5 Hal Ini Bakal Membuat Si Kecil Betah Mewarnai

Pada sebagian anak segala sesuatu tentang gambar dan proses mewarnai bisa membuat mereka bahagia duduk berjam-jam. Namun, sebagian anak lain malah begitu antusias menghasilkan coretan-coretan abstrak nan absurd di kertas gambarnya hanya di 5 menit pertama ((5 MENIT)) sebelum akhirnya kembali sibuk dengan lego atau bonekanya. Padahal kegiatan menggambar dan mewarnai penting untuk melatih kognitif dan motorik, juga menjadi sarana anak mengekspresikan emosinya, jadi walaupun anak kita (anak-anak saya tepatnya πŸ˜€ ) tidak begitu menyukai kegiatan ini, kita tetap harus mengenalkan pada mereka, tapi tentu saja dengan cara yang menarik supaya nggak ditinggal kabur lagi seperti yang sudah-sudah πŸ˜€

Sebelum mulai meminta si kecil menggambar, kita bisa mengajaknya mewarnai gambar dulu, karena kegiatan mewarnai bisa mendorong anak yang tadinya ogah-ogahan jadi lebih tertarik dengan gambar, cari saja gambar kesukaan mereka di Pinterest, tinggal save lalu print :)

Beruntung saya mengenal Mbak Liya Swandari, si jago lukis sekaligus pemilik sanggar lukis dan sudah menerbitkan buku panduan mewarnai untuk anak-anak “Aku Juara Mewarnai: Mengenal 27 Teknik Mewarnai Paling Asyik”. Tips dan trik yang dijelaskan di bukunya benar-benar seru untuk dicoba bersama anak-anak.

image

Menurut Mbak Liya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua kalau ingin anak-anaknya menyukai kegiatan mewarnai. Hasil obrolan kami kemarin saya rangkum di sini:

1. Beri media mewarnai selain kertas

Karena kertas HVS sudah terlalu mainstream, Mbak Liya suka memberi anak-anak media gambar yang jarang mereka temui, misalnya tissue, kanvas, triplek, lembaran goni, atau kaos polos. Barang-barang itu bisa menahan anak lebih lama berkutat dengan peralatan mewarnainya.

2. Sediakan berbagai alat gambar dan mewarnai

Kalau tadi medianya, sekarang alat mewarnainya. Dibukunya, Mbak Liya menjelaskan aneka alat gambar berikut fungsinya, misalnya aneka pensil warna, cat air, spidol, pastel minyak, kuas, lalu biarkan anak-anak memilih dan menemukan mana yang paling pas untuk mereka.

3. Ajari teknik mewarnai sederhana

Ajak si kecil bermain-main dengan warna kontras, teknik gradasi warna, konturing, arsir, motif, atau bisa juga mengkombinasikan pensil warna dengan spidol untuk menghasilkan warna yang unik. Di buku Mbak Liya, semua teknik keren ini dijelaskan satu persatu secara detail looh.. Misalnya saja teknik pastel dan paku, jadi kita beri warna terang dulu sebagai dasar lalu beri warna gelap diatasnya, kemudian kita bentuk motif dengan menggoreskan paku, kayaknya lucu untuk dicoba ini.

4. Ikut Mewarnai di sampingnya

Ini yang paling penting. Saat meminta anak menggambar/mewarnai/melukis jangan cuma menyediakan alat ini dan itu lalu ditinggal bersosmed yaa, duduk lah di sampingnya, pilih gambar yang sama dan tunjukkan bahwa kita juga menikmati menggambar dan mewarnai.

5. Pamerkan!

Apresiasi hasil karya mereka bagaimanapun bentuknya. Sediakan satu sudut di rumah tempat mereka bisa menempelkan hasil karyanya, kalau bisa di ruangan yang bisa dilihat banyak orang.

Sepertinya nggak terlalu susah ya mengenalkan si kecil pada kegiatan seru ini, yang penting kitanya telaten memberi contoh, bisa dicoba nih untuk mengisi liburan yang sebentar lagi tiba :)

image
Bunda VS Kakak - hasil corat coret kami sore ini memakai teknik gradasi dari buku Mbak Liya

Mau Berburu Promo Lebaran Tanpa Ribet? Di Sini Caranya..

