia, ini zona favorit Arka dan Raya karena di zona ini ada booth memancing dan bermain pasir.
Di booth memancing anak-anak akan dibekali satu buah jala dan satu buah ember, mereka bebas menangkapi ikan-ikan kecil yang ada di kolam, lucu sekali melihat bocah yang biasanya susah disuruh diam tiba-tiba anteng, serius menjala ikan dengan tekun. Di sini kemampuan sensori, kognitif, dan pengelolaan emosi diri mereka benar-benar diasah. Setelah capek menjala, anak-anak bisa menukar ikan tangkapannya dengan ikan lain yang memang sudah disiapkan tim Dancow untuk dibawa pulang, tapi anak-anak diminta untuk mengembalikan ikan tangkapannya tadi ke kolam dengan perlahan, tetap harus sayang binatang yaa..

Puas menjala ikan, kami melanjutkan ke booth sebelah, ada hamparan pasir pantai dan mainan plastik untuk membangun istana pasir, lengkap dengan bola pantai berukuran jumbo. Seperti booth sebelumnya, aktifitas yang ini juga berguna sekali menstimulasi sensori motorik dan kognitif si kecil, bermain bersama teman sebaya juga baik untuk mangasah kemampuan komunikasi dan sosial mereka.

image

Walaupun acara ini ditujukan untuk anak-anak tapi bukan berarti ibunya nggak happy di sini. Selain menyediakan wahana permainan, tim Dancow juga mengadakan cooking demo dan lomba live tweet, saya termasuk salah satu pemenangnya lhoo 😀

image
Cooking demo

image

Di akhir malam, suasana pecah oleh kehadiran Ari Lasso yang membuat mamah-mamah muda menggalau dimanja oleh lagu-lagu manis seperti Cinta Terakhir, Arti Cinta, Kangen, Rahasia Lelaki, Kamulah Satu-Satunya, dan Hampa.

image

Puasnya bermain di sini seharian, ilmu dapat, hadiah juga dibawa pulang 😀

Eh iya, gimana? Sudah dapat banyak ide untuk mengajak si kecil bermain?
Apapun permainan yang kita pilih, selalu serius saat bermain ya moms, dads.. Simpan dulu gadgetnya, singkirkan dulu rekapan orderan, konsentrasi bermain saja, karena cara mendidik anak yang paling baik adalah membangun kedekatan dengan anak, anak yang terbiasa dibanjiri dukungan dan pelukan hangat orang tuanya akan lebih percaya diri mencoba hal-hal baru di sekitarnya.

Terima kasih Dancow, untuk acara seru sarat ilmu ini, harapan saya masih sama seperti tahun kemarin, semoga tahun depan Jogja terpilih lagi :)

Bertualang Ala Koboi Lalu Jadi Peri dan Tinggal di Rumah Hobbit, di Lembang Semua Bisa Terjadi

“Lebaran sebentar lagi..
Berpuasa dengan gembira..”

Awal puasa saja masih dua minggu lagi, eh saya malah sudah membayangkan libur lebaran kami tahun ini, hahaaa.. Maklum ya, sudah enam tahunan ini saya jarang sekali piknik, tepatnya sejak punya anak pertama, karena saya bukan tipe yang betah tamasya dengan menenteng banyak peralatan lenong khas ibu-ibu berbalita.

Tapi semenjak merasakan serunya pergi ke Semarang kemarin, kami (saya dan anak-anak aja sih kayanya, bapaknya engga, hahaah) jadi ketagihan tamasya keluar kota. Apalagi kakak sekarang sudah bisa diminta bantuan menjaga adek, dan adek pun sudah nggak pernah minta gendong, ibunya bahagia lah pokoknya 😀

Kembali ke rencana libur lebaran, sejak dulu saya punya mimpi mengajak anak-anak mengunjungi Bandung, selain rindu dengan jajanan kaki limanya yang enak semua, saya tergiur dengan tempat wisata baru di Bandung dan sekitarnya yang lagi happening berseliweran di Instagram.

Tujuan pertama saya adalah Lembang, suatu wilayah kecamatan di kabupaten Bandung yang terkenal karena kesejukan dan keasrian alamnya.

