Meeting Sambil Momong? The Sultan Hotel Tempatnya

 

picsart_09-17-10-20-53
Sumber foto: The Sultan

Jakarta, Sudah beberapa hari ini si kakak merengek meminta kami mengajaknya ke sana, kalau ditanya kenapa mendadak kepingin kesana, jawabannya bisa bermacam-macam, tapi kami tahu yang sedang dia impikan adalah bermain di Kidzania 😀
Masalahnya kami masih kesulitan mencari waktu libur yang pas, kalau kakak sedang libur, ayah malah lagi sibuk-sibuknya, begitu juga sebaliknya, padahal kalau nggak pergi sama ayah, alamat kami bakal kesulitan wira-wiri selama di sana, secara keluarga kami semua tinggal di pinggiran Jakarta, nggak kebayang kalau harus ngangkot bertiga kemana-mana di Jakarta, lha wong di Jogja saja nggak pernah naik bus Transjogja, apalagi ngangkot 😀

Nah, kemarin tiba-tiba kakak nyeletuk “kita bobok di hotel aja, cari yang deket Kidzania..” Hahaa, kalau ini emaknya juga setuju, kan sekarang banyak sekali penginapan di Jakarta yang bisa dipilih, misalnya saja The Sultan Hotel & Residence Jakarta yang terletak di Jalan Gatot Subroto, salah satu hotel yang terbilang cukup strategis karena terletak di pusat Ibukota, jadi mau kemanapun nggak perlu ngangkot atau naksi kelamaan, mabuk nanti kita 😀

Apalagi The Sultan Hotel & Residence menyediakan berbagai fasilitas yang mewah dan nyaman yang memang sudah di desain khusus untuk pengunjung hotel. Saya ingat pernah satu malam menginap di sana bersama tante, dan nggak mau pulang saking nyamannya hehehee..

Continue reading “Meeting Sambil Momong? The Sultan Hotel Tempatnya”

DIY: Human Organ System

human-organ-system

Setelah proyek membuat Busy Book saya semakin jatuh cinta dengan flanel, selain pilihan warnanya yang lengkap, tekstur kainnya yang asik sekali dibentuk jadi apapun, bebas kusut dan sobekan, gampang dicuci pula kalau kotor, intinya awet banget lah 😀

Di kepala saya sebenarnya sudah menumpuk cita-cita membuat aneka alat peraga dan permainan dari flanel, sebelum ini juga sudah sempat membuat puzzle peta dunia, sayangnya sampai saya bosan menjahitnya pun tetap saja belum semua negara bisa selesai saya jahit >_<

Jadi sementara ambisi menaklukkan dunia lewat selembar kain saya singkirkan dulu 😀 sekarang ganti dengan proyek yang lebih gampang.

Puzzle Organ Tubuh Manusia
Puzzle Organ Tubuh Manusia

Puzzle organ tubuh manusia dari kain flanel ini sebenarnya saya buat untuk si kakak yang mulai tertarik dengan sistem kerja organ dalam tubuh setelah membaca buku tentang human anatomy, tapi setelah selesai dibuat (horeee bisa selesaii..) nggak disangka justru malah si adek yang suka sekali memainkannya, bahkan dia mulai bisa menyebutkan beberapa organ dalam sekaligus fungsinya. 

Bisa dibongkar pasang
Bisa dibongkar pasang

Polanya saya gambar sendiri di kertas A4 dengan bantuan skala, meski belum rapih tapi lumayan berbentuk sih 😀 Yang mau mencoba menjahit sendiri seperti saya, bisa download pola organ tubuh manusia di sini yaa.. Setelah pola digunting sesuai bentuk kemudian saya tempel di flanel mengunakan jarum kecil seruni baru digunting mengikuti garis pola.

Saat mulai menjahit, isi bagian dalam organ dengan kain yang sudah digunting kecil-kecil, tujuannya supaya organ bisa kelihatan gendut mirip aslinya.

Terakhir, pasang kancing cetit (nggak tahu apa nama aslinya) dibagian belakang supaya organ-organ ini bisa dibongkar pasang seperti puzzle.

Kancing di bagian belakang
Ini dia si kancing cetit di bagian belakang

Menjahit organ dalam tubuh ini relatif lebih mudah dibanding saat menjahit peta negara 😀 Bagian yang paling sulit cuma usus karena harus mirip seperti lipatan, tapi itu bisa diakali dengan mengisikan potongan kain-kain kecil di sela-sela garis jahitan.

Ini yang paling bikin mules waktu menjahitnya, hihiii..
Usus, bagian yang paling bikin mules waktu menjahitnya, hihiii..

Supaya lebih seru saat dimainkan, dasar tubuh tempat meletakkan puzzle ini bisa dibuat seperti baju atau rompi yang bisa dipakai anak-anak, soal ukurannya nggak usah khawatir karena pola yang saya berikan di atas sudah saya sesuaikan dengan ukuran tubuh anak usia 5-7 tahun, jadi tinggal print di kertas A4 saja, nggak perlu memperbesar atau memperkecil ukurannya lagi.

Yaaay selesaaaaiii..
Yaaay selesaaaaiii..

Selamat mencoba yaaa..

Lakukan 4 Langkah Ini Sebelum Merencanakan Investasi Pendidikan

Morinaga

Menyambung obrolan saya tentang berburu Sekolah Dasar untuk si kakak, kali ini saya mau curhat lagi tentang biaya pendidikan yang ternyata makin gila-gilaan.