Memasuki 10 hari kedua bulan Ramadhan, gimana puasanya? Masih mulus atau malah sudah bolong-bolong mirip jalur mudik? Hehee.. Alhamdulillah puasa saya masih mulus karena memang sudah diniatin banget kalau tahun ini harus bisa penuh puasanya. Bukannya tahun-tahun kemarin nggak niat tapi sejak hamil si kakak tahun 2010 saya nggak pernah bisa penuh berpuasa, dilanjutkan menyusui, lalu hamil adik dan menyusui lagi, akhirnya selama 5 tahun itu puasa saya bolong-bolong nggak karuan *__*

Supaya kelancaran berpuasa dan beribadah ini lebih mantap lagi, saya menghentikan orderan cake dan ayam kodok selama bulan Ramadhan, selektif memilih aktivitas di luar rumah kecuali memang untuk hal yang sifatnya urgent (eh, tawaran bukber gratis itu juga termasuk urgent buat saya lho πŸ˜€ )

Dan ternyata anteng di rumah nggak cuma membuat saya bisa fokus beribadah, saya juga jadi punya banyak waktu menyusun materi kegiatan anak-anak saat liburan nanti, menemani kakak memperbaiki teknik menggambarnya, menemani adik mencoba macam-macam sensory play, mengatur ulang perabot di rumah, mempraktekkan resep-resep masakan yang belum pernah saya coba, dan berburu pernak pernik lebaran, yang terakir ini malah kelewat fokus, hihii.. Iya lah, karena kan nggak perlu waktu khusus untuk keluar rumah bermacet-macet, zaman sekarang hampir semua kebutuhan pribadi dan keluarga bisa dengan mudah kita dapatkan hanya dengan sentuhan jari jemari dan keajaiban internet.
Toko online bertaburan bak abang gorengan menjelang waktu berbuka dengan selisih harga yang kadang membuat kita panik sendiri. Iya panik, sudah terlanjur booking di lapak yang sedang diskon 10%, eh lapak sebelah malah diskon 30%, terus lapak sebelahnya lagi kasih free ongkir πŸ˜€ ), lalu panik juga saat barang idaman nggak kunjung datang karena kita ceroboh belum cek dan ricek kredibilitas si penjual, keburu tergiur diskon sih yaa πŸ˜€

Makanya penting sekali untuk kita memilih toko online dengan dengan kredibilitas bagus, terpercaya, dan banyak kasih promo diskon tentunya. Kalau saya, sejak tahun kemarin sudah mantap berbelanja di MatahariMall.com, selain karena nama besarnya yang terpercaya, barang-barang yang ditawarkan lengkap untuk semua anggota keluarga, mereka juga rajin banget kasih promo diskon dan gratis ongkos kirim ke seluruh pelosok Indonesia, dua terakhir ini yang penting hehee..

Continue reading “Mau Berburu Promo Lebaran Tanpa Ribet? Di Sini Caranya..”

HokBen Restoran Halal, Pilihan Paling Pas untuk Berbuka Puasa

Nggak terasa puasa sudah memasuki minggu kedua, seperti tahun-tahun kemarin, biasanya semangat memasak untuk menu berbuka mulai luntur, iya nggak sih? atau cuma saya saja? Alasan terseringnya karena kesiangan berangkat ke pasar hihihii..

Akhirnya menjelang berbuka melipir keluar rumah lalu menuju ke warung makan atau restoran. Kalau kami, karena selalu bawa rombongan sirkus jadi lebih suka masuk ke resto yang ramah anak dengan pelayanan yang cepat, sudah keburu laper boook, makanya selalu memilih restoran cepat saji.
Tapi tetap saja kehalalan menu di resto tersebut menjadi perhatian utama kami, kan sayang sudah berlapar-lapar seharian eh makanan berbukanya ndak jelas.