Kalau dulu ke Lembang hanya karena ingin memetik buah strawberry langsung dari kebunnya, sekarang Lembang juga menawarkan obyek-obyek wisata dengan sentuhan bangunan unik seperti Farmhouse ataupun De’ranch, konon kedua tempat ini sangat instragamable, cocok untuk banci wefie seperti kami 😀
Dan walaupun letaknya agak di pinggir Bandung, nggak perlu khawatir dengan keterbatasan waktu kalau mau puas main, kan sudah banyak hotel yang pemesanannya mudah sekali diakses melalui Traveloka.com

De’Ranch Lembang

image
Sumber: deranchlembang.com

Siapa yang masih ingat dengan film koboi berkuda dan aksi saling tembak-menembaknya? Kalau nggak salah yang hits dulu berjudul Lone Ranger ya? Hehee entahlah, masih piyik banget waktu itu.

Sebuah wilayah di Amerika yang terkenal akan koboinya adalah Texas, tapi sekarang nggak perlu jauh-jauh kesana saat ingin menikmati wisata ala koboi lengkap dengan kostumnya, karena di De’Ranch semua lengkap tersedia. Lokasi wisata yang berada di Lembang ini menawarkan tempat wisata kuda ala koboi yang seru dilakukan beramai-ramai bersama keluarga atau teman-teman.
Di sini kita akan mengenakan kostum seperti para koboi yang sedang bekerja lalu di bawa berkeliling memutari area lokasi De’Ranch sambil menunggang kuda, jika kita belum terbiasa menaiki kuda nggak perlu takut karena ada pemandu kuda profesional yang berpengalaman akan menemani selama tur.

Selain melihat area De’Ranch yang di tata sedemikian rupa hingga terlihat seperti desa koboi, kita bisa sekalian belajar cara menunggang kuda karena De’Ranch menawarkan pelajaran menunggang kuda yang menjadi dasar olahraga equestrian.
Kita juga akan diajari hal-hal lain mulai dari pemeliharaan, perawatan, hingga mengendarai kereta berkuda atau yang lebih dikenal dengan delman.

Tapi yang namanya Koboi, nggak bisa lepas dari pekerjaan utama sebagai peternak. Nah di De’Ranch ini juga ada aktifitas selain menunggang kuda, misalnya mengenal sapi perah.

Semua ibu pasti tahu kalau menghabiskan waktu di tengah alam terbuka selalu jadi favorit anak-anak, mereka pasti betah dan nggak akan rewel diminta berlama-lama di sini, asal perutnya selalu kenyang hihihii..
Makanya De’Ranch ini cocok sekali untuk wisata keluarga apalagi wahana permainan dan tarif menunggang kudanya nggak akan bikin kantong jebol, tarifnya hanya berkisar Rp 15.000 sampai Rp 30.000, sementara untuk menunggang kuda keluar lokasi De’Ranch dikenai biaya Rp200.000 per- 60 menit dengan minimal penumpang 2 orang.

De’Ranch berada di Jalan Maribaya No. 17 di kawasan lembang, Bandung. Obyek wisata ini buka setiap hari, setiap pukul 09.00-17.00 saat hari biasa dan saat akhir pekan atau hari libur mulai jam 08.00-18.00 sementara tempat ini tutup setiap hari senin.

Farmhouse Lembang

image
Sumber: Flickr.com

Setelah puas berkuda ala koboi, kali ini masih dalam wisata alam terbuka di lembang kita akan seseruan di Farmhouse.

Obyek Wisata yang satu ini menyajikan pemandangan alam yang indah dengan tata bangunan yang terlihat seperti pedesaan, suasana di sekitarnya akan mengingatkan kita pada suasana pedesaan yang ada di benua eropa.
Area farmhouse memang nggak terlalu luas namun cukup memuaskan bagi yang ingin piknik bersama keluarga sambil menikmati alam terbuka dan udara yang menyejukkan khas Lembang.

Untuk masuk ke Farmhouse kita akan dikenai tarif sebesar Rp 20.000 dan juga parkir kendaraan yang harganya variatif tergantung jenis kendaraan, Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil.

Tiket masuk tadi dapat ditukarkan dengan sosis bakar atau segelas susu ketika kita sudah melewati loket pembelian tiket, waaaw favoritnya Arka Raya banget ini..

Begitu melangkahkan kaki kedalam maka kita akan terpukau melihat perpaduan keindahan alam dan juga rumah-rumah hobbit yang berjejer di lokasi ini, iyaa rumah hobbit.. serasa di alam peri nggak sih?

Tapi jadi peri di sini nggak perlu takut kelaparan karena ada restoran dan juga gerai jus yang menjual aneka makanan dan minuman segar sebagai penawar lelah berkeliling dan berfoto-foto.

Di Farmhouse juga anda bisa berfoto dengan gadis -gadis yang mengenakan pakaian ala gadis eropa, dan para wisatawan perempuan juga bisa menyewa kostum tradisional eropa ini dengan tarif sebesar Rp 50.000 per- 2 jam.