Ceritanya bulan ini saya sempat survey lima SD swasta (niat banget yaa sebulan dapat lima 😀 😀 ), yang tiga lumayan dekat dari rumah dan yang dua lagi konon sedang jadi sekolah swasta favorit di Jogja. Untuk biaya, tiga dari lima SD itu mematok uang pangkal 10-25 juta, belum SPP, catering, dan lain-lain yang harus kami cukupi setiap bulannya. Lalu dua sisanya mengajukan uang pangkal sebesar 5 jutaan dengan SPP yang juga lebih ramah. Memang benar sih teori ada harga ada barang, sekolah yang memasang tarif lebih mahal pun punya fasilitas penunjang belajar yang lebih mumpuni, ortu mana yang nggak pingin memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya?

Tapi kami mencoba realistis dulu, semua biaya kami kalikan dua karena ada si adek yang usianya cuma terpaut tiga tahun dari kakak, dan di sisi lain, investasi untuk pendidikan mereka ke tingkat selanjutnya juga harus tetap berjalan.

Makanya selain semangat mengumpulkan pundi-pundi recehan kami juga nggak lupa berdoa semoga perekonomian Indonesia semakin membaik dan menguat di tahun-tahun kedepan. Karena perekonomian dan pendidikan formal suatu negara adalah hal yang berkaitan, tanpa ekonomi yang sehat dunia pendidikan formal nggak akan bisa berjalan dengan lancar. Tapi sekarang ini, di saat sebagian orang masih kelabakan menutup biaya kebutuhan pokok dan kesehatan, si biaya pendidikan sendiri seakan nggak peduli dan terus saja melenggang naik.

ZAP Finance, sebuah lembaga perencana keuangan independen pernah melakukan survei kepada beberapa sekolah swasta di kota Jakarta, dan hasilnya menunjukkan kalau rata-rata biaya pendidikan di Indonesia naik sebesar 7% – 15% per tahun, bandingkan dengan bunga deposito yang hanya 5% – 8% per tahun *tepuk tangan sambil mewek*

Saya sendiri pernah mencoba melakukan perhitungan biaya pendidikan anak-anak kami sampai tingkat sarjana melalui Kalkulator Finansial, dan saya ‘terharu’ melihat angka yang keluar 😀 😀

Punya kakak
Punya kakak
Punya adek
Punya adek

Makanya penting sekali untuk kami membuat rencana dana pendidikan yang matang, kami sadar nggak bisa cuma mengandalkan tabungan untuk membiayai pendidikan anak-anak sampai tingkat sarjana, apalagi si kakak sudah bertekad terbang ke Saturnus sebagai astronot. Waduh, jangankan memikirkan ongkos pendidikannya, di negara mana dia harus menempuh pendidikan sampai bisa jadi astronot saja belum terbayang oleh kami 😀

Meski nggak punya bayangan sekali seperti apa pendidikan yang harus dijalani sebagai astronot, tapi kami akan tetap berusaha mendukung cita-citanya, karena itu merencanakan biaya pendidikan anak-anak adalah satu keharusan, dan karena tabungan dan deposito sudah nggak bisa diharapkan untuk melawan inflasi pendidikan sekarang saatnya mulai berinvestasi.

Tapi sebelumnya pahami dulu bahwa fungsi investasi bagi keluarga urban seperti kita adalah untuk menyisihkan dalam jumlah kecil dan mengharapkan hasil keuntungan yang tinggi sesuai target waktu yang sudah ditentukan. Investasi itu mengandung risiko, hasil keuntungan bisa jadi sesuai harapan atau malah buntung 😀

Nah, supaya hasil investasi bisa sesuai harapan (sukur-sukur malah ada lebihan buat beli apartemen) ada 4 hal yang bisa kita pertimbangkan sebelum memulai rencana investasi pendidikan:

1. Rencanakan Sejak Kehamilan

Saat hamil, jangan cuma sibuk kepoin momwars ASI vs Sufor atau normal birth vs cesar saja, coba deh mulai survey metode pendidikan apa yang bakal kita pilih untuk anak kita nanti. Diskusi bersama pasangan tentang pendidikan anak harus dimulai sejak masih dalam kandungan. Itu penting karena orang tua harus satu suara saat memilih mau memasukkan anaknya ke sekolah berbasis agama, alam, montessori, atau negeri yang biasa saja.

2. Lakukan Survey Biaya Sekolah Secara Rutin

Survei sekolah incaran sudah boleh kok dilakukan jauh-jauh tahun, pantau terus kenaikan biaya pendidikan setiap tahunnya supaya ada gambaran berapa besar biaya yang harus kita siapkan.

3. Be Realistic!

Sesuaikan kebutuhan dana dengan pemasukan kita, pertimbangkan daya kekuatan kita mengumpulkan pundi-pundi harta katun, kira-kira bakal cukup nggak saat akan dipakai nanti? Kalau masih kurang, kurangnya banyak nggak? Jangan sampai giliran waktunya anak sekolah ternyata simpanan kita langsung terkuras cuma untuk uang pangkal, masih ada SPP dan printilan lainnya yang harus dipikirkan. Dari situ kita bisa memilih jenis investasi yang cocok untuk menutupi kekurangannya.

4. Lindungi Si Pencari Nafkah Utama

Terakhir, pastikan si bread winner atau penyandang dana utama di keluarga kita sudah terlindungi. Risiko kematian di usia produktif atas pencari nafkah dapat terjadi kapan saja (amit-amit..) Karena itu, perlindungan asuransi jiwa juga penting dalam perencanaan dana pendidikan.

Sebetulnya kami sudah pernah membuatkan satu akun reksadana untuk si kakak sebagai usaha kami berinvestasi, walaupun pada pelaksanaannya belum teratur di isi setiap bulan (huhuuu maaf ya kak), semoga setelah ini kami bisa disiplin mengisinya sekaligus membuka satu akun lagi untuk adek.