Nah belum lama ini saya diundang menghadiri blogger gathering bersama restoran cepat saji bercita rasa Jepang yang sudah sangat terkenal di tanah air, HokBen atau panjangnya Hoka Hoka Bento. Siapa yang belum pernah makan di sana? Sini saya pukpuk dulu πŸ˜€

image

HokBen ini, walaupun bercita rasa Jepang tapi berani memastikan kehalalan setiap bahan bakunya melalui proses verifikasi super ketat dari LPPOM MUI Pusat, sertifikat halalnya pun bisa kita temukan dengan mudah di setiap gerai HokBen.

Memang seperti apa sih proses yang harus dilalui sebuah produk hingga dia layak mendapatkan label halal?

Continue reading “HokBen Restoran Halal, Pilihan Paling Pas untuk Berbuka Puasa”

5 Museum Ramah Anak di Yogyakarta

Liburan kenaikan kelas kali ini sepertinya bakal bareng dengan libur lebaran juga yaa.. Ada yang sudah punya rencana mengajak keluarga berlibur ke Yogya? Mau kemana saja nanti di Yogya? Menyusuri pantai-pantai di sekitar Gunung kidul? Atau malah sudah punya target wisata candi?

Jarak tempuh di Yogya yang relatif pendek memang memungkinkan kita menjelajah banyak tempat wisata dalam satu hari, lagipula hampir di semua pelosok Yogya tersedia hotel dan penginapan nyaman dengan harga yang sangat bisa menyesuaikan kondisi dompet, coba saja lihat di sini :)

Tapi buat yang nggak punya banyak waktu, kesulitan transportasi atau bawa anak usia balita sampai SD mungkin agak repot kalau mau piknik terlalu jauh dari pusat kota dan akhirnya pilihan wisata jatuhnya ya diseputaran kota lagi hehee..

Tahu nggak sih kalau tempat seru di kota Yogya nggak cuma Malioboro dan Taman Sari? Coba sesekali ajak anak-anak mengunjungi museum. Jangan khawatir mereka akan bosan, justru beberapa museum yang adanya cuma di Yogya ini akan membuat anak-anak ketagihan, misalnya saja beberapa museum yang sudah pernah kami datangi ini, walau ada yang nggak ditujukan khusus untuk anak-anak tapi koleksi di dalamnya bisa membuat Arka dan Raya betah berjam-jam di sini.

Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

image
Museum TNI AU Dirgantara Mandala

Museum ini ditujukan untuk mengabadikan semua kegiatan dan sejarah TNI AU sejak masa penjajahan hingga masa pemerintahan saat ini.
Walaupun kedengarannya berat karena mengusung nama TNI AU tapi museum ini terbuka untuk umum dan koleksi di dalamnya sangat disukai anak (terutama) laki-laki, hampir semua jenis pesawat tempur yang pernah dimilki Indonesia parkir di sini, beberapa jenis pesawat malah masih boleh dinaiki. Koleksi Alutsista lainnya seperti rudal, dan berbagai jenis senjata juga menarik untuk dilihat.

Baca: Belajar Sejarah Penerbangan Indonesia di Museum Dirgantara Mandala

Karena letaknya yang sangat dekat dengan Lanud Bandara Adi Sucipto, saat duduk di pelatarannya yang rindang kita bisa mendengar gemuruh mesin dan melihat pesawat yang akan mendarat tepat di atas kita.

Museum Dirgantara Mandala ini berlokasi di kompleks Landasan Udara Adisucipto, Jl. Raya Solo. Buka pada pukul 8.30 hingga 15.00. Harga tiketnya Rp. 3.000 saja per orang, murah yaa..

Museum Gunung Api Merapi

image
Museum Gunung Api Merapi

Museum yang terletak di lereng selatan Gunung Merapi ini berdiri megah di atas lahan seluas 3,5 hektar, ditujukan sebagai wahana edukasi vulkanologi dan pengembangan ilmu kebencanaan gunung berapi dan gempa bumi (duuh berat banget ini bahasanya πŸ˜€ )
Saat memasuki lobby museum kita akan disuguhi sebuah maket Gunung Merapi raksasa lengkap dengan berbagai tombol dan lampu penunjuk nama-nama daerah di sekeliling Merapi, misalnya kita ingin tahu di mana Kali Kuning, kita tinggal tekan tombolnya saja dan tunggu lampu maket yang menunjukkan Kali Kuning akan menyala.