Seperti De’Ranch, Farmhouse juga memiliki sudut-sudut sangat bersahabat untuk si tukang selfie, setiap latar bangunannya selalu mengundang kita untuk berfoto, bawa extra battery is a must! 😀

Farmhouse ini berada di Jalan Raya Lembang di nomor 108 kawasan Cihideung. Akses ke sini sangat mudah baik untuk pengendara rota empat maupun roda dua. Untuk para wisatawan yang dari luar Bandung atau Jakarta dapat memanfaatkan sara transportasi kereta api menuju Stasiun Bandung lalu lanjut menaiki angkutan umum jurusan Stasiun Bandung menuju Lembang.

Nah kan, jadi makin nggak sabar menghambur-hamburkan jatah liburan kami di Bandung. Doakan kami semoga bisa kesampaian yaa.. :)

Mau Lancar Berbisnis di Rumah? Belajar Manajemen Waktunya Dulu Yuuk

Siapa yang pernah jadi saksi perang abadi antara ibu rumah tangga versus ibu pekerja kantoran? Atau malah sering terlibat sebagai pejuang di salah satu kubu? Hihihii.. Kayanya kita semua kaum ibu pernah mengalami masa-masa jahiliyah seperti itu yaa, bedanya ada yang dengan cepat mendapat pencerahan, adapula yang malah makin menjadi militan 😀

Nah jika dua kubu itu memang sudah ditakdirkan jadi seteru abadi dari sananya, maka ada lagi kubu yang kelihatannya adem ayem akur sana sini tapi sesungguhnya paling banyak diimpikan kaum perempuan.
Iyeess betuul, apalagi kalau bukan kubu ibu-ibu yang bekerja di rumah, atau isitilah kerennya working at home mom (WAHM), bekerja di rumah ini maksudnya bukan cuci setrika ngepel yaa, tapi berbisnis atau melakukan sesuatu di rumah yang dapat memberikan penghasilan, seperti  jadi blogger berbayar misalnya (eheem..)

Makanya banyak sekali ibu-ibu tergiur ingin menjadi WAHM ini, Kan kelihatannya asik yaa setiap hari anteng di rumah main sama anak tapi uang jajan nggak perlu nodong suami?
Tapi jangan salah lho, walaupun kelihatannya paling nikmat, status ini justru yang paling banyak menyerap energi dengan tingkat stres paling tinggi.
Berbeda dengan ibu pekerja kantoran yang punya jam kerja di kantor tanpa terganggu rengekan bocah, atau ibu rumah tangga yang walau harus bekerja 24 jam sehari tanpa gaji tapi tetap bisa menunda cuci piringnya kalau tiba-tiba tergoda menemani bocah tidur siang (hayoo ngaku?).
Kaum ibu bekerja di rumah ini harus sanggup berbagi konsentrasi merekap total orderan sambil merakit lego helikopter, atau harus rela bangun jam satu pagi demi menyelesaikan pesanan 50 loyang chiffon cake (ada yang noyor saya habis ini :p), ada juga yang harus pasrah laptop dikudeta anak untuk main game seharian padahal deadline tulisan hanya sampai jam 11 malam (curcol..)

Jadi kata siapa ibu bekerja di rumah itu selalu adem ayem? Saya kenal beberapa teman yang akhirnya berhenti berbisnis dan memilih kembali ke kantor karena kesulitan membagi pikiran dan waktu saat harus menyelesaikan pekerjaan atau bisnisnya di rumah. Bagian terberatnya karena saat anak-anak melihat ibunya ada di rumah mereka pasti menuntut si ibu untuk selalu menemani bermain, jadi boro-boro bisa rekap orderan atau menulis dengan tenang, buka handphone tanpa ditangisi bocah kecil di sebelah saja sudah termasuk beruntung.

Tapi dari sedikit ibu yang berhasil membagi waktunya itu saya kenal seorang teman yang nggak cuma jago membagi fokus tapi sekaligus tumbuh dan berkembang bersama bisnisnya itu.