Tapi sementara akun reksadana untuk adek belum di buka, boleh lah saya berharap pada Morinaga-Chil Go! sebuah brand susu pertumbuhan papan atas yang selalu peduli dan memahami kebutuhan orang tua dalam mempersiapkan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Kali ini, Morinaga Chil-Go! memfasilitasi para orang tua mempersiapkan dana pendidikan melalui program Bekal Masa Depan Chil-Go!

Bekal Masa Depan Chil-Go! adalah salah satu program keren dari Morinaga dalam mendukung gerakan #SiapCerdaskanBangsa, ditujukan kepada para orang tua untuk dapat berbagi stimulasi dan ide kreatif dalam mengembangkan Kecerdasan Majemuk si kecil. Morinaga Chil-Go! akan memilih 9 orang pemenang hadiah utama dan 3.035 orang pemenang hadiah hiburan selama periode program berlangsung.
Hadiah utama dari Bekal Masa Depan Chil-Go! ini adalah Dana Asuransi untuk Pendidikan dengan total senilai 3 Milyar Rupiah dibagi menjadi 3 kategori di masing-masing periode, yaitu :
Platinum: Asuransi Pendidikan senilai Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah)*
Gold: Asuransi Pendidikan senilai Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah)*
Silver: Asuransi Pendidikan senilai Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah)*
* berdasarkan perhitungan investasi hingga anak berusia 18 tahun

Menarik banget yaa.. Cara mengikutinya juga menyenangkan, kita bisa sekaligus mengasah kecerdasan majemuk si kecil saat mendaftarkan permainan yang akan kita sertakan dalam program ini. Kalau masih belum ada gambaran, boleh kok intip cerita kami saat membuat DIY Puzzle Bricks sebagai permainan yang kami daftarkan di galeri Bekal Masa Depan Chil-Go! di www.bekalmasadepan.com atau bisa juga lihat video dibawah ini untuk tata cara yang lebih jelas.

Seru kan programnya? Dan karena batas waktunya masih sampai tanggal 31 Desember 2016, nggak ada alasan buat nggak sempat ikutan lhoo. ayoo mulai memikirkan ide permainan yuk, karena saya juga pingin kirim lagi supaya kesempatan menang lebih besar 😀

 

Minum Chil-Go! dulu biar jadi jagoan :)
Minum Chil-Go! dulu biar jadi jagoan :)

Rayka and The Sugar Factory: Belajar Membuat Gula di Madukismo

Masih ingat dengan film Charlie and The Chocolate Factory? Film itu mengisahkan petualangan si kecil Charlie memasuki pabrik coklat milik Willy Wonka. Nah walaupun nggak sefantastis kisahnya Charlie, tanggal 14 Agustus kemarin kami juga sempat merasakan petualangan memasuki pabrik gula, hihiii maksa dimirip-miripin yaaa 😀

 

Jadi, pertengahan Agustus kemarin saya mendapat rezeki bergabung di sebuah komunitas parenting kece bernama Omah Parenting, sebetulnya sudah lama pingin bisa bergabung dengan OP ini, hanya saja karena persyaratannya harus terlebih dulu mengikuti salah satu acara yang diadakan OP, maka keinginan tersebut terpaksa saya tunda berkali-kali. Sampai tanggal 14 Agustus, OP mengadakan Merdeka Trip ke Pabrik Gula Madukismo. Alhamdulillah berjodoh dan kami dapat 3 seats sebagai peserta.

Pabrik Gula Madukismo yang terletak di Kalurahan Tirtonimolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada awalnya bernama Pabrik Gula Padokan. Pada zaman pejajahan Belanda pabrik ini hancur akibat perang dan menyebabkan banyak karyawan pabrik yang kehilangan pekerjaan, setelah Sri Sultan Hamengku Buwono IX naik tahta Pabrik Gula Padokan didirikan kembali dengan nama Pabrik Gula Madukismo pada tanggal 14 Juni 1955, tujuannya untuk menolong rakyat di sekitar pabrik yang bisa terlibat penanaman, pemeliharaan, dan panen tebu sebagai bahan baku utama gula, kemudian pabrik sendiri akan banyak membutuhkan tenaga kerja apalagi saat musim giling.

 

Selanjutnya Pabrik Gula Madukismo menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang diberi nama PT. Madu Baru dan dibagi menjadi dua pabrik yaitu Pabrik Gula (PG Madukismo) dan Pabrik Alkohol/Spiritus (PS Madukismo). Sebagai satu-satunya pabrik Gula dan Alkohol/Spirtus di Propinsi DIY pabrik ini bertugas mensukseskan program pengadaan pangan Nasional, dalam hal ini gula pasir.
Kemarin sebelum berkeliling di dalam pabrik kami sempat mendapat penjelasan singkat mengenai proses pembuatan gula sampai distribusinya, ternyata selain punya brand sendiri dengan nama MK, Madukismo juga memasok gula ke supermarket lain di wilayah Jogja, gula pasir yang dijual di karfur itu juga berasal dari Madukismo lho, cuma kemasannya saja yang berbeda.

 
Setelah mendapat gambaran tentang proses pembuatan gula kami dipersilahkan menaiki kereta diesel pengangkut tebu yang ditarik lokomotif tua, eh walaupun pernah bertugas sebagai pengangkut tebu di masa mudanya, kereta tua ini sekarang malah makin kece kok, bersih berwarna hijau cerah mirip kereta kelinci :)

Naik Kereta Tebu..
Naik Kereta Tebu..