Selain maket besar di tengah lobby, museum ini juga memiliki koleksi foto lengkap berbagai letusan gunung Api dari seluruh dunia, ruang mini teater, diorama letusan Merapi dari tahun ke tahun, ruang simulasi gempa, ruang artefak letusan Gunung Merapi yang menyimpan bangkai motor dan peralatan rumah tangga yang tertimbun abu vulkanik.

Museum Gunung Api Merapi berlokasi di Jl. Kaliurang Km. 22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Buka pada hari Selasa – Minggu, mulai jam 08.00 – 15.30. Harga tiket masuk Rp. 3.000 / orang dan Rp. 5.000 untuk pertunjukan teaternya.

Museum Sains dan Teknologi Taman Pintar

image
Museum Sains Taman Pintar

Nah, kalau yang ini memang ditujukan untuk anak-anak mulai usia TK. Terbagi menjadi tiga bangunan yaitu Gedung Memorabilia, Gedung Oval, dan Gedung Kotak, museum ini menjadi wahana kreasi sains yang konon terbaik se Asia Tenggara. Berbagai memorabilia sejarah peradaban manusia dan budaya, bermacam alat peraga sains dengan bentuk menakjubkan, dan aneka ruang simulasi sains mengisi gedung dengan bentuk yang sangat menarik mata ini.

Baca cerita lengkapnya saat kami Bertemu Einstein di Museum Sains Taman Pintar

Museum Sains Taman Pintar terletak tepat di tengah kota Yogya, dekat sekali dari Malioboro. beralamat di Jl. Panembahan Senopati No. 1-3, Yogyakarta. Buka pada hari Selasa – Minggu mulai pukul 09.00 – 16.00

Museum Anak Kolong Tangga

image
Museum Anak Kolong Tangga

Dari Museum Sanis Taman Pintar, kita bisa lanjut melipir ke gedung Taman Budaya Yogyakarta.
Museum Kolong Tangga ini memang berada di dalam bangunan TBY di Jl. Sriwedari No. 1 Yogyakarta.
Didirikan oleh seorang seniman Belgia, Rudi Corens, yang sangat peduli dengan kelestarian permainan anak-anak Indonesia tempo dulu. Beliau mengumpulkan semua alat permainan anak-anak Indonesia sejak awal 80an di bantu oleh teman-temannya, dan dijadikan koleksi Museum Anak Kolong Tangga ini.

Walaupun ditujukan untuk anak-anak, tapi justru kita-kita orang tuanya yang bakal semangat saat masuk ke sini karena semua permainan masa kecil kita ada di sini, jadi serasa flashback :)

Museum Anak Kolong Tangga beroperasi pada hari Selasa – Minggu pukul 09.00 – 16.00.

De Mata Trick Eye Museum

image
Sumber foto: dematamuseum.com

Berlokasi di kompleks XT Square, Jl. Veteran 150-151, termasuk yang mudah dijangkau wisatawan, kalau nggak bawa kendaraan pribadi bisa numpang (tapi tetap mbayar) bus Transjogja, ada haltenya di dekat kompleks XT Square.

Museum ini termasuk salah satu museum lukisan trick eye 3D terbesar di dunia, koleksinya mencapai 120 buah. Siap-siap bengong karena mata kita akan dimanjakan oleh lukisan-lukisan dengan teknik 3D tingkat tinggi.
Saran saya kalau mau masuk kesini, perut boleh kosong tapi baterai kamera dan smartphone harus penuh, bisa linu hati kalau sudah sampai di dalam tapi nggak bisa foto-foto πŸ˜€

Tuh kan, kota Yogya memang nggak pernah kehabisan lokasi wisata seru, jangankan seminggu di sini, saya yang sudah 10 tahun tinggal di Yogya saja belum bisa menjelajah semuanya πŸ˜€

Selamat berlibur yaa, jangan lupa buang sampah di tempat sampah :)

Serunya Si Traveller Kecil Mengeksplorasi Dunia Bersama Dancow Excelnutri+ Explore The World