Namanya Kartika Nugmalia, kami sih biasa memanggil mesra dengan sebutan Mak Aya. Parasnya manis, imut-imut dan rajin menebar senyum, awalnya saya nggak percaya kalau Mak Aya sudah punya tiga orang anak, terlalu unyu untuk mendapat julukan mahmud asti hahaa..
Mak Aya ini dulunya pernah bekerja sebagai guru TK sampai akhirnya memutuskan berkarir di rumah saja sebagai guru untuk anak-anaknya. Belum selesai saya dibuat kaget dengan statu ibu beranak tiganya, saya dibuat melongo lagj waktu Mak Aya pamer foto-foto saat berada di Bali sedang menerima penghargaan sebagai Gold Director di jaringan bisnis MLM Oriflame yang ditekuninya, waaw.. ini sekaligus mematahkan anggapan saya (dan banyak orang juga) kalau cerita sukses di jaringan bisnis seperti ini cuma isapan jempol saja.

image

Lalu bagaimana Mak Aya bisa kelihatan asyik membagi fokus antara keluarga dan bisnisnya ini?

Buat To Do List Harian

Bagi Mak Aya punya to do list harian itu wajib, mulai dari jadwal dan kebutuhan anak-anak sejak pagi sampai urusan pekerjaan  semua tersusun rapih, dengan begitu nggak ada kepentingan yang terlewat.

Miliki Supporting Group

Mak Aya ini terbiasa menyelesaikan semua urusan domestiknya tanpa bantuan ART, padahal beliau punya dua balita laki-laki dan satu bayi perempuan, hayolooh yang anaknya masih satu tapi tiap hari ngak ngek ngak ngek mulu curhat di sosial media.. coba sini berguru sama Mak Aya.

Kalau suka duka memiliki dua anak laki-laki usia balita ini saya juga paham banget karena umur anak-anak kami hampir sama, eh ini masih dikasih rejeki satu bayi perempuan lagi, hahaaa kalo saya sih langsung kibarkan bendera putih.. Lalu gimana Mak Aya bisa menangani ketiganya tanpa bantuan asisten?

Mak Aya punya supporting group yang sangat kompak, ibu dan suaminya selalu bersedia turun tangan menjaga anak-anak saat Mak Aya harus menyelesaikan beberapa urusan di luar rumah, tugas antar jemput anak sekolah juga dilakukan oleh suaminya supaya Mak Aya bisa menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, sering lhoo saya lihat Mak Aya posting foto kegiatan anak sulung atau tengahnya hanya berdua dengan si bapak, seruu..

Disiplin dan Selalu Menebar Energi Positif

Yang sudah pernah mencicipi jaringan bisnis MLM pasti paham bahwa untuk berada di posisi Mak Aya butuh ketekunan, kerja keras, dan banyak energi positif. Energi positif ini juga yang selalu saya rasakan setiap membaca status Mak Aya di linimasanya, walau saya nggak ikutan di jaringan bisnisnya tapi kadang-kadang tertular semangatnya juga.

Nah, buat ibu-ibu yang bermimpi punya bisnis besar sambil santai ngelonin anak di rumah, banguuun atuuuh.. karena kamu bukan Nia Ramadhani jadi mulai lah bergerak, buat to do list, minta dukungan suami dan orang-orang terdekat, lalu disiplin dengan semua rencana kerja kita.

Terima kasih untuk sharingnya ya Mak Aya :)

#TantanganBersih Scotch-Brite™ Pasar Godean: Serunya Belajar Cuci Piring Sekaligus Berburu Hadiah

image

Susahnya punya rumah yang jauh dari pasar, saya jadi nggak bisa setiap hari main-main ke pasar (main kok di pasar sih Neng?), cuma setiap weekend saya masuk pasar dan kalau sudah begitu bakal gelap mata melihat sayur mayur segar dan aneka ikan serta seafood, kalau duit di dompet belum tersisa dua rupiah saja pasti masih ada yang ingin dibeli. Kok harus sisa dua ribu? Iyaa kan buat parkir heheee.. Biasanya pasar langganan saya adalah Pasar Kranggan di arah timur rumah atau Pasar Godean di arah Barat rumah, tinggal nurutin mood aja lagi pingin belok kanan atau kiri 😀

Nah, hari Minggu, 14 Mei 2016 kemarin saya niat banget berburu sayur segar di Pasar Godean, pagi jam 6.30 sudah sampai di sana. Di depan pasar terlihat ada kerumunan ibu-ibu di sekitar booth berwarna hijau, saya samperin juga aah, kali aja ada yang lagi bagi-bagi hadiah 😀