Memasuki area pabrik dengan melewati rel-rel tua dan perkebunan yang ada di dekat pabrik seperti kembali ke masa awal kemerdekaan, bangunan-bangunan besar berusia tua dan mesin-mesin kuno akan menyapa kita di sepanjang perjalanan hingga ke pintu pabrik, dari situ kita akan berjalan kaki memasuki pabrik melihat proses produksi gula secara langsung. Proses ini dimulai dengan pemerahan nira untuk mendapatkan sari gula yang lalu dimurnikan dengan cara sulfitasi, penguapan nira, kristalisasi, puteran gula dan pengemasan gula. Dibagian akhir ini anak-anak diberi kesempatan memakan gula pasir langsung dari mesin penampung 😀

Di dalam pabrik
Di dalam pabrik

Di sebelah barat pabrik gula ada Pabrik Spiritus Madukismo, pengunjung bisa menyaksikan proses produksi spiritus mulai dari tahap pengenceran bahan baku, fermentasi dan penyulingan yang diolah dari tetes tebu, hasil samping produksi gula.

 

Keluar dari pabrik kita akan disambut oleh sebuah halaman luas berumput hijau di kelilingi bangunan pabrik. Di sini lah puncak acara Merdeka Trip Omah Parenting berlangsung, ada berbagai lomba dan games seru untuk anak dan orang tuanya. Tapi karena berstatus new comer dan belum kenal siapapun akhirnya kakak cuma duduk di pinggir lapangan menikmati keriuhan, emaknya pun cuma sibuk fota foto gedung hahaa, beruntung ada sahabat saya dari KEB yang juga ikut acara ini, mak Ari alias Arifah Wulansari aka Mama Tayo, pendekarnya blogger Jogja di setiap kancah lomba blog nasional, dan lagi-lagi saya berasa remahan rengginang di sebelah cookies premium 😀 Sayang kemarin kami sibuk dengan rombongan sirkus masing-masing dan belum sempat ngobrol banyak, padahal mumpung privat kopdar gitu harusnya saya bisa kepoin semua ilmunya yaa 😀

PhotoGrid_1472254840942
Bersama Mak Ari,Tayo dan Tifa menuju kawasan pabrik. Photo credit: Arifah Wulansari
Keseruan bersama Omah Parenting di halaman Pabrik Madukismo
Keseruan bersama Omah Parenting di halaman Pabrik Madukismo

Makan siang bersama menjadi penanda berakhirnya acara. Ada yang meleset dari perkiraan kami, ternyata pulang kembali ke parkiran di suruh jalan kaki, kirain naik kereta lagi, eh nggak tahunya jarak antara lapangan dengan gedung tempat parkir cuma sekejap mata hahahaaa.. emak apeess, sambil jalan sambil diomel-omelin bocah yang masih berharap bisa naik kereta gula lagi, maaf ya kak, dek.. 😀

 

Terima kasih Omah Parenting :)
Terima kasih Omah Parenting :)

Print & Go: Popsicle Patterns

popsiclepatterns

Popsicle patterns ini sebenarnya sudah saya buat hampir 4 bulan yang lalu, tapi ternyata kurang laku di rumah 😀

Karena buat kakak permainan seperti ini sudah nggak menantang lagi, sedangkan bagi si adek stik-stik ini lebih menarik dibuat pretend play jualan es krim daripada harus dijejer macam printablenya -_-

Biasanya kalau sepi peminatnya, mainan atau alat peraga bakal saya simpan dulu, setelah 1-2 bulan baru saya keluarkan, baru deh mereka berebut mencobanya, kadang bisa anteng lama, kadang ya ditinggal kabur lagi 😀

 

Ada yang mau mencobanya juga?

Printablenya saya buat dalam format PDF dengan ukuran kertas A4, paling bagus di print pakai jenis kertas tebal seperti ivory 200 gram keatas, kalau mau pakai HVS biasa sebaiknya dilaminating dulu sebelum pakai.

Buat yang nggak punya stik warna warninya, di lembar terakhir juga ada gambar stik yang bisa digunting dan ditempelkan ke stik es krim polos, jadi nggak perlu repot mewarnai stiknya dulu :)

 

Popsicle Patterns bisa didownload di SINI yaa..

 

Selamat bersenang-senang :)

DIY Puzzle Bricks: Mengasah Kecerdasan Majemuk Si Kecil Bersama Morinaga Chil-Go!

Siapa yang anaknya tahun depan akan masuk Sekolah Dasar seperti sulung saya?
Kalau yang memiliki anak kelahiran antara Januari sampai Juni sih mungkin agak tenang, impian masuk SD Negeri favorit bukan sesuatu yang mustahil tercapai, tapi untuk orang tua yang anaknya termasuk anggota ‘genk umur tanggung’ seperti anak saya bisa jadi mulai sekarang sudah berburu informasi sekolah swasta yang sesuai dengan visi misi, nilai keluarga dan tentu saja kemampuan finansial. Iya nggak sih? Atau jangan-jangan cuma saya aja yang terlalu bersemangat? 😀
Iya lah, selama 6 tahun anak kita akan bersekolah disitu, maka menyamakan visi misi antara orang tua dan pendidik adalah hal yang penting, tapi selain visi dan misi pikirkan juga kemampuan kita mencukupi biaya pendidikan si kecil selama 6 tahun itu sekaligus berinvestasi untuk pendidikan selanjutnya, jangan sampai karena kita merasa mampu membayar uang pangkal dan SPP setiap bulannya lalu dengan pede kita sekolahkan anak kita di sekolah A yang keren abiisss sekaligus muahaal abis-abisan. Elhadalaah ternyata uang bulanan kita memang cuma cukup untuk bayar SPP saja, nggak ada lagi yang tersisa untuk tabungan pendidikan tahap selanjutnya, padahal, tahu sendiri kan kalau inflasi biaya pendidikan bisa mencapai 20% per tahun? tertinggi diantara biaya kebutuhan lainnya!
Ditengah kegalauan saya atas biaya pendidikan ini, beruntung saya mendapat ajakan dari Sarwendah (iyaa, yang istrinya Ruben Onsu itu 😀 ) untuk mengikuti program Bekal Masa Depan (BMD) yang diadakan oleh Morinaga Chil-Go! sebuah produk susu pertumbuhan anak yang dikemas dalam bentuk cair yang sangat praktis.