Setelah tahun kemarin bertualang jadi cowboy sehari di Dancow Excelnutri+ Ranch Adventure, tahun ini kami mendapat kesempatan mengunjungi berbagai negara di dunia bersama Dancow Excelnutri+ Explore the World.

image

Dancow Excelnutri+ memang selalu punya acara seru sebagai komitmen Dancow untuk mewujudkan anak Indonesia yang lebih sehat dengan dukungan nutrisi sistem cerna yang sempurna karena 80% sistem imun terletak di saluran cerna. Daya tahan tubuh yang kuat membuat anak tidak mudah sakit, mampu belajar berbagai hal untuk meningkatkan daya pikir, keterampilan sensorik motorik, komunikasi, sosial-emosional, kemandirian, kognitif, dan kreatifitas.

Keterampilan-keterampilan tersebut sangat dibutuhkan sebagai dasar belajar anak. Misalnya belajar ilmu matematika, ingat nggak betapa sebagian dari kita dulu begitu membenci pelajaran matematika? itu mungkin karena dulu orang tua kita belum mengenal cara yang tepat menstimulasi kemampuan kognitif kita.

Di acara Dancow Excelnutri+ Explore the World Ambarukmo Plaza tanggal 14-15 Mei kemarin, Dancow memberikan informasi cara menstimulasi kemampuan sensori, kognitif, dan kreatifitas melalui berbagai aktifitas seru di setiap booth.
Karena temanya adalah explore the world, Dancow menyediakan empat zona bermain yang di sulap menjadi miniatur empat negara, Jepang, Belanda, Brazil, dan Indonesia.
Untuk bisa menjelajah negara-negara itu anak-anak diberikan passport yang akan dicap oleh penjaga pintu area, mirip petugas imigrasi di bandara gitu πŸ˜€

image

Continue reading “Serunya Si Traveller Kecil Mengeksplorasi Dunia Bersama Dancow Excelnutri+ Explore The World”

Bertualang Ala Koboi Lalu Jadi Peri dan Tinggal di Rumah Hobbit, di Lembang Semua Bisa Terjadi

“Lebaran sebentar lagi..
Berpuasa dengan gembira..”

Awal puasa saja masih dua minggu lagi, eh saya malah sudah membayangkan libur lebaran kami tahun ini, hahaaa.. Maklum ya, sudah enam tahunan ini saya jarang sekali piknik, tepatnya sejak punya anak pertama, karena saya bukan tipe yang betah tamasya dengan menenteng banyak peralatan lenong khas ibu-ibu berbalita.

Tapi semenjak merasakan serunya pergi ke Semarang kemarin, kami (saya dan anak-anak aja sih kayanya, bapaknya engga, hahaah) jadi ketagihan tamasya keluar kota. Apalagi kakak sekarang sudah bisa diminta bantuan menjaga adek, dan adek pun sudah nggak pernah minta gendong, ibunya bahagia lah pokoknya πŸ˜€

Kembali ke rencana libur lebaran, sejak dulu saya punya mimpi mengajak anak-anak mengunjungi Bandung, selain rindu dengan jajanan kaki limanya yang enak semua, saya tergiur dengan tempat wisata baru di Bandung dan sekitarnya yang lagi happening berseliweran di Instagram.

Tujuan pertama saya adalah Lembang, suatu wilayah kecamatan di kabupaten Bandung yang terkenal karena kesejukan dan keasrian alamnya.

Kalau dulu ke Lembang hanya karena ingin memetik buah strawberry langsung dari kebunnya, sekarang Lembang juga menawarkan obyek-obyek wisata dengan sentuhan bangunan unik seperti Farmhouse ataupun De’ranch, konon kedua tempat ini sangat instragamable, cocok untuk banci wefie seperti kami πŸ˜€
Dan walaupun letaknya agak di pinggir Bandung, nggak perlu khawatir dengan keterbatasan waktu kalau mau puas main, kan sudah banyak hotel yang pemesanannya mudah sekali diakses melalui Traveloka.com

Continue reading “Bertualang Ala Koboi Lalu Jadi Peri dan Tinggal di Rumah Hobbit, di Lembang Semua Bisa Terjadi”