Ternyata benar lhoo.. Sedang ada acara #TantanganBersih yang merupakan bagian dari event roadshow Scotch-Brite™ di beberapa kota besar di Indonesia. Untuk di kota Yogyakarta sendiri acara ini juga sudah diselenggarakan di Pasar Bringharjo, Pasar Kranggan, dan Pasar Klaten.
Seru nih pastinya, karena merk sabut spons cuci piring yang satu ini memang sudah lama terkenal bagus dan awet, sekarang mereka malah jemput bola, turun langsung ke pasar untuk memperkenalkan berbagai produk Scotch-Brite™ yang lebih ekonomis, jadi kita bisa memilih sabut spons yang sesuai dengan kebutuhan kita.
Tiga varian produk yang tersedia adalah:
1. Sabut Spons Ekonomis seharga Rp. 2.000 berukuran 8.5 cm x 5.5 cm, biar kecil tapi awet dan bandel.
2. Sabut Spons Basic seharga Rp. 3.000 berukuran 10 cm x 6.5 cm yang pas sekali di genggaman.
3. Sabut Stainless anti karat seharga Rp. 3.000 yang mampu meluluhlantakan semua kotoran membandel.

image
3 varian produk Scotch-Brite™

Walaupun misi utama acara #TantanganBersih ini membuat masyarakat lebih mengenal detail dan kelebihan produk Scotch-Brite™, tapi mereka juga banyak sekali bagi-bagi hadiah dan doorprize kepada pengunjung booth, cukup dengan pembelian produk sejumlah Rp. 10.000 pengunjung berhak atas satu buah kupon doorprize berhadiah langsung kipas angin, setrika, mixer, wajan teflon, dan aneka produk Scotch-Brite™.

image
Bagi-bagi aneka doorprize selama acara berlangsung

Nggak cukup dengan memberikan banyak doorprize, event #TantanganBersih juga mengajak pengunjung senam pagi bersama dengan jingle dangdut Scotch-Brite™, ada juga tantangan berjoget dan menyanyikan jingle Scotch-Brite™, semuanya banjiiiir hadiah.

Setelah puas bergoyang, tim #TantanganBersih juga mengadakan demo cuci piring yang benar langsung di samping booth mereka, daaaan.. ternyata cara saya mencuci piring selama ini masih asal-asalan alias belum benar.

image
Demo cuci piring dan cara pakai sabut spons yang benar

Dari yang saya pelajari saat demo kemarin, seharusnya saat mencuci kita beri air dan sabun dulu spons di sisi yang berwarna kuning, remas-remas sampai berbusa lalu sapukan merata ke peralatan yang akan dicuci, setelah itu baru pakai spons di sisi sebaliknya yang berwarna hijau karena permukaan kasar dari spons hijau ini lah yang akan membersihkan perlatan masak dan makan kita secara maksimal. Eh, jangan khawatir dengan spons hijau yang terasa kasar ini yaa, dengan teknologi terkini dari 3M, perusahaan yang memproduksi Scotch-Brite™, sabut spons ini akan membersihkan segala jenis lemak dan karat tanpa merusak permukaan alat-alat masak kita apapun jenisnya.

Tertarik mengikuti keseruan event #TantanganBersih Scotch-Brite™ juga? Setelah di Bandung, Surabaya, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta acara serupa juga akan hadir di Cirebon, Solo, Semarang, Tangerang, dan Malang, rajin-rajin saja mengikuti infonya melalui akun Facebook mereka di ScotchBrite.Indonesia atau terus pantau akun Twitter mereka di @ScotchBriteID

Pesona Tiga Budaya di Masjid Agung Jawa Tengah

image

Masih cerita tentang Semarang, kali ini di Masjid Agung Jawa Tengah atau kerennya Great Mosque of Central Java. Sebuah masjid yang bukan cuma memiliki arsitektur unik perpaduan eropa, timur tengah, dan nusantara, tapi juga sarat filosofi keislaman pada tiap bangunannya. Karena itu selain sebagai tempat ibadah dan kajian Islam, Masjid ini juga menjadi ikon pariwisata kota Semarang.

Sebelum Mengunjungi Sang Dewi di Vihara Buddhagaya Watugong kami lebih dulu mampir ke sini untuk Ishama (dan foto-foto). Alhamdulillah lokasinya nggak terlalu jauh dari makam bapak. Untuk bisa sampai di sini cukup gampang karena jaraknya yang cuma 15 menit dari alun-alun kota (kalau ndak macet yaa..), atau misalnya lewat Tol Bawen seperti kami kemarin bisa keluar di pintu Tol Gayamsari, lalu cari Jl. Gajah Raya, paling gampang sih hidupkan google maps hihiii..

Tidak ada retribusi apa-apa untuk bisa masuk ke area Masjid, lahan parkirnya pun luas dan teduh, cocok banget buat gelar tikar lalu buka rantang disitu 😀

Memasuki halaman masjid, kami disambut oleh 9 air mancur yang dibuat sebagai representasi 9 Walisongo, tokoh-tokoh penyebar agama Islam di tanah Jawa, lalu semakin ke barat terdapat 5 air mancur lagi yang merujuk pada 5 rukun Islam. Makna keempat belas air mancur ini adalah ajaran Walisongo saat menyebarkan Islam yang selalu berpegang teguh pada Rukun Islam.