Screenshot_2016-07-30-21-04-38
Challenge dari Sarwendah niih..

Dalam setiap program yang diadakannya Morinaga Chil-Go! sebagai salah satu brand unggulan PT. Kalbe Nutritionals memang selalu berusaha menjadi sahabat terbaik orang tua dalam memberikan stimulasi bagi kecerdasan Si Kecil dan mencetak generasi platinum di masa depan.

Seperti juga tujuan utama program Bekal Masa Depan Morinaga Chil-Go! kali ini, yaitu mendukung para orang tua mempersiapkan tabungan pendidikan Si Kecil melalui hadiah berupa dana asuransi pendidikan senilai total 3 miliar rupiah (perhitungan investasi hingga anak berusia 18 tahun) dan beragam hadiah lainnya untuk 3.000 pemenang yang juga sangat bermanfaat bagi proses stimulasi dan pendidikan anak-anak kita.

Kalau menang lumayan kan? Saat anak kita membutuhkan biaya yang sangat besar untuk kuliahnya, ada dana asuransi pendidikan dari Morinaga Chil-Go! yang sudah siap cair.

Dibanding program berhadiah lainnya, program Bekal Masa Depan Morinaga Chil-Go! ini punya mekanisme yang seru loh, karena kita mesti menciptakan ide kreatif dalam memberikan stimulasi kecerdasan majemuk untuk Si Kecil. Memang apa sih kecerdasan majemuk itu?

 

Kecerdasan Majemuk atau kerennya Multiple Intelegency (MI) yang pertama kali ditemukan oleh seorang Profesor dari Harvard University bernama Howard Gardner.

Menurut Gardner, kecerdasan manusia tidak cuma dilihat dari tinggi rendahnya IQ tapi juga dari kemampuan untuk mencari solusi, menyelesaikan masalah, dan menciptakan sesuatu.

Kemudian Gardner mengelompokkan kecerdasan manusia menjadi delapan kecerdasan yang biasa disebut Kecerdasan Majemuk atau Multiple Intellegence (MI), yaitu:

– Kecerdasan linguistik

– Kecerdasan logika-matematika

– Kecerdasan visual-spasial

– Kecerdasan gerak tubuh

– Kecerdasan musikal

– Kecerdasan interpersonal

– Kcerdasan intrapersonal

– Kecerdasan naturalis

Teori MI berhasil membentuk sebuah pemahaman baru bahwa tidak ada anak yang bodoh sekaligus membantu orang tua dan pengajar agar lebih memahami kekuatan dan kekurangan anak. Dengan mengenal hal-hal tersebut lebih awal, diharapkan orang tua dapat mengambil peran penting dalam memberikan stimulasi yang tepat sesuai kekuatan dan kekurangan anak mereka.

Misalnya saja, Arka anak sulung saya yang sangat tergila-gila dengan lego, balok kayu, puzzle, dan peta!

Dengan peta, dia sepertinya bukan cuma suka tapi terobsesi, peta apa saja, mulai dari peta dunia hingga peta undangan pernikahan, setiap ke supermarket dia akan bawa pulang brosur-brosur apapun yang mencantumkan peta lokasi warung atau dealer di dalamnya 😀
Saat belajar pun dia akan lebih mudah mencerna informasi yang saya berikan jika saya menjelaskannya dalam bentuk gambar dibanding hanya berupa suara.

Dari situ saya menyadari kalau dia memiliki kekuatan yang lebih baik dalam kecerdasan visual spasial, salah satu dari delapan tipe kecerdasan majemuk yang membuat si pemilik kecerdasan sanggup berpikir tiga dimensi dan mencipta ulang dunia visual.
Jadi saat saya menerima tantangan dari Mbak Sarwendah dan BMD Morinaga Chil-Go! untuk menciptakan permainan kreatif, saya langsung terpikir membuat permainan sederhana yang mampu mengasah kemampuan spasial si kakak.
Ada yang tertarik mengikuti program ini juga? Yuk simak pengalaman saya saat mendaftar hingga selesai memposting ide permainan saya.

 

Mekanisme Pendaftaran Bekal Masa Depan Morinaga Chil-Go!
Sebelum mulai membuat permainannya, kita wajib membeli susu morinaga Chil-Go! minimal 6 botol dalam 1 struk transaksi pembelian ditoko-toko retail yang yang tercantum dalam website www.BekalMasaDepan.com.
Kalau struk pembelian sudah ditangan kita bisa mulai proses registrasi di website www.bekalmasadepan.com dan mendownload formulir pendaftaran yang nanti wajib kita isi dan dikirimkan bersama dengan struk pembelian ke alamat PT. Bounche Indonesia.

formulir_morinaga_chil_go
Setelah pengiriman, jangan lupa simpan bukti kirimnya yaa, lalu kita tunggu saja pihak penyelenggara melakukan verifikasi 5×24 jam dan mengirimkan kode unik melalui email dan SMS yang berlaku selama 30 hari setelah dikirimkan, artinya pengiriman ide hanya diterima oleh pihak penyeleggara pada periode yang sama.

Sambil menunggu kode unik dikirim, kita bisa mulai membuat permainan yang nanti akan kita pasang di galeri Bekal Masa Depan. Saya kasih contohnya yaa..

DIY Puzzle Bricks

Saya akan buatkan anak-anak sebuah puzzle bricks dari kardus bekas rak sepatu. Membuatnya nggak perlu waktu lama, cuma bermodal kardus yang cukup besar, cutter, penggaris, pensil, double tape, dan beberapa warna cat air.