Mau Lancar Berbisnis di Rumah? Belajar Manajemen Waktunya Dulu Yuuk

Siapa yang pernah jadi saksi perang abadi antara ibu rumah tangga versus ibu pekerja kantoran? Atau malah sering terlibat sebagai pejuang di salah satu kubu? Hihihii.. Kayanya kita semua kaum ibu pernah mengalami masa-masa jahiliyah seperti itu yaa, bedanya ada yang dengan cepat mendapat pencerahan, adapula yang malah makin menjadi militan πŸ˜€

Nah jika dua kubu itu memang sudah ditakdirkan jadi seteru abadi dari sananya, maka ada lagi kubu yang kelihatannya adem ayem akur sana sini tapi sesungguhnya paling banyak diimpikan kaum perempuan.
Iyeess betuul, apalagi kalau bukan kubu ibu-ibu yang bekerja di rumah, atau isitilah kerennya working at home mom (WAHM), bekerja di rumah ini maksudnya bukan cuci setrika ngepel yaa, tapi berbisnis atau melakukan sesuatu di rumah yang dapat memberikan penghasilan, seperti jadi blogger berbayar misalnya (eheem..)

Makanya banyak sekali ibu-ibu tergiur ingin menjadi WAHM ini, Kan kelihatannya asik yaa setiap hari anteng di rumah main sama anak tapi uang jajan nggak perlu nodong suami?
Continue reading “Mau Lancar Berbisnis di Rumah? Belajar Manajemen Waktunya Dulu Yuuk”

#TantanganBersih Scotch-Briteβ„’ Pasar Godean: Serunya Belajar Cuci Piring Sekaligus Berburu Hadiah

image

Susahnya punya rumah yang jauh dari pasar, saya jadi nggak bisa setiap hari main-main ke pasar (main kok di pasar sih Neng?), cuma setiap weekend saya masuk pasar dan kalau sudah begitu bakal gelap mata melihat sayur mayur segar dan aneka ikan serta seafood, kalau duit di dompet belum tersisa dua rupiah saja pasti masih ada yang ingin dibeli. Kok harus sisa dua ribu? Iyaa kan buat parkir heheee.. Biasanya pasar langganan saya adalah Pasar Kranggan di arah timur rumah atau Pasar Godean di arah Barat rumah, tinggal nurutin mood aja lagi pingin belok kanan atau kiri πŸ˜€

Nah, hari Minggu, 14 Mei 2016 kemarin saya niat banget berburu sayur segar di Pasar Godean, pagi jam 6.30 sudah sampai di sana. Di depan pasar terlihat ada kerumunan ibu-ibu di sekitar booth berwarna hijau, saya samperin juga aah, kali aja ada yang lagi bagi-bagi hadiah πŸ˜€

Continue reading “#TantanganBersih Scotch-Briteβ„’ Pasar Godean: Serunya Belajar Cuci Piring Sekaligus Berburu Hadiah”

Pesona Tiga Budaya di Masjid Agung Jawa Tengah

image

Masih cerita tentang Semarang, kali ini di Masjid Agung Jawa Tengah atau kerennya Great Mosque of Central Java. Sebuah masjid yang bukan cuma memiliki arsitektur unik perpaduan eropa, timur tengah, dan nusantara, tapi juga sarat filosofi keislaman pada tiap bangunannya. Karena itu selain sebagai tempat ibadah dan kajian Islam, Masjid ini juga menjadi ikon pariwisata kota Semarang.

Sebelum Mengunjungi Sang Dewi di Vihara Buddhagaya Watugong kami lebih dulu mampir ke sini untuk Ishama (dan foto-foto). Alhamdulillah lokasinya nggak terlalu jauh dari makam bapak. Untuk bisa sampai di sini cukup gampang karena jaraknya yang cuma 15 menit dari alun-alun kota (kalau ndak macet yaa..), atau misalnya lewat Tol Bawen seperti kami kemarin bisa keluar di pintu Tol Gayamsari, lalu cari Jl. Gajah Raya, paling gampang sih hidupkan google maps hihiii..