Belum sempat berfoto di depan air mancur, anak-anak sudah kabur melesat menuju pelataran atas, sepertinya mereka penasaran dengan kemegahan Al Qanatir, sebuah gerbang besar melingkar berhias kaligrafi Arab dengan pilar-pilar mirip Kolosseum Roma di Italia. Katanya gerbang ini tersusun dari 25 tiang penyangga yang mengingatkan pada 25 Nabi utusan Allah.

image
Al Qanatir

image

image

image

Continue reading “Pesona Tiga Budaya di Masjid Agung Jawa Tengah”

Mengunjungi Sang Dewi di Vihara Buddhagaya Watugong

Kalau mendengar kata Semarang, apa sih yang pertama terbayang? Kalau aku sih, daya khayal ini akan otomatis memutar slide yang menampilkan Lumpia Gang Lombok, Tahu Bakso Bu Pudji, Bandeng Juwana, Es Krim Toko Oen, Tahu Gimbal, atau Lekker Sosis Mozzarella Paimo, hihihii ternyata Semarang banyak menyimpan kuliner menggiurkan yaa.. Sayangnya saat kami punya kesempatan mengunjungi Semarang hari rabu kemarin, kami nggak bisa menikmati satupun kuliner legend itu.. :( ya biasa deh, sedikit drama sebelum keberangkatan yang menyebabkan molornya waktu berangkat, padahal misi utama ke Semarang bukan untuk piknik tapi nyekar ke makam bapak dan mengantar undangan nikah ke beberapa saudara, akhirnya agenda piknik cuma jadi pelengkap yang semoga aja waktunya cukup .

Baiklah, mari kita selesaikan misi secepatnya supaya bisa berangkat piknik biar nggak panik!

image
Piknik dulu biar nggak panik :)

Untungnya walau nggak sempat berburu makanan enak, kami (aku sih sebenarnya) masih bisa memaksakan mampir mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah dan lanjut ke Vihara Buddhagaya Watugong, sayang banget kan kalau sudah sampai sana tapi nggak melihat tempat keren yang menjadi ciri khas Semarang. Tentang Masjid Agung ini, akan aku ceritakan di postingan berikutnya ya, karena fotonya belum sempat di edit hehee..

Destinasi kedua kami (dan juga yang terakhir, hiks) adalah Vihara Buddhagaya Watugong di Jl. Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Banyumanik. Untuk bisa sampai ke Vihara Buddhagaya dari pusat Kota Semarang butuh waktu 45 menit dengan mobil ke arah Ungaran, atau kalau lewat Tol Bawen, keluar saja di pintu Tol Banyumanik lalu menuju arah Ungaran. Letaknya yang berada di pinggir jalan besar di depan Markas Kodam IV Diponegoro Watugong membuat Vihara ini sangat mudah diakses.

image

Kompleks Vihara Buddhagaya Watugong yang dibangun pada tahun 1955 memiliki 2 bangunan utama, yaitu Vihara Dhammasala dan Pagoda Avalokitesvara. Nah, si Pagoda ini lah yang sangat terkenal dan menjadi ikon kompleks Vihara.

image
Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong

Biasa disebut juga dengan Pagoda Metta Karuna atau Pagoda Cinta dan Kasih Sayang, bangunan ini didirikan untuk menghormati Dewi Kwan Sie Im Po Sat (Dewi Kwan Im) yang oleh umat Buddha diyakini sebagai Dewi Kasih Sayang.

Continue reading “Mengunjungi Sang Dewi di Vihara Buddhagaya Watugong”

Dengan KlikMAMI Nyicil Masa Depan Semudah Belanja di Onlineshop

Sebagai ibu sekaligus blogger perempuan keren, cerdas, dan mumpuni (kerasin volume mic) sudah semestinya kita sudah menyadari pentingnya berinvestasi demi masa depan yang cerah gemilang penuh dengan agenda piknik.
Berinvestasi lho ya, bukan sekedar menabung, karena kita butuh uang kita ikut bekerja untuk melawan inflasi dan kenaikan harga, kalau menabung saja nggak akan bisa melawan inflasi biaya pendidikan yang mencapai 20% pertahun, jadi boro-boro mikir rencana piknik ke Maldivest, mikir biaya kuliah buat si kakak nanti di Harvard saja sudah bikin kepala senut-senut.