Caranya:

1. Potong kardus menjadi 2 bagian sama lebar, ukurannya suka suka saja, lalu rapihkan pinggirnya.

2. Pada satu lembar kardus kita gambar bentuk-bentuk bricks yang diinginkan, tapi sisakan bagian tepinya untuk bingkai puzzle.

diy-puzzle-bricks

3. Selesai menggambar bricks, kita bisa mulai memotongnya menjadi bagian yang terpisah-pisah, lakukan dengan hati-hati dan gunakan mata cutter yang masih baru supaya hasilnya rapih yaa.

PhotoGrid_1469886890622
4. Setelah kardus dipotong-potong saya biarkan si kakak sendiri yang mewarnai bricksnya, karena mewarnai dan melukis ternyata juga salah satu cara lain mengasah kecerdasan visual.

diy-puzzle-bricks
5. Angin-angin-anginkan sebentar dan selesai!

DIY-Puzzle-bricks

Selain mengasah kepekaan anak-anak pada bidang ruang, bermain dengan puzzle bricks ini juga mengenalkan mereka pada bentuk geometri, pola serta keteraturan, salah satu poin penting dalam kecerdasan logika matematika. Lalu mereka juga akan menemukan cara mencari solusi, menyelesaikan masalah, bersabar dengan proses, dan bekerja sama (jika dimainkan berdua), jadi selain menstimulasi kekuatan visual dan logika matematikanya juga sekaligus mengasah kecerdasan intrapersonal mereka.

 

Waah banyak yaa manfaat yang bisa kita dapatkan dari selembar papan puzzle bricks.
Satu bonus lagi, karena yang kita gunakan adalah barang bekas, mereka akan terbiasa berpikir kreatif dan lebih menghargai alam sekitarnya, itu juga bagian dari mengasah kecerdasan naturalis kan? :)

 

Puzzle selesai dan kode unik saya juga sudah dikirimkan melalui e-mail, saatnya saya posting di galeri Bekal Masa Depan. Ternyata nggak susah postingnya, setelah login kita akan diminta memilih satu dari delapan kecerdasan yang paling sesuai dengan mainan buatan kita, deskripsikan secara singkat bagaimana proses kita membuat mainan itu dan cara menggunakannya, posting juga foto atau video pada saat anak menggunakan mainan tersebut. Lalu submit!

BMD-Chil-go

Nah, beneran gampang kan? Yuk deh ikutan secepatnya, kita stimulasi kecerdasan majemuk anak-anak kita sambil berharap hadiah kece dari program BMD ini 😀 Eh tapi selain itu jangan lupa memberi nutrisi-nutrisi penting bagi tumbuh kembang mereka. karena selain stimulasi, nutrisi dan gizi baik seperti yang terkandung dalam Morinaga Chill Go! juga nggak kalah pentingnya lhoo.. Itu karena Morinaga Chil-Go! mengandung Kolin dan Inositol yang mampu meningkatkan daya pikir dan penyimpanan memori di otak,  masih pula ditambah dengan kandungan vitamin B kompleks, zat besi, dan yodium yang memiliki peran penting untuk pertumbuhan sistem saraf.

PhotoGrid_1470067951464
Berbagai keunggulan Morinaga Chil-Go! untuk mencetak generasi platinum

Selamat berikhtiar untuk menghasilkan generasi platinum yaa :)

PhotoGrid_1470068052759
Jangan lupa yaa temaan.. Chil-Go dulu sebelum memulai petualangan hari ini ;)

Penyesalan Menonton Film Untuk Angeline

Samidah (diperankan dengan sangat menyentuh oleh Kinaryosih), seorang perempuan sederhana dari Banyuwangi baru saja melahirkan seorang bayi perempuan, karena kesulitan ekonomi, Samidah dan suaminya Santo (Teuku Rifnu Wikana) yang bekerja sebagai kuli bangunan di Bali, tidak mampu membayar biaya persalinan di Rumah Sakit.
Ditengah keputus asaan, tanpa persetujuan Samidah, Santo meminta bantuan pada pasangan suami istri kaya, John (Hans De Kraker) dan Terry (Roweina Umboh) yang bersedia membayar seluruh biaya rumah sakit sekaligus mengadopsi bayi perempuan Samidah. Oleh John, bayi perempuan manis itu diberi nama Angeline. Tidak ada yang bisa dilakukan Samidah selain meratapi perpisahan dengan anak perempuannya.
John sangat menyayangi dan memanjakan Angeline meskipun dia juga mempunyai anak laki-laki bernama Kevin dari istrinya Terry, hal itu yang memicu kecemburan dan dendam Terry pada Angeline, pernikahan mereka menjadi renggang akibat sering bertengkar tentang kasih sayang John pada Angeline. Sampai suatu hari, ditengah pertengkaran John terkena serangan jantung dan meninggal, kebahagian Angeline pun terenggut, gadis kecil berusia 5 tahun itu kehilangan satu-satunya orang yang melindunginya.
Sejak itu keadaan berubah, Angeline (Naomi Ivo) kerap dintimidasi dan diperlakukan kasar oleh Terry dan Kevin hingga Angeline berusia 9 tahun.
Di lain tempat, Samidah yang bekerja sebagai asisten rumah tangga akhirnya memutuskan kembali ke Bali untuk mencari Angeline setelah sering berdiskusi dengan majikannya yang baik hati. Sampai di Bali ternyata keadaan diluar dugaannya, Santo bukannya mencari Angeline seperti yang selama ini dijanjikan tapi malah menikah lagi dengan perempuan lain. Dengan hati hancur Samidah menyusuri jalan demi jalan di Bali mencari jejak Angeline.
Kembali pada Angeline, setelah bertahun-tahun mengalami siksaan dan berbagai perlakuan buruk dari ibu dan saudara tirinya, akhirnya tersebar berita kehilangan Angeline di seluruh Bali dan media nasional, hingga sampai pula ke telinga Samidah, hatinya semakin hancur.
Ditengah kesedihannya, Samidah menghadapi kenyataan yang lebih pahit saat polisi menjemput dan mengantarkannya menemui jenazah Angeline.
===
Kisah penuh haru biru ini terinspirasi dari kisah nyata misteri hilangnya anak perempuan manis berusia 9 tahun yang sempat mengegerkan tanah air di tahun lalu. Walaupun tidak semua alur cerita dan penokohannya sama persis dengan kisah asli, tapi runutan cerita demi cerita sepanjang film ini diputar memaksa letupan emosi di dada membuncah menjadi genangan air hangat dipelupuk mata.
Jujur, saya nggak suka menonton film yang memaksa saya menangis di bioskop, makanya saya ‘menyesal’ menonton film ini, walaupun berulang kali saya mengalihkan perhatian saya ke layar HP tetap saja emosi saya meledak-ledak, untungnya kemarin saya pakai eyeliner waterproof 😀
Film ini membuat saya ingin terbang pulang ke rumah dan memeluk anak-anak saya, dan disatu titik, membangkitkan kesadaran saya bahwa nggak ada yang lebih dibutuhkan anak-anak selain keberadaan ayah dan ibu di sisi mereka. Keberadaan secara fisik untuk melindungi mereka diusia rapuhnya, karena ternyata ancaman kekerasan pada anak-anak bisa datang dari siapa saja, termasuk orang yang paling dekat dengan si anak.
Film ini juga memberi pelajaran bahwa kita tidak boleh diam saja saat menyadari ada yang tidak beres pada diri seorang anak kecil, bahkan saat si anak menyatakan kalau dia baik-baik saja.