Tidak ada retribusi apa-apa untuk bisa masuk ke area Masjid, lahan parkirnya pun luas dan teduh, cocok banget buat gelar tikar lalu buka rantang disitu πŸ˜€

Memasuki halaman masjid, kami disambut oleh 9 air mancur yang dibuat sebagai representasi 9 Walisongo, tokoh-tokoh penyebar agama Islam di tanah Jawa, lalu semakin ke barat terdapat 5 air mancur lagi yang merujuk pada 5 rukun Islam. Makna keempat belas air mancur ini adalah ajaran Walisongo saat menyebarkan Islam yang selalu berpegang teguh pada Rukun Islam.

Belum sempat berfoto di depan air mancur, anak-anak sudah kabur melesat menuju pelataran atas, sepertinya mereka penasaran dengan kemegahan Al Qanatir, sebuah gerbang besar melingkar berhias kaligrafi Arab dengan pilar-pilar mirip Kolosseum Roma di Italia. Katanya gerbang ini tersusun dari 25 tiang penyangga yang mengingatkan pada 25 Nabi utusan Allah.

image
Al Qanatir

image

image

image

Continue reading “Pesona Tiga Budaya di Masjid Agung Jawa Tengah”

Mengunjungi Sang Dewi di Vihara Buddhagaya Watugong

Kalau mendengar kata Semarang, apa sih yang pertama terbayang? Kalau aku sih, daya khayal ini akan otomatis memutar slide yang menampilkan Lumpia Gang Lombok, Tahu Bakso Bu Pudji, Bandeng Juwana, Es Krim Toko Oen, Tahu Gimbal, atau Lekker Sosis Mozzarella Paimo, hihihii ternyata Semarang banyak menyimpan kuliner menggiurkan yaa.. Sayangnya saat kami punya kesempatan mengunjungi Semarang hari rabu kemarin, kami nggak bisa menikmati satupun kuliner legend itu.. :( ya biasa deh, sedikit drama sebelum keberangkatan yang menyebabkan molornya waktu berangkat, padahal misi utama ke Semarang bukan untuk piknik tapi nyekar ke makam bapak dan mengantar undangan nikah ke beberapa saudara, akhirnya agenda piknik cuma jadi pelengkap yang semoga aja waktunya cukup .

Baiklah, mari kita selesaikan misi secepatnya supaya bisa berangkat piknik biar nggak panik!

image
Piknik dulu biar nggak panik :)

Untungnya walau nggak sempat berburu makanan enak, kami (aku sih sebenarnya) masih bisa memaksakan mampir mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah dan lanjut ke Vihara Buddhagaya Watugong, sayang banget kan kalau sudah sampai sana tapi nggak melihat tempat keren yang menjadi ciri khas Semarang. Tentang Masjid Agung ini, akan aku ceritakan di postingan berikutnya ya, karena fotonya belum sempat di edit hehee..

Destinasi kedua kami (dan juga yang terakhir, hiks) adalah Vihara Buddhagaya Watugong di Jl. Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Banyumanik. Untuk bisa sampai ke Vihara Buddhagaya dari pusat Kota Semarang butuh waktu 45 menit dengan mobil ke arah Ungaran, atau kalau lewat Tol Bawen, keluar saja di pintu Tol Banyumanik lalu menuju arah Ungaran. Letaknya yang berada di pinggir jalan besar di depan Markas Kodam IV Diponegoro Watugong membuat Vihara ini sangat mudah diakses.

image

Kompleks Vihara Buddhagaya Watugong yang dibangun pada tahun 1955 memiliki 2 bangunan utama, yaitu Vihara Dhammasala dan Pagoda Avalokitesvara. Nah, si Pagoda ini lah yang sangat terkenal dan menjadi ikon kompleks Vihara.

image
Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong

Biasa disebut juga dengan Pagoda Metta Karuna atau Pagoda Cinta dan Kasih Sayang, bangunan ini didirikan untuk menghormati Dewi Kwan Sie Im Po Sat (Dewi Kwan Im) yang oleh umat Buddha diyakini sebagai Dewi Kasih Sayang.

Continue reading “Mengunjungi Sang Dewi di Vihara Buddhagaya Watugong”