Lalu bagaimana dong supaya kita tetap bisa tenang memikirkan biaya sekolah, menghadapi harga kebutuhan bahan pokok yang selalu melompat naik, mengatasi harga lipstik yang makin mahal, sekaligus merenda angan bisa keliling Eropa suatu saat nanti?

Mulailah berinvestasi sekarang, saat ini juga, karena biasanya selalu saja ada alasan yang membuat kita menunda keinginan berinvestasi, padahal di masa tua nanti, kebanyakan orang hanya mengandalkan dana pensiun, iya kalau yang punya pensiunan, yang nggak punya selamat gigit dompet deh, karena sudah nggak jaman menggantungkan masa tua pada anak-anak kita, walaupun anak-anak kita mampu dan nggak keberatan tapi menjadi nenek-nenek mandiri rajin piknik (tetep loh) itu keren sis..

Investasi bisa berarti mengeluarkan sejumlah uang (membeli, menanam modal) dengan harapan mendapatkan keuntungan finansial, misalnya pembelian properti seperti rumah atau tanah, mengkoleksi perhiasan atau logam mulia, memiliki deposito, atau bisa juga dengan menanam modal di pasar uang, pasar saham, dan pasar komoditi berjangka.

Tapi kan nggak semua orang bisa dengan mudah membeli properti atau logam mulia, apalagi mau terjun dan bermain-main di pasar modal, butuh kehalian dan waktu yang nggak sedikit untuk menekuni dunia pasar saham. Terus kapan mulai berinvestasinya dong?
Sekarang ini ada yang namanya reksa dana sebagai salah satu alternatif investasi di pasar modal, biasanya dipilih oleh investor pemula yang memiliki dana dan pengetahuan tentang pasar modal yang terbatas.

Continue reading “Dengan KlikMAMI Nyicil Masa Depan Semudah Belanja di Onlineshop”

Kartono Merah Jambu di Hari Kartini

Walau sudah bersekolah sejak usia 3 tahun tapi baru tahun ini Arka merasakan Perayaan Hari Kartini di sekolah, sekolahnya yang dulu lebih memilih menggabungkan perayaan Hari Kartini bersama Hari Bumi (aku pun lebih setuju ini sebenarnya).

Heboh minta cari kostum sudah sejak seminggu sebelum hari H -_-
Kepingin pakai baju Arjuna bawa panah katanya, yaelaah kak, ntar masup angin gimana?

Setelah dibujuk mau juga pakai beskap, tapi harus sama kerisnya (teuteup looh..), untung di dekat rumah ada salon yang menyewakan baju adat anak-anak, koleksi beskapnya lumayan banyak dan yang paling penting murah. Di situ kakak langsung jatuh hati dengan beskap berwarna shocking pink kombinasi emas yang memang kelihatan paling catchy diantara jejeran beskap lain, kebetulan ukurannya pas, aku pikir yang namanya beskap mau warna apapun adalah pakaian adat pria ((PRIA)) jawa, jadi yawis angkut saja langsung.

Di hari H, Arka sudah bangun sejak jam lima pagi, langsung mandi, sarapan dengan lahap lalu minta dipakaikan kostumnya, hihihii..
Berangkat pun dengan senyum selebar dua meter dan percaya diri setinggi 3 meter 😀
Aku terharu sekali lihat semangatnya pagi itu.

image

Continue reading “Kartono Merah Jambu di Hari Kartini”

DIY: Busy Book Project

image

Gara-gara melihat seorang teman pamer Busy Book hasil buatannya di linimasa Facebook, aku jadi ingat kalau pernah membuatkan busy book juga untuk Raya, walaupun belum seratus persen selesai (dan entah kapan bisa benar-benar selesai) tapi sudah sering dimainkan dan dibawa jalan-jalan juga. Selain mampu menstimulasi kemampuan kognitif dan motorik halus anak, sesuai namanya Busy Book ini lumayan banget membuat si bocah sibuk bermain.

Busy Book atau Quiet Book atau Soft Book terbuat dari kain (terutama flannel) yang dibentuk menjadi sebuah buku dengan warna warna cerah, berisi aktivitas permainan sederhana yang mampu merangsang kemampuan motorik halus anak seperti memasang kancing, mencocokkan warna atau bentuk, dan menjahit. Biasanya ditujukan untuk anak usia 6 bulan sampai pra sekolah, tapi bukan berarti anak-anak yang sudah lebih besar seperti usia taman kanak-kanak tidak bisa menikmatinya, sesuaikan saja aktivitasnya dengan kemampuan dan minat mereka.