 

 

 

“It takes a village to raise a child”

 

 

 

Yaa, semua anak adalah masa depan kita, anak-anak yang menderita akan menciptakan masa depan yang penuh kesakitan, anak-anak yang tidak berbahagia akan memberikan ketakutan pada masa depan, jadi mulai sekarang jangan pernah lagi mengabaikan perubahan pada diri seorang anak, sekecil apapun itu.
Yang merasa masih gagal sadar terhadap kondisi kekerasan pada anak-anak saat ini, yuk sempatkan menonton film Untuk Angeline :)

Poster-film-Untuk-Angeline

UNTUK ANGELINE
Jenis: Drama
Durasi: 100 menit
Produser : Duke Rachmat, Niken Septikasari
Sutradara : Jito Banyu
Penulis : Lele Laila Nurazizah
Produksi : Citra Visual Sinema

5 Hal Ini Bakal Membuat Si Kecil Betah Mewarnai

Pada sebagian anak segala sesuatu tentang gambar dan proses mewarnai bisa membuat mereka bahagia duduk berjam-jam. Namun, sebagian anak lain malah begitu antusias menghasilkan coretan-coretan abstrak nan absurd di kertas gambarnya hanya di 5 menit pertama ((5 MENIT)) sebelum akhirnya kembali sibuk dengan lego atau bonekanya. Padahal kegiatan menggambar dan mewarnai penting untuk melatih kognitif dan motorik, juga menjadi sarana anak mengekspresikan emosinya, jadi walaupun anak kita (anak-anak saya tepatnya 😀 ) tidak begitu menyukai kegiatan ini, kita tetap harus mengenalkan pada mereka, tapi tentu saja dengan cara yang menarik supaya nggak ditinggal kabur lagi seperti yang sudah-sudah 😀

Sebelum mulai meminta si kecil menggambar, kita bisa mengajaknya mewarnai gambar dulu, karena kegiatan mewarnai bisa mendorong anak yang tadinya ogah-ogahan jadi lebih tertarik dengan gambar, cari saja gambar kesukaan mereka di Pinterest, tinggal save lalu print :)

Beruntung saya mengenal Mbak Liya Swandari, si jago lukis sekaligus pemilik sanggar lukis dan sudah menerbitkan buku panduan mewarnai untuk anak-anak “Aku Juara Mewarnai: Mengenal 27 Teknik Mewarnai Paling Asyik”. Tips dan trik yang dijelaskan di bukunya benar-benar seru untuk dicoba bersama anak-anak.

image

Menurut Mbak Liya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua kalau ingin anak-anaknya menyukai kegiatan mewarnai. Hasil obrolan kami kemarin saya rangkum di sini:

1. Beri media mewarnai selain kertas

Karena kertas HVS sudah terlalu mainstream, Mbak Liya suka memberi anak-anak media gambar yang jarang mereka temui, misalnya tissue, kanvas, triplek, lembaran goni, atau kaos polos. Barang-barang itu bisa menahan anak lebih lama berkutat dengan peralatan mewarnainya.

2. Sediakan berbagai alat gambar dan mewarnai

Kalau tadi medianya, sekarang alat mewarnainya. Dibukunya, Mbak Liya menjelaskan aneka alat gambar berikut fungsinya, misalnya aneka pensil warna, cat air, spidol, pastel minyak, kuas, lalu biarkan anak-anak memilih dan menemukan mana yang paling pas untuk mereka.

3. Ajari teknik mewarnai sederhana

Ajak si kecil bermain-main dengan warna kontras, teknik gradasi warna, konturing, arsir, motif, atau bisa juga mengkombinasikan pensil warna dengan spidol untuk menghasilkan warna yang unik. Di buku Mbak Liya, semua teknik keren ini dijelaskan satu persatu secara detail looh.. Misalnya saja teknik pastel dan paku, jadi kita beri warna terang dulu sebagai dasar lalu beri warna gelap diatasnya, kemudian kita bentuk motif dengan menggoreskan paku, kayaknya lucu untuk dicoba ini.