Harga Busy Book yang banyak dijual memang lumayan mahal, itu karena proses pengerjaannya yang membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan waktu yang nggak sebentar, padahal sebenarnya bahan-bahan yang digunakan sangat ramah di kantong. Karena harganya itu maka belakangan ini banyak ibu-ibu (dan juga saya) yang mencoba membuat Busy Book sendiri, selain jauh lebih ekonomis, kita punya kebebasan penuh menentukan warna, tema dan aktivitas di setiap halamannya. Mau coba membuat sendiri juga?

“Aah saya mah ga kreatif..”

Eh, siapa bilang harus jadi kreatif untuk sekedar membuat Busy Book?
Pola dan tutorial pembuatannya tersedia lengkap di Pinterest, tinggal masukkan keywords Busy Book, Quiet Book, Busy Book Tutorial, atau Busy Book Patterns di kolom search dan dijamin kita akan panik sendiri mau mencoba  yang mana dulu 😀

“Yaa nggak punya mesin jahit..”

Tenang aja, Busy Book ini bisa banget dijahit tangan, buka Pinterest lagi lalu ketik Basic Stitch Tutorial untuk mempelajari dasar-dasar menyatukan kain dengan jahitan sederhana, kalau masih bingung bisa lihat di youtube lagi. Tutorial Busy Book tanpa jahitan juga tersedia banyak, cuma bermodal lem tembak saja sudah jadi. Tapi memang Busy Book yang dijahit akan terlihat lebih rapih dan juga lebih awet ditangan anak-anak.

“Males ah, nggak telaten.. nggak ada waktu juga..”

Tahu nggak sih? Ternyata menjahit kain berwarna warni dengan pola yang lucu-lucu ini bikin ketagihan lhoo, semacam stress release kalau sudah bosan dengan adult coloring book yang kekinian itu.
Tipsnya supaya nggak gampang patah semangat:
– Santaiii.. Jangan pasang target harus jadi dalam jangka waktu tertentu.
– Jangan juga langsung kalap beli kain dan printilan lainnya dalam jumlah banyak, pilih satu tema dan beli bahan sesuai kebutuhan tema itu saja lalu kerjakan sampai selesai.
– Jangan tergoda mengerjakan banyak halaman sekaligus hanya karena tergiur dengan pola yang memang semuanya lucu-lucu. Lagipula dalam perjalanan membuat busy book biasanya pemilihan tema akan berubah sesuai mood kita dan kemampuan si anak, jadi sayang kan kalau tiba-tiba kita nggak tertarik lagi dengan tema yang sudah kita pilih padahal  bahan sudah dibeli, mungkin dari segi biaya membeli sedikit-sedikit ini akan lebih boros tapi tujuannya kan bukan buat dijual lagi jadi jangan terlalu mikir untung rugi lah..

Continue reading “DIY: Busy Book Project”

Tiga Tips Liburan Kece Bebas Kere Ala Tamasyaku

Konon, ibu-ibu (terutama ibu rumah tangga) adalah kaum yang paling butuh piknik dibanding mahluk manapun di belahan bumi ini, hayoo tunjuk tangan siapa yang kemarin ikut menyebarkan postingan bernada seperti itu di linimasa Facebooknya? Hihihii..
Bisa dimengerti sih, rutinitas harian ibu rumah tangga yang rutenya seputar dapur lagi dapur lagi pasti akan cepat menimbulkan kejenuhan, masih ditambah tumpukan baju yang harus disetrika seakan bisa tumbuh sendiri dari dalam keranjang, rasanya pingin deh piknik semingu tujuh kali 😀

Akhirnya merengek-rengek ke suami  minta liburan, tapi dasarnya ibu-ibu, saat proposal liburan sudah dikabulkan suami eh gantian panik memikirkan hotel apa yang murah yaa? Maskapai apa yang lagi promo ya? Kalau pakai kereta anak-anak bakal betah nggak ya? Nanti bawa koper berapa enaknya? Eh iya, diapersnya si adek bawa dari rumah atau beli di tempat? Dan akhirnya sampai pada satu keputusan, gak jadi saja deh, sayang duitnya mending buat nambahin beli oven baru.. (curcol kalo ini sih)

Padahal sebenarnya kalau kita punya perencanaan yang baik, persiapan liburan bisa sangat menyenangkan kok, coba deh intip keseruan hari-hari liburan teman saya sesama blogger, Mbak Primastuti Satrianto atau yang biasa kami sapa mesra dengan panggilan Manda.

image

Continue reading “Tiga Tips Liburan Kece Bebas Kere Ala Tamasyaku”