4. Ikut Mewarnai di sampingnya

Ini yang paling penting. Saat meminta anak menggambar/mewarnai/melukis jangan cuma menyediakan alat ini dan itu lalu ditinggal bersosmed yaa, duduk lah di sampingnya, pilih gambar yang sama dan tunjukkan bahwa kita juga menikmati menggambar dan mewarnai.

5. Pamerkan!

Apresiasi hasil karya mereka bagaimanapun bentuknya. Sediakan satu sudut di rumah tempat mereka bisa menempelkan hasil karyanya, kalau bisa di ruangan yang bisa dilihat banyak orang.

Sepertinya nggak terlalu susah ya mengenalkan si kecil pada kegiatan seru ini, yang penting kitanya telaten memberi contoh, bisa dicoba nih untuk mengisi liburan yang sebentar lagi tiba :)

image
Bunda VS Kakak - hasil corat coret kami sore ini memakai teknik gradasi dari buku Mbak Liya

Mau Berburu Promo Lebaran Tanpa Ribet? Di Sini Caranya..

Memasuki 10 hari kedua bulan Ramadhan, gimana puasanya? Masih mulus atau malah sudah bolong-bolong mirip jalur mudik? Hehee.. Alhamdulillah puasa saya masih mulus karena memang sudah diniatin banget kalau tahun ini harus bisa penuh puasanya. Bukannya tahun-tahun kemarin nggak niat tapi sejak hamil si kakak tahun 2010 saya nggak pernah bisa penuh berpuasa, dilanjutkan menyusui, lalu hamil adik dan menyusui lagi, akhirnya selama 5 tahun itu puasa saya bolong-bolong nggak karuan *__*

Supaya kelancaran berpuasa dan beribadah ini lebih mantap lagi, saya menghentikan orderan cake dan ayam kodok selama bulan Ramadhan, selektif memilih aktivitas di luar rumah kecuali memang untuk hal yang sifatnya urgent (eh, tawaran bukber gratis itu juga termasuk urgent buat saya lho 😀 )

Dan ternyata anteng di rumah nggak cuma membuat saya bisa fokus beribadah, saya juga jadi punya banyak waktu menyusun materi kegiatan anak-anak saat liburan nanti, menemani kakak memperbaiki teknik menggambarnya, menemani adik mencoba macam-macam sensory play, mengatur ulang perabot di rumah, mempraktekkan resep-resep masakan yang belum pernah saya coba, dan berburu pernak pernik lebaran, yang terakir ini malah kelewat fokus, hihii.. Iya lah, karena kan nggak perlu waktu khusus untuk keluar rumah bermacet-macet, zaman sekarang hampir semua kebutuhan pribadi dan keluarga bisa dengan mudah kita dapatkan hanya dengan sentuhan jari jemari dan keajaiban internet.
Toko online bertaburan bak abang gorengan menjelang waktu berbuka dengan selisih harga yang kadang membuat kita panik sendiri. Iya panik, sudah terlanjur booking di lapak yang sedang diskon 10%, eh lapak sebelah malah diskon 30%, terus lapak sebelahnya lagi kasih free ongkir 😀 ), lalu panik juga saat barang idaman nggak kunjung datang karena kita ceroboh belum cek dan ricek kredibilitas si penjual, keburu tergiur diskon sih yaa 😀

Makanya penting sekali untuk kita memilih toko online dengan dengan kredibilitas bagus, terpercaya, dan banyak kasih promo diskon tentunya. Kalau saya, sejak tahun kemarin sudah mantap berbelanja di MatahariMall.com, selain karena nama besarnya yang terpercaya, barang-barang yang ditawarkan lengkap untuk semua anggota keluarga, mereka juga rajin banget kasih promo diskon dan gratis ongkos kirim ke seluruh pelosok Indonesia, dua terakhir ini yang penting hehee..

Continue reading “Mau Berburu Promo Lebaran Tanpa Ribet? Di Sini Caranya..”

HokBen Restoran Halal, Pilihan Paling Pas untuk Berbuka Puasa

Nggak terasa puasa sudah memasuki minggu kedua, seperti tahun-tahun kemarin, biasanya semangat memasak untuk menu berbuka mulai luntur, iya nggak sih? atau cuma saya saja? Alasan terseringnya karena kesiangan berangkat ke pasar hihihii..

Akhirnya menjelang berbuka melipir keluar rumah lalu menuju ke warung makan atau restoran. Kalau kami, karena selalu bawa rombongan sirkus jadi lebih suka masuk ke resto yang ramah anak dengan pelayanan yang cepat, sudah keburu laper boook, makanya selalu memilih restoran cepat saji.
Tapi tetap saja kehalalan menu di resto tersebut menjadi perhatian utama kami, kan sayang sudah berlapar-lapar seharian eh makanan berbukanya ndak jelas.

Nah belum lama ini saya diundang menghadiri blogger gathering bersama restoran cepat saji bercita rasa Jepang yang sudah sangat terkenal di tanah air, HokBen atau panjangnya Hoka Hoka Bento. Siapa yang belum pernah makan di sana? Sini saya pukpuk dulu 😀

image

HokBen ini, walaupun bercita rasa Jepang tapi berani memastikan kehalalan setiap bahan bakunya melalui proses verifikasi super ketat dari LPPOM MUI Pusat, sertifikat halalnya pun bisa kita temukan dengan mudah di setiap gerai HokBen.

Memang seperti apa sih proses yang harus dilalui sebuah produk hingga dia layak mendapatkan label halal?

Continue reading “HokBen Restoran Halal, Pilihan Paling Pas untuk Berbuka Puasa”